PELAJARAN
PEMAHAMAN
MURID-MURID
KOSA-KATA
PELAJARAN
Iri Hati:
Perasaan mengingini milik orang lain secara keliru
Subur:
Menghasilkan banyak; berlimpah
Kebun Anggur:
Daerah yang ditanami benih buah anggur
Perasaan iri tidaklah sesederhana seperti yang dikatakan, ”Aku ingin yang seperti itu juga.” Terkadang hal ini dapat menjadi sesuatu yang baik, bila mendorong orang itu untuk bekerja lebih keras dengan jujur untuk mencapai tujuan mereka. Sayangnya tidak selalu seperti itu. Ketamakan adalah bagian dari setiap orang. Orang selalu menginginkan lebih dari yang mereka telah miliki. Perasaan iri tidak terjadi begitu saja. Biasanya dimulai dengan kecemburuan. Terkadang, dipenuhi kebencian dan amarah, seperti dalam kasus Ahab.
Perintah ini sedikit berbeda dengan perintah lainnya, karena mencakup apa yang tidak dapat dilihat. Ingatkan murid-murid Anda bahwa dosa dimulai dari hati. Inilah sebabnya perintah tersebut diberikan. Allah mengetahui bahwa kecemburuan dan amarah yang dari dalam diri dapat memicu dosa yang lebih besar.
Akan selalu ada yang tidak dimiliki oleh murid Anda seperti yang dimiliki orang lain. Mereka suka membandingkan dengan orang lain. Ingatkan mereka bahwa kepuasan sejati hanya dari pada Allah. Harta benda adalah sementara. Hanya Allah yang dapat memberikan semua kebutuhan mereka. Kapanpun mereka merasa tidak puas dan iri, doronglah mereka untuk berdoa kepada Allah dan mohonlah tuntunan-Nya. Ketika mereka dapat membangun sikap yang demikian, maka mereka akan dapat menguasai diri ketika dewasa kelak.
KISAH PELAJARAN
Ulasan
Pada minggu yang lalu, kita telah mempelajari perintah kesembilan. Apakah itu? (Jangan bersaksi dusta atau memberikan kesaksian palsu.) Perbuatan dusta ini adalah dosa yang serius. Yakub paling banyak menderita dalam hidupnya, karena ia mendustai ayahnya untuk mendapat berkat. Gehazi terkena penyakit kusta, karena telah mendustai Naaman dan Elisa. Ananias dan Safira mati, karena telah mendustai Allah mengenai sejumlah uang yang dipersembahkan. Allah tidak menginginkan kita mengikuti contoh-contoh di atas. Hendaklah kita memahami bahwa adalah penting untuk selalu berkata benar. Sekalipun mengatakan hanya sebagian kebenaran atau membalikkan fakta, hal itu pun telah dianggap berkata dusta. Kita harus waspada akan apa yang kita katakan, karena Allah selalu mengawasi kita.
Perintah Kesepuluh
Perintah terakhir yang Allah berikan kepada Musa di gunung Sinai berkaitan dengan semua orang. Perintah yang satu ini berkaitan dengan ketamakan. Allah mengetahui bahwa setiap manusia selalu menginginkan segala sesuatu yang belum mereka miliki. Mereka menginginkan lebih dan belum merasa bahagia dengan apa yang mereka telah miliki. Itulah alasan Allah memberikan perintah “jangan iri hati”. Dengan adanya perintah ini, berarti manusia tidak diperkenankan untuk mengingini sesuatu yang bukan milik mereka. Di hadapan Allah, hal ini telah menjadi dosa, sekalipun hanya perasaan dan belum ada tindakan nyata seperti mencuri. Bahkan bila seseorang menginginkan sesuatu yang bukan milik mereka, berarti mereka telah melanggar perintah terakhir ini. Perintah ini terdengar serius, tetapi Allah memiliki alasan-Nya. Dia mengetahui ketika seseorang merasa iri akan sesuatu, maka perasaan itu akan membuat mereka melakukan dosa lainnya yang lebih besar seperti raja Ahab.
Kebun Anggur Nabot
Ada seorang raja Israel yang bernama Ahab. Dia adalah raja yang paling jahat dalam sejarah kerajaan Israel. Dia melakukan banyak kesalahan dalam hidupnya. Dia menikahi Izebel yang menyembah berhala. Akibatnya, pasangan suami istri ini membawa seluruh penduduk negeri berbuat dosa kepada Allah dengan mendirikan mezbah untuk allah-allah palsu dan menyembah mereka. Ahab adalah seorang raja yang kejam. Dia tidak peduli keadaan orang lain, sekalipun terluka, sepanjang ia mendapatkan apa yang diinginkannya.
Sekalipun Ahab memiliki sebuah istana yang besar, tanah yang subur, dan banyak pakaian yang indah serta perhiasan, tetapi ia belumlah merasa puas. Suatu hari, ketika Ahab duduk di istananya menghadap keluar jendela, maka ia melihat sebuah kebun anggur yang besar, kebun yang hijau yang banyak buah anggur
Ahab Berbicara Kepada Nabot
Lalu Ahab segera pergi menemui pemilik kebun anggur itu. Ternyata Nabotlah yang menjadi pemilik kebun anggur itu. Ahab berkeinginan untuk membeli kebun anggur itu dari padanya. Ketika keinginan Ahab disampaikan kepada Nabot, maka Ahabpun tidak beroleh jawaban yang diinginkannya.
“Aku tidak dapat menjual kebun anggur ini, yang merupakan tanah pusaka keluargaku selama turun-temurun. Allah tidak mau aku menjualnya,” kata Nabot.
Raja memintanya terus-menerus, menawarkan uang yang lebih banyak, bahkan tanah pengganti, tetapi Nabot tetap menolaknya. Lalu Ahab pulang dengan perasaan kecewa dan marah.
Ketika Ahab telah tiba di istananya, maka iapun membaringkan diri di pembaringannya dan berlaku selayaknya anak kecil. Ketika seorang hamba membawakan makan malam, iapun menolak untuk makan dan minum. Ratu Izebel mengetahui bahwa ada sesuatu yang mengganggu sang raja.
“Ada apa?” tanya Izebel. “Mengapa kamu tidak makan?”
“Aku mengingini kebun anggur Nabot,” kata raja. “Tetapi ia tidak mau menjualnya.”
Ketika ratu mendengarnya, iapun tertawa.
“Bukankah kamu sekarang seorang raja?” Mengapa kamu harus pedulikan apa yang dipikirkan oleh Nabot? Bangun dan makanlah,” kata Izebel. “Jangan kuatir, aku akan mendapatkan kebun anggur itu untukmu.”
Ahab percaya kepada istrinya dan menantikan kabar baik itu.
Rencana Izebel
Segera Izebel berencana membunuh Nabot, agar Ahab mendapatkan tanah itu. Dia memerintahkan beberapa orang untuk mengatakan kepada para tua-tua di kota di mana Nabot tinggal bahwa Nabot telah mengutuk Allah dan raja. Adalah suatu dosa besar bila mengutuk Allah, sehingga Nabot dan keluarganya harus dihukum mati dengan dilempari dengan batu. Segera setelah Izebel mendengar Nabot mati, maka ia dengan cepat mengatakan kabar baik ini kepada raja.
“Kamu dapat pergi dan mengambil kebun anggur Nabot itu sekarang,” kata Izebel. “Nabot telah mati.”
Akhirnya, raja Ahab dapat memiliki kebun anggur Nabot itu. Dia tidak peduli bila ia harus membunuh orang lain dan merampas tanahnya. Tetapi Allah sungguh murka kepada mereka karena telah membunuh sesama hanya karena menginginkan sebidang tanah. Mereka tidak merasa puas dengan hal-hal besar yang telah mereka miliki. Karena itu, Allah menghukum mereka dengan kematian yang mengenaskan; anjing menjilat darah mereka dan memakan daging mereka.
AKTIVITAS 1
Sasaran:
Mengingatkan murid-murid akan kisah Ahab dan Izebel.
Petunjuk:
Raja Ahab dan ratu Izebel merasa iri pada kebun anggur Nabot. Mereka jahat dan tamak. Bacalah kalimat berikut ini. Lalu lingkarilah yang benar dan perbaiki kalimat yang salah.