Untuk memperoleh instrumen tes prestasi yang baik, maka sebelum tes prestasi digunakan sebagai instrumen penelitian, maka perlu dilakukan tes uji coba butir soal.
1. Validitas item, dihitung dengan korelasi product moment. Untuk jumlah responden 38 (N=36) dengan taraf signifikansi 5% berharga r xy(hitung) = 0, 450 dan r tabel = 0,321. Dari 40 soal, 26 butir soal valid dan 14 butir soal tidak valid.
Selanjutnya yang digunakan dalam penelitian 25 soal.
2. Reliabilitas, dari hasil perhitungan diperoleh koefisien reliabilitas sebesar rhitung = 0,786. Harga ini lebih besar daripada harga rtabel = 0,321 maka dapat diartikan bahwa butir soal adalah reliabel.
3. Taraf Kesukaran, menunjukkan tingkat kesulitan dari suatu butir soal. Dari 40 butir soal diperoleh 8 soal sukar, 16 soal sedang dan 16 soal mudah.
4. Daya Beda untuk mengetahui kemampuan soal dalam membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah.
Hasilnya 12 butir soal baik, 14 butir soal cukup dan 14 butir soal jelek.
Analisis Hasil Penelitian Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan pada nilai pretest dan posttest dari masing-masing kelas eksperimen dan kelas kontrol, hasilnya seperti tampak pada tabel berikut :
Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Pretest
Kelas Dk Mean X2hitung X2tabel Keterangan
Eksperimen 3 63,594 10,215 11,3 normal
Kontrol 3 54,81 2,323 11,3 normal
Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Posttest
Kelas Dk Mean X2hitung X2tabel Keterangan
Eksperimen 3 72,188 11,032 11,3 normal
Kontrol 3 63,400 4,925 11,3 normal
Berdasarkan tabel di atas diperoleh bahwa nilai X2hitung lebih kecil daripada nilai X2tabel sehingga dapat disimpulkan sampel berdistribusi normal.
(BORNEO, Volume XI, Nomor 2, Desember 2017 BORNEO, Volume XIII, Nomor 1, Juni 2019 19 Uji Homogenitas Varians
Uji homogenitas dilakukan pada skor pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasilnya seperti yang tertera pada tabel di bawah ini.
Tabel 4. Hasil Perhitungan Uji Homogenitas
Kelas Mean S2 X2hitung X2tabel
Eksperimen 63,594 104,428 6,236 7,81
Kontrol 54,610 104,428
Dapat dilihat bahwa X2hitung = 6,236 lebih kecil dari X2tabel = 7,81 dengan taraf signifikan 5 % dan harga dk = 3, sehingga Ho diterima, atau dapat dikatakan kedua sampel homogen.
Uji Kesamaan Dua Rata-rata (Uji Hipotesis)
Hasil dari posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol digunakan untuk menguji hipotesis dengan uji t. Hasilnya seperti pada tabel dibawah ini. Dari hasil perhitungan diperoleh t hitung = 2,90 dan t tabel = 1,67 dengan taraf kepercayaan 95 %. Berdasarkan hasil perhitungan t hitung lebih besar daripada t tabel berarti H0
ditolak, sehingga dapat diartikan terdapat perbedaan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Berdasarkan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen = 72,20 dan kelas kontrol = 63,40 maka dapat disimpulkan bahwa pemberian latihan soal terbimbing menyebabkan hasil belajar siswa lebih baik daripada pemberian soal latihan mandiri.
Tabel 5. Hasil perhitungan Uji Kesamaan dua rata-rata (uji hipotesis)
Kelas Mean S2 thitung ttabel
Eksperimen 72,20 104,428
2,90 1,67
Kontrol 63,40 104,428
Hasil Pre Test Dan Post Test
Pretes dilaksanakan sebelum pelaksanaan pembelajaran tahap perbaikan pembelajaran dengan menerapkan strategi pembelajaran : pemberian latihan soal terbimbing. Soal yang digunakan untuk uji pre test maupun post test sebanyak 25 soal obyektif yang disusun berdasarkan hasil validitas yang telah dilaksanakan.
Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, diperoleh hasil seperti pada grafik berikut ini:
Gambar 1. Hasil pretes siswa Kelas VIII-A
Pre Test, 5
Post Test, 82.5
Pre Test, 95
Post Test, 17.5
0 20 40 60 80 100
Persentase (%)
Tuntas Tidak Tuntas
Hasil Tes Kelas Eksperimen (I-3)
(BORNEO, Volume XI, Nomor 2, Desember 2017)
20 BORNEO, Volume XII, Nomor 1, Juni 2019
Hasil pretes tersebut di atas , untuk kelas eksperimen, menunjukan bahwa sekitar 5 % ( 2 siswa dari 40 siswa) dinyatakan lulus dan 95 % atau 38 siswa tidak lulus (nilai < 68). Dan setelah siswa mengalami proses perbaikan pembelajaran dengan pendekatan dan strategi yang diterapkan oleh guru/ peneliti, kemudia di uji (post test), menunjukan hasil sekitar 82,5 % (33 siswa) dinyatakan lulus dan sisanya 7 siswa (17,5%) siswa belum lulus. Nilai rata-rata siswa pada pre test adalah 48,60 dan pada post test adalah 79,80. Tampak bahwa terjadi peningkatan yang baik, baik ditinjau dari nilai rata-ratanya maupun persentase ketuntasannya.
Gambar 2. Hasil pretest siswa kelas VIII-G
Hasil uji kelas kontrol, menunjukan bahwa semua siswa dinyatakan tidak lulus (nilai < 68) . Dan pada uji akhir (post test) , menunjukan hasil sekitar 35%
(14 siswa) dinyatakan lulus dan sisanya 26 siswa (65%) siswa belum lulus. Nilai rata-rata siswa pada pre test adalah 41,80 dan pada post test adalah 67,30. Tampak bahwa hasil tersebut jauh dibanding dengan kelas eksperimen.
Dengan demikian penerapan pendekatan dengan pemberian soal latihan terbimbing pada siswa , khususnya untuk mata pelajaran IPAdapat membantu siswa meningkatkan hasil belajarnya.
KESIMPULAN
1. Pemberian latihan soal terbimbing dengan bimbingan guru terhadap hasil belajar siswa, menunjukan pengaruh yang sangat positif, hal ini dapat dilihat dari hasil proses pembelajaran , dimana akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, kelas ekperimen mengalami peningkatan ketuntasan 77,5 % (pre test 5%
tuntas, dan post test 82,5% tuntas).
2. Ada perbedaan hasil belajar siswa dengan pemberian latihan soal yang terbimbing dengan bimbingan guru dibanding dengan pemberian latihan soal yang diselesaikan secara mandiri oleh siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil post tes masing-masing kelas (ekperimen dan kelas kontrol). Kelas eksperimen (tuntas 5% pre test, tuntas 82,5% post test), dan untuk kelas kontrol (tuntas 0%
pre test, tuntas 35% post test).
Pre Test, 0
Post Test, 35
Pre Test, 100
Post Test, 65
0 20 40 60 80 100
Persentase (%)
Tuntas Tidak Tuntas
Hasil Tes Kelas Kontrol (I-4)
(BORNEO, Volume XI, Nomor 2, Desember 2017 BORNEO, Volume XIII, Nomor 1, Juni 2019 21
3. Hasil angket respon siswa menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan pendekatan pemberian soal latihan terbimbing bermanfaat dan membantu siswa untuk lebih mudah memahami konsep tertentu dalam IPAserta siswa merasa senang dan termativasi dalam belajar IPAsaat diterapkannya pendekatan /strategi pembelajaran dengan pemberian latihan soal yang terbimbing dengan bimbingan guru.
SARAN
1. Pemberian soal latihan terbimbing dengan bimbingan guru ini sangat cocok untuk memantapkan penguasaan konsep IPAsiswa, efektif dari sisi waktu dan mendukung hasil belajar produk. Siswa yang akan berkompetisi , ujian akhir, ujian saringan masuk sekolah sangat efektif dengan metode drill ini. Untuk mencapai hasil belajar proses dan psikomotor dapat ditempuh dengan metode lain.
2. Penelitian perlu dilanjutkan dengan serangkaian penelitian yang mengembangkan alat ukur keberhasilan yang lebih reliabel agar dapat menggambarkan keterampilan siswa (secara individu) dengan baik dalam pembelajaran.
3. Pada pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan pemberian soal latihan terbimbing diperlukan perhatian penuh dan disiplin yang tinggi pada setiap langkah pembelajaran dan perencanaan yang matang misalnya dalam pengalokasian waktu dan pemilihan konsep yang sesuai.