• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Siklus I

KELAS III SDN 026 BALIKPAPAN UTARA TAHUN PEMBELAJARAN 2017/2018

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Siklus I

Deskripsi Data Hasil Belajar

Data hasil belajar siswa dari pelaksanaan tindakan siklus I diperoleh melalui tes formatif I yang diberikan pada akhir pertemuan siklus I. Kemudian diolah menjadi Nilai Akhir Siklus I. Berikut merupakan tabel Nilai Akhir siklus I. Hasil belajar matematika siswa setelah mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat dilihat pada tabel 6 dan 7 berikut:

Tabel 6. Data Nilai Akhir Siklus I Nilai Jumlah Tabel 7. Rata-rata Nilai Dasar, Nilai Tugas, Nilai Tes,

dan Nilai Akhir Hasil Belajar Siswa Nilai

Tugas

Nilai

Formatif Nilai Akhir Poin Peningkatan

Dasar - - 49,83 Nilai Dasar baru memperoleh rata-rata sebesar 58,97 dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 46,88%. Masih terdapat 17 siswa dengan nilai di bawah ketuntasan. Hal ini dikarenakan 17 siswa tersebut kurang memahami perintah dalam pengerjaan soal.

Dilihat dari besarnya persentase ketuntasan belajar klasikal dan rata-rata nilai yang diperoleh, pembelajaran pada siklus I belum berhasil.

(BORNEO, Volume XI, Nomor 2, Desember 2017 BORNEO, Volume XIII, Nomor 1, Juni 2019 159

Tabel 8. Rangkuman Data Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I No Aspek yang Diamati

Pertemuan I Pertemuan 2 Rata-rata Aspek Siklus I (%)

Kriteria Skor Persentase Skor Persentase

1 Keterlibatan siswa Rata-rata Aktivitas Belajar Siswa Siklus I

(%) 66,70 Tinggi

Hasil observasi yang diperoleh selama proses pembelajaran berlangsung pada siklus pertama adalah aktivitas guru dan aktivitas siswa. Pada aktivitas guru siklus pertama dinilai baik karena modus dari skor aktivitas guru bernilai 4 dan aktivitas siswa dinilai baik karena modus dari skor aktivitas siswa bernilai 4.

Siklus II

Deskripsi Data Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa

Seperti halnya siklus I, pada siklus II observasi terhadap aktivitas belajar siswa meliputi keterlibatan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas, ketekunan siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru, kerjasama siswa pada saat kerja kelompok, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Hasil observasi yang diperoleh selama proses pembelajaran berlangsung pada siklus kedua adalah aktivitas guru dan aktivitas siswa. Pada aktivitas guru siklus kedua dinilai baik karena modus dari skor aktivitas guru bernilai 4 dan aktivitas siswa dinilai baik karena modus dari skor aktivitas siswa bernilai 4.

Tabel 9. Rangkuman Data Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II No Aspek yang Diamati

Pertemuan 4 Pertemuan 5 Rata-rata Aspek Siklus II (%)

Kriteria Skor Persentase Skor Persentase

1 Keterlibatan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas

96 75% 103 80,47% 77,74 Tinggi

(BORNEO, Volume XI, Nomor 2, Desember 2017)

160 BORNEO, Volume XII, Nomor 1, Juni 2019

2 Ketekunan siswa Rata-rata Aktivitas Belajar Siswa Siklus II

(%) 82,23 Sangat

Tinggi Tabel 10. Data Nilai Akhir Siklus II

Nilai Jumlah Tabel 10 menunjukkan bahwa Nilai Akhir Siklus siswa pada siklus II mengalami peningkatan dari siklus I. Pada siklus I, masih terdapat 53,13% siswa yang belum tuntas. Sedangkan, pada siklus II hanya terdapat 6,25% siswa yang belum tuntas.

Siklus III

Deskripsi Data Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa

Hasil observasi yang diperoleh selama proses pembelajaran berlangsung pada siklus ketiga adalah aktivitas guru dan aktivitas siswa. Pada aktivitas guru siklus ketiga mengalami peningkatan dengan nilai sangat baik karena modus dari skor aktivitas guru bernilai 5 dan aktivitas siswa dinilai baik karena modus dari skor aktivitas siswa bernilai 4.

(BORNEO, Volume XI, Nomor 2, Desember 2017 BORNEO, Volume XIII, Nomor 1, Juni 2019 161

Tabel 11. Rangkuman Data Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus III

No Aspek yang Diamati Pertemuan 7

Kriteria Skor Persentase

1 Keterlibatan siswa dalam mengikuti

proses pembelajaran di kelas 110 85,94% Sangat Tinggi 2 Ketekunan siswa dalam menyelesaikan

tugas yang diberikan guru 111 86,72% Sangat Tinggi 3 Kerjasama siswa pada saat kerja

kelompok 111 86,72% Sangat

Tinggi 4 Keterlibatan siswa dalam pembelajaran

menggunakan pendekatan saintifik 108 84,38% Sangat Tinggi Rata-rata = 85,94 Kriteria Sangat Tinggi

Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa

Pada siklus ketiga, LKPD dan PR diberikan masing-masing sebanyak satu kali yaitu pada pertemuan I. Nilai tugas pada siklus ketiga diambil nilai rata-rata dari nilai LKPD 5, dan PR 5 yaitu 84,73. Sedangkan pada pertemuan II dilakukan tes formatif siklus ketiga dan diperoleh nilai rata-rata 87,56. Berdasarkan nilai tugas dan tes formatif siklus ketiga diperoleh nilai rata-rata dari nilai akhir pada siklus ketiga adalah 86,62 dengan kriteria sangat baik. Nilai hasil belajar pada siklus kedua sebesar 78,22 dijadikan sebagai nilai dasar pada siklus ketiga.

Sehingga diperoleh poin peningkatan pada siklus kedua sebesar 21,33 yang berarti kriteria baik. Presentase rata-rata hasil belajar siswa dari nilai rata-rata siklus pertama ke siklus kedua sebesar 24,54%. Berikut merupakan tabel nilai akhir siswa siklus III.

Tabel 12. Data Nilai Akhir Siklus III Nilai Jumlah peningkatan hasil belajar matematika siswa setelah pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat dilihat pada gambar 1.

(BORNEO, Volume XI, Nomor 2, Desember 2017)

162 BORNEO, Volume XII, Nomor 1, Juni 2019

Gambar 1. Grafik Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan, peneliti mengambil simpulan bahwa:

1. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan bilangan bulat. Adapun langkah-langkah dalam pembelajaran sebagai berikut:

a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa.

b. Guru memberi tugas kepada siswa untuk mempelajari materi pelajaran secara individual.

c. Pengorganisasian siswa dalam kelompok-kelompok belajar.

d. Guru meminta siswa menuju kelompoknya masing-masing.

e. Hasil tugas siswa secara individual didiskusikan dalam kelompok.

f. Setiap kelompok mempresentasikan jawabannya ke depan kelas.

g. Guru memfasilitasi siswa dalam membuat rangkuman, mengarahkan dan memberikan penugasan pada materi pelajaran yang telah dipelajari.

2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata nilai hasil belajar matematika siswa dari nilai rata-rata dasar 49,83 meningkat menjadi 59,85 pada siklus I dan 78,22 pada siklus II, serta 86,62 pada siklus III. Dilihat dari peningkatan nilai rata-rata pada setiap siklus maka dapat dikatakan bahwa poin peningkatan dari nilai dasar meningkat menjadi 19,38 pada siklus I, 23,67 pada siklus II, serta 21,33 pada siklus III.

3. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada materi garis dan sudut di kelas VII SMP Negeri 18 Samarinda dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hal tersebut terjadi karena pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat mengaktifkan siswa. Terbukti dari perolehan rata-rata aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran dari 67,18% dengan kriteria tinggi menjadi 85,85% dengan kriteria sangat tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi garis dan sudut di kelas VII semester genap tahun ajarn 2017/2018.

(BORNEO, Volume XI, Nomor 2, Desember 2017 BORNEO, Volume XIII, Nomor 1, Juni 2019 163 SARAN

1. Bagi siswa; agar dapat meningkatkan keaktifan dalam kegiatan pembelajaran di kelas dengan selalu bekerjasama dengan siswa lain melalui kerja kelompok guna mencapai hasil yang maksimal.

2. Bagi guru matematika; bila ingin mengaitkan aktivitas siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa ke dalam proses pembelajaran dapat digunakan model-model pembelajaran seperti model-model pembelajaran Discovery Learning dengan memperhatikan pengelolaan kelas yang baik dan pembimbingan siswa yang merata kepada seluruh siswa.

3. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik perlu memperhatikan kebutuhan siswa akan pengembangan keterampilan bukan hanya kemampuan kognitif.

Akan lebih maksimal jika pembelajaran dengan pendekatan saintifik tidak hanya dilakukan di dalam ruangan namun juga di luar ruangan. Sehingga dapat mengakomodir kemampuan siswa seluruhnya.

4. Bagi sekolah agar dapat menjadikan model pembelajaran dengan pendekatan Saintifik dan sebagai salah satu model pembelajaran Discovery Learning untuk menyempurnakan sistem pembelajaran di sekolah.

5. Bagi peneliti yang akan datang; dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa, diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut terhadap pembelajaran dengan pendekatan saintifik di sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, M. 1999. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta:

Rineka Cipta.

Arikunto, S. 1997. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

As`ari, Abdur Rahman. 2014. Mewujudkan Pendekatan Saintifik dalam Kelas Matematika. (Online). Diakses tanggal 17 Februari 2018.

https://www.researchgate.net/publication/273635784_Mewujudkan_Pendek atan_Saintifik_dalam_Kelas_Matematika.

As`ari, Abdur Rahman. 2016. Buku Guru Matematika SMP/MTs Kelas VII.

Jakarta: Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama.

Cunayah, Cucun, dkk. 2007. Pelajaran Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII.

Bandung: CV. Yrama Widya.

Depdiknas. 2004. Materi Pelatihan Terintegrasi Sains. Jakarta: Depdiknas.

Dimyati dan Mujiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama. 2016. Panduan Pembelajaran untuk Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan

(BORNEO, Volume XI, Nomor 2, Desember 2017)

164 BORNEO, Volume XII, Nomor 1, Juni 2019

Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama

Hamalik, Oemar. 2003. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara Ismail. 2003. Model-model Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas.

Pendekatan Saintifik. 2018. https://id.wikipedia.org/wiki/Pendekatan_saintifik.

Diakses tanggal 17 Februari 2018.

Prahara, Haris. 2017. 72 Tahun Merdeka, Apa Kabar Pendidikan Indonesia.

(Online), (http://edukasi.kompas.com/read/2017/08/18/06490021/72-tahun-merdeka-apa-kabar-pendidikan-indonesia-, diakses bulan Januari, 2018).

Rumah Edukasi. 2016. Pendekatan Saintifik, Pengertian, tujuan, Karakteristik dan Prinsip. Diakses tanggal 17 Februari 2018.

https://rumahedukasiku.wordpress.com/2016/12/26/pendekatan-saintifik-pengertian-tujuan-karakteristik-dan-prinsip/

Sudijono, Anas. 2005. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sudjana, N. 2002. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Rosda Karya.

Sudjana. 1996. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.

Sudrajat, Akhmad. 2008. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Reaserch). Bogor: Departemen Pendidikan Menengah Umum.

Sukidin. 2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Insan Cendikia.

(BORNEO, Volume XI, Nomor 2, Desember 2017 BORNEO, Volume XIII, Nomor 1, Juni 2019 165

PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENINGKATAN KETUNTASAN