Penelitian tindakan kelas yang dilakukan yakni mengimplementasi-kan teknik latihan berjenjang dalam meningkatkan kemampuan menulis teks negosiasi. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi empat hal yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Sebelum pelak-sanaan tindakan dimulai, peneliti mengadakan penilaian tes awal menu-lis teks negosiasi untuk mengetahui kemampuan awal siswa kelas X SMK PGRI Cepu dalam menulis teks negosiasi.
Hasil tes pada pada pra tindakan dapat dilihat pada tabel di atas. Siswa
yang memperoleh nilai ≥75 sebanyak 8 siswa dari 21 siswa. Dengan demikian ketuntasan belajar setelah melaksana-kan pembelajaran adalah 38,11% yang berarti kelas tersebut belum mencapai ketuntasan belajar secara klasikal.
Sedangkan siswa yang mendapat nilai ≤ 75 sebanyak 13 siswa dari 21 siswa dengan demikian siswa yang tidak tuntas adalah 61,9%.
Pelaksanaan tindakan siklus I yang terdiri atas perencanaan tindak-an, pelaksanaan tindaktindak-an, pengamatan dan refleksi. Pada tahap perencanaan, peneliti bersama guru kolaborator yaitu guru Bahasa Indonesia, Ibu Nia Noor Illa melakukan diskusi untuk merencanakan langkah-langkah yang akan dilakukan pada siklus pertama.
Pada tahap pelaksanaan tindakan, dilakukan dua kali pertemuan sesuai dengan kesepakatan pada tahap perencanaan yaitu hari Rabu, 8 Februari 2016 dan hari Sabtu, 11 Februari 2016. Pada pelaksanaan hari Rabu, 8 Februari 2016 siswa terlihat menyimak denganseksama penjelasan dari guru. Dilanjutkan dengan menje-laskan materi menulis teks negosiasi, siswa terlihat penuh semangat dalam mendengarkan penjelasan dari guru.
Siswa terlihat antusias sekali ketika guru membagikan LKS penulisan teks negosiasi dan menunjukkan rasa penasaran untuk segera mengerjakan.
LKS penulisan teks negosiasi tersebut dibagikan secara individu kepada siswa. Dengan penuh semangat siswa segera mengisi LKS penulisan teks
NOSI Volume 5, Nomor 4 Agustus 2017 _________________________________________ Halaman 35
negosiasi yang terdiri dari, struktur, kaidah, karakteristik dan isi. Guru kolaborator mendampingi siswa dalam pengisian kolom tersebut sedangkan peneliti melakukan pengamatan sela-ma proses pembelajaran. Pembelajaran usai, guru dan peneliti berdiskusi untuk menyiapkan pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Pada pelaksanaan hari Sabtu, 11 Februari 2016 dimulai dengan menjelaskan kembali materi teks negosiasi. Guru kolabolator dan peneliti menyiapkan lembar kerja di meja guru untuk memudahkan dalam melanjutkan pembelajaran menulis teks negosiasi. Para siswa mulai menyiap-kan diri untuk menerima pembelajaran serta siswa diberikan kesempatan untuk bertanya sebelum LKS dibagikan. Sela-ma proses pembelajaran ini berlang-sung, peneliti dan guru kolabolator melakukan pengamatan dan mendam-pingi siswa dalam pengisian aplikasi penulisan puisi. Waktu pelajaran usai,kegiatan belajar mengajar diakhiri dengan berdoa.
Pada tahap pengamatan hasil penelitian tindakan siklus I ini dibedakan menjadi dua, yakni pengamatan proses dan pengamatan produk. Pengamatan proses meliputi aktivitas siswa selama pelaksanaan menulis teks negosiasi. Pengamatan produk berupa skor siswa berdasarkan hasil menulis teks negosiasi di dalam kelas. Dalam pengamatan proses ditemukan siswa menyimak penjelasan guru dengan baik. Suasana kelas pada siklus I, siswa tampak antusias dalam
mengisi LKS yang telah diberikan oleh guru. Pengamatan produk dilakukan oleh peneliti dengan memberikan skor pada pratindakan. Keberhasilan tindak-an dalam proses pembelajartindak-an terlihat dari hasil skor tes kemampuan menulis puisi siswa siklus I. Peneliti melakukan penskoran dengan menggunakan instrumen lembar penilaian pada tiap siswa. Kegiatan menulis teks negosiasi yang dilakukan dengan menggunakan teknik latihan berjenjang menunjukkan peningkatan dibanding kegiatan awal sebelum dikenai tidakan. Siswa yang sebelumnya pada saat pratindakan kurang aktif dalam kegiatan penemuan kata, siswa kesulitan mencari kata-kata baru yang banyak makna, siswa kurang berani melakukan percobaan dengan bunyi-bunyi kata pada siklus I ini sudah aktif dalam penemuan kata, berani memunculkan kata-kata baru yang banyak makna serta berani melakukan percobaan bunyi kata-kata.
Pada tahap refleksi, kendala yang dihadapi selama kegiatan siklus I ini adalah siswa menulis teks negosiasi terlihat kurang persiapan matang, sehingga kesulitan dalam menulis teks negosiasi. LKS teks negosiasi yang disediakan guru kolaborator dan peneliti belum digunakan secara maksimal.
Aspek penguasaan materi juga menjadi salah satu kendala dalam menulis teks negosiasi.
Langkah tindakan yang akan dilakukan pada siklus II adalah mem-perbaiki dan meningkatkan kemampu-an menulis teks negosiasi siswa. Guru
NOSI Volume 5, Nomor 4 Agustus 2017 _________________________________________ Halaman 36
akan memberikan penjelasan dan contoh-contoh lebih detail untuk mengolah kemampuan menulis teks negosiasi siswa. Pelaksanaan tindakan siklus II yangterdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, peng-amatan dan refleksi. Perencanaan tindakan siklus II ini bertujuan untuk meningkatkan aspek-aspek yang belum tercapai pada siklus I. Adapun aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan, yakni aspek struktur, kaidah, karak-teristik dan isi. Aspek-aspek tersebut masih perlu ditingkatkan lagi untuk mencapai hasil yang lebih maksimal.
Pada tahap pelaksanaan tindakan dilakukan dua kali pertemuan yaitu hari Rabu, 15 Februari 2016 dan hari Sabtu, 18 Februari 2016. Pelaksa-naan tindakan pada hari Rabu, 15 Februari 2016 diawali dengan guru kolaborator menjelaskan kembali hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis teks negosiasi yaitu aspek struktur, kaidah, karakteristik dan isi.
Pada pelaksanaan tindakan hari Rabu, 15 Februari 2016 melanjutkan menulis teks negosiasi dengan menggunakan teknik berjenjang. Guru kolabolator menyapa peneliti dengan semangat dan siap menilai kemampuan menulis teks negosiasi siswa. Pelajaran dimu-lai dengan berdoa, sejumlah 21 siswa terlihat bersiap-siap dan tidak sabar ingin mengisi LKS teks negosiasi.
Keberanian dan keaktifan siswa untuk menulis teks negosiasi semakin me-ningkat. Jam pelajaran berakhir ditutup dengan pemberian reward pada tiga
penulis teks negosiasi terbaik. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucap rasa bangga kepada seluruh siswa yang mampu menulis teks negosiasi dengan baik. Pada tahap pengamatan siklus II peneliti menga-mati proses pembelajaran dengan menggunakan instrumen penelitian yang sebelumnya telah disepakati dan didiskusikan dengan kolabolator.
Instrumen yang digunakan peneliti meliputi lembar penilaian menulis teks negosiasi, catatan lapangan, disertai dengan dokumentasi berupa foto. Hasil penelitian tindakan siklus II ini dibedakan menjadi dua, yakni pengamatan proses dan pengamatan produk. Melalui pengamatan proses ditemukan peningkatan aktivitas pembelajaran.
Melalui hasil tabel pengguna-an teknik berjenjpengguna-ang 95% siswa me-musatkan pembelajarannya, karena dengan adanya teknik berjenjang teruta-ma dari komponen tersebut siswa menjadi mudah mengi-kuti pembelajaran dan pembelajarannya lebih terfokus.
Sementara 97% siswa menyu-sun dan merencanakan pembelajaran-nya. Hal tersebut diwujudkan melalui catatan kecil dan kata kunci yang disusunnya. 81% siswa mengevaluasi pembelajarannya melalui tahap pe-nyuntingan dan publikasi. Pada tahapan tersebut siswa mempunyai kesempatan untuk menyempurnakan teks negosiasinya. Dapat disimpulkan, kemampuan menulis teks negosiasi siswa meningkat dengan
mengguna-NOSI Volume 5, Nomor 4 Agustus 2017 _________________________________________ Halaman 37
kan teknik latihan berjenjang. Penga-matan produk ditunjukkan melalui hasil produk siswa. Produk siswa mengalami peningkatan pada tiap aspeknya dari pratindakan hingga siklus II. Pada siklus II. Refleksi dilakukan peneliti dengan kolabolator setelah pengamatan selesai. Peneliti dan kolabolator berdiskusi tentang apa yang telah dilaksanakan pada siklus II.
Kegiatan refleksi didasarkan pada pencapaian indikator keberhasilan penelitian. Secara proses, pada siklus II ini siswa sudah aktif dalam membuat teks negosiasi dengan struktur, kaidah, karakteristik dan isi.
Tes kemampuan menulis teks negosiasi siswa dilakukan di kelas.
Hal ini dilakukan untuk mengetahui menulis teks negosiasi siswa sebelum implementasi/pelaksanaan tindakan.
Skor rata-rata kelas tiap aspek pada tahap pratindakan ialah (a) aspek struktur sebesar 2,08, (b) aspek kaidah sebesar 2,13, (c) aspek karakteristik 2.
12 (d) aspek isi sebesar 1,97. Secara keseluruhan, skor rata-rata kelas tiap aspek kurang. Situasi pembelajaran di kelas masih pasif. Siswa tampak tidak apresiatif dalam pembelajaran menulis teks negosiasi dan cenderung bingung apa yang akan ditulis dalam kolom penulisan puisi terstruktur. Berdasar-kan permasalahan-permasalahan terse-but, peneliti dan guru selaku kolabo-lator sepakat untuk menerapkan teknik latihan berjenjang untuk meningkatkan kemampuan menulis teks negosiasi.
Peneliti melakukan pengamat-an terhadap pembelajarpengamat-an menulis teks negosiasi siswa kelas X Akuntansi SMK PGRI Cepu melalui observasi awal.
Pada pelaksanaan siklus I, proses yang dilakukan dari perencanaan hingga refleksi didapati belum men-dapatkan hasil yang maksimal. Seba-gian siswa yang menulis teks negosi-asi pada LKS penulisan teks negosinegosi-asi masih kebingungan dikarenakan persi-apan kurang matan, suasana kelas juga tampak kurang terkendali. Namun suasana sebagian besar siswa menik-mati proses pembelajaran dengan baik.
Pada siklus I ini, masih terdapat siswa mengalami kesulitan dalam menentukan objek serta mengimajinasikan objek.
Berdasarkan hasil pelaksanaan siklus I tersebut dapat diketahui bahwa masih perlu dilaksanakan perbaikan pada siklus II. Perbaikan pelaksanaan tindakan akan mempengaruhi hasil kemampuan menulis teks negosiasi.
Pelaksanaan tindakan siklus II dilakukan hampir sama seperti halnya pada saat siklus I. Hanya saja, pada siklus II ini lebih difokuskan pada perbaikan dari hasil refleksi siklus I.
Pelaksanaan siklus II difokuskan pada peningkatan aspek: tema dan diksi.
Kendala tersebut diantaranya, siswa kesulitan menentukan tema, menemukan kata/merangkai kata dan mengem-bangkan objek. Pada siklus II ini, beberapa aspek mengalami peningkatan baik secara proses maupun produk.
Secara keseluruhan pelaksanaan siklus II menunjukkan hasil yang lebih baik
NOSI Volume 5, Nomor 4 Agustus 2017 _________________________________________ Halaman 38
dari siklus sebelumnya. Pada pelak-sanaan siklus II ini aspek struktur, kaidah, karakteristik dan isi mengalami peningkatan dan telah melebihi target keberhasilan yang telah ditentukan yakni 83% siswa mendapatkan skor ≥ 10. Dapat disimpulkan bahwa teknik berjenjang dan pengintegrasian strategi Metakognitif mampu “menyembuhkan”
dan meningkatkan kemampuan menu-lis teks negosiasi siswa SMK PGRI Cepu.
Penilaian kemampuan menulis teks negosiasi siswa dilakukan dengan mengamati masing-masing siswa keti-ka siswa menulis teks negosiasi di kelas. Penilaian kemampuan menulis teks negosiasi siswa dilakukan untuk mengukur kemampuan menulis teks negosiasi siswa sebelum dan sesudah pelaksanaan tindakan. Peningkatan kemampuan menulis teks negosiasi siswa dapat dilihat pada hasil tes pada siklus 2 dapat dilihat pada tabel. Dari hasil tes siklus 2 ini diketahui bahwa nilai yang diperoleh siswa meningkat dari hasil data awal yang diperoleh.
Siswa yang diperoleh nilai ≥ 75 sebanyak 19 siswa dari 21 siswa.
Dengan demikian ketuntasan belajar setelah melaksanakan pembelajaran adalah 90,47% yang berarti kelas tersebut telah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. Sedangkan siswa yang mendapat nilai ≤ 75 sebanyak 2 siswa, dengan demikian siswa yang tidak tuntas adalah 9,52%. Dan pada kriteria proses, data observasi dari 2 orang observer terhadap aktivitas
peneliti dan aktivitas siswa menun-jukkan bahwa kegiatan guru dan siswa berada pada kategori sangat baik. Hasil observasi dari 2 pengamat dapat diuraikan sebagai berikut diperoleh persentase skor dari observer guru adalah 95,83% pada kategori sangat baik. Sedangkan persentase skor yang diperoleh dari observer siswa adalah 97,22% sehingga berada pada kategori sangat baik.
Berdasarkan analisis data yang diuraikan di atas, disimpulkan bahwa tindakan 2 siklus 2 telah mencapai kriteria keberhasilan, baik dari segi proses maupun hasil.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang peningkatan kete-rampilan menulis teks negoisasi dengan menggunakan teknik berjenjang siswa kelas X Akuntansi SMK PGRI Cepu Blora tahun ajaran 2016-2017, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut.
Pada tahap penerapan teknik berjenjang menulis teks negoisasi siswa kelas X Akuntansi ditemukan bahwa, siswa berminat pada pembelajaran menulis teks negoisasi dan siswa mudah memahami materi dengan menggunakan teknik berjenjang. Penerapan teknik berjenjang pada pelajaran bahasa Indonesia sangat cocok di gunakan dalam materi menulis teks negoisasi hal ini dikarenakan siswa lebih memahami materi yang diajarkan oleh guru. Hal ini juga di buktikan dengn nilai mereka yang lebih baik dari sebelumnya.
NOSI Volume 5, Nomor 4 Agustus 2017 _________________________________________ Halaman 39
Peningkatan keterampilan menulis teks negoisasi dengan menggunkan teknik berjenjang sangat baik, hal ini di buktikan dengan nilai siswa kelas X Akuntansi sebelum peneliti memberikan materi dengan menggunkan teknik berjenjang siswa mendapatkan nilai yang kurang baik hal ini bisa dilihat dari prosentase pada setiap siklus yang sudah peneliti lakukan yaitu pada pra tindakan siswa yang memperoleh nilai ≥ 75 sebanyak 8 siswa dari 21 siswa dengan prosentase ketuntasan 38,09% sedang-kan siswa yang mendapatsedang-kan nilai ≤ 75 sebanyak 13 siswa dari 21 siswa dengan prosentase yang tidak tuntas 61,9%.
Pada siklus 1 pertemua 1 siswa yang memperoleh nilai ≥ 75 sebanyak 10 siswa dari 21 siswa dengan ketuntasan belajar 47,61% sedangkan siswa yang mendapat nilai ≤ 75 sebanyak 11 siswa dari 21 siswa dengan prosentase tidak ketuntasan 52,38%. Pada sikkus 1 pertemuan 2 siswa yang memperoleh nilai ≥ 75 sebanyak 18 siswa dari 21 siswa dengan ketuntasan belajar 85,71%
sedangkan siswa yang mendapat nilai ≤ 75 sebanyak 3 siswa dari 21 siswa dengan prosentase tidak ketuntasan 14,28%. Pada sikkus 2 pertemuan 1 siswa yang memperoleh nilai ≥ 75 sebanyak 16 siswa dari 21 siswa dengan ketuntasan belajar 76,19% sedangkan siswa yang mendapat nilai ≤ 75 sebanyak 5 siswa dari 21 siswa dengan prosentase tidak ketuntasan 23,8%. Pada sikkus 2 pertemuan 2 siswa yang memperoleh nilai ≥ 75 sebanyak 19 siswa dari 21 siswa dengan ketuntasan
belajar 90,47% sedangkan siswa yang mendapat nilai ≤ 75 sebanyak 2 siswa dari 21 siswa dengan prosentase tidak ketuntasan 9,52%.
Berdasarkan hasil tersebut secara umum dapat ditarik kesimpulan jika hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti memiliki kesesuaian dengan ancangan dan batasan teori yang dipilih dan digunakan oleh peneliti.
Beberapa saran yang dapat disampaikan berdasarkan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Bagi sekolah, sebaiknya meninjau kembali peningkatan kualitas pembelajaran. Sehingga memiliki siswa yang mengalami peningkatan hasil belajar dan lebih menguasai materi pembelajaran khususnya pembelajaran menulis dan memiliki guru yang selektif dalam memilih strategi pembelajaran.
2. Bagi guru bidang studi bahasa Indo-nesia khususnya di SMK PGRI Cepu Blora hendaknya mengguna-kan model pembelajaran berjenjang sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang diterapkan di kelas khususnya pada materi teks negoisasi. Bagi guru yang ingin menerapkan model berjenjang untuk pembelajaran materi teks negoisasi, hendaknya mempersiap-kan sarana yang diperlukan dengan sebaik-baiknya.
3. Bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian di SMK PGRI Cepu Blora maupun di
sekolah-NOSI Volume 5, Nomor 4 Agustus 2017 _________________________________________ Halaman 40
sekolah lain disarankan untuk menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan rujukan dalam penelitian.
DAFTAR RUJUKAN
Arikunto, Suharsimi dkk. 2016, Peneli-tian Tindakan Kelas Edisi Revisi.
Jakarta: Bumi Aksara.
Depdikbud. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta:
Balai Pustaka.
Tarigan, Henry. Guntur. 2012. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Mulyasa, H.E. 2009. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
NOSI Volume 5, Nomor 4 Agustus 2017 _________________________________________ Halaman 41
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN