Studi pendahuluan dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh informasi awal berkaitan dengan produk bahan ajar yang akan dikembangkan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap studi penda-huluan, yaitu melakukan analisis kebu-tuhan siswa terkait minat, motivasi, dan kendala siswa terhadap proses pembel-ajaran menulis teks eksposisi, dan mela-kukan analisis kebutuhan guru terkait proses pengajaran materi menulis teks eksposisi dan sumber belajar yang digunakan.
Berdasarkan hasil analisis angket kebutuhan siswa, dapat disimpul-kanbeberapa hal sebagai berikut: (1) siswa merasa pembelajaran menulis teks eksposisi menarik dan menyenang-kan, (2) siswa memahamidengan baik pengertian, tujuan, struktur, ciri keba-hasaan dan langkah-langkah dalam menulis teks eksposisi, (3) siswa masih merasa kesulitan dalam menentukan topik yang menarik ketika menulis teks eksposisi, (4) siswa juga masih merasa kesulitan dalam mengembangkan tesis, argumentasi dan penegasan ulang ketika menulis teks eksposisi, (5) siswa merasa sumber belajar yang digunakan sekarang ini belum membantu mereka untuk menulis teks eksposisi, dan (6) siswa setuju jika ada sumber belajar (bahan ajar) khusus menulis teks eksposisi yang dapat dijadikan sebagai panduan atau sumber belajar.
NOSI Volume 5, Nomor 4 Agustus 2017 _________________________________________ Halaman 110
Selain analisis kebutuhan siswa, analisis kebutuhan juga dilakukan dengan mewawancarai guru mata pelajaran bahasa Indonesia terkait proses pengajaran materi menulis teks eksposisi, dan sumber belajar yang digunakan. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan guru, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: (1) proses pembelajaran menulis teks eksposisi di kelas pada dasarnya berjalan dengan baik, walaupun ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis tapi bisa dibimbing, dan juga dengan memberi-kan tugas atau latihan di rumah, (2) guru dan siswa kelas X SMA Negeri 3 Malang, pada dasarnya menggunakan buku paket terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebu-dayaan Republik Indonesia sebagai sumber belajar utama dalam pembel-ajaran menulis teks eksposisi, (3) guru dan siswa juga memanfaatkan sumber belajar lain sebagai penunjang, seperti LKS dan buku-buku pembelajaran lainnya, (4) guru memberikan tanggap-an bahwa setuju jika ada sumber belajar atau bahan ajar lain yang lebih spesifik membahas tentang praktek menulis teks eksposisi. Di samping dapat membantu siswa untuk belajar, bahan ajar yang dikembangkan bisa memberikan kontri-busi positif dalam dunia pendidikan, dan (5) guru menegaskan bahwa jika bahan ajar yang ingin dikembangkan dengan strategi pembelajaran tertentu, sekiranya sesuai dengan kurikulum 2013, dan dapat memfasilitasi siswa untuk belajar sesuai kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) yang sudah diatur.
Deskripsi Produk Hasil Pengem-bangan
Deskripsi Produk pada Aspek Isi
Pengembangan bahan ajar menulis teks eksposisi berbasis strategi pemodelan untuk siswa kelas X SMA, dikembangkan sesuai kompetensi dasar (KD) yang tertuang dalam silabus mata pelajaran bahasa Indonesia kelas X kurikulum 2013, yaitu “mengon-struksikan teks eksposisi dengan memerhatikan isi (permasalahan, argu-men, pengetahuan, dan rekomendasi), struktur dan kebahasaan”. Produk bahan ajar ini dikem-bangkan sebagai salah satu alternatif sumber belajar yang dapat digunakan oleh siswa untuk mempelajari materi menulis teks eksposisi.
Di dalam produk bahan ajar ini, terdapat tiga unit atau bab yang perlu dipelajari oleh siswa untuk dapat menulis teks eksposisi, yaitu (1) berkenalan dengan teks eksposisi, (2) ayo menulis teks eksposisi, dan (3) menyunting dan memublikasi teks eksposisi. Pada unit pertama, materi berisikan tentang kegiatan pemodelan teks eksposisi dan pemahaman terhadap pengertian, tujuan, struktur, dan fitur bahasa teks eksposisi. Pada unit dua, materi berisikan tentang langkah-langkah dalam menulis teks eksposisi.
Mulai dari menyusun tesis, argumen-tasi, penegasan ulang, dan pada akhirnya menyusun teks eksposisi yang utuh dan menarik. Sedangkan pada unit tiga, materi berisikan tentang langkah-langkah dalam menyunting teks eksposisi dan memublikasikan teks eksposisi di berbagai media. Di setiap awal unit, diawali dengan apersepsi.
Apersepsi berfungsi untuk menarik perhatian dan membangkitkan minat siswa terhadap materi yang akan dipelajari.
Model-model teks yang terdapat di dalam bahan ajar semuanya bertemakan
NOSI Volume 5, Nomor 4 Agustus 2017 _________________________________________ Halaman 111
tentang pentingnya menjaga kesehatan.
Terdapat tiga contoh teks yang dijadikan sebagai model yang akan dicermati oleh siswa; teks yang pertama berjudul “Selamatkan Generasi Penerus Bangsa dari Bahaya Narkoba”, teks yang kedua berjudul “Bahaya Kabut Asap bagi Kesehatan”, dan teks yang ketiga berjudul “Dampak Negatif Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Anak”. Ketiga model teks tersebut dilengkapi dengan gambar ilustrasi yang sekiranya dapat menarik perhatian siswa untuk membaca teks tersebut.
Bahan ajar juga dilengkapi dengan dua fitur tambahan. Pertama, fitur
“Tahukah kalian?” yang terdapat pada setiap awal unit atau bab. Fitur tersebut berfungsi untuk menambah pengetahuan siswa terhadap topik yang dibahas dalam bahan ajar. Kedua, fitur tambahan berupa ungkapan atau motivasi. Ungkapan atau motivasi tersebut berkaitan dengan topik pada setiap model teks yang dibaca oleh siswa.
Deskripsi Produk pada Aspek Penyaji-an
Produk bahan ajar menulis teks eksposisi berbasis strategi pemodelan dibagi atas tiga bagian penyajian, yaitu bagian pembuka, bagian inti dan bagian penutup. Pada bagian pembuka, terdiri atas halaman sampul sepan, halaman francis, kata pengantar, dan daftar isi.
Pada bagian inti, memuat materi tentang pemahaman terhadap teks eksposisi, praktik menulis teks eksposisi, menyunting, dan memublikasikan teks eksposisi.
Sedangkan pada bagian penutup, terdiri atas glosarium, daftar pustaka, biodata penulis, dan halaman sampul belakang.
Pada bagian inti bahan ajar terdiri atas tiga unit pembelajaran. Judul pada unit satu, yaitu berkenalan dengan teks eksposisi. pada unit ini, kegiatan pembelajaran diawali dengan menyajikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai oleh siswa. Kemudian disajikan apersepsi dan fitur “tahukah kalian?” sebagai pemicu perhatian (atensi dan retensi) dan minat siswa terhadap materi yang akan dipelajari.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran, disajikan tiga sub materi yang akan dipelajari oleh siswa, yaitu: (1) mengamati model teks eksposisi, (2) memahami struktur dan fitur bahasa teks eksposisi, dan (3) menemukan struktur dan fitur bahasa teks eksposisi.
Sub materi 1 dan 2 merupakan implementasi dari fase atensi dan retensi pada strategi pemodelan.
Selanjutnya, di akhir sub materi terdapat tugas dan latihan yang harus dikerjakan oleh siswa.
Pada pembelajaran unit dua, berjudul ayo menulis teks eksposisi.
Secara keseluruhan, pembelajaran pada unit dua merupakan implementasi dari fase reproduksi pada strategi pemodelan. Kegiatan awal pada unit ini sama dengan pembelajaran unit satu, yaitu menyajikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai oleh siswa, apersepsi, dan fitur “tahukah kalian?”.
Selanjutnya untuk mencapai tujuan pembelajaran, disajikan dua sub materi yang akan dipelajari oleh siswa, yaitu:
(1) menyusun tesis, argumentasi, dan penegasan ulang. dan (2) menulis teks eksposisi yang utuh dan menarik. Di setiap akhir sub materi terdapat tugas dan latihan yang harus dikerjakan oleh siswa.
Pada pembelajaran unit tiga, berjudul menyunting dan
memubli-NOSI Volume 5, Nomor 4 Agustus 2017 _________________________________________ Halaman 112
kasikan teks eksposisi. Kegiatan awal pada unit ini, hampir sama dengan pembelajaran unit satu dan unit dua.
Perbedaannya terletak pada fitur
“tahukah kalian?” yang sengaja tidak dicantumkan. Hal ini dikarenakan pembelajaran pada unit tiga berfokus pada kegiatan penyuntingan dan publikasi teks eksposisi. Pada unit ini, disajikan dua sub materi yang akan dipelajari oleh siswa, yaitu: (1) memahami langkah-langkah dalam menyunting teks eksposisi, dan (2) memublikasikan teks eksposisi di berbagai media. Penambahan sub materi memublikasikan teks eksposisi merupakan implementasi dari fase motivasi pada strategi pemodelan.
Selanjutnya, di setiap akhir sub materi juga terdapat tugas dan latihan yang harus dikerjakan oleh siswa.
Deskripsi Produk pada Aspek Bahasa Bahan ajar menulis teks eksposisi berbasis strategi pemodelan untuk siswa kelas X SMA dikembangkan dengan kriteria kebahasaan, yaitu (1) kalimatnya sederhana, singkat, dan mudah dipahami, dan (2) tidak menggunakan kata-kata yang mengandung SARA, jorok dan kasar.
Kalimat sederhana yang dimaksud adalah kalimat pendek tetapi jelas dan sesuai dengan perkembangan pembaca yakni siswa SMA sederajat. Bahan ajar ini menggunakan ragam bahasa formal komunikatif, baik dalam pemaparan teori, penjelasan instruksi, penyajian contoh, latihan, dan tugas. Penggunaan bahasa dalam bahan ajar ini juga mencerminkan komunikasi langsung dengan siswa. siswa dalam bahan ajar ini diposisikan sebagai orang pertama dan kedua, yakni menggunakan sapaan
“kita”, “kamu” dan kalian”. Hal ini dilakukan agar tampak keakraban
ketika siswa membaca bahan ajar tersebut.
Deskripsi Produk pada Aspek Kegra-fikan
Produk bahan ajar yang dikembangkan dicetak pada kertas berukuran B5 (17.6cm x 25cm). Ukuran ini disesuaikan dengan standar ISO ukuran buku teks. Selain itu, pemilihan ukuran B5 juga dikarenakan ukurannya yang relatif kecil, sehingga dari segi kepraktisannya mudah dibawa oleh siswa.
Pada aspek tampilan, desain sam-pul luar dan isi bahan ajar diarahkan pada keharmonisan, keselarasan, dan ketepatan unsur letak, komposisi warna, dan huruf. Bahan ajar menulis teks eksposisi berbasis strategi pemodelan memiliki desain sampul luar yang harmonis dan menarik. Peneliti memilih warna hijau muda sebagai warna dasar dalam mendesain sampul luar bahan ajar, dan menggunakan jenis huruf Boogaloo untuk menulis judul bahan ajar. Selain itu, desain isi bahan ajar memiliki tingkat keseimbangan yang baik dengan paduan warna yang harmonis dan menarik. Penulis menggunakan beberapa ornamen dan variasi warna pada setiap judul unit dan sub materi sehingga dapat menarik minat dan perhatian siswa ketika membaca bahan ajar. Jenis huruf yang digunakan dalam penulisan judul unit, sub materi, dan isi materi bahan ajar menggunakan beberapa variasi jenis huruf. Pada bagian judul unit, penulis menggunakan jenis huruf arial dengan ukuran 14 poin, sedangkan pada bagian sub materi dan isi materi, penulis menggunakan jenis huruf mryad pro dengan ukuran 12 poin.
Analisis Data Hasil Uji Validasi
NOSI Volume 5, Nomor 4 Agustus 2017 _________________________________________ Halaman 113
Produk hasil pengembangan berupa bahan ajar, kemudian divalidasi dengan melibatkan ahli isi dan bahasa, ahli bahan ajar, ahli desain pembelajaran, dan guru sebagai praktisi. Hasil validasi produk kemudian dianalisis untuk mengetahui tingkat kelayakan produk, baik pada aspek isi, aspek bahasa, aspek penyajian, maupun pada aspek kegra-fikan.
Analisis Data Hasil Uji Validasi Produk oleh Ahli Isi dan Bahasa
Ahli isi dan bahasa (selanjutnya disebut A1) memberikan memberikan penilaian terhadap tiga aspek kelayakan produk, yaitu: kelayakan pada aspek isi, aspek penyajian, dan aspek bahasa.
Pada aspek kelayakan isi, A1 memberikan penilaian dengan perolehan persentase kelayakansebesar 70%. Selanjutnya, pada aspek kelayakan penyajian, A1 memberikan penilaian dengan dengan perolehan persentase kelayakan sebesar 89%.
Sedangkan pada aspek kelayakan bahasa, A1 memberikan penilaian dengan perolehan persentase kelayakansebesar 78%.
Dari ketiga aspek yang telah dinilai oleh A1, diperoleh persentase kelayakan produk secara keseluruhan sebesar 77%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa produk bahan ajar menulis teks eksposisi berbasis strategi pemodelan menurut A1 layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
Analisis Data Hasil Uji Validasi Pro-duk oleh Bahan Ajar
Ahli bahan ajar (selanjutnya disebut A2) memberikan memberikan penilaian terhadap tiga aspek kelayakan produk, yaitu: kelayakan pada aspek isi, aspek penyajian, dan aspek bahasa.
Pada aspek kelayakan isi, A2 mem-berikan penilaian dengan perolehan persentase kelayakan sebesar 84%.
Selanjutnya, pada aspek kelayakan penyajian, A2 memberikan penilaian dengan dengan perolehan persentase kelayakan sebesar 96%. Sedangkan pada aspek kelayakan bahasa, A2 memberikan penilaian dengan perolehan persentase kelayakan sebesar 78%.
Dari ketiga aspek yang telah dinilai oleh A2, diperoleh persentase kela-yakan produk secara keseluruhan sebesar 85%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa produk bahan ajar menulis teks eksposisi berbasis strategi pemodelan menurut A2 sangat layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
Analisis Data Hasil Uji Validasi Pro-duk oleh Ahli Desain Pembelajaran
Ahli desain pembelajaran (selanjutnya disebut A3) memberikan penilaian terhadap aspek kegrafikan produk bahan ajar yang meliputi kelayakan kegrafikan pada sampul buku dan kelayakan kegrafikan pada isi buku.
Pada aspek kelayakan kegrafikan sampul buku, A3 memberikan penilaian dengan perolehan persentase kelayakan sebesar 88%, dan pada aspek kelayakan kegrafikan isi buku, A3 memberikan penilaian dengan dengan perolehan persentase kelayakan sebesar 94%.
Dari kedua aspek kegrafikan yang telah dinilai oleh A2, diperoleh persentase kelayakan produk secara keseluruhan sebesar 91%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa produk bahan ajar menulis teks eksposisi berbasis strategi pemodelan
NOSI Volume 5, Nomor 4 Agustus 2017 _________________________________________ Halaman 114
menurut A3sangat layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
Analisis Data Hasil Uji Validasi Produk oleh Praktisi
Guru sebagai praktisi (selanjutnya disebut A4) memberikan memberikan penilaian terhadap empataspek kelayakan produk, yaitu: kelayakan pada aspek isi, aspek penyajian, aspek bahasa, dan aspek kegrafikan
Pada aspek kelayakan isi, A4memberikan penilaian dengan perolehan persentase kelayakan sebesar 73%. Pada aspek kelayakan penyajian, A4 memberikan penilaian dengan dengan perolehan persentase kelayakansebesar 92%. Selanjutnya, pada aspek kelayakan bahasa, A4 memberikan penilaian dengan perolehan persentase kelayakan sebesar 66%.Sedangkan pada aspek kelayakan kegrafikan, A4 memberikan penilaian dengan perolehan persentase kelayakan sebesar 79%.
Dari keempat aspek yang telah dinilai oleh A4, diperoleh persentase kelayakan produk secara keseluruhan sebesar 76%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa produk bahan ajar menulis teks eksposisi berbasis strategi pemodelan menurut A4 layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
Analisis Data Hasil Uji Coba Lapangan
Produk Bahan ajar yang telah divalidasi oleh para ahli dan praktisi, kemudian diujicobakan secara terbatas dengan melibatkan 21 siswa kelas X SMA Negeri 3 Malang. Uji coba terbatas ini dilakukan untuk meminta tanggapan dan penilaian siswa terhadap produk bahan ajar. Penilaian yang dilakukan siswa mencakup empat aspek
penilaian, yaitu aspek isi, bahasa, penyajian dan kegrafikan
Pada aspek isi bahan ajar, siswa memberikan penilaian dengan total persentase kelayakan sebesar 91%.
Pada aspek penyajian, siswa memberikan penilaian dengan total persentase kelayakan sebesar 91%.
Selanjutnya, pada aspek bahasa bahan ajar, siswa memberikan penilaian dengan total persentase kelayakan sebesar 92%. Sedangkan pada aspek kegrafikan, siswa memberikan penilaian dengan total persentase kelayakan sebesar 96%.
Dari empat aspek yang dinilai oleh siswa, diperoleh persentase kelayakan produk secara keseluruhan sebesar 93%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa produk bahan ajar menulis teks eksposisi berbasis strategi pemodelan menurut siswa sangat layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.