Analisis kebutuhan pada siswa kelas IV SDN Banjaragung II Bareng, Jombang ini meliputi dua hal yaitu analisis kebutuhan siswa akan bahan ajar yang dijaring dari angket analisis kebutuhan siswa kelas IV SDN Banjaragung II dan analisis minat dan motivasi siswa yang dijaring dari angket minat dan motivasi siswa kelas IV SDN Banjaragung II. Pada tahap ini peneliti memperoleh informasi dari angket yang disebar pada siswa kelas IV SDN Banjaragung II tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 35 siswa. Siswa kelas IV
SDN Banjaragung II yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan.
Ada pula angket kebutuhan guru, diisi oleh guru kelas yaitu guru kelas IV SDN Banjaragung II. Angket ini digunakan untuk memperoleh informasi tentang kebutuhan guru akan bahan ajar dan informasi kondisi pembelajaran.
Analisis kebutuhan tersebut diperoleh dari angket analisis kebutuhan siswa kelas IV SDN Banjaragung II yang berisi 10 pertanyaan dengan model jawaban checklist. Setiap pertanyaan mempunyai empat pilihan jawaban yaitu (1) tidak setuju, (2) kurang setuju, (3) setuju dan (4) sangat setuju. Dari deskripsi hasil angket analisis kebutuhan siswa kelas IV SDN Banjaragung II ini dapat disimpulkan bahwa dari pertanyaan 1 sampai dengan 10 siswa lebih banyak memilih jawaban setuju dan sangat setuju. Itu artinya siswa membutuhkan bahan ajar lain selain buku teks dan LKS dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pada pembelajaran teks wawancara. Bahan ajar yang menggunakan perangkat computer dan LCD yang dalam tampilannya menggunakan tulisan, gambar, suara dan video. Bahan ajar yang memuat ringkasan materi, contoh, latihan, kuis, dan tugas.
Kedua, analisis angket kebutuhan guru kelas IV SDN Banjaragung II Bareng, Jombang. Angket kebutuhan guru ini digunakan peneliti sebagai informasi kondisi pembelajaran dan sebagai pedoman pengembangan bahan ajar. Dengan adanya angket kebutuhan guru ini, peneliti dapat merancang bahan ajar seperti apa yang dibutuhkan oleg guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam pembelajaran materi teks wawancara.
Angket ini terdiri dari 10 pertanyaan
NOSI Volume 5, Nomor 4 Agustus 2017 _________________________________________ Halaman 71
dengan model isian. Pertanyaan itu mencakup pembelajaran seperti apa yang selama ini dilakukan oleh guru dan bahan ajar seperti apa yang dibutuhkan oleh guru.
Dari deskripsi angket kebutuhan guru kelas IV SDN Banjaragung II tersebut dapat disimpulkan bahawa guru kelas IV SDN Banjaragung II membutuhkan bahan ajar lain selain bahan ajar cetak yang biasa digunakan yaitu buku teks dan LKS. Guru membutuhkan bahan ajar interktif yang dapat mempermudah pelaksanaan pembelajaran. Bahan ajar interktif artinya yang terdiri dari beberapa jenis media, yang menarik dan dapat diaplikasikan dalam pembelajaran.
Bahan ajar yang di dalamnya berisi materi, contoh/model, latihan serta tugas. Sehingga bahan ajar ajar tersebut praktis dan memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran dan bahan ajar yang menarik dan mudah dipahami siswa. Sehingga tujuan pembelajaran dapat diwujudkan dengan baik.
Dari hasil deskripsi analisis angket minat dan motivasi siswa kelas IV SDN Banjaragung II dalam pembel-ajaran teks wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa minat dan motivasi siswa akan pembelajaran bahasa Indone-sia khususnya pembelajaran materi teks wawancara cukup besar. Siswa merasa senang dan tertarik akan pembelajaran bahasa Indonesia khususnya materi teks wawancara. Siswa senang dan tertarik baik itu tentang materi dan tentang tugas-tugas dari pembelajaran teks wawancara. Sebab siswa merasa pem-belajaran teks wawancara penting dan mempunyai manfaat. Siswa juga merasa bersemangat dan optimis akan berhasil dalam pembelajaran teks wawancara.
Oleh sebab itu siswa memerlukan guru yang dapat memahami bagaimana
membuat materi teks wawancara menjadi penting dan membuat siswa lebih bersemangat dalam melaksanakan pembelajaran. Serta siswa membutuhkan bahan ajar interaktif yang dapat membuat siswa senang, tertarik, bersemangat dan membantu siswa dalam memahami materi teks wawancara dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
Hasil dari angket kebutuhan siswa dan guru akan bahan ajar interaktif teks wawancara siswa kelas IV SDN Banjaragung II dan juga angket minat dan motivasi siswa kelas IV SDN Banjaragung II akan pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pembel-ajaran teks wawancara menunjukkan kebutuhan akan bahan ajar interaktif sangat besar. Guru dan siswa membutuhkan bahan ajar interaktif teks wawancara yang inovatif yaitu bahan ajar selain buku paket dan LKS, bahan ajar yang yang menarik yaitu bahan ajar yang menggunakan banyak media di dalamnya, baik itu tulisan, gambar, suara dan video juga menggunakan perangkat komputer dan LCD, mudah dipahami yaitu bahan ajar yang di dalamnya sudah terdapat materi, latihan dan tugas-tugas.
Sehingga bahan ajar tersebut dapat membantu guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia khusus-nya materi teks wawancara.
Pengembangan Bahan Ajar
Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Teks Wawancara untuk Siswa Kelas IV SDN Banjaragung II adalah pengem-bangan bahan ajar yang menggunakan model pengembangan 4-D atau diadaptasikan menjadi model 4-P.
Hasil pengembangan bahan ajar tersebut meli-puti beberapa tahapan, yaitu:
analisis struktur isi, analisis prosedural, analisis proses informasi, analisis
NOSI Volume 5, Nomor 4 Agustus 2017 _________________________________________ Halaman 72
konsep, perumusan tujuan pembelajaran, penyusunan tes acuan patokan, pemilihan media, dan pemilihan format.
Media yang digunakan dalam pengembangan bahan ajar interaktif ini adalah media komputer yang menggunakan bantuan apalikasi Macromedia Flash Player 8 untuk menyusun bahan ajar interaktif dan nantinya akan disimpan menggunakan CD atau Flasdish dan di share ke web atau media social agar siswa lebih mudah mengaksesnya. Untuk menjalankan bahan ajar interaktif ini dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas tentunya membutuhkan laptop/komputer dan LCD.
Bahan ajar interaktif yang dikembangkan ini memuat beberapa media yang digunakan mulai dari tulisan, gambar animasi, gambar media, suara dan video contoh. Isi bahan ajar interaktif ini terdiri dari (1) tampilan awal, (2) profil pembuat, (3) tampilan menu, (4) KI dan KD, (5) tujuan pembelajaran, (5) materi, (6) latihan, (7) video contoh/model, (8) kuis, (9) tugas, (10) daftar rujukan, (11) penutup.
Di dalam pemilihan format ini dilakukan dengan mengkaji format-format bahan ajar interaktif menggunakan Macromadia Flash Player 8. Format yang digunakan dalam pengembangan bahan ajar interaktif ini adalah format slide pada aplikasi Macromedia Flash Player 8.
1)Komponen Pendahuluan
Di dalam komponen
pendahuluan ini ada beberapa slide yang meliputi slide proses, cover/profil.
Gambar 4.1 Proses Masuk
Gambar 4.2 Sampul/Profil 2)Komponen Isi
Komponen isi terdiri dari menu pada bahan ajar interaktif yaitu KI, KD, tujuan, materi, latihan dan tugas.
Gambar 4.3 Menu Bahan Ajar
3)Komponen Penutup
Komponen penutup terdiri dari daftar pustaka dan penutup berupa ucapan terima kasih dan menu untuk menutup aplikasi.
Gambar 4.4 Daftar Pustaka
NOSI Volume 5, Nomor 4 Agustus 2017 _________________________________________ Halaman 73
Gambar 4.5 Terima Kasih
Pada slide-slide bahan ajar interaktif ini dilengkapi dengan tumbol-tombol penghubung seperti tumbol lanjut, tombol mundur, kembali ke menu/home, dan tombol kembali.
Ketepatan Produk
Ketepatan produk adalah bagian dari proses pengembangan yang bertujuan untuk menilai produk sudah tepat atau belum tepat. Peneliti memilih validator ahli rancangan, media dan isi bahan ajar interaktif adalah satu dosen pascasarjana pendidikan bahasa Indonesia. Serta satu validator ahli bahasa yaitu dosen yang mengajar juga di pascasajana pendidikan bahasa Indonesia. Satu ahli praktisi yaitu guru yang mengajar di kelas IV SDN Banjaragung II.
Dari empat aspek dan 20 indikator penilaian yang terdapat pada lembar validasi ahli rancangan, media dan isi bahan ajar interaktif teks wawancara untuk siswa kelas IV SDN Banjaragung II yang sudah dideskripsikan di atas dapat dijumlahkan nilai bahan ajar interaktif teks wawancara yang peneliti kembangkan mendapat total poin sebesar 66 poin, yang terdiri dari 24 poin dari jumlah penilaian sangat baik dan 42 poin dari jumlah penilaian baik. Kemudian jika dipersentasekan menjadi 82,5% atau
dibulatkan menjadi 83%, artinya penilain bahan ajar interaktif teks wawancara untuk siswa kelas IV SDN Banjaragung II ini masuk pada skala penilaian sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar interaktif teks wawancara ini sudah layak, sesuai dan sudah dapat digunakan untuk bahan ajar. Hal tersebut juga didukung oleh komentar validator bahwa bahan ajar interaktif teks wawancara yang dikembangkan peneliti bisa digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran teks wawancara pada siswa kelas IV.
Menurut validator juga bahan ajar interaktif teks wawancara yang dikembangkan oleh peneliti ini layak untuk diproduksi dengan revisi sesuai saran dan komentar validator yang tertulis pada lembar validasi.
Dari delapan indikator penilaian yang dinilai oleh validator enam indikator penilaian diberi nilai baik oleh validator dan yang dua indikator dinilai cukup. Hal tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar interaktif teks wawancara yang dikembangkan oleh peneliti dengan aplikasi Macromedia Flash Player 8 ini baik dalam segi bahasa. Artinya validator ahli abahasa menilai bahwa bahan ajar ini dapat diterima oleh siswa kelas IV SD. Bahan ajar interaktif teks wawancara ini dinilai baik oleh validator ahli bahasa dengan presentase penilaian 69%. Nilai tersebut masuk kriteria baik.
Jadi dapat disimpulkan bahwa bahan ajar interaktif teks wawancara dengan aplikasi Macromadia Flash Player 8 ini layak diproduksi, bisa digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran dengan perbaikan. Perbaikan tersebut didasarkan oleh saran atau komentar validator yang sudah diberikan atau dituliskan dalam lembar validasi ahli bahasa ini.
NOSI Volume 5, Nomor 4 Agustus 2017 _________________________________________ Halaman 74
Dari hasil analisis lembar validasi oleh ahli praktisi yang terdiri dari empat aspek yaitu aspek isi, aspek bahasa, aspek tampilan dan aspek rancangan yang berisi 28 indikator penilaian seperti yang sudah dideskripsikan di atas dapat ditarik jumlah poin yang diperoleh dari penilaian validator ahli praktisi. Ada 36 poin pada penilaian sangat baik dan 57 poin pada penilaian baik oleh validator.
Jadi jumlah poin yang diperoleh dari lembar validasi dari ahli praktisi oleh guru kelas IV SDN Banjaragung II adalah 93 poin. Jika dipersentasekan jumlah nilai poin tersebut menjadi 83 %.
Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar interaktif teks wawancara yang dikembangkan oleh peneliti ini masuk pada skala penilaian sangat baik. Artinya ahli praktisi menilai bahan ajar ineraktif yang dikembangkan oleh peneliti ini sudah valid, sesusai dan layak diproduksi. Hal tersebut juga di kuatkan oleh komentar validator bahwa bahan ajar interaktif teks wawancara dengan aplikasi Macromedia Flash Player 8 ini memudahkan guru, menarik, baik dan sangat tepat digunakan dalam pembelajaran teks wawancara khusunya pada kelas IV SDN Banjaragung II.
Bahkan validator memberikan penilaian bahwa bahan ajar interaktif teks wawancara yang dikembangkan oleh peneliti layak diproduksi tanpa revisi.
Dapat disimpulkan bahwa respon siswa terhadap bahan ajar interaktif teks wawancara dengan pemanfaatan aplikasi Macromedia Flash Player 8 baik dan cukup memuaskan. Respon siswa dapat dilihat baik itu melalui gambaran perasaan dan penilaian siswa terhadap bahan ajar interaktif teks wawancara dengan aplikasi Macromedia Flash Player 8 dalam angket respon siswa dan
angket uji coba produk. Respon siswa tergambar dari hasil angket yang disebar oleh peneliti setelah melakukan pembelajaran teks wawancara dengan menggunakan bahan ajar interaktif yang dikembangkan peneliti. Pada angket respon siswa yang menggambarkan perasaan siswa setelah melakukan pembelajaran menggunakan bahan ajar interaktif, siswa dominan menjawab sangat setuju dan setuju pada pernyataan yang terdapat dalam angket. Sedangkan pada angket uji coba produk yang diberikan setelah melakukan pembelajaran menggunakan bahan ajar interaktif teks wawancara yang dikembangkan oleh peneliti, siswa dominan menilai bahan ajar interaktif sangat baik dan baik dalam segi manfaat, desain tampilan materi dan bahasa bahan ajar interaktif teks wawancara yang dikembangkan peneliti. Jadi dapat disimpulkan bahwa bahan ajar interaktif teks wawancara menggunakan Macromedia Flash Player 8 diterima oleh siswa dengan baik karena dinilai efektif, efisien, menarik, mudah dipahami dan digunakan juga bermanfaat.
Tujuan tahap pendefinisian (de-fine) adalah menetapkan dan mendefinisikan syarat-syarat pembel-ajaran. Dalam menentukan dan menetapkan syarat-syarat pembelajaran diawali dengan analisis tujuan dari batasan materi yang dikembangkan dalam bahan ajar interaktif. Tahap ini meliputi lima langkah pokok, yaitu analisis ujung depan (awal akhir), analisis siswa, analisis tugas, analisis konsep, dan perumusan tujuan pembel-ajaran.
Tujuan tahap perancangan (design) adalah untuk menyiapkan bahan ajar interaktif. Tahap ini terdiri dari tiga
NOSI Volume 5, Nomor 4 Agustus 2017 _________________________________________ Halaman 75
langkah, yaitu penyusunan tes acuan patokan, pemilihan media, dan pemilihan format.
Tujuan tahap pengembangan (develop) adalah untuk menghasilkan bahan ajar interaktif yang sudah direvisi berdasarkan dari para ahli (validator).
Tahap ini meliputi, validasi bahan ajar interaktif, simulasi, dan uji coba.
Ketepatan pengembangan bertu-juan untuk menilai produk sudah tepat atau belum tepat bahan ajar interaktif pada materi teks wawancara yang telah dikembangkan peneliti. Peneliti memilih satu orang dosen pascasarjana bahasa Indonesia yang juga menjabat sebagai Kaprodi pascasarjana bahasa Indonesia Universitas Islam Malang sebagai validator ahli rancangan, media dan isi bahan ajar interaktif teks wawancara, satu orang dosen pascasarjana bahasa Indonesia sebagai validator ahli bahasa, serta satu orang guru kelas IV SDN Banjaragung II sebagai praktisi.
Berdasarkan hasil analisis lembar validasi ahli rancangan, media dan isi bahwa bahan ajar interaktif teks wawancara yang dikembangkan dapat disimpulkan persentase penilaian validator 83% menunjukkan bahwa bahan ajar interaktif teks wawancara sangat valid, dari hasil analisis lembar validasi ahli bahasa bahwa bahan ajar interaktif teks wawancara yang dikembangkan dapat disimpulkan persentase penilaian validator 69%
menunjukkan bahwa bahan ajar interaktif teks wawancara valid, serta dari hasil analisis lembar validasi praktisi (guru) bahwa bahan ajar interaktif teks wawancara yang dikembangkan dapat disimpulkan persentase penilaian validator 83%
menunjukkan bahwa bahan ajar interaktif teks wawancara valid.
Pengembangan bahan ajar inte-raktif teks wawancara yang telah dilakukan dapat membantu para siswa agar lebih tertarik dalam materi pembelajaran teks wawancara sehingga siswa akan menikmati pembelajaran dan termotivasi untuk melakukan pembel-ajaran. Bahan ajar ini juga membantu siswa belajar IT agar siswa tidak gaptek.
Pengaplikasian bahan ajar ini juga menuntut siswa aktif. Bahan ajar ini dapat digunakan siswa secara mandiri maupun kelompok dan dapat diakses dimanapun dan kapanpun. Bahan ajar ini memberi kesempatan siswa mengem-bangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Bahan ajar ini juga memberi kesempatan siswa lebih kreatif. Bahan ajar interaktif teks wawancara ini dapat digunakan oleh siswa sebagai salah satu sumber belajar, sehingga pembelajaran lebih variatif dan maksimal.
Dapat membantu pendidik atau guru dalam membuat pembelajaran yang efektif, efisien, ekonomis, praktis dan menarik, khususnya pembelajaran teks wawancara. Guru dapat memantau perkembangan siswa melalui tugas, latihan dan komunikasi siswa. Guru juga lebih mudah menjelaskan materi yang juga dilengkapi dengan model atau video contoh. Bahan ajar ini memberi ilmu dan pengalaman dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan IT. Dengan demikian pembelajaran terasa mudah tidak memberatkan guru dan guru juga dapat lebih vokus.
Bagi sekolah, hasil pengem-bangan ini dapat digunakan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya dan meningkatkan mutu pembelajaran, khususnya pembelajaran bahasa Indonesia dalam materi teks wawancara. Memberikan wawasan
NOSI Volume 5, Nomor 4 Agustus 2017 _________________________________________ Halaman 76
tentang pembelajaran menggunakan IT, sehingga sekolah akan tidak ketinggalan di era globalisasi dan teknologi saat ini.
Serta dapat diterapkan pada sekolah lain.
Penerapan pada sekolah yang lain tersebut tentu saja yang memiliki kesamaan karakteristik, situasi dan kondisi yang ada di daerahnya masing-masing.
Bagi pengembang, hasil pengem-bangan ini dapat digunakan untuk mengembangkan ataupun meningkatkan kemampuan dalam pembuatan bahan ajar, khususnya bahan ajar interaktif yang memanfaatkan aplikasi Macrome-dia Flash Player 8. Bahan ajar ineraktif teks wawancara dengan pemanfaatan aplikasi Macromedia Flash Player 8 diharapkan menghasilkan produk bahan ajar yang berkualitas memenuhi tujuan pembelajaran. Meningkatkan pemaham-an tentpemaham-ang bahpemaham-an ajar interaktif dpemaham-an pengaplikasian bahan ajar tersebut di lapangan.
Bagi pengembang lain, hasil pengembangan ini dapat digunakan oleh sebagai bahan rujukan untuk mengembangkan bahan ajar interaktif, khususnya bahan ajar interaktif materi teks wawancara dengan pemanfaatan aplikasi Macromedia Flash Player 8.
Dapat digunakan sebagai rujukan dalam melakukan penelitian pengembangan tentang bahan ajar interaktif. Serta untuk peneliti selanjutnya disarankan menggunakan materi, tema, atau media yang bervariatif.
Model pengembangan 4-D ini terdiri dari empat tahap pengembangan, yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate).
Dengan berbagai keterbatasan, untuk tahap penyebaran tidak dilakukan oleh peneliti, sehingga untuk peneliti
selanjutnya disarankan melakukan tahap penyebaran (disseminate).
DAFTAR RUJUKAN
Diknas. 2004. Pedoman Umum
Pemilihan dan Pemanfaatan Bahan Ajar. Jakarta: Ditjen Dikdasmenum.
Iskandarwassid dan Sunendar, Dadang.
2008. Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Kemendikbud RI 2014. 2016. Tema 3 Peduli terhadap Mahluk Hidup Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 (Buku Guru SD/MI Kelas IV).
Jakarta: Pusat Kuriulum dan Perbukuan Kemendikbud.
Latief, Mohammad Adnan. 2010. Tanya Jawab Metode Penelitian
Pembelajaran Bahasa. Malang:UM Press.
Mahsum. 2014. Teks dalam
Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Jakarta:Raja Grafindo Persada.
Nurjanah, Eka. 2015. Pengembangan E-book Interaktif pada Materi
Menyimak Unsur-Unsur Intrinsik Cerpen Berbasis Kearifan Lokal Pangkalan Bun pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kumai. Malang:
Program Pascasarjana Univ. Islam Malang.
Prastowo, Andi. 2015. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif.
Jogjakarta: Diva Press Setyosari, Punaji. 2010. Metode
Penelitian Pendidikan dan
Pengembangan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sholeh, Khabib. 2016. Pengembangan Teks Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Dalam Buku Ajar Berbasis Multiple Intelligences dalam Kurikulum 2013. Purworejo:
NOSI Volume 5, Nomor 4 Agustus 2017 _________________________________________ Halaman 77
KIP Bahasa dan Sastra Indonesia Univ Muhamadiyah Purworejo.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
Trianto. 2014. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif dan Kontekstual (Konsep,
Landasan, dan Implementasi pada Kurikulum 2013). Jakarta: Prenada Media Group.
Tri, Endah Priyatni. 2014. Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013. Jakarta:
Zainuddin. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Teks Cerpen Berdasarkan Strategi Terbimbing pada Siswa Kelas VII MTs. Darun Najah Jatirejo Mojokerto. Malang:
Program Pascasarjana Universitas Islam Malang.
NOSI Volume 5, Nomor 4 Agustus 2017 _________________________________________ Halaman 78