TERHADAP PROFITABILITAS PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian
Hasil Penelitian
Statistik Deskriptif Data Penelitian
Statistik deskriptif dari penelitian ini dapat dilihat pada tabel 2.
tabel 2 menunjukkan nilai tertinggi, terendah, dan rata-rata dari Capital Adequacy Ratio (CAr), Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDr), dan Return On Assets (rOA) pada 87 observasi selama tahun 2007 sampai dengan tahun 2009.
2. uji Asumsi klasik Uji Normalitas
tabel 3menunjukkan hasil pengujian normalitas terhadap variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini.
Berdasarkan tabel 3 nilai asymp. sig (2- tailed) variabel dependen rOA yang telah ditransformasikan ke dalam bentuk Ln lebih besar dari 0,05 yang artinya variabel dependen berdistribusi normal. Variabel independen CAr, NPL, dan LDr lebih besar dari 0,05 yang artinya variabel dependen dan independen tersebut berdistribusi normal.
Uji Multikolinearitas
Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel 4. Berdasarkan tabel 4 hasil pengujian multikolinearitas menunjukkan setiap variabel independen memiliki nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0,10 yang berarti bahwa tidak terdapat multikolinearitas di antara variabel independen. Dengan demikian seluruh variabel independen yaitu CAr, NPL, dan LDr dapat digunakan untuk memprediksi variabel independen rOA. 3.
4.
1.
Uji Heterokedastisitas
Hasil uji heterokedastisitas dapat dilihat pada tabel 5. Berdasarkan tabel 5 hasil pengujian heterokedastisitas menunjukkan bahwa tingkat signiikansi variabel independen CAR, NPL, dan LDr lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa asumsi heterokedastisitas ditolak untuk variabel-variabel dalam penelitian ini. Dengan kata lain, ketiga variabel independen memiliki varian yang sama atau homokedastisitas.
Uji Autokorelasi
Hasil uji autokorelasi dapat dilihat pada tabel 6. Berdasarkan hasil perhitungan Durbin-Watson pada tabel 6 menunjukkan nilai DW sebesar 2,406. Hasil pengujian pada tingkat signiikansi 5% untuk 87 observasi (n = 87) dan 3 variabel independen (k = 3) menunjukkan nilai du (batas atas) = 1,577 dan dl (batas bawah) = 1,434 sehingga diperoleh nilai du (4 - 1,577) = 2,423. Nilai DW hitung terletak diantara batas atas (du) dan batas bawah (4-du) atau du < dw < 4-du yaitu 1,721 < 2,406 < 2,423 sehingga dapat dikatakan bahwa model terbebas dari autokorelasi (Ghozali, 2005:95).
Pengujian Hipotesis
uji kekuatan model penelitian dapat dilihat pada Tabel 4.6, dimana nilai koeisien determinasi (Adjusted r2) sebesar 0,227 atau 22,7% memiliki
arti 22,7% variasi rOA untuk kategori bank dapat dijelaskan oleh variabel bebas yaitu CAr, NPL, dan LDr sedangkan sisanya 77,3% dijelaskan oleh sebab lain diluar penelitian.
Hasil pengujian menunjukkan dari ketiga variabel independen dalam model regresi hanya variabel non performing loan saja yang signiikan dibawah 0,05. Sedangkan variabel kecukupan modal dan tingkat likuiditas tidak signiikan dengan tingkat signiikansi diatas 0,05. Dapat disimpulkan bahwa variabel proitabilitas yang diukur dengan rOA hanya dipengaruhi oleh non performing loan dengan persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:
32 riHA DEDi PriANtANA & zuLFiA Jurnal Akuntansi dan Keuangan
Tabel 2
Statistik Deskriptif
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
ROA CAR 87 87 -52.09 -22.29 6.14 50.37 .9566 17.8090 5.99055 8.68807 NPL 87 .48 27.90 3.4430 3.74425 LDR 87 38.49 103.88 75.0855 16.21642 Valid N (listwise) 87
Sumber: Data sekunder hasil olahan SPSS versi 17.0 (2011)
Tabel 3
Uji Normalitas (One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test)
LnCAR LnNPL LDR LnROA
N 86 87 87 61
Normal Parametersa Mean 2.8381 .9170 -.5531 .2870
Std. Deviation .35445 .76776 .82993 .99435 Most Extreme Differences Absolute .097 .060 .160 .174 Positive .097 .060 .103 .094 Negative -.054 -.049 -.160 -.174 Kolmogorov-Smirnov Z .901 .559 .928 1.248 Asymp. Sig. (2-tailed) .391 .914 .356 .089 a. Test distribution is Normal.
Sumber: Data sekunder hasil olahan SPSS versi 17.0 (2011)
Tabel 4
Uji Multikolinearitas (Coeficientsa)
Model Collinearity Statistics Keterangan Tolerance VIF
1 (Constant) Non multikolinearitas LnCAR .883 1.132 Non multikolinearitas LnNPL .890 1.124 Non multikolinearitas LDR .985 1.016 Non multikolinearitas a. Dependent Variable: LnROA
Sumber: Data sekunder hasil olahan SPSS versi 17.0 (2011)
Tabel 5
Uji Heterokedastisitas (Coeficientsa)
Model Unstandardized Coeficients
Standardized Coeficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -.889 1.161 -.766 .447 LnCAR .034 .332 .014 .103 .919 LnNPL -.112 .175 -.089 -.641 .524 LDR .004 .006 .089 .669 .506
a. Dependent Variable: LnROA
Sumber: Data sekunder hasil olahan SPSS versi 17.0 (2011)
Tabel 6
Uji Autokorelasi (Model Summary b)
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin- Watson 1 .124a .015 -.037 .84495 2.406
a. Predictors: (Constant), LnCAR, LnNPL, LDR b. Dependent Variable: LnROA
Pengaruh capital Adequacy Ratio terhadap Return On Asset
Hasil pengujian hipotesis pertama dapat dilihat dari uji secara parsial pada tabel 4.7 yang menunjukkan nilai t hitung sebesar 0,796 dengan nilai signiikansi 0,428 yang lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa capital adequacy ratio berpengaruh positif tetapi tidak signiikan terhadap proitabilitas perbankan.
Pengaruh Non Performing Loan terhadap Return On Asset
Hasil pengujian hipotesis kedua dapat dilihat dari uji secara parsial pada tabel 4.7 menunjukkan nilai t hitung sebesar -4.104 dengan nilai signiikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa non performing loan berpengaruh signiikan negatif terhadap proitabilitas perbankan.
Pengaruh Loan to Deposit Ratio terhadap Return On Asset
Hasil pengujian hipotesis ketiga dapat dilihat dari uji secara parsial pada tabel 4.7 menunjukkan nilai t hitung sebesar 0,700 dengan nilai signiikansi 0,486 yang lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa loan to deposit ratio berpengaruh positif tetapi tidak signiikan
terhadap proitabilitas perbankan. Pembahasan
Hasil pengujian untuk hipotesis pertama (H1) ditolak. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi CAr suatu bank tidak menjadi tolak ukur keberhasilan manajemen bank untuk memperoleh keuntungan tinggi. Capital adequacy ratio tidak berpengaruh signiikan terhadap ROA dapat dikarenakan adanya peraturan Bank indonesia bahwa CAr bank umum minimal 8%. Kondisi ini mengakibatkan Bank menjaga agar peraturan tersebut selalu dapat dipenuhi, namun bank cenderung menjaga agar CAr tidak lebih dari 8% karena ini berarti idle fund atau bahkan pemborosan, karena sebenarnya modal utama bank adalah kepercayaan, sedangkan CAr 8% hanya dimaksudkan Bank lndonesia untuk menyesuaikan kondisi dengan perbankan internasional.
Hasil pengujian untuk hipotesis kedua (H2) diterima. Non performing loan berpengaruh signiikan negatif terhadap ROA karena NPL mencerminkan risiko kredit bermasalah yang dihadapi oleh bank. Semakin tinggi NPL menunjukkan semakin buruk kualitas kredit yang ditanggung oleh bank sehingga semakin besar kemungkinan bank berada dalam kondisi yang
Tabel 7
Uji Kekuatan Penjelasan Model Penelitian (Model Summary)
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .504a .254 .227 1.47638
a. Predictors: (Constant), Lncar, Lnnpl, LDR b. Dependent Variable: LnROA
Sumber: Data sekunder hasil olahan SPSS versi 17.0 (2011)
Tabel 8
Uji Kekuatan Variabel Independen (Coeficientsa)
Model Unstandardized Coeficients Standardized Coeficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .763 1.874 .407 .685 Lncar .421 .529 .089 .796 .428 Lnnpl -1.008 .246 -.454 -4.104 .000 LDR .007 .010 .068 .700 .486
a. Dependent Variable: ROA
34 riHA DEDi PriANtANA & zuLFiA Jurnal Akuntansi dan Keuangan
bermasalah. Kredit bermasalah mengakibatkan berkurangnya kesempatan untuk memperoleh pendapatan dari kredit yang diberikan, sehingga mengurangi laba dan berpengaruh buruk pada proitabilitas bank.
Hasil pengujian untuk hipotesis ketiga (H3) ditolak. Loan to deposit ratio tidak berpengaruh signiikan terhadap ROA karena besarnya pemberian kredit tidak didukung dengan kualitas kredit. Kualitas kredit yang buruk akan meningkatkan risiko terutama bila pemberian kredit dilakukan tidak menggunakan prinsip kehati-hatian dan ekspansi dalam pemberian kredit yang kurang terkendali sehingga bank akan menanggung risiko yang lebih besar pula. Selain itu, adanya pergerakan data atau LDr yang luktuatif pada masing-masing perbankan setiap tahun. LDr yang sehat berkisar antara 85% dan 110% sedangkan rata-rata LDr dalam penelitian ini 75% sehingga LDr tidak dapat memberikan pengaruh nyata dalam mengukur proitabilitas perbankan (yuliani, 2007).
KESIMPULAN Kesimpulan
Berdasarkan pengujian hipotesis dengan regresi linear berganda diperoleh hasil sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis secara parsial dapat disimpulkan bahwa:
a. Hipotesis pertama yang menyatakan bahwa rasio CAR berpengaruh signiikan positif terhadap rOA ditolak.
b. Hipotesis kedua yang menyatakan bahwa rasio NPL berpengaruh negatif terhadap rOA dapat diterima.
c. Hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa
rasio LDr berpengaruh positif terhadap rOA ditolak.
1. Hasil pengujian kekuatan penjelasan model penelitian (explanatory power of the model) dilihat dari nilai adjusted r2 sebesar 0,227.
Hal ini menunjukkan besar pengaruh CAr, NPL, dan LDr terhadap rOA sebesar 22,7% sedangkan sisanya 77,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.
3. uji t menunjukkan jika semua variabel independen konstan maka besarnya proitabilitas perbankan adalah 76,3%. Kenaikan 100% CAr menaikkan rOA sebesar 42,1%, kenaikan 100% NPL menurunkan rOA sebesar 100,8%, dan kenaikan 100% LDr menaikan rOA sebesar 0,7% dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan. Keterbatasan Penelitian
1. Waktu penelitian hanya tiga tahun pengamatan yaitu tahun 2007, 2008, dan 2009 sehingga hanya terdapat 29 bank yang dapat digunakan untuk mengetahui perubahan rOA perbankan.
2. rasio keuangan yang digunakan sebagai dasar untuk memprediksi rOA hanya terbatas pada variabel CAr, NPL, dan LDr.
REKOMENDASI
Penelitian selanjutnya dapat menggunakan rentang waktu pengamatan lebih dari tiga tahun agar hasil penelitian memberikan hasil yang lebih akurat.
Penelitian selanjutnya dapat menggunakan rasio keuangan lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini.
1.
REFERENSI
Ansori, M. 2006. Analisis Kesehatan Bank Perkreditan rakyat Studi Kasus pada Perusahaan Daerah BPr BKK Kecamatan Sedan Kabupaten rembang dari tahun 2000 Sampai tahun 2005. Fokus Ekonomi. Vol. 1, No.2: 54-63.
Ariin, Johar. dan M. Syukri. 2006. Aplikasi Excel dalam Bisnis Perbankan Terapan. Jakarta: Pt. Elex Media Komputindo.
Arthesa, A. dan E. Handiman. 2006. Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank. Jakarta: Pt. indeks.
Bank indonesia. 1997. Peraturan Bank Indonesia
Nomor 30/12/KEP/DIR Tentang Batas Rasio
Non Performing Loan.
Bank indonesia. 1997. Surat Edaran Bank
Indonesia Nomor 30/12/KEP/DIR Tentang
Batas Rasio Non Performing Loan.
Bank indonesia. 2001. Surat Edaran Bank
Indonesia Nomor 3/30/DPNP Tentang Batas
Rasio Likuiditas Bank.
Bank indonesia. 2003. Peraturan Bank Indonesia
Nomor 5/12/PBI/2003 Tentang Batas Rasio
Capital Adequacy Ratio.
Bank indonesia. 2004. Surat Edaran Bank
Indonesia Nomor 6/23/DPNP Tentang
Penilaian Rasio Keuangan Bank.
Bank indonesia. 2005. Peraturan Bank Indonesia
Nomor 72/PBI/2005 Tentang Kualitas
Kredit.
Bank indonesia. 2007. Peraturan Bank Indonesia
Nomor 9/13/PBI/2007 Tentang Standar
Kecukupan Penyediaan Modal Minimum. Bank indonesia. 2010. Surat Edaran Bank
Indonesia Nomor 12/11/DPNP Tentang
Kecukupan Modal.
Ghozali, imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi Ketiga. Semarang: Badan Penerbit universitas Diponegoro.
Gujarati, DN. 2003. Basic Econemetrics. New york: Mc Graw-Hill Company.
Hamonangan, SS. dan HS. Siregar. 2008. Pengaruh Capital Adequacy Ratio, Debt to Equity Ratio, Non performing Loan, Operating Ratio, dan Loan to Deposit Ratio
terhadap Return On Equity Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. www.jurnalakuntansi13.com.
Diakses pada tanggal 14 Januari 2011. Harahap, SS. 1993. Teori Akuntansi.Jakarta: Pt.
Raja Graindo Persada.
---. 2008. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Raja Graindo Persada.
Horne, JCV. dan JM. Wathcowicz. 2005. Fundamental of Financial Management: Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan. Buku 1 Edisi 12. Jakarta: Salemba Empat.
ihsan, M. 2008. Penilaian Kesehatan Bank. Percikan. Edisi September 2008. iSSN: 0854- 8986. Vol. 92: 47-55.
Jumingan. 2006. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Bumi aksara.
Kasmir. 2006. Manajemen Perbankan. Jakarta: PT. Raja Graindo.
Kunarjo. 2003. Glosarium: Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan. Jakarta: uiP.
Latumaerissa, Jr. 1999. Mengenal Aspek-Aspek Operasi Bank Umum.Jakarta: Bumi Aksara. Mawardi, Wisnu. 2005. Analisis Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Bank umum di indonesia (Studi Kasus pada Bank umum dengan total Aset Kurang dari 1 triliun). Jurnal Bisnis Strategi.Vol. 14, Juli 2005 No.1: 83-94.
Mintarti, Sri. 2009. implikasi Proses take-Over Bank Swasta Nasional Go Public terhadap tingkat Kesehatan dan Kinerja Bank. Jurnal Keuangan dan Perbankan. Mei 2009, Vol. 13: 346-358.
Prastiyaningtias, Fitriani. 2010. Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Proitabilitas Perbankan
(Studi pada Bank Umum Go Public yang
Listed di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005- 2008).Skripsi, universitas Diponegoro. Pratin. dan A. Adnan. 2005. Analisis Hubungan
Simpanan, Modal Sendiri, Non Performing Loan, Prosentase Bagi Hasil dan Markup Keuntungan terhadap Pembiayaan pada Perbankan Syariah Studi Kasus pada Bank Muamalat indonesia (BMi). SINERGI Kajian Bisnis dan Manajemen Edisi Khusus on
3 riHA DEDi PriANtANA & zuLFiA Jurnal Akuntansi dan Keuangan
Siagian, FD. dan W. yasin. 2010. Pengaruh Non performing Loan (NPL), Tingkat Kecukupan Modal, Tingkat Likuiditas, dan Kualitas Aktiva Produktif (KAP) terhadap Tingkat
Proitabilitas Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006-2008.
www.jurnal akuntansi49.com. Diakses pada tanggal 14 Januari 2011.
taswan. 2006. Manajemen Perbankan: Konsep, Teknik, dan Aplikasi. yogyakarta: uPP StiM yKPN.
tunggal, AW. 2000. Dasar-dasar Analisis Laporan Keuangan.Jakarta: Cipta.
umar, Husein. 2003. Metode Riset Akuntansi Terapan.Jakarta: Ghalia indonesia.
www.idc.co.id
Yuliani. 2007. Hubungan Eisiensi Operasional dengan Kinerja Proitabilitas pada Sektor Perbankan yang Go Public di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya.Desember 2007, Vol.5: 15-43.