• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN LITERATUR

Dalam dokumen JAK Vol.1 No.1 Februari 2011 (Halaman 42-45)

Studi Kasus: PT Semen Gresik, TBK

KAJIAN LITERATUR

Pengertian laporan keuangan dan arus kas Pelaporan keuangan merupakan salah satu wujud pertanggungjawaban manajemen atas pengelolaan sumber daya perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan selama periode tertentu. Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi keuangan perusahaan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat beberapa keputusan, seperti: penilaian kinerja manajemen, penentuan kompensasi manajemen, pemberian dividen kepada pemegang saham, dan lain sebagainya (Meythi, 2006).

Laporan keuangan perusahaan bertujuan meringkaskan kegiatan dan hasil dari kegiatan tersebut untuk jangka waktu atau periode tertentu. Ada 3 (tiga) jenis laporan keuangan yang sering dilaporkan: neraca keuangan, laporan laba rugi dan laporan aliran kas (Hanai, 2004). Neraca keuangan merupakan ’snapshot’ gambaran kekayaan perusahaan pada saat tertentu. Karena fokus pada titik tertentu maka neraca keuangan dinyatakan biasanya neraca per tanggal tertentu.

Laporan rugi laba meringkaskan kegiatan perusahaan selama periode tertentu. Laporan rugi laba sering dianggap sebagai laporan yang paling penting dalam laporan tahunan. Kegiatan yang dilaporkan melipurti kegiatan rutin operasi bisnis dan kegiatan yang tidak rutin, seperti penjualan aset tertentu. Penghentian lini bisnis tertentu, perubahan metode akuntansi dan lain sebagianya. Deinisi kegiatan rutin dan non rutin akan tergantung dari jenis usaha yang dilakukan oleh perusahaan (Hanai, 2004).

Laporan arus kas merupakan ringkasan arus kas selama satu periode. Laporan ini menunjukkan perubahan arus kas yang terjadi karena kegiatan operasi, investasi dan inancial selama satu periode sehingga posisi kas berubah (Lgh, Ah, Dks.,2006:12). Di dalam PSAK No. 2 (2002:22)

menyebutkan bahwa “Tujuan Laporan arus kas adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

Jenis-jenis arus kas

Kasmir (2003:144) menyatakan bahwa arus kas mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan, laporan arus kas melaporkan penerimaan dan pengeluaran kas yang diklasiikasikan menjadi tiga kegiatan yaitu operasi, investasi dan pendanaan. Sedangkan Anoraga (2001:547) menyatakan bahwa laporan arus kas merupakan “laporan yang menguraikan arus kas masuk dan arus kas keluar menurut kategorinya, laporan ini menjelaskan perubahan kas selama suatu periode.

Menurut PSAK No. 2 (2002:23) menyatakan arus kas adalah arus masuk dan keluar kas dan setara kas yang mengakibatkan penambahan dan pengurangan uang dalam bentuk tunai pada posisi kas. Selanjutnya menurut Sunariah (2000:173) menyatakan arus kas adalah masuknya uang ke perusahaan dari penjualan artau penerimaan lainnya dan keluarnya uang dari perusahaan dalam bentuk tunai untuk pemasok barang, pembayaran gaji dan lain sebagainya. Menurut Kieso et al. (2002, 237) tujuan laporan arus kas adalah untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai penerimaan dan pembayaran kas sebuah perusahaan selama suatu periode tertentu. Penerimaan dan pembayaran kas selama satu periode tertentu diklasiikasikan dalam tiga aktivitas, yaitu aktivitas operasi, investasi dan pembiayaan. Manfaat laporan arus kas ini telah dibuktikan oleh beberapa peneliti, salah satunya Bowen et al. (1986) mengatakan bahwa data arus kas mempunyai manfaat dalam beberapa konteks keputusan, seperti: (1) memprediksi kesulitan keuangan, (2) menilai risiko, ukuran, dan waktu keputusan pinjaman, (3) memprediksi peringkat (rating) kredit, (4) menilai perusahaan, dan (5) memberikan informasi tambahan pada pasar modal.

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2 (2002:24) menyatakan bahwa tujuan

laporan arus kas adalah memberikan informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang mengklasiikasikan arus kas berdasarkan aktiitas dari operasi, investasi dan pendanaan selama suatu periode akuntansi. Selanjutnya Harahap (2001:243) menyebutkan bahwa tujuan menyajikan laporan arus kas adalah memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas dari suatu perusahaan pada suatu priode tertentu. Sedangkan menurut Anoraga (2001:550) tujuan dari laporan arus kas adalah untuk memberikan informasi keaadaan keuangan perusahaan dan sekaligus sarana untuk menilai antara lain: 1). Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas, 2). Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya, 3). Penyebab terjadinya perbedaan antara laba dan arus kas terkait, 4). Pengaruh kegiatan investasi dan pembiayaan yang menggunakan kas dan yang tidak (non kas) terhadap posisi keuangan perusahaan.

Komponen laporan arus kas

Laporan arus kas mengklasiikasikan penerimaan dan pengeluaran kas dalam tiga kategori utama, yaitu arus kas dari aktiitas operasi, arus kas dari aktiitas investasi dan arus kas dari aktiitas pendanaan (Hanai, 2004). Arus kas operasi

Aktiitas operasi menunjukkan kas dari transaksi penghasilan dan biaya. Konsep aktiitas operasi dalam laporan arus kas berbeda dengan pendapatan operasi dalam laporan laba rugi. Arus kas operasi oleh perusahaan diharapkan bernilai positif atau surplus dari tahun ke tahun. Hal ini karena arus kas dari aktiitas operasi yang surplus dapat menambah dana bagi perusahaan dan menunjukkan bahwa perusahaan berupaya meningkatkan operasi dalam usahanya. Surplus arus kas dari aktiitas operasi ini dapat menyebabkan kinerja perusahaan menjadi lebih baik karena adanya kemungkinan perusahaan akan membagikan dividen yang cukup besar bagi para pemegang saham sehingga akhirnya akan meningkatkan harga saham perusahaan di lantai bursa.

40 WAHyuDDiN & SANti SEtiAWAty Jurnal Akuntansi dan Keuangan

Sementara itu arus kas dari aktiitas operasi yang deisit menunjukkan semakin berkurangnya laba perusahaan sehingga ada kemungkinan perusahaan akan membagikan dividen semakin kecil. Selain itu perusahaan tidak akan dapat meningkatkan kas dari sumber lain dalam waktu yang tidak terbatas. Jika kondisi ini terus berlangsung maka kemungkinan saham perusahaan tidak akan diminati oleh investor sehingga pada akhirnya perusahaan akan mengalami kesulitan keuangan dan kemungkinan terburuk perusahaan akan bangkrut (Manurung, 1998:126).

Arus kas investasi

Menurut Anoraga (2001:154) menyatakan bahwa arus kas investasi dikaitkan degan investasi dalam dan pelepasan aktiva pabrik serta sekuritas hutang dan ekuiditas tertentu, memberikan dan menagih pinjaman, serta kegiatan strategis lainnya. Selanjutnya menurut Skousen, dkk (2001:56) mengatakan bahwa kegiatan investasi yang utama adalah pembelian dan penjualan tanah, gedung dan peralatan. Dalam PSAK (2002:35) dijelaskan bahwa pengungkapan terpisah arus kas investasi ini perlu dilakukan sebab arus kas tersebut mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan.

Arus kas pendanaan

Harahap (2001:246) menyebutkan bahwa yang termasuk kegiatan pembiayaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi sumber-sumber dana dari pemilik dengan memberikan prospek penghasilan dari sumber dana tersebut, meminjam dan membayar hutang kembali atau melakukan pinjaman jangka panjang untuk membayar hutang tertentu. Skousen, dkk (2001:57) mengukapkan bahwa kegiatan pendanaan adalah kegiatan di mana kas diperoleh dan dibayar kembali kepada pemilik dan kreditur, menurut PSAK (2002:37) dijelaskan bahwa: “Pengungkapan terpisah arus kas yang timbul dari aktiitas pendanaan perlu dilakukan sebab berguna untuk memprediksi

klaim terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok modal perusahaan.

Retur saham

Return saham adalah suatu tingkat pengembalian saham yang diharapkan atas investasi yang dilakukan dalam saham atau beberapa kelompok saham melalui suatu portofolio. Van Horne (1992:121) mendeinisikan return saham yaitu: “the return of an investment is the change of market price, plus any cash payment received due to ownership, devidend by the beginning price”. usman (1999:211) menyatakan bahwa “equity investors receive their return in the form dividend plus change in the market price of their share (that is capital gain or losses)”. Menurut Anoraga (2001:187) menyatakan Capital gain terjadi jika harga pasar yang dinilai sekarang lebih tinggi dari harga perolehannya. Sedangkan Capital losses terjadi jika nilai sekarang harga pasar lebih rendah dari harga perolehannya. Berdasarkan deinisi di atas maka return atas suatu saham terdiri dari capital gain (losses) dan dividen yield. Capital gain (losses) merupakan selisih dari harga investasi sekarang relatif dengan harga periode lalu. Penelitian Sebelumnya

Susanto dan Ekawati (2006) yang meneliti relevansi nilai informasi laba dan aliran kas terhadap harga saham dalam kaitannya dengan siklus hidup perusahaan. Hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa siklus hidup perusahaan mempengaruhi relevansi informasi laba dan aliran kas. Aliran kas investasi dan aliran kas pendanaan mempunyai value-relevance pada tahap start-up sedangkan laba, aliran kas operasi, aliran kas pendanaan mempunyai value-relevance pada tahap growth. Pada tahap mature laba dan komponen aliran kas mempunyai value-revance sedangkan pada tahap decline aliran kas operasi dan aliran kas pendanaan yang mempunyai value- relevance.

Penelitian yang dilakukan Parawiyati dan Baridwan (1998) menguji hubungan laba dan arus kas dalam memprediksi laba dan arus kas masa mendatang. Hasil pengujiannya menunjukkan

sebaliknya yaitu laba merupakan prediktor yang lebih baik dari pada arus kas dalam memprediksi laba dan arus kas. Cheng et al. (1996) melakukan penelitian untuk menguji apakah nilai tambah kandungan informasi arus kas operasi meningkat ketika earnings bersifat transitori.

Laporan arus kas merupakan bagian dari laporan keuangan sangat bermanfaat bagi investor dalam mengambil keputusan ekonomi. 0leh sebab itu iAi mengharuskan seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta untuk melaporkan arus kasnya terhitung 31 Desember 1995 informasi arus kas berguna sebagai indikator jumlah arus kas di masa yang akan datang, serta berguna untuk menilai kecermatan atas taksiran arus kas yang telah dibuat sebelumnya (Komite Standar Akuntansi Pemerintah, 2004).

Laporan arus kas juga menjadi 1 alat pertanggung jawaban arus kas masuk dan arus kas keluar selama periode pelaporan.Apabila dikaitkan dengan laporan keuangan lainnya, laporan arus kas memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna laporan dalam mengevaluasi perubahan kekayaan bersih/ ekuitas dana suatu entitas pelaporan dan struktur keuangan pemerintah (termasuk likuiditas dan solvabilitas). Finger (1994), melakukan penelitian dengan menguji kemampuan laba untuk memprediksi laba dan arus kas di masa mendatang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: laba merupakan prediktor yang signiikan atas laba dimasa mendatang untuk 88% perusahaan dan arus kas adalah prediktor yang lebih baik atas arus kas untuk periode prediksi jangka pendek, dibandingkan prediktor laba atau arus kas.

triyono dan yogiyanto (2000) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa pengetahuan mengenai laporan arus kas suatu perusahaan ini memungkin investor dapat melihat kinerja perusahaan dan akhirnya dapat memprediksi harga saham dan keuntungan (return) yang akan diterimanya di masa mendatang dalam bentuk dividen dan capital gain. Melalui laporan arus kas ini pula investor dapat melihat bagaimana aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan pendanaan perusahaan yang mempengaruhi kas selama suatu periode akuntansi.

METODE

Dalam dokumen JAK Vol.1 No.1 Februari 2011 (Halaman 42-45)