• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAMAriAH Jurnal Akuntansi dan Keuangan

Dalam dokumen JAK Vol.1 No.1 Februari 2011 (Halaman 84-86)

KINERJA INSTANSI PADA UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

KAMAriAH Jurnal Akuntansi dan Keuangan

belum memperlihatkan hasil yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat pada serapan anggaran tahunan yang belum terealisasi secara maksimal. Karena serapan yang belum terealisasi secara maksimal mengakibatkan sejumlah program pengembangan tidak dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga belum mengarah kepada perencanaan berbasis kinerja.

Pelaksanaan DiPA unimal setiap tahunnya belum terealisasi dengan baik, belum terealisasinya DiPA tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, salah satu faktor yang sangat mempernaruhi adalah sumber daya manusia (SDM). `Hal ini sesuai dengan realita bahwa unimal merupakan universitas yang baru dinegerikan yang dulunya swasta. Dimana tata kelola program kegiatan saat swasta sangat berbeda dengan negeri terutama dalam tata kelola program kegiatan dan keuangan. Hal ini berdampak pada persyaratan SDM untuk dapat menguasai sistem yang baru, ini merupakan kendala dan kelemahan dari aspek SDM atau tingkat profesionalisme aparatur saat ini.

Selain itu aspek penguasaan pengetahuan secara terpadu diperlukan juga dalam penyusunan program kegiatan, karena penyusunan program kegiatan merupakan faktor kritis yang dapat mempengaruhi keefektifan pelaksanaan anggaran. Efektiitas pelaksanaan anggaran berkaitan seberapa jauh hasil realisasi anggaran dibandingkan dengan anggran yang telah ditetapkan yang dapat mencapai sasaran sesuai dengan skala prioritasnya dari suatu organisasi ataupun instansi.

Kendala tersebut mengindikasikan bahwa profesionalisme aparatur (SDM) masih rendah dan dari hasil evaluasi sistem tata kelola universitas Malikussaleh (2009), manajemen sumber daya manusia belum mampu menciptakan atmosfer kerja yang produktif. Penghargaan atas prestasi kerja belum tersedia secara memadai, sehingga dapat mempengaruhi capaian kinerja sesuai harapan. Sistem perencanaan dan pengadaan sarana dan prasarana diyakini masih merupakan kelemahan dalam manajemen sehingga dalam pencapaian kinerja tidak seperti yang diharapkan.

Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat

pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/ program/ kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi (Bastian, 2006). Seseorang yang memegang posisi menajerial diharapkan mampu menghasilkan suatu kinerja manajerial. Berbeda dengan kinerja karyawan umumnya yang bersifat konkrit, kinerja manajerial adalah bersifat abstrak dan kompleks (Mulyadi dan Johny, 1999).

Kinerja adalah keluaran/hasil dari kegiatan/ program yang hendak atau telah dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas terukur (Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006). Pengukuran kinerja sektor publik adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu manajer publik dalam menilai pencapaian suatu strategi melalui alat ukur inansial dan non inansial (Sardjito dan Muthaher, 2007).

Profesionalisme menjadi suatu pendorong motivasi dalam memberikan kontribusi terhadap kinerja (Kalbers et al, 1995). Profesionalisme merupakan salah satu variabel yang berperan dalam menjelaskan efektivitas pelaksanaan anggaran. Profesionalisme sendiri diartikan sebagai kemampuan dalam menerapkan pengetahuan pada persoalan yang umumnya dihadapi dan menyelesaikan persoalan tersebut tanpa perlu mempelajari kembali secara luas dan bantuan dari pihak lain (tugiman, 1998). Pegawai dengan tingkat profesionalisme yang tinggi akan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi organisasi individu (rahmawati, 1997).

Profesionalisme sangat ditentukan oleh kemampuan seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan menurut bidang tugas dan tingkatannya masing-masing. Hasil dari pekerjaan itu lebih ditinjau dari segala segi sesuai porsi, objek, bersifat terus-menerus dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun serta jangka waktu penyelesaian pekerjaan yang relatif singkat (Almasdi, 2000:99). Hal di atas dipertegas kembali oleh thoha (2000:1) bahwa untuk mempertahankan kehidupan dan kedinamisan organisasi, setiap organisasi mau tidak mau harus adaptif terhadap perubahan organisasi. Birokrasi yang mampu bersaing dimasa mendatang adalah birokrasi yang memiliki sumberdaya manusia

berbasis pengetahuan dengan memiliki berbagai keterampilan dan keahlian.

Penguasaan pengetahuan secara terpadu sangat diperlukan dalam penyusunan anggaran karena penyusunan anggaran merupakan faktor kritis yang dapat mempengaruhi keefektifan pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan. Efek yang ditimbulkan secara umum adalah positif dengan mengacu pada moral, motivasi, inisiatif, kinerja dan prestasi kerja, serta sikap bawahan terhadap pekerjaaan supervisor dan organisasi itu sendiri. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa anggaran diartikan sebagai rencana kegiatan yang mencakup berbagai kegiatan operasional yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain dalam sebuah organisasi, Munandar (2001:1).

Kompetensi keefektifan pelaksanaan anggaran hanya dibatasi pada proses pencatatan sampai tersedianya laporan keuangan (laporan realisasi anggaran) yang ada di Bagian Keuangan universitas Malikussaleh. Laporan realisasi Anggaran yang disusun menggambarkan tentang tingkat capaian kinerja dari anggaran yang telah digunakan selama satu periode. Jika penggunaan dana sesuai dengan yang dianggarkan maka kinerja suatu instansi akan baik. Namun apabila penggunaan dananya melebihi atau tidak sesuai dengan yang dianggarkan maka kinerja suatu instansi tidak akan baik.

Sebagai alat manajemen untuk keperluan perencanaan dan pengawasan, anggaran mengalami perkembangan dari waktu kewaktu. Perkembangan ini diukur dari segi manfaat yang ingin diperoleh dari penggunaan sistem itu sendiri dalam pelaksanaannya. Semakin banyak dan rumit manfaat yang ingin dicapai, maka semakin banyak persyaratan yang dituntut didalam persiapan dan penyusunannya. Menurut (Basri : 2003) persyaratan tersebut meliputi : 1) jenis dan mutu data yang disediakan, 2) sistem akuntansi keuangan dan akuntansi biaya yang digunakan, 3) sikap dalam menghadapi adanya perubahan biaya dan harga, dan 4) tingkat kewenangan yang diberikan pimpinan pada bawahan untuk merubah anggaran.

Penelitian tentang pengaruh karakteristik tujuan anggaran terhadap prolaku, sikap dan

kinerja sudah banyak dilakukan oleh peneliti- peneliti sebelumnya. Salah satunya penelitian Munawar (2006), menyimpulkan bahwa karakteristik tujuan anggaran berpengaruh dominan terhdap prilaku, sikap dan kunerja.

Penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh arsyiati (2008), yang membedakannya adalah variabel yang digunakan dan ruang lingkup penelitian. Penelitian ini menggunakan variabel profesionalisme aparatur dan keefektifan pelaksanaan anggaran yang dianggap penting dalam pencapaian kinerja instansi, sesuai dengan penelitian-peneliatian sebelumnya yang dilakukan oleh Nelly (2006), Suhartini (2008), Pramudji (2009) dan membatasi penelitian ini pada universitas Malikussaleh.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nelly (2006), Suhartini (2008), dan Pramudji (2009) menemukan bahawa ada hubungan yang positif dan signiikan antara profesinalisme aparatur dengan keefektifan pelaksanaan anggaran. Sementara hasil penelitian Arsyiati (2008) dan Munawar (2008) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signiikan terhadap kinerja instansi.

Penelitian ini dilakukan pada universitas Malikussaleh yang terdiri dari beberapa unit kerja yaitu fakultas, biro, lembaga dan unit pelaksana teknis (uPt) sebagai objek penelitian yang digunakan untuk mengetahui hubungan (korelasional) profesionalisme aparatur terhadap keefektifan pelaksanaan anggaran dalam upaya meningkatkan kinerja instansi. Menggunakan kinerja instansi sebagai variabel dependen, profesionalisme aparatur dan keefektifan pelaksanaan anggaran sebagai variabel independen. Profesionalisme aparatur dalam penelitian ini adalah kualitas pegawai yang terlibat dalam perencanaan program kegiatan, keefektifan pelaksanaan anggaran adalah kualitas realisasi anggaran dan kinerja instansi adalah kinerja universitas Malikussaleh.

Peneliti ingin mengetahui seberapa besar tingkat kontribusi (pengaruh) dari profesionalisme aparatur terhadap keefektifan pelaksaaan anggaran dalam upaya meningkatkan kinerja instansi universitas Malikussaleh. Penelitian ini juga dibatasi pada keefektifan pelaksanaan

2 KAMAriAH Jurnal Akuntansi dan Keuangan

anggaran yang merupakan tanggung jawab aparatur. Penelitian tentang profesionalisme aparatur dipandang dari kriteria kelayakan dan aparatur dalam melaksanakan keefektifan pelaksanaan anggaran untuk meningkatkan

Dalam dokumen JAK Vol.1 No.1 Februari 2011 (Halaman 84-86)