• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri 4 Kutai KartanegaraI yang terletak di Jl. Balikpapan-Handil II Rt.II.Sungai Seluang Sambojai.

MTs Negeri 4 Kutai Karanegara ini adalah merupakan salah satu Sekolah Menengah yang berada di Kecamatan Samboja bawah naungan Kementerian Agama. MTs Negeri 4 Kutai Kartanegara. MTs Negeri 4 Kutai Kartanegara didukung oleh sumber daya manusia yang cukup memadai dan profesional, dimana MTs Negeri 4 Kutai Kartanegara memiliki 17 tenaga pendidik dengan kepala sekolah. Pegawai dan 13 Tenaga Kependidikan yang meliputi kepala TU dan staf, serta Petugas Perpustakaan, cleaning servis dan satpam di MTs Negei 4 Kutai Kartanegara sebagian besar mereka adalah lulusan berpendidikan yang tinggi.

Dan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas, MTs Negeri 4 Kutai Kartanegara menyediakan berbagai macam fasilitas yang mendukung proses pendidikan, diantaranya adalah ruang belajar (kelas) yang berjumlah 11 kelas, yaitu 4 ruang untuk kelas satu, 4 ruang untuk kelas dua, dan 3 ruang untuk kelas tiga. MTs Negeri 4 Kutai Kartanegara juga dilengkapi dengan laboratorium komputer, laboratorium bahasa, laboratorium IPA, perpustakaan, musala, ruang guru, ruang tata usaha, ruang kepala sekolah, ruang BP, ruang kesenian, organisasi kesiswaan seperti OSIS, UKS, Koperasi Sekolah, Pramuka, PMR, ruang olah raga, dan kamar mandi.

Penelitian ini akan difokuskan pada peserta didik kelas VIII/b di MTs Negeri 4 Kutai Kartanegara yang berjumlah 32 siswa (18 siswa dan

(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 18, September 2017)151 14 siswi) pada saat mengikuti kegiatan proses belajar-mengajar mata pelajaran Bahasa Arab. Penelitian ini dilaksanakan oleh guru praktikan selaku penulis laporan ini. Penelti mencoba menerapkan cara yang dianggap mampu untuk meningkatkan pengayaan kosakata bahasa arab pada kegiatan belajar siswa. Salah satu cara pengajarannya adalah dengan cara penggunaan media kartu/flash card. Penelitian ini juga dimaksudkan untuk mengubah sistem pengajaran Bahasa Arab yang selama ini monoton menjadi menarik dan diminati oleh siswa.

Hasil Penelitian

Uraian berikut adalah salah satu upaya untuk mendeskripsikan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan. Dengan demikian kita akan mengetahui bahwa penggunaan media kartu dalam pembelajaran bahasa arab dapat meningkatkan pengayaan kosakata bahasa arab siswa kelas VIII/b di MTs N 4 Kutai Kartanegara .

Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 22 Februari 2016 sampai dengan tanggal 22 Maret 2016 selama 6 kali pertemuan, tiap hari Selasa jam 3-4 di kelas VIII-B. Dengan demikian, praktek untuk mengajar yang dilakukan peneliti hanya berlangsung 6 kali pertemuan (1 pertemuan, observasi kelas, dan 4 pertemuan untuk praktek mengajar) dengan 3 pokok bahasan yaitu bab ىلصنفيك (3 X 45 menit dengan 2 kali pertemuan), مّلعتن باسحلا (3 X 45 menit dengan 2 kali pertemuan) dan ةبتكم ةسردملا (3 X 45 menit dengan 2 kali pertemuan).

Siklus Pertama

Rencana Tindakan Siklus I

Sebagai upaya untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan optimal, peneliti penggunaan media kartu sebagai salah satu cara yang dapat melibatkan antara guru dan siswa dan dapat berperan aktif dalam proses kegiatan belajar-mengajar. Karena jika hanya menggunakan metode-metode klasik seperti metode ceramah ataupun yang lainnya dirasakan kurang diminati jika diterapkan dalam pembelajaran Bahasa arab di kelas VIII B.

Siklus ini terdiri dari satu pokok bahasan, yaitu bab فيك يلصن (3 X 45 menit dengan 2 kali pertemuan). Sebelum pelaksanaan metode drill pada siklus I, peneliti melakukan perencanaan melalui beberapa tahap persiapan yaitu: (1) Membuat rencana pembelajaran. (2) Membagi materi ( فيك يلصن ) menjadi 4 bagian, yaitu: احم هثد, بيـكرت, ةأرـق, اتك ةب (3) Peneliti membagaikan kepada siswa kelas VIII B kartu yang berisi gambar untuk

(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 18, September 2017)

152

dicari dan dihafalkan mufrodat/bahasa arabnya yang terkait dengan pembahasan yang akan dipelajari. (4) Setelah siswa mengetahui materi pelajaran kemudian siswa menghafal mufrodat dengan mengingat symbol-simbol atau gambar yang ada. (5) Dengan begitu peniliti dapat melihat kemampuan siswa dalam menghafal kosa kata baru yang disertai dengan symbol atau gambar. Dan ternyata mereka lebih cepat hafal dengan mengingat symbol dan gambar tersebut.

Pelaksanaan Siklus I

Adapun penelitian ini mulai dilaksanakan pada tanggal 22 Februari 2016 yang proses pembelajarannya berlangsung selama 3 X 45 menit, yang meliputi:

Pertemuan I : 2 X 45 menit (Rabu) Tahap Awal meliputi:

(1) Salam pembuka (Assalamu’alaikum Wr. Wb.) (2) Apresiasi dan motifasi. (3) Pengumpulan tugas minggu lalu (hafalan mufrodat baru) (4) Presensi siswa.

Tahap Inti pada Pre Activity meliputi: (1) Peneliti/guru memberikan stimulus materi BAB I ( فيك يلصن ) (2) Peneliti/guru membagi kartu pada siswa. (3) Peneliti/guru memberi tugas kepada masing-masing kelompok.

Whilst Activity terdiri atas: (1) Peneliti/guru memberikan instruksi untuk membaca dan menghafal Mufrodat baru tentang فيك يلصن serta menulisnya dalam waktu beberapa menit. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang disesuaikan dengan materi BAB I serta mempresentasikan-nya. (2) Peneliti/guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pendapatnya, baik dalam bentuk menyanggah ataupun yang lainnya.

Post Activity meliputi: (1) Peneliti/ guru mengevaluasi hasil kinerja siswa selama diskusi. (2) Peneliti/ guru meluruskan permasalahan dan memberikan feed back yang tepat atas permasalahan yang ada.

Tahap Akhir terdiri dari: (1) Peneliti/guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. (2) Peneliti/guru memberikan motivasi-motivasi agar para siswa bisa lebih meningkatkan belajarnya.

(3) Peneliti/guru memberikan informasi mengenai bahasan selanjutnya.

(4) Peneliti/guru memberi tugas untuk menulis kembali mufrodat baru tenang فيك يلصن . (5) Peneliti/guru menutup pertemuan / salam penutup.

Pertemuan II : 2 X 45 menit (Rabu,01 Maret 2006) pada Tahap Awal terdiri dari: (1) Salam pembuka (Assalamu’alaikum Wr. Wb.)

(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 18, September 2017)153 (2) Apresiasi dan motifasi. (3) Pengumpulan tugas minggu lalu (hafalan mufrodat baru) (4) Presensi siswa. (5) Peneliti/ guru mengadakan tes untuk hafalan siswa. (6) Peneliti/ guru menjelaskan secara singkat kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa sebagai hasil belajar.

Tahap Inti pada Pre Activity Peneliti/ guru memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar materi sebelumnya.

Whilst Activity terdiri dari: (1) Peneliti/guru memberikan kesempatan kepada kelompok yang belum presentasi. (2) Peneliti/guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pendapatnya, baik dalam bentuk menyanggah ataupun yang lainnya. (3) Peneliti/guru membuka session untuk tanya jawab dengan para siswa.

Post Activity terdiri dari: (1) Peneliti/ guru meluruskan permasalahan dan memberikan feed back yang tepat atas permasalahan yang ada. (2) Peneliti/guru mengevaluasi hasil kinerja siswa selama proses belajar-mengajar. (3) Peneliti/ guru menjelaskan secara detail materi Bab I.

Tahap Akhir terdiri dari: (1) Peneliti/guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. (2) Peneliti/guru menyuruh kepada siswa untuk mempelajari materi selanjutnya. (3) Peneliti/guru memberikan motivasi-motivasi agar para siswa bisa lebih meningkatkan belajarnya.

(4) Peneliti/guru menutup pertemuan/salam penutup.

Observasi Siklus I

Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, peneliti di sini selain bertindak sebagai guru, peneliti juga bertindak sebagai observer yang mencatat lembar pengamatan pada lembar observasi perilaku siswa. Hasil pengamatan pada tahap I, kegiatan siswa sudah cukup bagus, siswa terlihat lebih antusias dalam memperhatikan pelajaran, karena pelajaran yang didapatkan akan lebih menyenangkan dari biasanya karena dengan didukung hafalan mufrodat yang ada sehingga dalam mengikuti pelajaranpun sangat bersemangat.

Memasuki tahapan II, siswa lebih antusias dan lebih aktif dalam belajarnya, hal ini terlihat dari kegiatan siswa dalam proses pembelajaran.

Mayoritas siswa dapat memahami dan hafal tentang mufrodat baru tentang فيك يلصن serta bersemangat dalam mendemonstrasikannya.

Namun ada sebagian kecil siswa yang sedikit dapat membaca memahami tentang فيك يلصن dan siswa sangat aktif untuk bertanya.

Setelah siswa menggunakan media kartu, langkah selanjutnya siswa diberi soal post test untuk mengetahui tingkat hafalan dan kefahaman siswa dalam menerima pelajaran yang telah disampaikan.

(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 18, September 2017)

154

Refeleksi Siklus I

Tujuan peneliti menggunakan media kartu adalah untuk meningkatkan pengayaan kosakata bahasa arab (mufrodat) dalam belajar bahasa arab pada siswa, agar proses pembelajaran bahasa arab dapat dirasakan efektif oleh siswa. Khususnya pada kelas VIII-B MTs Negeri 4 Kutai Kartanegara, yang mana hal ini tidak terlepas dari kebiasaan siswa dalam belajar yang dialaminya selama ini. Untuk menyingkapi kenyataan di atas, maka diambil langkah-langkah: (1) Memperhatikan peningkatan siswa yang berminat menulis, menghafal mufrodat-mufrodat bahasa arab serta memahami bacaan-bacaannya, maka perlu diberikan cara yang lebih efektif dan efisien, yaitu dimulai menghafal atau siswa mempunyai hafalan mufrodat tentang bab yang akan dipelajari. (2) Sebagian kecil siswa yang kurang hafal mufrodat-mufrodat baru, masih merasa kesulitan untuk membaca, menulis, maka harus diberikan waktu tersendiri untuk melakukan hafalan.

Siklus Kedua

Rencana Tindakan Siklus II

Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pembelajaran, peneliti menggunakan media kartu yang nantinya akan melibatkan siswa dalam proses pembelajaran bahasa Arab.

Sebelum pelaksanaan media kartu pada siklus II, peneliti melakukan perencanaan melalui beberapa tahap persiapan yaitu: Membuat rencana pembelajaran dan Membagi materi ( فيك يلصن ) menjadi 4 bagian, yaitu: (1) احم هثد, بيـكرت, ةأرـق, اتك ةب (2) Peneliti membagaikan kepada siswa kelas VIII B kartu yang berisi gambar untuk dicari dan dihafalkan mufrodat/bahasa arabnya yang terkait dengan pembahasan yang akan dipelajari. (3) Setelah siswa mengetahui materi pelajaran kemudian siswa menghafal mufrodat dengan mengingat symbol-simbol atau gambar yang ada. (4) Dengan begitu peneliti dapat melihat kemampuan siswa dalam menghafal kosa kata baru yang disertai dengan symbol atau gambar. Dan ternyata mereka lebih cepat hafal dengan mengingat symbol dan gambar tersebut.

Pelaksanaan Siklus II

Dengan tetap menggunakan media kartu maka tahapan pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut:

(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 18, September 2017)155 Pertemuan I : 2 X 45 menit (Rabu, 08 Agustus 2016) pada Tahap Awal terdiri dari: (1) Salam pembuka (assalamu’alaikum Wr. Wb.) (2) Apresiasi dan motifasi. (3) Pengumpulan tugas minggu lalu (hafalan mufrodat baru). (4) Presensi siswa. (5) Peneliti/guru mengadakan tes untuk hafalan siswa. (6) Peneliti/guru menjeaskan secara singkat kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa sebagai hasil belajar.

Tahap Inti pada Pre Activity terdiri dari: (1) Peneliti/ guru memberikan stimulus materi BAB II ( ملعتن اسحلا ب) (2) Peneliti/ guru memberi tugas kepada masing-masing kelompok.

Whilst Activity terdiri dari: (1) Peneliti/ guru memberikan instruksi untuk membaca dan menghafal lafal-mufrodat baru tentang ملعتن اسحلا ب dalam waktu beberapa menit. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang disesuaikan dengan materi BAB II serta mempresentasikannya.

(2) Peneliti/ guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pendapatnya, baik dalam bentuk menyanggah ataupun yang lainnya.

Post Activity terdiri dari: (1) Peneliti/ guru mengevaluasi hasil kinerja siswa selama proses belajar-mengajar. (2) Peneliti/ guru meluruskan permasalahan dan memberikan feed back yang tepat atas permasalahan yang ada.

Tahap Akhir terdiri dari: (1) Peneliti/guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. (2) Peneliti/guru memberikan motivasi-motivasi agar para siswa bisa lebih meningkatkan belajarnya.

(3) Peneliti/guru memberikan informasi mengenai bahasan selanjutnya.

(4) Peneliti/guru memberikan tugas untuk menulis kembali tentang mufrodat-mufrodat baru ملعتن اسحلا ب yang ada di buku paket.

(5) Peneliti/guru menutup pertemuan/salam penutup.

Pertemuan II : 2 X 45 menit (Kamis, 15 Maret 2006) pada Tahap Awal terdiri dari: (1) Salam pembuka (Assalamu’alaikum Wr. Wb.) (2) Apresiasi dan motifasi. (3) Pengumpulan tugas minggu lalu (hafalan mufrodat baru) (4) Presensi siswa. (5) Peneliti/guru mengadakan tes untuk hafalan siswa. (6) Peneliti/guru menjelaskan secara singkat kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa sebagai hasil belajar.

Tahap Inti pada Pre Activity Peneliti/ guru memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar materi sebelumnya.

Whilst Activity terdiri dari: (1) Peneliti/guru memberikan kesempatan kepada kelompok yang belum presentasi. (2) Peneliti/guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pendapatnya,

(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 18, September 2017)

156

baik dalam bentuk menyanggah ataupun yang lainnya. (3) Peneliti/guru membuka session untuk tanya jawab dengan para siswa.

Post Activity terdiri dari: (1) Peneliti/guru meluruskan permasalahan dan memberikan feed back yang tepat atas permasalahan yang ada. (2) Peneliti/guru mengevaluasi hasil kinerja siswa selama proses belajar-mengajar. (3) Peneliti/guru menjelaskan secara detail materi Bab II.

Tahap Akhir terdiri dari: (1) Peneliti/guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. (2) Peneliti/guru memberikan motivasi-motivasi agar para siswa bisa lebih meningkatkan belajarnya.

(3) Peneliti/guru menutup pertemuan/salam penutup.

Observasi Siklus II

Setelah diadakan perbaikan-perbaikan terhadap hasil yang didapat pada siklus I. kegiatan siswa dalam proses belajar-mengajar lebih bagus lagi, karena ada kemajuan pada siswa tentang banyak dan kuatnya hafalan mufrodat bahasa arab. Dari hasil pengamatan, diperoleh bahwa siswa cukup antusias dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar, dan siswa bertambah aktif untuk bertanya. Dan juga siswa mengalami peningkatan dalam ketepatan dan kecepatan menghafal mufrodat-mufrodat baru tentang ملعتن اسحلا ب .

Dalam peningkatan prestasi belajar siswa yang merupakan hasil akhir dari pembelajaran menggunakan media kartu, yaitu dapat dilihat pada hasil nilai akhir ulangan harian siswa.

Refleksi Siklus II

Dari kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung dengan menggunakan media kartu, maka tujuan pembelajaran yaitu untuk meningkatkan pengayaan kosa kata dalam belajar siswa dan untuk lebih aktif, kreatif dalam proses belajar-mengajar.

Dari hasil observasi pada siklus II, maka langkah yang akan diambil: (1) Pemahaman dan ketaatan siswa menunjukkan bahwa penggunaan media kartu harus terus diterapkan kepada siswa untuk lebih mempermudah siswa dalam menghafalkan mufrodat/kosakata bahasa arab sehingga dapat dimengerti secara mendalam makna yang terkandung dalam materi yang disampaikan. (2) Menjaga agar kualitas belajar yang sudah berjalan berkembang lebih baik dan tetap terpelihara.

(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 18, September 2017)157 KESIMPULAN

Dari paparan data di atas dapat diketahui bahwa, efektifitas penggunaan media pembelajaran berupa flash card dapat meningkatkan pengayaan kosa kata siswa MTs Negeri 4 Kutai Kartanegara.

SARAN]

Berikut saran yang daat disampaikan: (1) Bagi Siswa diharapkan dengan media kartu, siswa denagn mudah dan cepat untuk menghafal kosa kata dalam bahasa arab beserta dengan penggunaannya dalam komunikasi sehari-hari. (2) Bagi Gurup diharapkan Penggunaan media ini, akan dapat mempermudah para guru dalam mengajarkan bahasa arab khususnya untuk para siswa yang masih menempuh pendidikan di tingkat SMP/MTs atau yang sederajat. (3) Bagi Lembaga diharapkan Pengguanaan media ini, akan menjadi pijakan dasar untuk lembaga/sekolah dalam kaitannya menentukan kurikulum bahasa arab yang lebih baik dimasa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta:

Depdiknas.

Doyin, Mukh. 2009. Bahasa Indonesia Pengantar Penulisan Karya Ilmiah. Semarang: Universitas Negeri Semarang Press.

Mulyasa. 2010. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rusman, dkk. 2011. Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Rajagarfindo Persada.

Sadiman, Arief. 2011. Media Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.

Sanjaya,Wina. 2010. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran.

Jakarta: Kencana Pranada Media Group.

(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 18, September 2017)

158

(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 18, September 2017)159 MENINGKATKAN KETRAMPILAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH MELALUI PENDAMPINGAN PENGAWAS

DI SEKOLAH BINAAN