ASPEK MANAJEMEN DAN ASPEK SOSIAL
6.5. Identifikasi Faktor Internal Perusahaan
Identifikasi selajutnya adalah identifikasi faktor internal, hal ini dilakukan untuk mengetahui potensi diri perusahaan tersebut secara lengkap baik dari lingkungan luar dan lingkungan dalam perusahaan tersebut. Untuk melakukan identifikasi faktor internal perusahaan dilakukan dengan wawancara langsung dengan pemilik atau pemimpin perusahaan, bagian peroduksi dan pemasaran. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan data-data tentang managemen, pemasaran, keuangan, produksi, sistem informasi managemen, penelitian dan pengembangan
1. Manajemen
Terdapat lima fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian motivasi, pengelolaan staf, dan pengendalian.
a) Perencanaan merupakan proses yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang diharapkan, dan menyiapkan bagaimana mengatasi kesulitan yang tidak diharapkan dengan sumber daya yang cukup. Maka dari itu perencanaan sangatlah penting bagi satu individu maupun perusahaan karena dapat menentukan cara menjalankan pekerjaan dengan efisien. Perencanaan PT Agrindo Surya Graha sudah tersusun secara baik dari awal usaha ini sebelum dibangun. Para pendiri usaha adalah sumber daya manusia yang cukup berpengalaman dalam sebuah perusahaan. Perencanaan sudah terkonsep dan tersusun secara rapih baik dari biaya, target penjualan dan arus laba rugi perusahaan. Semua rencana yang akan dilakukan perusahaan sudah tersusun secara rapih dan sistematis.
b) Pengorganisasian adalah menetukan tugas dan tanggungjawab masing-masing sumber daya manusia dalam melakukan kegiatan usaha. Pengorganisasian pada PT Agrindo Surya Graha dapat terpetakan dengan baik sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang efektif dalam management dan produksi. Namun usaha ini masih mengunakan sumber daya manusia yang masih terbatas. karena usaha ini masih berjalan awal dengan sumber daya manusia
73
terbatas maka perusahaan baru memiliki organisasi yang terbilang cukup sederhana sesuai kebutuhan.
c) Pemberian motivasi dan pengaruh merupakan proses memberikan pengaruh kepada orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Ada beberapa hal yang dilakukan perusahaan dalam hal ini adalah seperti insentif bagi karyawan yang memenuhi target perusahaan.
d) Pengelolaan pegawai, hal ini mencakup aktivitas perekrutan, wawancara, pengujian, penyeleksian, pengorientasian, pelatihan, pengembangan, pengevaluasian, pengkompensasian, pendisiplinan, dan pemecatan karyawan. Untuk pengelolaan pegawai seperti ini belum dapat diterapkan sepenuhnya. Hanya diterapkan pada posisi-posisi penting pada perusahaan seperti General Manager, Manager dan Pimpinan Produksi.
e) Pengendalian dilakukan pada penetapan standar kerja, mengukur kinerja individu dan organisasi, membandingkan kinerja aktual dengan standar kinerja yang direncanakan, dan melakukan tindakan korektif. Pengendalian pada perusahaan PT Agrindo Surya Graha belum terlaksana dengan baik, hanya evaluasi produksi saja yang diperhatikan sebagai tolak ukur kinerja perusahaan dalam pengendalian. Hal ini terjadi karena perusahaan hanya fokus pada target produksi yang optimal untuk memenuhi target kontrak produksi pupuk organik yang akan dijual pada perusahaan lain. Sehingga pengendalian untuk evaluasi strategi yang dijalankan tidak dapat dilakukan lebih optimal.
2. Pemasaran
Pemasaran memiliki tujuh fungsi dasar yaitu:
a) Analisis pelanggan merupakan informasi penting dalam menentukan pengembangan usaha yang efektif. Perusahaan selalu berusaha memenuhi apa yang menjadi keinginan-keinginan dari konsumennya seperti ukuran kemasan dan kualitas. Hal ini dilakukan agar terjadi target pasar yang efektif sehingga mampu menimbulkan rasa loyal dan kontiunitas pembelian produk oleh konsumen tetap terjaga terus menerus.
b) Penjualan produk/jasa, implementasi strategi yang berhasil biasanya bergantung pada kemampuan perusahaan untuk menjual beberapa produk
74
atau jasa. Penjualan produk pada PT Agrindo Surya Graha lebih pada kerja sama antar perusahaan rekanan dalam melakukan penjualan dan pendistribusian produk. Perusahaan bekerja sama dengan para pengusaha pupuk organik yang memiliki tender dan kontrak produksi pupuk dalam jumlah tertentu yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah. Disamping itu tetap mencari peluang-peluang pasar potensial lainya yang dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan penjualan produk.
c) Perencanaan produk dan jasa penting khususnya pada saat perusahaan melakukan pengembangan produk atau diversifikasi. Perencanaan produk dapat dilaksanakan oleh perusahaan walaupun masih tahap sederhana. Hal ini disesuaikan dengan kondisi perusahaan yang baru didirikan.
d) Penetapan harga, pembuat strategi harus memandang harga dari perspektif jangka waktu tertentu. Penetapan harga pada PT Agrindo Surya Graha ditentukan dari sudut pandang eksternal seperti dengan kebijakan kerja sama antar para produsen pupuk organik dan sebagian dipengaruhi dari kebijakan pemerintah. Secara internal juga harga pupuk organik yang dipengaruhi dari biaya produksi dan harga bahan baku.
e) Distribusi mencakup pergudangan, saluran distribusi, cakupan distribusi, tingkat dan lokasi persediaan, alat transportasi, dan penjual partai besar. PT Agrindo Surya Graha menjual pupuk organik melalui produsen pabrik pupuk organik lainya yang sudah mempunyai kontrak kerja sama dalam penjual pupuk yang diproduksi. Kemudian produk-produk itu disatukan untuk dijual kepada pemerintah guna memenuhi kebutuhan pupuk di daerah tertentu. Distribusi produk dapat berjalan baik karena adanya dukungan dari sarana transportasi yang tersedia oleh perusahaan-perusahaan yang terjalin dalam kerja sama.
f) Riset pemasaran adalah pengumpulan, pencatatan, dan analisis data secara sistematis tentang masalah yang berkaitan dengan pemasaran barang dan jasa. PT Agrindo Surya Graha belum melakukan analisis riset pemasaran secara optimal, pemasaran masih terfokus dengan kontrak kerja sama yang sudah dibentuk perusahaan terhadap perusahaan lain.
75
g) Analisis peluang terkait pada evaluasi terhadap biaya, manfaat, dan risiko yang berhubungan dengan keputusan pemasaran. Perusahaan PT Agrindo Surya Graha belum dapat memanfaatkan peluang sepenuhnya terutama dalam pelaksanaan pemasaran produk, karena penjualan produk hanya dilakukan pada penjualan langsung terhadap perusahaan lain. Dan menurut pemilik usaha pemasaran dengan menggunakan kontrak seperti ini jauh lebih efisien, resiko dapat ditekan dan menguntungkan.