ASPEK MANAJEMEN DAN ASPEK SOSIAL
6.4 Identifikasi Lingkungan Eksternal Perusahaan
(2). Hasil Analisis Aspek Manajemen
Bentuk badan usaha yang dipilih perusahaan sudah sesuai dengan peraturan perundang – undang di Indonesia dan sudah cukup memadai untuk skala usaha tersebut. Pembentukan struktur organisasi yang sederhana dapat memberikan kemudahan dalam penugasan, wewenang dan tanggung jawab dalam perusahaan. Sistem ketenagakerjaan yang diterapkan perusahaan dinilai cukup memadai. Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa usaha ini layak untuk dilaksanakan dari aspek manajemen.
6.4 Identifikasi Lingkungan Eksternal Perusahaan
Tujuan identifikasi faktor ekternal perusahaan bertujuan untuk mencari dan mengembangkan peluang yang dapat memberikan manfaat dan mencari ancaman yang harus dihindari perusahaan. Informasi lingkungan eksternal dapat diperoleh melalui wawancara langsung dengan dinas pertanian, dinas perindustrian dan para pesaing. Faktor eksternal lainya diperoleh dari Badan Pusat Statistik kabupaten Sukabumi. Untuk mengidentifikasi faktor eksternal, perusahaan harus mencari informasi tentang tren ekonomi, sosial, budaya, demografi, lingkungan, politik, pemerintah, hukum, dan teknologi.
a) Ekonomi
Faktor ekonomi dapat mempengaruhi para petani dalam pembelian pupuk organik. Pada usaha produksi pupuk organik dalam pengolahan dan perdaganganya memiliki kekuatan ekonomi yang berpengaruh pada efisiensi biaya produksi dan maksimalisasi keuntungan produksi pertanian. Pupuk merupakan bagian faktor produksi pertanian yang merupakan bagian menentukan besar kecilnya keuntungan yang akan didapat petani. Semakin berkembanganya pengetahuan masyarakat akan manfaat suatu makanan yang diolah secara organik, maka daya tarik produk-produk organik akan semakin dicari masyarakat. Meningkatnya minat masyarakat akan produk-produk organik maka akan meningkatkan harga jual produk tersebut, sehingga jika didukung dengan pertumbuhan ekonomi yang baik akan memicu daya beli masyarakat yang semakin meningkat.
67
Pupuk organik merupakan bagian dari pendukung bahan-bahan makanan yang di produksi secara organik. Bagi petani pupuk organik jauh lebih murah dibanding dengan pupuk kimia. Jika pertumbuhan ekonomi menurun dan harga pupuk kimia melambung tinggi mempengaruhi daya beli pupuk petani, maka petani akan mendapat solusi yang cukup baik dengan beralih pada pupuk organik. Hal ini menjelaskan terdapat kekuatan ekonomi yang berpengaruh dan perlu diperhatikan oleh pelaku usaha diantaranya pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita, dan pola pembelanjaan konsumsi yang selalu berubah.
Di daerah sukabumi perkembangan inflasi pada umumnya dapat diimbangi dengan meningkatnya sektor-sektor perekonomian. Sebagian besar perkembangan inflasi dipengaruhi oleh faktor non regional seperti keadaan nasional naiknya Tarif Dasar Listrik (listrik), kenaikan harga Bahan Bakar Minyak dan beberapa produk yang produktivitasnya masih dikuasai oleh pemerintah. Naiknya tarif dasar listrik dan bahan bakar minyak berpengaruh besar terhadap biaya operasional perusahaan. Penggunaan bahan bakar minyak masih cukup tinggi, karena sebagian besar untuk memproduksi pupuk masih menggunakan mesin yang memerlukan bahan bakar minyak. Sejalan naiknya tarif dasar listrik dan harga BBM menyebabkan penurunan terhadap jumlah produksi karena biaya produksi meningkat tajam. Atau dapat juga meningkatkan harga jual yang tinggi pada konsumen sehingga akan berpengaruh pada daya beli petani.
b) Sosial, Budaya, Demografi, dan Lingkungan
Dengan adanya perbedaan tren sosial, budaya, demografi, dan lingkungan membentuk tipe konsumen yang berbeda pula, ini mengakibatkan kebutuhan akan barang dan jasa serta strategi yang berbeda. Kondisi demogarafi pulau jawa yang mendukung untuk sektor pertanian membuat peluang usaha pupuk organik cukup terbuka lebar. Tren sosial masyarakat yang sekarang cenderung mulai beralih menuju pola hidup organik yang sehat, hal ini menjadi faktor mendukung usaha pupuk organik agar masyarakat pertanian beralih menggunakan pupuk organik yang lebih efisien dan baik bagi lingkungan. Sedangkan budaya pertanian sudah melekat pada penduduk di indonesia. Karakter budaya bangsa yang agraris melahirkan budaya berkarakter kerja keras. Hal ini memberi nilai positif untuk produksi pupuk organik yang memerlukan tenaga kerja yang produktif, energik
68
dan punya semangat kerja yang cukup tinggi. Sedangkan untuk lingkungan pertanian khususnya tanah yang semakin tahun semakin menurun tingkat kesuburan akibat penggunaan pupuk kimia yang semakin berlebih membuat keseimbangan unsur hara tanah semakin buruk. Ini menjadi pusat perhatian pemerintah untuk segera ditanggulangi. Penanggulangan yang dilakukan pemerintah dalam bentuk program-program seperti Go Green. Hal ini termasuk pengajuan pemerintah dalam mulai kebijakan peralihan penggunaan pupuk kimia menjadi pupuk organik pada pertanian. Dengan adanya kebijakan ini secara tidak langsung lingkungan sangat mendukung usaha ini dan diharapkan dapat menjadi salah satu perbaikan lingkungan pertanian di indonesia.
Pada saat ini penduduk Kabupaten Sukabumi secara keseluruhan adalah 2.224.993 jiwa pada tahun 2008, tersebar di 367 desa pada luas wilayah 3.160,51 km2. Pertumbuhan penduduk dan tingkat pendidikan akan mempengaruhi jumlah angkatan kerja, sedangkan untuk jumlah lapangan kerja yang tersedia sangat terbatas. Hal ini mengakibatkan angkatan kerja tidak dapat terserap sepenuhya, sehingga dapat meningkatkan jumlah pengangguran. Ini dapat dijadikan peluang karena jumlah penawaran tenaga kerja meningkat sehingga upah menjadi rendah. Dengan upah rendah maka biaya produksi dapat lebih efisien sehingga keuntungan perusahaan dapat lebih besar. Data pertumbuhan penduduk sukabumi dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12. Data Pertumbuhan Penduduk Sukabumi.
No. Tahun Jumlah Penduduk
1 2005 2.224.993 Jiwa
2 2006 2.240.901 Jiwa
3 2007 2.258.253 Jiwa
4 2008 2.277.020 Jiwa
Sumber: Data Statistik 2009.
c) Politik, Pemerintah, dan Hukum
Lingkungan politik, pemerintah dan hukum sangat mempengaruhi kegiatan industri dan perdagangan. Adanya kebijakan-kebijakan dan undang-undang yang berlaku akan memperbesar peluang atau dapat juga menjadi
69
hambatan pada suatu usaha. Banyak peraturan dapat membatasi pilihan strategi sejumlah perusahaan, diantaranya kebijakan yang mengubah kondisi ekonomi, undang-undang pajak dan sebagainya yang dapat menimbulkan ancaman bagi masing-masing perusahaan.
Seperti adanya kebijakan pemerintah dalam yang mendukung Go Green tahun 2010 dalam menggunakan pupuk organik sebagai solusi penyelamatan lingkungan pertanian indonesia. Kemudian peraturan Mentri Pertanian Nomor 76/Permentan/O.T.140/12/2007 subsidi anggaran pada pupuk organik yang ditingkatkan oleh pemerintah, serta penurunan subsidi pada pupuk kimia menjadikan usaha pupuk organik semakin terbuka lebar. Sedangkan diberlakukannya Undang-Undang No 22 tahun 1999, tentang otonomi daerah membuka peluang bagi pengembangan agribisnis di seluruh wilayah Indonesia.
d) Teknologi
Perkembangan teknologi dapat memberikan pengaruh besar pada perusahaan seperti menghilangkan hambatan proses produksi, mengurangi biaya produksi, menciptakan siklus produksi yang lebih cepat, pendek dan lebih efisien. Kemajuan teknologi mempu memberikan keunggulan dalam kompetitif yang lebih baik dengan menghasilkan nilai-nilai yang lebih unggul dan bermakna bagi pelaku usaha dan konsumen.
Produksi yang dijalankan secara tradisional memberikan keterbatasan dalam pencapaian target perusahaan. Dengan keterbatasan tersebutlah menuntut adanya perubahan yang besar dalam pemikiran untuk menciptakan teknologi yang mampu mendukung dalam pencapaian target perusahaan. Perkembangan teknologi yang semakin cepat dapat menghapus bisnis yang tidak mampu bertahan. Oleh karena itu manajemen teknologi adalah salah satu pendukung utama pembuat strategi. Perusahaan harus menjalankan strategi yang memanfaatkan peluang teknologi untuk mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan di pasar. PT Agrindo Surya Graha belum dapat optimal memanfaatkan kekuatan teknologi seutuhnya, sehingga proses produksi yang dilakukan masih cukup sederhana dibanding para kompetitor. Hal ini dikarenakan usaha yang dirintis masih cukup sederhana dengan keterbatasan modal yang ada.
70 e) Kompetitif
Sebuah industri atau usaha tidak akan pernah luput dari sebuah persaingan. Hampir semua persaingan yang terjadi sangat ketat dan dapat menyebabkan kebangkrutan pada usaha tersebut. Pengkajian dan pengidentifikasi keungulan dan kelemahan pesaing sangat perlu diperhatikan. Hal ini tidak mudah karena perlu pengkajian yang serius untuk mampu berkompetisi yang baik dan kuat. Ada lima kekuatan persaingan yang menentukan intensitas persaingan dalam industri. Menurut Porter (1980) dari lima kekuatan tersebut yang paling besar sangat menetukan dan menjadi sangat penting dari sudut perumusan strategi. Lima kekuatan tersebut sebagai berikut :
1) Persaingan diantara perusahaan sejenis
Persaingan diantara perusahaan sejenis merupakan bentuk persaingan untuk mendapatkan posisi dengan menggunakan taktik-taktik seperti persaingan harga, perang iklan, introduksi produk, dan meningkatkan pelayanan atau jaminan kepada pelanggan.
PT Agrindo Surya Graha terletak di daerah Jl. PLTP Angkong Kp.Sundaweneng RT.25 RW.11 Sukabumi. Daerah Jawa Barat merupakan daerah pertanian yang cukup produktif. Sebagian besar produsen pupuk organik dan pupuk anorganik berasal dari daerah Jawa Barat. Untuk produsen pabrik pupuk organik yang sebagian tersebar di Jawa Barat seperti daerah Bogor, Sukabumi, Cianjur dan daerah Jawa Barat lainya. Untuk daerah Sukabumi hanya ada beberapa pabrik pupuk organik yang berproduksi namun sebagian besar ada pada daerah Bogor. Akses distribusi dan pemasaran yang cukup baik membuat persaingan pupuk organik cukup ketat antar para pesaing produsen pupuk organik.
2) Ancaman pendatang baru
Pada industri untuk ancaman pendatang baru tergantung pada rintangan yang ada digabung dengan reaksi dari yang sudah diperkirakan oleh para pendatang baru. Untuk industri pupuk organik saat ini ancaman masuknya pendatang baru cukup terbuka lebar. Karena untuk menjalankan usaha ini bahan baku di indonesia berlimapah, mesin yang diperlukan cukup sederhana dan proses produksi tidak terlalu sulit. Sehingga terbuka lebar dan dapat muncul kapan saja. Ini menjadi ancaman bagi perusahaan karena akan dapat merebut peluang pasar
71
yang ada. Namun ada kendala bagi pendatang baru adalah dalam pemasaran cukup sukar karena terkait dengan kebijakan pemerintah dan kerja sama pada perusahaan pupuk organik lainya. Dengan adanya ini perusahaan harus mampu merumuskan strategi untuk bertahan dan mencegah masuknya pendatang baru. 3) Tekanan dari produk pengganti (subtitute product)
Produk pupuk organik sebenarnya berada pada posisi alternatif penganti pupuk anorganik, malaupun tidak secara menyeluruh. Namun pupuk anorganik juga mampu menjadi produk pengganti pada pupuk organik. Semakin menarik alternatif harga yang ditawarkan oleh produk penggantik maka dapat membatasi laba potensial dari industri tersebut. Untuk industri pupuk organik selama harganya masih jauh dibawah pupuk anorganik dan manfaat yang diberikan pupuk organik tidak jauh berbeda dari pupuk anorganik, maka tekanan produk pengganti masih dapat dikendalikan dan potensi pupuk organik perlu dikembangkan terus untuk merumuskan strategi untuk bertahan dalam persaingan bisnis.
4) Kekuatan tawar menawar pembeli/konsumen.
Kekuatan tawar menawar memberikan pengaruh yang cukup besar dalam mempengaruhi intensitas persaingan dalam suatu industri. Konsumen pupuk organik adalah para petani, distributor dan rekanan pabrik usaha pupuk oraganik lainya. Kebutuhan akan pupuk organik yang besar dan kemampuan produksi pupuk organik yang terbatas pada usaha lain, maka timbul jaringan kerja sama yang kuat dalam mensupply kebutuhan pupuk organik di pasar. Hal ini dilakukan guna memperkuat tawar menawar dalam pembelian dan penjualan produk, sehingga diharapkan terjadi keseimbangan.
5) Kekuatan tawar menawar pemasok
Kekuatan tawar menawar pemasok dapat memberikan pengaruh terhadap intensitas persaingan dalam industri, khususnya ketika ada sejumlah besar pemasok tidak menghadapi produk pengganti lain yang dijual kepada perusahaan. Pemasok bahan baku utama PT Agrindo Surya Graha adalah para peternak sapi di kabupaten Sukabumi dan Bogor. Perluasan jaringan pemasok bahan baku merupakan langkah-langkah yang dilakukan perusahaan untuk memperkuat tawar menawar pemasok. Untuk saat ini hubungan yang terjalin dengan pemasok cukup
72
baik dan untuk cara pembayaran dilakukan sesuai kesepakatan bersama dua belah pihak.