Gambar 2.6 Tahapan sistem pembelajaran dan pencapaian kompetensi PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia Unpad
B. Profil Unit Pengelola Program Studi 1 Sejarah Unit Pengelola Program Studi
C.3 Mahasiswa .1 Latar Belakang
C.3.4 Indikator Kinerja Utama .1 Kualitas Input Mahasiswa
Sistem perekrutan dan seleksi PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia sesuai alur dan standar yang telah ditetapkan oleh UNPAD untuk SMUP Sarjana Terapan Jalur Mandiri. Persayaratan calon mahasiswa baru melalui SMUP Sarjana Terapan Jalur Mandiri adalah sebagai berikut:
(1) Warga Negara Indonesia (WNI).
(2) Lulusan SMA/MA/SMK yang lulus paling lama tidak tahun terakhir atau Lulusan Paket C dengan umur maksimal 25 tahun.
Calon mahasiswa baru PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia yang telah mendaftar selanjutnya mengikuti TKB secara daring, yang merupakan uji kognitif dan aptitude. TKB menggunakan sistem penilaian Item Response Theory (IRT), sehingga setiap soal memiliki bobot berbeda-beda tergantung tingkat kesukarannya. Untuk mencegah kecurangan selama TKB secara daring, SMUP menerapkan beberapa strategi berbasis teknologi seperti aplikasi ujian dan Safe Exam Browser. Selain itu, tata tertib yang telah ditetapkan SMUP (https://tinyurl.com/tatib-SMUP) juga membantu meminalisir tindak kecurangan yang mungkin terjadi.
Alur dan standar yang telah ditetapkan UNPAD mampu menjaring calon mahasiswa baru dengan moral, potensi, dan kemampuan yang baik, sehingga dapat menjalankan tugas dan fungsinya PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia.
PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia baru membuka seleksi calon mahasiswa baru pada tahun 2020. Pada pembukaan tahun pertama, PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia menetapkan daya tampung mahasiswa sebanyak 25 kursi. Menariknya, jumlah peminat yang mengikuti proses seleksi sebanyak 256 (Gambar 3.1; Tabel 2.a LKPS) yang berarti keketatan seleksi atau rasio peminat dan daya tampung adalah 1:10.
Gambar 3.1 Seleksi calon mahasiswa baru PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia pada tahun 2020 melalui SMUP Sarjana Terapan Jalur Mandiri.
C.3.4.2 Daya Tarik PS
Meskipun baru dibuka dan baru memiliki satu angkatan, PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia sudah memenuhi prasyarat terendah operasional yang ditetapkan oleh UNPAD. Pada tahun pertama pembukaan seleksi calon mahasiswa baru, sejumlah 256 pendaftar tercatat di sistem SMUP dari kuota 25 kursi (Gambar 3.1; Tabel 2.a). Sebagai PS baru, animo calon mahasiswa memiliki keketatan seleksi yang sangat tinggi (1:10). Pada tahun 2021 ini, dengan jumlah kuota yang sama, PS belum memiliki data jumlah peminat yang mendaftar dan peningkatan animo calon mahasiswa. Untuk menjaga animo calon mahasiswa, PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia sudah melakukan sosialisasi melalui laman SMUP dan acara Ayo Kenal Unpad 2021. Himpunan mahasiswa di PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia pun turut membantu mensosialisasikan PS ini melalui jejaring alumninya masing-masing. Selain itu, dosen di PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia pun telah menghasilkan metode rapid antigen COVID-19 dalam negeri (CePAD), yang banyak diliput oleh berbagai media masa nasional. Liputan oleh media masa nasional ini menjadi publisitas bagi PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia.
PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia mengadopsi kurikulum berbasis sertifikasi kompetensi BNSP yang berlaku di regional ASEAN. Hal ini membuat mahasiswa memiliki kesempatan untuk mendapatkan berbagai sertifikasi kompetensi meskipun belum lulus. Selain itu, mata kuliah di PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia fleksibel mengikuti kebutuhan mitra industri. Dengan demikian, mata kuliah di PS ini sangat fleksibel, menyesuaikan topik yang sesuai dengan mitra industri. Berdasarkan penelusuran di PDDikti, nama PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia merupakan satu-satunya di Indonesia. Namun demikian, terdapat sembilan PS dengan nama yang mirip (https://tinyurl.com/PS-sejenis), empat di antaranya memiliki nama yang nyaris mirip. Keempat PS tersebut memiliki nama ‘Teknologi Kimia Industri’. UPPS memaknai PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia sebagai PS yang mencetak lulusan yang mampu membangun dan mengembangkan teknologi produksi suatu produk yang berkaitan dengan kimia. Selain itu lulusan diharapkan mampu untuk melakukan proses produksi sesuai teknologi yang ada, memahami proses produksi dari hulu ke hilir, membangun bisnis untuk menghasilkan produk sesuai dengan teknologi yang telah dikembangkan (technopreneurship). Lulusan dari PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia dapat berkecimpung sebagai penyelia laboratorium,
Lulusan PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia dapat berperan sebagai staf perusahaan yang menghilirkan hasil divisi reseach and develepment menjadi produk komersial dan wirausahawan di bidang teknologi industri kimia (teknopreneur). Selain itu, lulusan PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia dapat berkecimpung sebagai penyelia laboratorium, staf teknis senior dan personil lain yang setara.
C.3.4.3 Layanan Kemahasiswaan
Universitas Padjadjaran memfasilitasi kebutuhan mahasiswanya melalui penyediaan beberapa layanan kemahasiswaan yaitu pada bidang penalaran, minat, dan bakat, kesejahteraan (bimbingan dan konseling, layanan beasiswa, dan layanan kesehatan), dan bimbingan karir dan kewirausahaan. Dalam rangka menyukseskan layanan ini, maka dilakukan persiapan sumber daya maupun sosialisasi sehingga ketiga layanan tersebut dapat diakses dengan mudah oleh mahasiswa dengan mutu pelayanan yang juga sangat baik. Penjelasan lebih detail mengenai masing - masing layanan kemahasiswaan adalah sebagai berikut:
1. Penalaran, Minat dan Bakat,
UNPAD sangat serius dalam meningkatkan penalaran, minat, dan bakat mahasiswanya. Hal ini diwujudkan melalui keberadaan Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni yang dibantu oleh manajer kemahasiswaan di tingkat fakultas. Organisasi kemahasiswaan tingkat PS, fakultas, dan universitas dan kegiatan kemahasiswaan merupakan tanggung jawab sistem manajemen ini. Selain itu, Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni bertanggung jawab terhadap sarana dan prasarana, anggaran, fisilitas pendukung, target kegiatan kemahasiswaan, dan prestasi. Direktorat ini dan para manajer kemahasiswaan memastikan bahwa setiap program penalaran, minat, dan bakat berorientasi pada pembelajaran, penelitian, program pengabdian kepada masyarakat, dan kegiatan kemahasiswaan terintegrasi. Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni, para manajer tingkat fakultas, dan PS berkomitmen untuk memfasilitasi pendampingan program penalaran mahasiswa, seperti Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional (PIMNas), Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM), Pengembangan Kreativitas Mahasiswa (PKM), Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional (Mawapres), Presentasi Pemikiran Kritis Mahasiswa (PPKM). Bidang minat dan bakat mahasiswa difasilitasi dengan keberadaan unit-unit kegiatan mahasiswa yang sangat didukung oleh universitas.
2. Kesejahteraan (Bimbingan dan Konseling, Layanan Beasiswa, dan Layanan kesehatan).
Bagi mahasiswa bermasalah, Unpad menyelenggarakan layanan melalui tim pelaksana bimbingan dan konseling yang dikelola oleh dosen-dosen di Fakultas Psikologi Unpad. Tim ini juga menyediakan layanan pemeriksaan psikologi untuk mahasiswa yang dianjurkan allih PS, untuk mengukur kemampuan studi mahasiswa, konseling perwalian, dan konseling masalah pribadi. Seringkali permasalahan mahasiswa dipicu oleh faktor non akademik dan tidak dapat diselesaikan secara pribadi, sehingga mahasiswa yang bersangkutan memerlukan konsultasi dengan dosen wali dan dosen konselor. Unpad menyikapi fenomena ini dengan membentuk Balai Pelayanan Inovasi Psikologi (BPIP). BPIP memberikan layanan khusus bagi mahasiswa yang mendapat rekomendasi dari Dekan. Dalam bidang akademik, mahasiswa mendapatkan layanan konsultasi materi kuliah dari dosen terkait di luar jam kuliah. Bagi mahasiswa dengan kemampuan akademik baik, tapi memiliki masalah finansial, Unpad menyediakan beasiswa yang diatur dalam Peraturan Rektor Nomor 27 Tahun 2016. Unpad selalu memonitor dan mengevaluasi penyaluran beasiswa, yang dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan dan Kemahasiswaan, agar sesuai target yaitu:
a. Tepat Sasaran, yang artinya hanya mahasiswa yang memenuhi kriteria yang menerima beasiswa dan dana yang berikan sesuai dengan ketentuan;
b. Tepat Jumlah, yang artiya jumlah dana dan penerima beasiswa sesuai dengan target kuota;
c. Tepat Waktu, yang artinya tahapan seleksi, penetapan, pengesahan dan penyaluran beasiswa mengikuti jadwal perencanaan.
Selain sumber beasiswa internal, Unpad bekerja sama dengan pihak luar untuk menjadi penyandang dana agar beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu terus berlanjut. Di bidang kesehatan, Unpad menyediakan Balai Kesehatan di Jatinangor dan Bandung, Rumah Sakit Gigi dan Mulut di Sekeloa. Berbagai fasilitas kesehatan ini diperuntukan bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang memerlukan.
3. Bimbingan Karir dan Kewirausahaan
Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni juga memfasilitasi bimbingan karir dan kewirausahaan melalui Carrier Development Center (CDC) (http://cdc.unpad.ac.id/). Seminar dan pelatihan kewirausahaan dan penerapaannya diselenggarakan secara berkala dengan mengundang wirausahawan sukses, baik alumni maupun pihak ekternal. Hal ini bertujuan agar menggugah motivasi mahasiswa dan agar mahasiswa memiliki kesempatan, bekal, dan keterampilan untuk belajar wirausaha. Berbagai program dan kegiatan tersebut telah berbuah manis, dengan munculnya mahasiswa yang sukses dalam wirausahas.
Setelah mahasiswa menjadi alumni, Unpad tetap bersungguh-sungguh untuk memastikan karir alumninya. Selepas pelaksanaan wisuda, Unpad secara rutin menggelar berbagai pelatihan yang dibutuhkan dalam proses melamar pekerjaan dan job fair. Unpad pun secara rutin melakukan tracer study untuk memantau karir dan kualitas alumni, serta kepuasan pengguna atau pemangku kepentingan. Layanan bimbingan dan konseling, layanan beasiswa, dan layanan kesehatan bagi layanan mahasiswa yang disediakan Unpad dapat diakses dengan mudah.
C.3.5 Indikator Kinerja Tambahan
Indikator kinerja tambahan di bidang layanan kesejahteraan kemahasiswaan adalah Unit Layanan Terpadu (ULT), asrama mahasiswa, transportasi dalam kampus, bank, buku, laboratorium sentral, gedung olah raga, dan gedung serba guna. Sebagai layanan satu atap, ULT memberikan jalan keluar bagi berbagai permasalahan mahasiswa. Contoh layanannya adalah penyelesaian masalah registrasi akademik, pembuatan kartu mahasiswa, perizinan kegiatan mahasiswa, perwalian susulan, dan perizinan mahasiswa ke luar negeri. Selain itu, ULT memberikan jalan keluar untuk berbagai masalah pihak luar yang beraktivitas di Unpad. Layanan asrama mahasiswa “Bale Wirasa” mengakomodir masalah mahasiswa baru yang diterima dalam mencari pondokan. Prioritas layanan ini adalah mahasiswa bidik misi, mahasiswa yang tidak mampu, serta mahasiswa program khusus pada tahun pertama (Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Farmasi). Jika masih tersedia kamar kosong, Bale Wirasa juga memfasilitasi mahasiswa yang memerlukan tempat tinggal sementara selama melaksanakan kegiatan kemahasiswaan dan mahasiswa reguler.
Unpad bekerja sama dengan banyak pihak dalam penyediaan transportasi gratis dalam kampus. Layanan ini sangat penting karena luasnya wilayah kampus Unpad Jatinangor, sehingga memudahkan mobilisasi di dalam kampus. Unpad pun bekerja sama dengan pihak perbankan untuk membuka cabang dan anjungan tunai mandiri (ATM) di area kampus. Fasilitas ini memudahkan mahasiswa dan sivitas lainnya terkait aktivitas perbankan. Unpad pun menyediakan Bale Pabukon yang mengakomodir kebutuhan buku referensi dan peralatan perkuliahan dengan harga lebih murah. Sementara itu, Mahasiswa yang memerlukan fasilitas
laboratorium penelitian dapat menggunakan layanan Laboratorium Sentral. Laboratorium ini memiliki peralatan terkini dan lengkap. Laboratorium ini pun menerima layanan pengujian bagi pihak luar.
Unpad pun telah membangun berbagai gedung olah raga dan lapangan sepak bola untuk memfasiliasi kebugaran mahasiswanya.Selain itu, Unpad memiliki beberapa gedung dan ruangan serba guna untuk memenuhi kebutuhan seminar ilmiah dan acara kemahasiswaan. Unpad juga memiliki Unpad Training Center (UTC) di Bandung untuk memfasilitasi pelatihan, seminar, rapat yang terpadu dengan penginapan dan restoran. UTC memberikan tarif khusus bagi mahasiswa Unpad dalam pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan.
C.3.6 Evaluasi Capaian Kinerja
Sistem perekrutan calon mahasiswa PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia melalui SMUP Sarjana Terapan Jalur Mandiri telah mampu menjaring mahasiswa baru dengan kualitas baik. Hal ini ditunjukkan dengan IPK rata-rata di atas tiga dan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirauahaan dari PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia berhasil lolos didanai, meskipun seluruhnya terdiri dari mahasiswa tingkat tahun pertama.
Keketatan jumlah peminat dan lulus seleksi di PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia cukup tinggi, 1:10. Akan tetapi, hanya 19 yang mendaftar ulang dari 25 orang yang lulus seleksi, dan 18 tetap berkuliah di PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia. Hal ini memerlukan penyempurnaan dalam sistem seleksi, sosialisasi PS yang lebih intensif, dan memperbanyak studium generale dari praktisi industri bagi mahasiswa baru agar mahasiswa bertahan hingga lulus.
Saat ini PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia baru menerima satu angkatan mahasiswa, sehingga belum menjadi hambatan dalam pelaksanaan proses PBM di PS ini yang hanya memiliki lima DTPS. Akan tetapi, setiap tahun jumlah mahasiswa akan bertambah dan akan menimbulkan masalah keterbatasan jumlah dosen di mata kuliah dan kebutuhan pembimbing tugas akhir mahasiswa yang semakin bertambah. Sebagai antisipasi, Unpad memberikan kuota CPNS atau dosen tetap non PNS untuk PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia. Di samping itu, PS dapat menyiasatinya dengan menambah jumlah mitra industri yang berkenan untuk memberikan pengajaran.
Sebagai PS yang baru dibuka, PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia masih memerlukan pengadaan bengkel kerja atau workshop untuk mendukung PBM program vokasi. Salah satu jalan yang dapat ditempuh adalah bekerja sama dengan mitra industri untuk mendirikan bengkel kerja yang digunakan bersama karyawan mitra industri dan mahasiswa Sarjana Terapan.