• Tidak ada hasil yang ditemukan

Luaran dan Capaian Tri Dharma .1 Indikator Kinerja Utama

Dalam dokumen LAPORAN EVALUASI DIRI (Halaman 133-138)

Gambar 2.6 Tahapan sistem pembelajaran dan pencapaian kompetensi PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia Unpad

Dalam 3 tahun terakhir, pengakuan/Rekognisi atas kepakaran/prestasi/kinerja DTPS berjumlah 22 pengakuan, yang didominasi oleh pengakuan secara internasional, yaitu

E. Kesesuaian metode pembelajaran dengan capaian pembelajaran

C.9 Luaran dan Capaian Tri Dharma .1 Indikator Kinerja Utama

C.9.1.1 Luaran Dharma Pendidikan

1) Capaian Pembelajaran Lulusan Berdasarkan IPK

PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia, untuk saat ini belum memiliki mahasiswa yang lulus, tetapi capaian pembelajaran akan dianalisis terlebih dahulu melalui data lulusan berkenaan dengan aspek-aspek yang meliputi: keserbacukupan dari berbagai kebutuhan, kedalaman terhadap kebutuhan aplikasi, dan kebermanfaatan dari materi kuliah yang relevan.

(a) Keserbacukupan

Keserbacukupan diukur dari capaian pembelajaran setiap mata kuliah yang dapat dibuktikan dengan nilai prestasi mahasiswa (IPK). PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia karena belum memiliki lulusan maka belum dapat mengukur aspek tersebut. Meskipun begitu, hal tersebut perlu menjadi perhatian mengenai berbagai target bagi lulusan PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia, seperti rata-rata IPK kelulusan ≥ 3,25, masa penyelesaian studi perkuliahan 7 semester, persentase kelulusan uji kompetensi 50% sebagai prestasi mahasiswa yang dapat mendukung lulusan dalam meningkatkan kualitas, kelayakan dan daya saing dalam dunia kerja. Capaian pembelajaran juga telah disesuaikan dengan kebutuhan di masa yang akan datang yaitu sesuai dengan SKKNI, serta menerapkan kurikulum berbasis modul sertifikasi kompetansi.

(b) Kedalaman

Kedalaman capaian pembelajaran setiap mata kuliah telah disesuaikan dengan cakupan materi yang harus dipahami mahasiswa. Kedalaman capaian pembelajaran setiap mata kuliah juga telah dianalisis dan disesuaikan dengan bidangnya, serta sesuai dengan kebutuhan dan

aplikasi di masa yang akan datang. Capaian pembelajaran setiap mata kuliah diharapkan akan menghasilkan lulusan PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia yang dapat diterima dengan layak di dunia kerja.

(c) Kebermanfaatan.

Kebermanfaatan lulusan PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia dapat diukur dari kontribusi mahasiswa tersebut terhadap dunia kerja dan dunia industri baik dalam negeri maupun di luar negeri. PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia untuk saat ini kerena belum menghasilkan lulusan, maka kebermanfaatan mata kuliah yang telah dipelajari selama perkuliahan dapat diukur dari beberapa penelitian aplikasi berbasis materi kuliah yang hasilnya akan diarahkan untuk publikasi, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. 2) Capaian Prestasi Mahasiswa

(a) Bidang Akademik

Meskipun PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia belum menghasilkan lulusan karena secara akademik baru menuntaskan perkuliahan selama dua semester, mahasiswa angkatan pertama PS telah mengukir prestasi lolos seleksi pendanaan DIKTI skema Program Kreativitas Mahasiswa Kewiraushaan. Capaian prestasi mahasiswa pada bidang akademik (Tabel 8.b.1 LKPS).

(b) Bidang Non Akademik

PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia selain sudah mencapai prestasi mahasiswa di bidang akademik, prestasi mahasiswa di bidang non akademik juga telah diperoleh, yaitu juara II lomba poster MIPA Spiritual Campus 2020. Capaian prestasi mahasiswa pada bidang non akademik (Tabel 8.b.2 LKPS).

3) Efektivitas dan produktivitas pendidikan: a. Rata-rata masa studi (Tabel 8.c LKPS).

PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia saat ini baru menuntaskan dua semester di tahun pertama program studi berjalan, sehingga belum menghasilkan lulusan.

b. Persentase kelulusan tepat waktu (Tabel 8.c LKPS).

PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia saat ini masih dalam tahap menjalani 2 semester di tahun akademik pertama dan belum dapat menghasilkan lulusan.

c. Persentase keberhasilan studi (Tabel 8.c LKPS).

Aspek ini masih dalam tahap analisis, karena PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia belum menghasilkan lulusan.

C.9.1.1 Luaran Dharma Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Luaran Dharma Penelitian PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia ditunjukkan dengan telah terpublikasi 13 artikel hasil penelitian Dosen Tetap yang berhasil dipublikasikan pada jurnal nasional bereputasi dan 9 artikel pada jurnal internasional bereputasi. Selain pubilkasi artikel di jurnal bereputasi PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia juga memiliki luaran penelitian berupa produk/jasa karya DTPS yang diadopsi oleh industri/masyarakat, yaitu : CePAD (2021) dan Rapid Test 2.0 (2020) yang dapat diakses pada https://tinyurl.com/cepadSarjanaTerapan dan https://tinyurl.com/rapidTest2. Selain itu produk lain yang bisa diadopsi oleh industri yaitu: pembuatan hand sanitizer dan roti antioksidan bebas gluten. Luaran Dharma Penelitian PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia lainnya yaitu HKI-1 (paten, paten sederhana) berupa Algoritma pemrosesan sinyal SPR (surface plasmon resonance) untuk aproksimasi baseline sampel multi-analit pada tahun 2020. Luaran Dharma Penelitian PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia lainnya yaitu

HKI-1 (Hak Cipta, Desain Produk Industri) berupa Produksi Protein Rekombinan dalam Escherichia coli (2019 - Hak Cipta EC00201900285), Protein terapeutik (2020 - Hak Cipta EC00202038184), dan Algoritma pemrosesan sinyal SPR (surface plasmon resonance) untuk aproksimasi baseline sampel multi-analit (2021 - Hak Cipta EC00202121688). Sedangkan luaran lainnya berupa Buku ber-ISBN, book chapter, seperti terlihat pada Tabel 3.b.7)

Gambar 8.4 Jumlah book chapter yang dihasilkan DTPS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia dalam kurun waktu 3 tahun

C.9.2 Indikator Kinerja Tambahan

Indikator kinerja tambahan merupakan indikator luaran serta capaian tridharma lain berdasarkan standar yang ditetapkan oleh UPPS dan program studi untuk melampaui SN-DIKTI. Salah satu indikator kinerja tambahan pada PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia yaitu mahasiswa dapat peka terhadap masalah sosial dilingkungannya, dimana diharapkan mahasiswa dapat mengaplikasikan dan melakukan kagiatan di masyarakat yang terintegrasi dengan penelitian DTPS sebagai pembimbing penelitiannya. Seperti mengaplikasikan Pengembangan produk pangan fungsional - olahan roti dan air susu. C.9.3 Evaluasi Capaian Kinerja

PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia karena sampai saat ini belum mengevaluasi kinerja sepenuhnya karena masih belum memiliki lulusan, sehingga evaluasi secara monitoring dilakukan baru terhadap capaian pembelajaran setiap mata kuliah, capaian terhadap hasil luaran dan prestasi baik pada bidang akademik maupun non akademik selama masa studi berjalan. Saat ini dikarenakan kondisi pandemi yang menjadi penghambat ruang gerak baik dalam penelitian maupun aplikasi kegiatan di masyarakat/industri untuk mengintergrasikan hasil pembelajaran, sehingga mengakibatkan belum maksimalnya capaian kinerja yang ditargetkan.

Tindak lanjut yang akan dilakukan dalam menghadapi faktor penghambat tersebut yaitu: ● Mengatur kembali jadwal penelitian seefektif mungkin dan tepat sasaran meskipun

ruang gerak masih terbatas dan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

● Melakukan inovasi terhadap penelitian dan PkM agar tidak terhambat oleh kondisi pandemi yang sedang berlangsung.

C.9.4 Penjaminan Mutu Luaran

Sistem penjamin mutu luaran dan capaian tridharma PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia, dilakukan dengan siklus PPEPP. Penetapan penjaminan mutu luaran dilaksanakan sesuai dengan Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Pelaksanaan dilakukan oleh Ketua PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia, Dosen dan Mahasiswa sesuai dengan Mata Kuliah, Penelitian dan PkM terhadap pemahaman dan penguasaan keilmuan dari setiap lulusan. Evaluasi mutu dilakukan oleh Ketua Prodi bersama penjaminan mutu di tingkat Fakultas dan Prodi. Selain itu evaluasi mutu dilaksanakan melalui tracer study yang dilakukan secara berkala oleh Prodi untuk memastikan terpenuhinya profil lulusan. Pengendalian dilakukan oleh Manajer Bidang Akademik dan Kemahasiswaan untuk menganalisa standar lulusan dengan luaran. Perbaikan berkelanjutan dilakukan bersama dengan Dekan FMIPA berdasarkan tracer-study dan masukan dari stakeholder.

C.9.5 Kepuasan Pengguna

PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia saat ini belum menghasilkan lulusan, oleh karena itu penilaian terhadap kepuasan pengguna belum bisa dilakukan, akan tetapi, penilaian terhadap kepuasan pengguna lulusan dapat disusun dengan cara membuat kuesioner atau tracer study yang dapat disebarkan baik dalam bentuk surat, aplikasi chating, sosial media, maupun link formulir secara online kepada semua pengguna yang ditargetkan. Pengiriman kuesioner ini dibuat untuk mengidentifikasi kriteria lulusan yang diperlukan oleh pengguna agar program studi ini bisa membentuk dan menghasilkan lulusan yang tepat sasaran. Hasil kuesioner ini akan diolah dan ditindaklanjuti dalam periode tertentu secara konsisten.

C.9.6 Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut ● Pemosisian

PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia saat ini belum menghasilkan lulusan, karena secara akademik baru menuntaskan perkuliahan selama dua semester. Namun demikian partisipasi mahasiswa dalam melakukan kegiataan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan DTPS sebagai pembimbing penelitian masih bisa terlaksanakan meskipun belum optimal dikarenakan kondisi pandemi yang membatasi ruang gerak. Selain itu jumlah dan kualitas publikasi Dosen Tetap cukup banyak.

● Masalah dan Akar Masalah

Masalah yang diperkirakan akan muncul dalam hal lulusan dan luaran tridharma yaitu nilai IPK yang belum bisa memenuhi target penerima lulusan, serta terbatasnya ruang gerak penelitian akibat kondisi panedemi.

● Rencana Perbaikan dan Pengembangan

Tindak lanjut yang akan dilakukan untuk memperbaiki rencana perbaikan dan pengembangan dalam hal ini diantaranya:

1. Meningkatkan kualitas, kemampuan, dan kompetensi dosen serta mahasiswa dalam penulisan ilmiah baik penulisan dalam Bahasa Indonesia maupun dalam Bahasa Inggris

2. Melaksanakan evaluasi kurikulum secara berkala dan rutin serta terus diadakannya peningkatan dan pembaruan kurikulum agar lebih sesuai dengan kebutuhan stakeholder.

diperoleh dari hibah penelitian tingkat nasional maupun internasional,

4. Meningkatkan relasi kerjasama dan memperluas jejaring di dunia kerja/ dunia industri dan pemerintahan agar mahasiswa relatif lebih mudah mendapatkan tempat praktik kerja lapangan, serta dapat menjadi potensi untuk menyerap lulusan.

5. Pengembangan softskill mahasiswa melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), berpartisipasi dalam organisasi didalam kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), himpunan, Kelompok Kegiatan Mahasiswa (KKM).

D. Kriteria Analisis dan Penetapan Program Pengembangan Unit Pengelola Program

Dalam dokumen LAPORAN EVALUASI DIRI (Halaman 133-138)