Gambar 2.6 Tahapan sistem pembelajaran dan pencapaian kompetensi PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia Unpad
Dalam 3 tahun terakhir, pengakuan/Rekognisi atas kepakaran/prestasi/kinerja DTPS berjumlah 22 pengakuan, yang didominasi oleh pengakuan secara internasional, yaitu
C.6 Pendidikan .1 Latar Belakang
Salah satu strategi yang ditempuh agar Indonesia menjadi negara industri yang besar demi tercapainya visi pembangunan industri nasional yaitu melalui peningkatan wawasan teknologi dan kualitas SDM. Ilmu sains (MIPA) berperan sangat penting dan strategis dalam perkembangan perubahan di setiap lini kehidupan. MIPA besar peranannya dalam mengatasi dampak globalisasi di ranah sosial dan budaya, kebijakan, politik, serta ekonomi. Bidang lain pun memerlukan keterlibatan MIPA. Di masa globalisasi ini, kajian multidisiplin dan kerjasama di bidang akademik dan penelitian mutlak diperlukan. Untuk menghadapi integrasi perkembangan produk kimia di ASEAN, industri kimia di Indonesia memerlukan banyak tenaga ahli bersertifikasi kompetensi. Pendirian PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia Unpad merupakan langkah Unpad untuk menyediakan tenaga-tenaga ahli tersebut.
Penyusunan kurikulum di seluruh PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia FMIPA Unpad telah memperhatikan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan ketercapaian visi PS, yaitu: menjadi Prodi yang unggul dalam mencetak Sumber Daya manusia industri dan teknopreneur kimia yang handal, kreatif, dan adaptif di tingkat regional ASEAN pada tahun 2024.
Kurikulum PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia terdiri dari mata kuliah yang sejalan dengan pencapaian VMTS, dan kompetensi lulusan. Kurikulum yang ada serta memberikan memberikan ruang gerak bagi mahasiswa untuk menambah wawasan dan melatih keahlian yang diminatinya. Selain isi perkuliahan, kurikulum di PS Sarjana Terapan Teknologi Ilmu Kimia disusun berdasarkan industry-based education (IBE) dengan mempertimbangkan proses integrasi kegiatan magang, PKM, penelitian dalam pembelajaran. Selain itu, kurikulum juga mempertimbangkan suasana akademik serta daya saing dan posisi PS.
Proses penyusunannya PS Sarjana Terapan Teknologi Ilmu Kimia juga mempertimbangkan empat komponen utama dari sebuah kurikulum yaitu dosen, mahasiswa, pengguna, dan sumber belajar. Untuk mencapai sasaran, maka kurikulum disusun berdasarkan sinkronisasi program RIPIN 2015-2035, program Making Indonesia 4.0, regulasi Peraturan kementrian riset & teknologi dan pendidikan tinggi No. 54 Tahun 2018 yang mengatur tentang penyelenggaraan program diploma, Rencana Strategis Universitas Padjadjaran 2020-2024, berbagai SKKNI yang berkaitan dengan kompetensi bidang kimia, pengalaman pengelolaan pendidikan diploma sebelumnya, pengalaman riset, penguasaan teknologi mutakhir serta kerjasama kemitraan dengan industri.
C.6.2 Kebijakan
Dokumen formal dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan di PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia antara lain kebijakan kurikulum, pembelajaran, dan evaluasi. Dokumen formal pertama adalah SK Rektor No. 654/J06/Kep/KP/2007 yang memuat pengaturan penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Padjadjaran. Selain itu, PS juga menggunakan beberapa kebijakan penjaminan mutu tingkat nasional yakni (1) SPM-PT tahun 2010, (2) UU RI No. 12 tahun 2012 yang berisi tentang Pendidikan Tinggi, (3) Peraturan Pemerintah RI No. 4 tahun 2014 yang mengatur tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.
Kebijakan pembelajaran di FMIPA Unpad terdapat dalam pedoman akademik yang disusun kedalam sebuah buku. Buku pedoman ini tidak hanya berisi sasaran dan tujuan pendidikan saja, tetapi juga terdapat metode, strategi, dan instrumen untuk mengukur efektivitas sistem pembelajaran di berbagai PS di FMIPA. Kurikulum di PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia dirancang dengan KKNI sesuai Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 dan Peraturan kementrian pendidikan dan kebudayaan No 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Selain peraturan dan kebijakan tersebut, kurikulum di PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia juga disusun dengan memperhatikan beberapa kebijakan dan panduan sebagai berikut:
a. Undang-undang No 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi
b. Undang-undang No 20 Tahun 2003 yang mengatur tentang Sistem Pendidikan Nasional c. Peraturan Pemerintah No 4 Tahun 2014 yang memuat tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi
d. Permendikbud No 73 Tahun 2013 tentang PenerapanKKNI Bidang Pendidikan Tinggi e. Permenristekdikti No 50 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permenristekdikti Nomor
44 Tahun 2015 tentang SN-Dikti
f. Permenristekdikti No. 61 Tahun 2016 tentang Pangkalan Data Pendidikan Tinggi
g. Permenristekdikti No. 2 Tahun 2017 tentang Sistem Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi
h. Permendikbud No. 62 Tahun 2016 yang mengatur tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi
i. Peraturan BAN-PT No. 4 Tahun 2017 tentang Kebijakan Penyusunan Instrumen Akreditasi
j. Perpres Nomor 8 Tahun 2012 yang berisi tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia k. Peraturan Rektor Universitas Padjadjaran No. 46 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan
Pendidikan di Universitas Padjadjaran
l. Peraturan Rektor Universitas Padjadjaran No 23 Tahun 2016 yang mengatur Tentang Penulisan Tugas Akhir Pada Jenjang Pendidikan Sarjana dan Sarjana Terapan di Lingkungan Universitas
Padjadjaran
C.6.3 Strategi Pencapaian Standar Standar Akademik
Proses pembelajaran yang dilaksanakan di PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia bertujuan untuk mencapai ketetapan standar pendidikan yang dikeluarkan pemerintah dan FMIPA, Unpad. Strategi pencapaian standar ini dimulai dari penyusunan capaian pembelajaran dan penetapan kurikulum. Penyusunan capaian pembelajaran (learning outcomes) di PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia telah mengacu pada BNSP, SNPT, dan KKNI level 6 (enam), sesuai Perpres No. 8 Tahun 2012 dan Permendikbud No. 49 tahun 2014 tentang SN-Dikti. Penyusunan capaian pembelajaran dibuat terstruktur demi tercapainya VMTS PS.
Penetapan kurikulum didasari oleh beberapa pertimbangan tingkat ketercapaian VMTS PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia, yang khususnya meliputi
1. Membentuk kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri
2. Menghasilkan produk riset yang inovatif, unggul, handal, dan bermanfaat bagi masyarakat.
3. Mewujudkan tata kelola program studi yang berprinsip pada Good Corporate Governance.
4. MenghasilkanSDM produktif dan memiliki daya saing global.
Keunggulan spesifik PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia Unpad adalah kurikulumnya yang unik, disesuaikan dengan kebutuhan mitra industri. Selain itu, PS ini menawarkan kurikulum industry-based education (IBE), yang dipandu sertifikasi kompetensi BNSP (berlaku di seluruh regional ASEAN). PS diarahkan pada dukungan terhadap teknologi tiga industri prioritas diantaranya (1) teknologi ekstraksi, isolasi, purifikasi, formulasi, konversi, biokonversi pangan fungsional pada industri pangan, (2) teknologi produksi produk-produk biologi, teknologi biomedik, dan mikro-nano-bio material pada industri farmasi, kosmetik, dan alat kesehatan, dan (3) teknologi hidrolisis dan biokonversi produk bioetanol pada industri hulu agro. Strategi pencapaian standar pembelajaran PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia diantaranya adalah
a.
Kurikulum Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia Unpad dibangun dari standar-standar kompetensi kerja berdasarkan SKKNI yang berlaku sehingga mahasiswa dapat mengikuti sertifikasi nasional BNSP pada berbagai bidang melalui uji kompetensi di setiap semesternya.b.
Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia Unpad memiliki konsep multi entry-multi exit dengan sistem pendidikan modular sehingga setiap modul memiliki capaian kompetensi tertentu sesuai SKKNIc.
Tenaga pendidik di PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia memiliki kepakaran di bidang teknologi rekayasa genetika dan protein, kimia organik (baik itu sintesis maupun bahan alam), dan bidang kimia lainnya yang berpotensi untuk di hilirisasi.d.
Memiliki hubungan relasi yang baik dengan berbagai mitra industri.e.
Program “Kampus Merdeka” sudah diimplementasi melalui sistem perkuliahan lintas Fakultas.f.
Fasilitasi kegiatan magang telah terlaksana melalui jalinan kerjasama dengan mitra industri.g.
Departemen kimia FMIPA Unpad telah memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan PS berbasis vokasi seperti D3 analisis kimia dan D3 kimia industri yang kemudian bertransformasi menjadi Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia. Hal tersebut didukung dengan pengalaman departemen kimia dalam menyelenggarakan PS S1, S2, S3, yang terakreditasi A.h.
Memiliki SDM yang inovatif dan produktif dalam penelitian hilirisasi produk-produk kimia.i.
Strata pendidik bidang Ilmu Teknologi industri kimia hampir 100% S-3. Integrasi magang, penelitian, dan PKM dalam pembelajaranKurikulum PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia telah didesain agar terintegrasi magang, penelitian, dan PkM dalam pembelajaran. PS bekerjasama dengan banyak industri. Selain itu, karena seluruh DTPS memiliki projek penelitian penelitian dan PkM, maka proses integrasi pelaksanaan magang, penelitian, dan PkM DTPS dapat berjalan dengan baik.
Sarana pembelajaran di PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia telah refresentatif untuk mendukung terlaksananya proses PBM yang baik. Seluruh kelas telah dilengkapi dengan AC, Wifi, projector dan alat penunjang pembelajaran lainnya seperti white board dan alat demo. Laboratorium untuk penelitian juga telah dilengkap dengan peralatan standard dan peralatan maju yang menjamin tercapainya target publikasi mahasiswa. Sarana-sarana pendukung lainnya seperti toilet, mesjid, perpustakaan, ruang baca mahasiswa, ruang kerja mahasiswa telah tersedia sesuai standar yang ditetapkan di lingkungan FMIPA ataupun di Lingkungan PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia.
Ketercapaian setiap standar yang ditentukan telah disusun dan dilaksanakan dengan mekanisme yang telah diatur oleh sistem penjaminan mutu universitas. Selain dari pada itu, FMIPA dan PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia juga telah menetapkan strategi pencapaian standar pembelajaran yang meliputi standar isi pembelajaran, proses pembelajaran, monitoring dan evaluasi pembelajaran.
Isi Pembelajaran (Kurikulum)
Seluruh PS di FMIPA telah menyesuaikan isi kurikulum dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah dan asosiasi profesi masing-masing PS. Strategi yang dilakukan oleh setiap PS untuk meningkatkan mutu kurikulum di antaranya adalah melalui kegiatan lokakarya rutin setiap semester dengan mitra industri dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam lokakarya ini, isi perkuliahan disesuaikan dan diperbaharui agar sesuai dengan perkembangan IPTEK, kebutuhan masyarakat, kebutuhan industri, bangsa serta negara.
Terwujudnya kurikulum pembelajaran dan pembelajaran berstandar nasional dan internasional yang berorientasi student centre learning dan industry-based education (IBE) merupakan sasaran PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia. Standar nasional dipenuhi melalui rumusan capaian pembelajaran KKNI level 6.
Profil lulusan PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia setara KKNI level 6. Lulusan dari program studi ini dapat berperan sebagai staf yang menghilirkan hasil divisi penelitian dan pengembangan di perusahaan menjadi produk, staf pengembangan produk, penyelia laboratorium, staf laboratorium, staf produksi, dan teknopreneur.
C.6.4 Indikator Kinerja Utama
C.6.4.1 Kurikulum PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia
A. Keterlibatan pemangku kepentingan dalam proses penyusunan dan evaluasi