Gambar 2.6 Tahapan sistem pembelajaran dan pencapaian kompetensi PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia Unpad
Dalam 3 tahun terakhir, pengakuan/Rekognisi atas kepakaran/prestasi/kinerja DTPS berjumlah 22 pengakuan, yang didominasi oleh pengakuan secara internasional, yaitu
E. Kesesuaian metode pembelajaran dengan capaian pembelajaran
C.8 Pengabdian kepada Masyarakat .1 Latar Belakang
Salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah adalah hampir 80% penduduk Indonesia tinggal di daerah pedesaan dengan persebaran pembangunan yang kurang merata. Hal tersebut menjadikan pembangunan pedesaan menjadi salah satu fokus pemerintah dengan program Nawacita untuk membangun Indonesia dari pinggiran desa. Sejalan dengan pemerintah, Perguruan Tinggi tentunya harus turut serta mendukung peran pemerintah dengan memberikan kontribusi seperti penerapan sains dan teknologi, masukan terkait
kebijakan, maupun rekayasa sosial berbasis penelitian. Hilirisasi produk hasil penelitian perguruan tinggi dari multi disiplin juga diharapkan mampu memberikan peningkatan kualitas dan kuantitas pembangunan desa di berbagai bidang seperti sosial, ekonomi, hukum, kesehatan, budaya, pendidikan, pertanian, ketahanan pangan, maritim, energi baru dan terbarukan tanpa menghilangkan keunikan yang dimiliki desa tersebut. Kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penarapan keilmuan di masyarakat yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi adalah sebagai bentuk dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)
Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) merupakan salah satu pilar dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, disamping dharma pendidikan dan dharma penelitian. Pelaksanaan kegiatan PkM harus dapat bersifat umum, yaitu dapat diterapkan dan dilaksanakan dalam berbagai ruang dan masyarakat, dapat dilaksanakan secara mandiri atau kerja sama dengan berbagai pihak terkait, serta dapat dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa. Dharma PkM merupakan bentuk dari penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dikembangkan di Perguruan Tinggi khususnya hasil dari penelitian untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Prinsip pelaksanaan kegiatan PkM yang dilakukan oleh Unpad adalah harus konkrit dan memberikan maaf secara langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini bersifat nonprofit yang dapat bersumber dari individu, kelompok bidang keahlian ataupun inisiatif dari Perguruan Tinggi sendiri. Kebijakan Unpad menerapkan perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan PkM menjadi terintegrasi dengan hibah penelitian, sehingga kegiatan PkM dapat sesuai dengan bidang keilmuan Program Studi. Adanya kegiatan ini diharapkan memberi masukan atau munculnya ide yang selanjutnya dapat dikembangkan dengan basis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab permasalahan di masyarakat secara nyata.
Kegiatan PkM yang diselenggarakan oleh PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia Departemen Kimia Unpad bertujuan sebagai wadah penerapan keilmuan dan hasil penelitian dosen dalam bidang Kimia untuk masyarakat sehingga dapat langsung memberikan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat. Kegiatan PkM ini rutin dilaksanakan sebagai penerapan dari penelitian yang sudah dilakukan, baik penelitian kompetitif maupun individu. Implementasi PkM dapat berupa problem solving yang komprehensif, bermakna, tuntas, dan berkelanjutan (sustainable) dengan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG), pelatihan dan pengembangan Usaha Kelompok Masyarakat (UKM) baik skala kecil maupun menengah, maupun rekayasa sosial dan budaya berbasis penelitian.
PkM ini diperuntukkan bagi seluruh dosen di lingkungan PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia Unpad. Selain untuk menerapkan hasil penelitian di masyarakat, PkM merupakan sarana untuk menggali permasalahan langsung di masyarakat untuk dicarikan solusinya sehingga kegiatan-kegiatan riset yang diusulkan oleh dosen PS Sarjana Terapan Teknik Industri Kimia melalui program riset seperti HIU, PUPT, atau Hibah Kompetitif Nasional berbasis pada persoalan nyata di masyarakat. Dengan skema ini kegiatan penelitian dan PkM dapat langsung menjadi solusi dari masalah yang ada di masyarakat.
C.8.2 Kebijakan
Penetapan Kebijakan Unpad terkait PkM tertuang dalam Renstra Unpad yang memuat landasan pengembangan, peta jalan PkM, sumber daya (termasuk alokasi dana PkM internal), sasaran program strategis dan indikator kinerja, serta berorientasi pada daya saing internasional beserta pedoman PkM yang berlandaskan pada Peraturan Rektor Unpad Nomor 2 tahun 2017 tentang PkM Unpad Mono, Multi tahun dan OKK tahun 2017.
Sinergisitas antara penelitian dengan PkM menjadi salah satu kunci dari kebijakan Unpad. Adanya dana internal Unpad sebagai bentuk dukungan penelitian dan PkM diharapkan
mampu memberikan output penelitian yang dapat diimplementasikan langsung kepada masyarakat. Sinergi ini menjadikan Unpad khususnya PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia dapat memberikan pengabdian yang bermutu terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar kampus Jatinangor baik dari sisi ekonomi maupun keterampilannya. Dalam mencapai tujuan dan sasaran Renstra PkM yang maksimal maka disusun kebijakan sebagai berikut :
a. Peningkatan kinerja dan kemampuan Lembaga DRPM Unpad dalam mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
b. Peningkatan sumber daya dan kesadaran budaya pengabdian kepada masyarakat oleh Dosen PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia Departemen Kimia
c. Pembentukan dan pengembangan hubungan relasi kelembagaan yang baik oleh peneliti dilingkup regional maupun nasional.
Berdasarkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang disusun adalah penguatan sistem kelembagaan dan tata kelola, penguatan sumber daya, penataan relasi, dan peningkatan pengabdian kepada masyarakat atas dasar pemberdayaan potensi untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat.
Selain kebijakan dan strategi, sistem yang harus diperhatikan saat implementasi Renstra PkM yaitu:
a. Input, yang meliputi sarana prasarana, fasilitas pendukung dan SDM
b. Proses, yang dimulai dari pengajuan proposal penelitian dan pengabdian, pelaksanaan kegiatan pengabdian, monitoring dan evaluasi.
c. Output, dapat berupa publikasi atau produk pengabdian dan outcome seperti peningkatan keterampilan masyarakat.
C.8.3 Strategi Pencapaian Standar
UPPS menyusun strategi pencapaian standar penerapan PkM terintegrasi melalui hibah penelitian dari universitas. Strategi ini mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan kegiatan PkM agar mencapai target yang telah ditentukan. Strategi tersebut terdiri dari sosialisasi standar PkM kepada pihak yang terlibat, pelaksanaan dan pemantauan kegiatan PkM dengan penuh tanggung jawab, evaluasi dan perbaikan kegiatan PkM sesuai standar yang ada. Selain itu pemerataan kegiatan PkM dilakukan dengan mewajibkan dosen yang mendapat dana hibah melibatkan dosen lainnya di UPPS sehingga setiap dosen memiliki kegiatan PkM minimal satu tiap semesternya. Keterlibatan Mahasiswa pun sebagai agent of change diikutsertakan agar mampu bersosialisasi dan berkontribusi secara nyata. UPPS membagi porsi dan tugas pada dosen dan mahasiswa sebagai sumber daya dalam pelaksanaan kegiatan PkM. Adapun mekanisme kontrol pencapaian standar PkM dilakukan dengan kewajiban publikasi manuskrip, seperti pada Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Unpad, yaitu Jurnal Dharmakarya.
C.8.4 Indikator Kinerja Utama
Rancang utama kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh dosen Fakultas MIPA dan PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia adalah PkM yang terintregrasi dengan penelitian baik penelitian yang didanai oleh internal Unpad maupun eksternal Unpad. Fakultas MIPA bersama dengan Departemen dan PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia selalu menyiasati agar setiap dosen minimal memiliki satu kegiatan PkM disetiap semesternya agar dosen dapat menerapkan Tridharma Perguruan Tinggi secara utuh. Keterlibatan mahasiswa juga diikutsertakan sebagai pembelajaran agar seluruh elemen sivitas akademika dapat bekerjasama dan berkontribusi untuk masyarakat sehingga mencapai tujuan yang diinginkan.
C.8.4.1 Relevansi PkM
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan dosen dan mahasiswa di Fakultas MIPA dan PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia memiliki relevansi yang mencakup unsur-unsur sebagai berikut;
(1) Memiliki peta jalan yang memayungi tema PkM dosen dan mahasiswa serta hilirisasi/penerapan keilmuan Program Studi Sarjana Terapan Teknik Industri Kimia
Pelaksanaan kegiatan PkM PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia tentunya sejalan dengan peta jalan yang telah dikembangkan oleh Fakultas MIPA dengan menerapkan 4 prinsip pelaksanaan PkM Unpad. Keempat prinsip itu adalah (1) Kemaslahatan; (2) Pengembangan Masyarakat; (3) Berpikir; dan (4) Pembangunan Berkelanjutan. Peta jalan PkM dan tahapan pencapaian dari PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia Departemen Kimia Fakultas MIPA dapat dilihat pada Gambar C.8.1
Gambar C. 8.1. Peta Jalan kegiatan PkM.
Kegiatan PkM di lingkungan PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia didesain berada dalam peta jalur PkM Unpad dan Fakultas MIPA agar prinsip dan roadmap yang telah ditentukan dapat tercapai. Mengadopsi peta jalan yang sudah disusun Unpad dan FMIPA, PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia pada rentang tahun 2020-2025 menerapkan skema kegiatan PkM dengan menitikberatkan pengembangan masyarakat atau ‘active citizen’. Melalui kegiatan rutin berupa penyuluhan dan pemberdayaan, terjalin hubungan komunikasi yang baik antara PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia dengan masyarakat. Melalui skema ini adanya keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam transfer ilmu pada masyarakat diharapkan dapat memberikan respon balik dan tanggapan dari masyarakat untuk memajukan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
(2) Dosen dan mahasiswa melaksanakan PkM sesuai dengan peta jalan PkM
Rancang Kegiatan PkM yang terintegrasi dengan kegiatan penelitian dosen tentunya akan melibatkan banyak sumber daya salah satunya mahasiswa agar mencapai tujuan yang diinginkan. Skema ini membuat banyak dosen dan mahasiswa dapat ikut terlibat seperti
kegiatan riset HIU dengan PkM dosen dan KKN Mahasiswa (PkM-KKNM) yang didanai oleh Unpad ataupun kegiatan magang mahasiswa dalam penelitian dosen. Hal ini membuat kegiatan PkM dapat dipastikan sudah sejalan dengan peta jalan PkM yang telah ditetapkan Unpad dan Fakultas MIPA.
Selain kegiatan PkM yang didanai Unpad, Fakultas MIPA juga memfasilitasi kegiatan PkM yang bersifat kerjasama atau kolaborasi dengan instansi atau lembaga Pendidikan. PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia menjalin beberapa kerjasama seperti dengan Lembaga desa di sekitar wilayah Unpad dengan memberikan pelatihan dan materi yang berkaitan dengan keilmuan Kimia yang dapat diterapkan oleh masyarakat.
(3) Melakukan evaluasi kesesuaian PkM dosen dan mahasiswa dengan peta jalan Evaluasi kegiatan PkM dosen dan mahasiswa di Fakultas MIPA dan Unpad dilakukan secara berkala setiap akhir semester dan akhir tahun untuk evaluasi anggaran. Evaluasi dilakukan dengan instrument yang jelas agar PkM selalu dalam jalur peta jalan yang ditetapkan Fakultas MIPA ataupun Unpad. Setiap akhir kegiatan PkM, dosen diwajibkan untuk menyusun laporan hasil PkM dan mempublikasikannya di jurnal PkM atau jurnal nasional. (4) Menggunakan hasil evaluasi untuk perbaikan relevansi PkM dan pengembangan keilmuan PS.
Evaluasi adalah proses penilaian dan analisa suatu objek/kegiatan untuk perbaikan kualitas kedepannya. Setiap kegiatan PkM PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia wajib dilaporkan dalam laporan kegiatan dan untuk selanjutnya dievaluasi. Hasil evaluasi ini tentunya sangat berguna untuk memperbaiki banyak aspek dalam kegiatan PkM. Dari sisi sumber daya, baik dosen ataupun mahasiswa dapat merasakan kegiatan penerapan ilmu yang lebih nyata. Saran dan kesan dari mayarakat dapat digunakan untuk memacu meningkatkan kompetensi dan penyesuaian penyampaian agar lebih berguna di masyarakat. Dari sisi keilmuan, PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia dapat lebih mengetahui permasalahan yang lebih real di masyarakat sehingga dosen maupun mahasiswa dapat mengembangkan keilmuan yang lebih aplikatif yang lebih mudah diterima oleh masyarakat. Hal ini menjadi salah satu cara untuk mengembangkan keilmuan di Prodi Sarjana Terapan Teknik Industri Kimia karena dapat menjadi topik menarik untuk dibahas dan dapat digunakan sebagai penelitian mahasiswa. Hasil evaluasi dan solusi perbaikan ini tentunya akan dilaksanakan dalam kegiatan selanjutnya, sehingga kegiatan penelitian/PkM akan selalu relevan dan berada dalam peta jalur yang aman
C.8.4.2 PkM Dosen
Kegiatan PkM yang dilaksanakan oleh Departemen Kimia dan PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia adalah kegiatan yang sesuai keilmuan dan keahlian dari DTPS. Selama 3 tahun terakhir jumlah PkM yang dilaksanakan oleh dosen PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia selalu mengalami peningkatan yaitu 7 kegiatan pada tahun 2019/2020 menjadi 43 kegiatan pada tahun 2020/2021 dengan sumber pendanaan bervariasi yaitu mandiri dan internal Unpad, dari dalam negeri luar Perguruan Tinggi dan dari luar negeri/Internasional seperti yang diperlihatkan pada Gambar Tabel 8.1 (Tabel 3.b.3 LKPS).
Salah satu kegiatan penelitian dan PkM kerjasama yang dilakukan dengan pendanaan lembaga luar negeri adalah Ghana Project pada tahun 2018/2019 (TS-2). Melalui Riung Karsa sebagai wadah diskusi antara akademik dengan masyarakat yang disampaikan oleh ketua PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia, Muhammad Yusuf, Ph.D. Pada Riung Karsa ini disampaikan pada masyarakat bahwa masih banyak sumber daya laut yang sedang diteliti dan memiliki banyak manfaat seperti mikroalgae dari genus Haslea yang banyak ditemukan
dalam perairan salah satunya Indonesia yang ternyata berpotensi diaplikasikan untuk kosmetik, industri makanan maupun kesehatan.
Kegiatan PkM lain yang rutin dilakukan adalah kegiatan penyuluhan kepada siswa SMA dan guru pendamping, salah satunya pada sekolah MA Plus Darul Hufadz di daerah Cipacing, Sumedang tentang penyuluhan Pentingnya Mengenal Dunia Virus Corona: Struktur, Infeksi, Diagnosis, Dan Upaya Pencegahannya. Penyuluhan ini merupakan sebagai bentuk langkah kecil dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait isu wabah virus COVID-19 yang sedang berkembang.
Penilaian jumlah seluruh kegiatan PkM DTPS di PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia dalam 3 tahun terakhir dihitung dengan membagi jumlah PkM dosen yang melibatkan mahasiswa dengan jumlah PkM DTPS selama 3 tahun terakhir. Dari perhitungan terdebut didapatkan rata-rata jumlah kegiatan PkM setiap DTPS pertahun adalah (PPkMDM) = (3/43) x 100% = 2.56. Nilai ini memang belum maksimal dikarenakan mahasiswa PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia baru menerima angkatan pertama pada tahun 2020/2021. Kedepannya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan PkM akan ditingkatkan lagi seiring dengan jumlah mahasiswa yang akan bertambah setiap tahunnya. Selain itu terkait keterbilatan mahasiswa, pembiayaan kegiatan PkM yang dilakukan oleh PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia juga telah memenuhi peraturan yang berlaku yaitu diharuskan memiliki minimal 1 sumber pembiayaan untuk kegiatan PkM setiap tahunnya.
Gambar 8.2. Jumlah dan sumber pendanaan PkM DTPS (LKPS Tabel 3.b.3) C.8.5 Indikator Kinerja Tambahan
PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia Departemen Kimia di bawah FMIPA berkomitmen untuk selalu memberikan kebermanfaatan untuk warga sekitar kampus Jatinangor dalam berbagai bidang khususnya seperti penguasaan teknologi, bahan pangan maupun kesehatan. Indikator Kinerja Tambahan kegiatan PkM dapat dinilai seperti dari kerjasama Prodi dengan beberapa sekolah di sekitar kampus Jatinangor untuk membantu para siswa meningkatkan keterampilan penggunaan laboratorium yang rutin dilaksanakan setiap semester, kerjasama dengan perangkat desa dalam pelatihan pembuatan pangan fungsional maupun penyuluhan masyarakat tentang kesehatan dan pembuatan buku ber-ISSN sehingga dapat mudah diakses oleh masyarakat.
C.8.6 Evaluasi Capaian Standar
Evaluasi capaian standar kinerja dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kualitas dari kegiatan PkM yang akan dilaksanakan. Hasilnya dapat disimpulkan terdapat keberhasilan atas ketercapaian indikator dilihat dari tren peningkatan jumlah dosen yang terlibat maupun jumlah judul PkM yang bertambah tiap tahunnya. Hal ini menjadikan semua dosen di PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia sudah terlibat dan memiliki kegiatan PkM setiap semesternya. Keberhasilan lainnya juga dapat dilihat dari produk hasil penelitian dari para dosen PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimi yang digunakan oleh masyarakat seperti CEPAD (alat deteksi COVID-19), modul pelatihan, maupun buku ber-ISSN yang beredar di masyarakat.
Ketercapaian indikator lainnya dapat dilihat dari hasil output kegiatan PkM. Semua dosen di PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia telah memiliki output PkM seperti artikel, modul pelatihan maupun produk yang digunakan oleh masyarakat untuk meningkatkan keahlian dan pengetahuan. Semua keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari beberapa aspek pendukung seperti:
a. Kebijakan integrasi kegiatan penelitian hibah internal Unpad dengan PkM
b. Peningkatan kesadaran dosen untuk melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi secara utuh
c. Kebijakan dan program kerja PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia yang mewajibkan melaksanakan tema kegiatan PkM yang menghasilkan output sesuai peta jalan penelitian/PkM MIPA dan PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia.
d. Kerjasama dengan berbagai instansi dalam pelaksanaan PkM.
e. Dana Hibah Internal Unpad dari Universitas yang memudahkan semua dosen turut serta dalam kegiatan PkM yang menghasilkan output dan outcome yang berguna bagi masyarakat.
Selain keberhasilan yang telah dicapai, tentunya terdapat juga faktor penghambat yang menjadi akar permasalahan untuk memaksimalkan target PkM yang belum tercapai, diantaranya:
a. Motivasi dan kesadaran dosen untuk mengikuti hibah PkM dari Lembaga di luar Perguruan Tinggi karena keperluan PkM nya telah terpenuhi dari HIU.
b. Jangkauan PkM yang perlu diperbanyak dan diperluas, tidak hanya di wilayah lokal namun juga nasional.
c. Kesadaran dosen untuk menetapan hasil PkM dalam bentuk paten maupun hak cipta masih rendah.
d. Kerjasama dan Kolaborasi PkM dengan Lembaga luar Perguruan Tinggi pelu ditingkatkan guna memberikan kontribusi keilmuan kimia dan eksistensi Prodi di masyarakat.
Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan, beberapa tindak lanjut yang sedang dilakukan Prodi maupun Fakultas MIPA adalah:
a. Menargetkan dosen yang sudah memiliki banyak pengalaman dan rekam jejak yang baik untuk mengikuti kompetisi hibah dari luar Unpad baik dalam negeri (misalnya DIKTI) maupun luar negeri dalam kegiatan PkM
b. Menargetkan dosen untuk menghasilkan maupun yang telah memiliki ouput PkM untuk didaftaran paten dan hak cipta agar dapat dilindungi dan diakui.
c. Memperluas relasi dan kerjasama dengan berbagai instansi/industri dengan bantuan relasi alumni atau dosen yang sedang melanjutkan kuliah di luar negeri dari Departemen Kimia terkait PkM kolaborasi maupun pemanfaatan ilmu Kimia.
C.8.7 Penjaminan Mutu Proses Pengabdian kepada Masyarakat
Penjaminan mutu proses PkM di lingkungan FMIPA dan PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia juga dilakukan sesuai dengan siklus PPEPP, peta jalan PkM dan capaian pembelajaran PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia. Penetapan mutu PkM dilaksanakan dengan menyusun peta jalan PkM sejalan dengan penelitian dosen di PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia sesuai dengan bidang keahlian. Pelaksanaan mutu PkM dilaksanakan oleh Dosen dan Mahasiswa PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia sesuai dengan peta jalan penelitian PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia. Evaluasi mutu penelitian dilakukan oleh Ketua Prodi bersama penjaminan mutu di tingkat Fakultas dan Prodi berdasarkan laporan akhir yang dilakukan oleh Dosen pada laman https://staffs.unpad.ac.id. Pengendalian mutu penelitian dilakukan oleh Manajer Bidang Riset, PKM, Inovasi dan Kerjasama terhadap kesesuaian capaian PkM. Perbaikan berkelanjutan dilakukan bersama oleh Dekan FMIPA sehingga capaian penelitian dan pembelajaran tercapai.
C.8.8 Kepuasan Pengguna
Kepuasan penelitian untuk penelitian dan PkM berdasarkan hasil kuosioner 5 indikator. Kuosioner tersebut melihat sejauh mana Kebijakan Unpad di bidang penelitian dan PkM. Hasil kuosinoner memperlihatkan bahwa 55% dosen menyatakan sangat puas terhadapa kebijakan Unpad dalam pemberian Hibah Internal Unpad. Terutama dalam hal anggaran beserta fasilitas yang diberikan kepada dosen dalam hal pengabdian.
Gambar 8.3 Kepuasan Pengguna Bidang Penelitian dan PkM C.8.9 Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindaklanjut
PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia merupakan program studi vokasi dari Departemen Kimia Fakultas MIPA yang baru menerima mahasiswa di tahun 2020 meski telah secara resmi dibuka tahun 2019. Belum adanya lulusan membuat PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia masih harus terus meningkatkan kompetensi diri dan kepercayaan masyarakat Masalah lainnya adalah masih sedikitnya kegiatan PkM baik itu dalam bentuk pengabdian pada masyarakat ataupun kerjasama dan kesadaran dosen terkait penetapan Hak Cipta dan Paten membuat banyak sehingga masih banyak ‘PR’ yang menjadi fokus PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia.
Kebijakan Unpad terkait intergasi kegiatan penelitian dosen dengan PkM merupakan salah satu solusi sehingga jumlah PkM tentunya akan terus bertambah dimasa yang akan datang seiring dengan penambahan jumlah penelitian. Hal ini tentu saja tidak secara angka saja namun juga relevansinya dengan Bidang Kajian Prodi.
Selama dua tahun berdiri, PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia terus berkomitmen untuk mempersiapkan ‘segalanya’ dengan matang. Hal ini dapat dilihat salah satunya pada dharma Pengabdian kepada Masyarakat. Berdasarkan ketercapaian kinerja dapat disimpulkan terjadi peningkatan pada judul PkM dan jumlah keterlibatan dosen dalam kegiatan PkM baik yang bersifat hibah ataupun kerjasama. Keberhasilan ini ditunjukkan oleh jumlah judul PkM yang didalamnya tertera nama-nama dosen dari PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia.
Sebagai bentuk tindak lanjut terhadap perbaikan kegiatan PkM adalah pelaksanaan hasil evaluasi yang selalu memperhatikan relevansi peta jalan dengan keilmuan program studi dan permasalahan yang ada di masyarakat. Dalam rangka mendukung pelaksanaannya PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia memotivasi para dosen untuk banyak mengikuti hibah kompetitif eksternal salah satunya dikti dan mendaftarkan hak cipta atau paten agar dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Selain itu, PS Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia juga memperbanyak relasi kerjasama dengan instansi lain dalam pemanfaatan ilmu Kimia. Saat ini salah satu contoh yang sedang dijalin adalah kerjasama dengan pihak eksternal seperti ITB dan perusahaan dalam penanggulan wabah COVID-19. Kerjasama ini terkait mengembangkan alat “CEPAD” yang dapat digunakan untuk diagnosis cepat COVID-19. Hal ini tentunya menjadi bentuk langkah nyata dalam berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat.
C.9 Luaran dan Capaian Tri Dharma