• Tidak ada hasil yang ditemukan

JARAK AMAN

Dalam dokumen Panduan K3LL Rev.3_2008 (Halaman 48-52)

II OPERASI BBM

2. Gudang Lindungan Lingkungan (LL)

2.2.4. JARAK AMAN

Dalam menentukan jarak aman harus diperhatikan kemungkinan terjadinya kebakaran sehingga transmisi panas atau radiasi panas yang memancar pada saat kebakaran tidak akan membahayakan. Penentuan jarak aman antar peralatan harus juga direncanakan kemudahan keluar/masuk kendaraan/manusia ke lokasi untuk maksud penanggulangan kebakaran dan melakukan inspeksi.

2.2.4.1. Tangki

Tangki dengan diameter 10 meter atau kurang, dapat dianggap sebagai satu buah tangki dan jarak keselamatan antara tangki hendaknya ditentukan oleh klasifikasi isi produk dari tangki-tangki yang berdekatan, dimana setiap kelompok tidak boleh mempunyai kapasitas melebihi 8000 M3 (8000 ton air).

1. Jarak aman tangki vertikal yang berkonstruksi atap tetap untuk minyak kelas I, II dan III di instalasi.

a. Jarak antara tangki-tangki dalam satu kelompok dengan atap tetap yang konvensional dengan diameter 10 meter atau kurang harus ditentukan menurut keperluan konstruksi dan operational.

b. Jarak antara kelompok tangki dengan diameter tangki 10 meter atau kurang adalah 15 meter.

c. Jarak antara tangki-tangki yang berdiameter 10 meter atau lebih adalah setengah diameter tangki yang terbesar atau sama dengan diameter tangki yang terkecil, atau 15 meter tetapi tidak boleh kurang dari 10 meter.

d. Jarak antara tangki dengan titik pengisian, bangsal pengisian dan gedung adalah 15 meter.

e. Jarak antara tangki dengan pagar batas instalasi, daerah aman dan sumber api tetap adalah minimal 15 meter.

2. Jarak aman tangki vertikal yang berkonstruksi atap terapung untuk minyak kelas I dan II di instalasi.

a. Jarak antara 2 tangki yang berdiameter sampai 45 meter adalah 10 meter. b. Jarak antara 2 tangki yang berdiameter lebih dari 45 meter adalah 15 meter.

3. Jarak aman tangki timbun diatas tanah untuk minyak kelas I, II dan III di depot.

a. Jarak antara tangki dengan diameter 10 meter atau kurang dengan tinggi 14 meter atau kurang hendaknya ditentukan menurut keperluan konstruksi dan operational.

b. Jarak antara tangki dengan diameter lebih dari 10 meter dan tinggi lebih darl 14 meter adalah setengah diameter dari tangki yang terbesar atau sama dengan diameter tangki terkecil atau 15 meter tetapi tidak boleh kurang dari 10 meter.

c. Jarak antara tangki dengan titik pengisian, bangsal pengisian atau bangunan adalah 15 meter, tetapi dengan persetujuan penguasa untuk jenis tangki silinder vertikal atau horizontal yang kecil jarak dapat dikurangi, tetapi tidak kurang dari 6 meter.

d. Jarak antara tangki dengan pagar batas depot, daerah aman atau sumber api tetap adalah 15 meter, tetapi dengan persetujuan penguasa untuk jenis tangki silinder vertikal atau horizontal yang kecil jarak dapat dapat dikurangi, tetapi tidak kurang dari 6 meter.

4. Jarak aman tangki yang berkonstruksi horizontal

a. Jarak antara tangki adalah setengah diameter tangki yang paling besar atau 6 meter atau jarak yang terpendek.

b. Jarak antar tangki adalah sama dengan diameter tangki atau 9 meter atau jarak jang terpendek.

5. Jarak aman tangki yang konstruksinya dipendam, atau setengah pendam.

Untuk tangki dengan konstruksi pendam, setengah pendam atau urugan, maka jarak antar tangki, jarak antar tangki dengan pagar batas dan jarak dengan bangunan hendaknya hanya ditentukan oleh keperluan konstruksi dan operational bagi tangki-tangki timbun BBM kelas "II" penentuan jarak aman untuk tujuan keselamatan perlu dipertimbangkan oleh keperluan konstruksi dan mempertimbangkan adanya realokasi isi produk tangki kelas "I" karena kebutuhan segi operational. Oleh karena itu dianjurkan dalam penentuan jarak aman tangki timbun BBM kelas "II" memakai acuan penentuan jarak aman tangki timbun BBM kelas "I".

2.2.4.2. Bangunan

Yang dimaksud dengan bangunan-bangunan disini adalah bangunan-bangunan kerja diantaranya gudang, lapangan drum, bangsal pengisian minyak, tempat penyerahan minyak, dan rumah pompa.

1. Tempat penimbunan, bangsal pengisian atau rumah pompa yang melayani bahan bakar minyak kelas I harus berada sekurang-kurangnya 15 meter dari pagar batas yang dibangun dengan konstruksi type terbuka misalnya pagar kawat harmonica.

Untuk bangunan yang menggunakan tembok yang rapat dan pagar yang berada di sebelah belakang (tidak ada jendela, ventilasi) dan yang terbuka hanya satu sisi bagian depan maka jarak tersebut diatas dapat dikurangi menjadi 10 meter. Apabila pagar telah diganti dengan dinding-dinding padat, jarak ini dapat dikurangi, tetapi tidak boleh kurang darl 6 meter.

Untuk bahan bakar minyak unclassified tidak diperlukan batas-batas mengenai jarak aman.

2. Jarak antara lokasi tempat penimbunan kemasan I wadah container produk minyak atau bangsal pengsian dengan tangki-tangki penimbun yang menyimpan produk minyak kelas 'I' tidak boleh kurang dari 15 meter.

3. Tempat penimbunan kemasan/wadah bangsal pengisian, dan rumah pompa yang dipergunakan untuk bahan bakar minyak kelas "I" harus berada pada jarak minimum 15 meter darl setiap bangunan dimana dilaksanakan pekerjaan, yang memerlukan panas atau api terbuka, umpamanya bangsal/bengkel pemeliharaan, pabrik drum, tempat/ruang menyolder.

Dalam hal bahan bakar minyak kelas "II", maka jarak tersebut dapat dikurangi sampai mencapai 6 meter dan dalam keadaan bahan bakar minyak kelas "III" maka tidak terdapat batas jarak aman.

4. Kemasan/wadah yang diangkut dalam bentuk drum atau bentuk lainnya yang dapat ditimbun diudara terbuka. Kemasan atau wadah untuk jarak antara yang telah dikemukakan diatas, harus disusun menurut pengelompokan produk kelasnya.

"Jarak antara" menurut kelasnya harus dibuat gang dan diatur sedemikian rupa agar dapat dengan mudah diambil/diangkut serta memudahkan didalam usaha penanggulangan kebakaran.

Bangunan-bangunan yang pada hakekatnya tidak merupakan sumber bahaya kebakaran bahan bakar minyak, atau dapat mempergunakan api terbuka atau bahaya kebakaran lainnya, harus ditempatkan didaerah aman, jauh dari tempat dimana produk-produk ditimbun dan dikerjakan diluar kemungkinan garis jalur jalan uap.

5. Rumah pembangkit uap (Boiler Houses), pembangkit tenaga (Power Plant), rumah pompa pemadam kebakaran (Fire Pump Houses).

Bangunan ini harus ditempatkan di daerah aman dan ditempat-tempat dimana peralatan tersebut dapat dipergunakan dengan aman jika terjadi suatu kebakaran. Khusus untuk pembangkit tenaga sebaiknya ditempatkan jauh dari bang unan-bangunan kerja terutama kantor.

Dinding-dinding dari setiap bangunan apapun, terkecuali bagi bangunan-bangunan yang telah diperinci dari jarakjarak keselamatannya dalam ketentuan bangunan kerja dapat merupakan bagian dari batas suatu instalasi atau Depot.

2.2.4.3. Perpipaan

1. Pipa yang dipasang diatas tanah harus dilengkapi dengan penyangga beton atau besi dengan jarak maksimum 3 meter.

2. Pipa yang dipasang didalam tanah harus dilengkapi dengan sarana anti korosi dan ditanam sedemikian rupa dengan kedalaman minimal 1 meter dari permukaan tanah.

3. Pipa yang dipasang didalam air harus dilengkapi pemberat atau "concrete block" jarak antara pemberat satu dengan yang lain adalah 3 meter. Berat pemberat harus sesuai dengan daya apung dari pipa (Bouyancy).

Dalam dokumen Panduan K3LL Rev.3_2008 (Halaman 48-52)