“EMERGENCY STOP PUSH”
3.3.5. Pengawasan dan Pemeliharaan 1. Rekualifikasi Tabung LPG
Tabung LPG harus diawasi secara priodik dan jika perlu diuji kembali. Perbaikan dari tabung LPG umumnya bergantung pada penanganan dari tabung LPG dan pemeliharaan permukaan eksterior/luar. LPG tidak korosif terhadap logam dan tidak akan merusak permukaan interior/dalam dari tabung LPG.
Rekualifikasi dilakukan setiap 5 tahun. Rekualifikasi dilakukan dengan pengujian visual dan tiap 10 tahun pengkualifikasian kembali termasuk pengujian waterjacket- type hydrostatic.
Tabung LPG harus dikosongkan dan dilabeli "kosong" untuk kemudian dikirim ke stasiun pengujian. Pada stasiun pengujian semua tabung LPG harus dicek kembali untuk memastikan benar-benar kosong.
Cara yang paling efektif mendapatkan tabung LPG yang cacat adalah dengan inspeksi/pengawasan visual.
Tabung LPG harus diuji luar untuk karat (rust), skala, kerusakan dan cacat fisik lainnya. Cat pelindung, piringan atau jaket lainnya dan materi-materi asing harus dihilangkan dari permukaan luar tabung LPG jadi permukaan bisa diuji. Penguji harus mengetahui minimum ketebalan spesifik dari tabung LPG.
Aspek lainnya harus dicek/diperiksa termasuk penampakan umum, tonjolan (bulges), tanda terbakar (burn marks), penyok (dents), gali (dig) atau tanda potong (cut marks), lubang (pits), garis dan korosi umum lainnya.
Sepuluh tahun pengkualifikasian kembali, pengujian waterjacket - type hydrostatic, dimana dua kali penandaan perbaikan tekanan dilakukan menggunakan waterjacket atau yang sejenisnya.
Ekpansi total dari kontainer selama pengujian dalam observasi dan direkam/dicatat untuk pembanding dengan ekspansi permanen setelah depressurization.
Kebocoran atau ekspansi yang melebihi 10% dari ekspansi permanen mengindifikasikan kegagalan.
Tabung LPG yang gagal melewati test pengujian atau inspeksi dengan perbaikan di bawah spesifikasi manufaktur harus dilabeli °bisa diperbaiki" dan mungkin diperbaiki dan dikirim kembali untuk pengujian.
Wadah yang melewati pengujian dan pengujian visual diperlukan dengan penandaan dengan tanggal dan tahun pengujian menginditifikasikan kualifikasian kembali dengan metode pengujian water jacket.
Pengelasan yang melibatkan kepala atau dinding dari tabung LPG harus berdasar pada kode konstruksi aslinya. Umumnya diperlukan tukang las bersertifikasi atau Rekualifikasi dengan kode dan pengawasan tersebut atau pengujian mengikuti kode yang diharapkan. Pengerjaan panas akan menjadi isu pengelasan dalam fasilitas LPG.
3.3.5.2. Tata Cara Pemeriksaan Tabung LPG. a. Pemeriksaan permukaan:
9 Periksa tanggal stamping
9 Periksa bulan dan tahun masa berlakunya. 9 Berat tabung kosong.
9 Tanda kalung merah. 9 Stensilan logo.
9 Berat bersih isi 3 kg. 6 kg, 12 kg atau 50 kg. b. Daftar pemeriksaan secara visual
9 Periksa guratanguratan dalam, retakan, bopeng-bopeng, cacat-cacat lainnya.
9 Periksa karat pada badan tabung, terutama bagian bawah tabung. 9 Dicatat, buatkan recording hasil inspeksi secara lengkap.
c. Pemeriksaan Gas
9 Buka katup ditempat terbuka, yakinkan bahwa sudah tidak ada gas di dalamnya.
9 Bebas dari gas, d. Tabung LPG diisi air
9 Isi air (bersih) ke dalam tabung.
9 Tabung yang masih mengandung gas LPG pisahkan dan letakkan di udara terbuka.
9 Usahakan ruangan maintenance shop harus bebas dari gas LPG. e. Hydrostatic test
9 Masukan tabung yang telah diisi air ke dalam tangki dan tutup rapat. 9 Periksa total ekspansi dan permanen ekspansi.
9 Buat recording dari seluruh hasil pemeriksaan.
9 Pemadatan ulang (Hydrostatic Test) untuk tabung-tabung LPG type 3 kg, 6 kg, 12 kg/cm2 ditahan selama 30 detik.
9 Pemadatan ulang untuk Setting tabung LPG yang telah habis masa operasinya (5 tahun sekali).
f. Pengeluaran Air
9 Tabung LPG yang sudah ditest keluarkan dari tangki. 9 Buka penutup tabung.
9 Keluarkan air dan keringkan. g. Periksa bagian dalam tabung
9 Lampu untuk inspeksi, untuk melihat bagian dalam.
9 Periksa retakan dan cacat-cacat lainnya pada bagian dalam. h. Sand Blasting Machine
9 Tutup mulut/lubang katup/tabung LPG. 9 Naikkan keatas mesin
9 Kupas cat dan karat yang melekat pada dinding luar tabung. i. Timbang
9 Periksa berat tabung saat ini. 9 Periksa penurunan berat tabung
9 Timbangan harus sudah ditera oleh Dinas Metrologi. j. Periksa secara visual untuk yang kedua
9 Ulangi pemeriksaan retakan, berat atau bopeng-bopeng. k. Stamping
9 Bulan dan tahun test ke ...
9 Beri simbol tanda lulus test dengan lingkaran huruf (simbol wilayah yang telah ditetapkan DEPNAKER).
9 Perubahan berat, stamping berat yang baru. l. Pemeriksaan Katup
9 Lihat katup bekas, ada cacat tidak, terutama pada mulut atas.
9 Katup yang baik/tidak cacat ditest tekanan, harus terbuka pada tekanan 24,8 kg/cm2 (safety device test).
9 Katup keselamatan yang tidak bekerja, diafkir, ganti baru. m. Pemasangan Katup
9 Pasang insulation tape pada katup.
9 Pasang dengan katup fitting machine (36 kg/meter).
n. Pengecatan
9 Cat dasar abu-abu dan cat akhir biru Pertamina, mengkilap baik, halus dan rata.
9 Sablon logo PERTAMINA.
9 Stensil berat tabung kosong (putih).
9 Stensil bulan dan tahun masa retest mendatang (putih). 9 Beri kalung merah pada bagian atas mengelilingi Katup.
3.3.5.3. Pemeriksaan Ulang (retest) Tabung LPG
Ketentuan Umum
Setiap tabung LPG yang beredar telah mendapatkan sertifikat/pengesahan pemakaian dari Direktorat Jendral Bina Hubungan Ketenaga Kerjaan dan Pengawasan Norma Kerja DEPNAKER RI, dengan ketentuan dan syarat-syarat antara lain :
1. Dalam pemakaiannya ditempat kerja pengawas PERTAMINA Unit Pemasaran setempat diwajibkan memenuhi/melaksanakan dan bertanggung jawab atas syarat-syarat keselamatan kerja yang ditetapkan dalam pengecapan/sertifikat pemakaian dan harus mengikuti petunjuk Pengawas Keselamatan Kerja Kanwil DEPNAKER setempat.
2. Sebelum pengisian pertama semua tabung LPG baru harus diperiksa secara seksama disesuaikan dengan data sertifikat dan konstruksinya yang diberikan dan disetujui oleh Direktorat Bina Lindung Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Bila dalam pemeriksaan di atas menunjukkan hasil baik, tabung LPG baru tersebut diadakan hydrostatic test (pemadatan dengan air dingin) sampai tekanan 30 kg/cm2, atas jumlah 200 tabung (0,5%). Pemeriksaan dan pemadatan ini harus dilaksanakan atas kesaksian Pengawas Keselamatan Kerja setempat/Kanwil DEPNAKER setempat.
3. Semua tabung LPG yang tercantum dalam sertifikat/pengesahan dimaksud dalam pemakaiannya harus dicap tanda baik sesuai ketentuan yang berlaku, pengecapan harus dilakukan atas kesaksian Pengawas Keselamatan Kerja yang berhak memeriksanya.
4. Paling lambat setelah 5 (lima) tahun pemakaian terhitung mulai pengisian pertama atau test terakhir, semua tabung LPG harus diadakan pemeriksaan dan pemadatan ulang (retest) oleh atau atas kesaksian Pengawas Keselamatan Kerja. setempat.
5. Tabung LPG baik ukuran 3 kg, 6 kg, 12 kg (26,2 liter WC) maupun 50 kg (108 liter WC), sebelum mendapatkan sertifikat/pengesahan pemakaian telah melalui serangkaian pengujian di pabriknya antara lain
a. Visual test.
b. Hydrostatic test, dengan tekanan 31 kg/cm2 seiama 30 detik. c. Pneumatic test dengan tekanan 18 kg/cm2.
e. 1 (satu) dari setiap 200 tabung (0,5%) dilakukan ; 9 Permanent expansion test.
9 Radiography (xray) test.
9 Mechanical test, yang meliputi: Tensile strength test dengan hasil 4152 kg/mm2, Yield strength test dengan hasil min 38 kg/mm2, Elongation test dengan hasil min 28% dan Bending test.