Typical Valve Installation
3.2.8. Prosedur Umum Pemuatan/Pembongkaran LPG
Berikut ini adalah prosedur umum yang harus diikuti dalam setiap operasi pemompaan cairan LPG:
1. Buka hanya katup cairan yang bekerja dari tangki suplai ke tangki penerima, jika tekanan dalam tangki suplai lebih besar dari tekanan dalam tangki penerima.
BAB
III
. OPERASI LPG III
– 29 / 112 Jika tekanan tangki suplai tidak banyak berbeda dengan tekanan tangki penerima, buka perlahan katup uap pada suplai tangki dan penerima vesel dan biarkan tekanan sesuai persamaan.Perlahan dan secara lengkap buka katup cairan tangki suplai dan tangki penerima dan transfer cairan akan dimulai.
2. Hidupkan pompa segera dimulai transfer cairan. Hal yang sangat penting adalah bahwa katup uap harus dibuka untuk mencegah tekanan tangki suplai jatuh di bawah tekanan dalam tangki penerima.
Cek pengoperasian dengan katup bypass pada pompa dan pastikan terbuka untuk menghilangkan uap yang terperangkap yang dapat menyebabkan kerusakan yang serius.
3. Inspeksi pompa dan sight - flow glass pada interval waktu tertentu untuk memastikan proses transfer cairan berlanjut.
Jika katup pemeriksa aliran berlebih tertutup, dan perlunya untuk menghentikan pompa, tutup katup cairan pada tangki suplai dan beri waktu yang cukup untuk persamaan tekanan untuk membuka kembali katup pemeriksa aliran berlebih.
4. Tutup katup jalur cairan dan uap setelah kandungan cairan telah dipindahkan dari tangki suplai.
Gambar 3.14. Compressor System Schematic
3.2.9. Kompresor
Pada kegiatan pemindahan, kompresor digunakan untuk membuat perbedaan tekanan antara dua vessel sehingga terjadi aliran dari vessel yang bertekanan lebih tinggi. Kompresor juga dipakai untuk mengalirkan uap sisa dari vessel dan fasilitas lain dalam kegiatan pemindahan dan perawatan. Dalam merancang sistem kompresor, harus dipertimbangkan persyaratan keselamatan agar dapat
SUPPLY TANK RECEIVER TANK COMPRESSOR SUCTION LINE (VAPOR) COMPRESSOR DISCHARGE LINE (VAPOR) COMPRESSOR LIQUID LINE
BAB
III
. OPERASI LPG III
– 30 / 112 dipakai dalam pengolahan uap LPG pada kondisi operasi tertentu dan sistem akan mencegah LPG cair masuk ke dalam sistem kompresor.Ukuran, konfigurasi dan kecepatan putar kompresor harus dipilih berdasarkan laju alir maksimum dan tekanan yang diperlukan. Laju aliran volume dan perbedaan tekanan yang umum digunakan dalam operasi pada depot pemasaran LPG adalah sebagai berikut:
Volume, std m3/h (scfm)* 25 to 340 (15 to 200) Perbedaan Tekanan, kPa (psi) 70 to 140 (10 to 20)
* Laju alir: std m3/h at 15.6°C and 101.325 kPa abs; scfm at 60°F and 14.7 psia.
Kompresor yang digunakan untuk kegiatan pemindahan pada depot pemasaran LPG sebagian besar dari jenis reciprocating piston. Besi yang tidak terlalu keras digunakan sebagai bahan piston dari kompresor untuk kompresor LPG. Kompresor harus memiliki minimal satu cut-off switch pada sisi keluaran kompresor atau peralatansejenis untuk mencegah kelebihan tekanan pada sisi keluaran.
Perangkap cairan yang berukuran cukup, difabrikasi sesuai dengan pressure vessel code, harus dipasang pada sisi masuk kompresor untuk mencegah cairan masuk kedalam kompresor. Perangkap ini harus disertai dengan “high liquid level shutdown switch”, switch untuk alarm high liquid level yang berdiri sendiri, dan sambungan drain
Kompresor harus dirancang untuk menghindari pengotoran uap LPG oleh minyak pelumas
Kompresor tidak boleh ditempatkan dibawah vessel LPG dan harus ditempatkan di daerah yang cukup terbuka. Jika kompresor ditempatkan di tempat tertutup, maka harus dilengkapi dengan ventilasi yang cukup.
Kompresor harus diamankan pada permukaan dasar atau baseplate yang baik sesuai dengan rekomendasi pembuat kompresor. Perpipaan kompresor harus disesuaikan dan disangga dengan baik sesuai dengan rekomendasi pembuat kompresor sehingga terhindar dari pembebanan yang berlebihan. Perpipaan untuk memindahkan LPG cair harus ditentukan ukurannya sehingga penurunan tekanan pada sistem tidak menimbulkan pengembunan yang berlebihan. Pengalaman pada instalasi LPG yang sudah umum memakai nilai penurunan tekanan maksimal 200 kPa (29 psi). Pasang perpiapaan untuk masukan dan keluaran compressor sehingga cairan yang dihasilkan akan mengalir menjauhi kompresor. Katup isolasi harus dipasang baik pada sisi masuk maupun keluar untuk memungkinkan pemindahan kompresor untuk perawatan dan mengurangi jumlah LPG yang dibuang ke atmosfir.
Motor listrik dan peralatan listrik lainnya harus memenuhi syarat untuk beroperasi pada daerah berbahaya. Jika peralatan berada di daerah terbuka maka peralatan tersebut harus tahan perubahan cuaca. Jika menggunakan remote starter maka harus dilengkapi dengan switch isolasi yang tahan api
BAB
III
. OPERASI LPG III
– 31 / 112 untuk melindungi personil yang melakukan kegiatan perawatan pada kompresor tersebut.Kompresor sebaiknya digunakan sebagai pengganti pompa ketika: 9 Recovery uap tidak diperlukan.
9 Penghisap luber tidak tersedia.
9 Saat dengan satu transfer peralatan diperlukan. 9 Dimana keberadaan piping hydraulics kurang baik.
Kompresor untuk pemuatan dan pembongkaran LPG sebaiknya didisain untuk 110% tekanan maksimum pembuangan kompresor, pada setiap titik pengoperasian, berdasarkan kondisi hisapan kompresor paling berat.
Gambar 3.15. Compressor for LPG
Kompresor jenis positif displacement sebaiknya dipasang bersama dengan sebuah pressure relief valve pada pembuangan dari tiap tahapan untuk mencegah tekanan berlebih dari peralatan. Pada kompresor jenis sentrifugal, untuk menjaga tekanan yang dibutuhkan diperlukan backflow check valve. Untuk keperluan pemeliharaan, kompresor diisolasi dengan memasang block valve drain pada inlet kompresor.
Pipa inlet kompresor sebaiknya mempunyai sikat pengisap dengan ukuran yang sesuai dengan bagian knockout cairan. Sebuah drum knockout cairan dipasang secara terpisah, langsung ke hulu kompresor. Sikat atau drum penghisap dilengkapi dengan sight-glass, high liquid level alarm dan high liquid level switch untuk menghentikan kompresor utama ke pembawa cairan. Tangki harus dilengkapi dengan penyalur cairan yang menghilangkan cairan secara aman.
BAB
III
. OPERASI LPG III
– 32 / 112 Jika pelumas kompresor atau oli pelindung bisa mengkontaminasi aliran LPG, alat penghilang oli harus dipasang dalam kompresor pembuang. Untuk tujuan ini alat berefisiensi tinggi harus digunakan di jalur pembuang kompresor.Kontrol kapasitas harus ada pada kompresor pembongkaran guna perlindungan. Kompresor pemindahan positif dilengkapi dengan sistem kontrol kapasitas pembongkaran dan sebuah automatic gas bypass loop. untuk aliran yang sangat rendah atau aliran sedang dalam tahapan sistem pembongkaran. Kompresor sentrifugal memerlukan sistem anti-surge automatis untuk mencegah penggelombangan pada kompresor dan menyediakan metode penurunan kapasitas yang aman pada aliran kurang dari minimum, pada keadaan aliran inlet kompresor stabil.
Dalam kasus lain, panas kompresor harus dihilangkan dari gas sebelum dikembalikan ke kompresor pengisap. Pendinginan uap ini harus ada dalam sistem siklus (recyde). Beberapa metode digunakan untuk pendinginan gas ini dan termasuk: liquid spray cooling; udara ke gas atau cairan atau pemindah gas; dan mengembalikan gas ke tangki pengisap, dimana panas kompresor dihilangkan dengan cairan dalam tangki. Kegagalan pada pendinginan yang cukup akan menyebabkan mesin mengalami permasalahan dan kemungkinan peralatan menjadi rusak.
Semua peralatan yang digunakan dalam mentransfer LPG sebaiknya didisain untuk pelayanan tersebut. Konstruksi material sebaiknya cocok dengan karakteristik gas. Besi tuang kelabu tidak dapat digunakan untuk penahanan tekanan. Baja coran untuk kompresor sentrifugal dan kompresor rotary sebaiknya dipasang ketika uap LPG dalam keadaan terkompresi. Besi ulet umumnya digunakan untuk kompresor reciprocating tabung LPG dalam aplikasi ini.
Kompresor uap sering digunakan untuk mentransfer cairan LPG dengan mengambil uap dari tangki yang terisi, meningkatkan tekanan melalui kompresor, dan pembuangan uap bertekanan ke dalam tangki suplai. Penurunan tekanan antara tangki suplai dan tangki penerima memberikan gaya untuk mentransfer cairan menuju jalur pipa dari satu tangki ke tangki lainnya. Biasanya perbedaan tekanan yang diperlukan 70 kPA (10 Psi) sampai 140 kPa (200 Psi).
Kompresor uap menawarkan suatu keuntungan dimana sisa uap bisa dihilangkan setelah transfer cairan selesai.
Keterbatasan dari kompresor pentransfer adalah tidak akuratnya pengukuran yang mana bisa meningkat akibat cairan yang menguap, digabungkan dengan kurangnya konstanta tekanan pompa, mengijinkan percepatan terjadi di dalam ruang meteran.
Untuk menghilangkan uap, jalur cairan ditutup dan koneksi/hubungan pipa pada kompresor bolak-balik jadi uap diambil dari tangki suplai dan dibuang ke dalam tangki penerima. Seperti penjelasan sebelumnya, uap akan lebih mudah dikonversi ke cairan jika area permukaan cairan ditingkatkan. Hal ini dapat dipecahkan dengan membuang uap ke dalam bagian bawah tangki penerima sehingga terjadi mekanisme "bubble up" (pengelembungan) melalui cairan. Kompresor yang digunakan untuk pembongkaran kapal, dioperasikan pada rating aliran maksimum dari katub aliran berlebih yang dipasang pada tangki
BAB
III
. OPERASI LPG III
– 33 / 112 kapal, atau tangki penyimpanan pabrik ketika digunakan untuk pemuatan ke kapal. Ketika kompresor digunakan untuk mentransfer LPG, laju transfer cairan lebih rendah dari perpindahan uap pada kompresor.Kompresor yang digunakan untuk operasi pemindahan cairan dan uap umumnya adalah tipe rotary atau reciprocating piston. Aliran volume kompresor dan perbedaan tekanan untuk operasi pemindahan adalah sebesar 15.6°C (60°F) dan 101.3 kPa abs (1atm): Volume: 25 m3 /h (880 ft3/h) sampai 340 m3 /h (12,000 ft3/h). Perbedaan tekanan: 70 kPa (10 psi) sampai 140 kPa (20 Psi).
Kompresor uap harus dipasang dalam udara terbuka, dalam posisi ventilasi yang baik, lokasinya paling tidak 4.5 m (15 ft) dari bangunan, tangki dan pembatas-pembatas pabrik.
Seluruh peralatan listrik yang berhubungan dengan kompresor harus cocok untuk klasifikasi area listrik berbahaya. Ketika remote starters dipasang, sebuah isolasi tahan api, dengan lockout, sebaiknya ditetapkan pada kompresor untuk memfasilitasi pelayanan yang aman atau ketika perbaikan.
Prosedur Pemuatan / Pembongkaran - Menggunakan Kompresor
Untuk pembongkaran uap dengan menggunakan kompresor, yang tepat adalah dengan menjaga tekanan tangki suplai pada tekanan 35 kPa (5 psi) sampai 70 kPa (10 psi) di atas tekanan tangki penerima.
Akan tetapi, hal ini tergantung jarak antara kedua tangki, disain dari sistem perpipaan dan karakteristik operasi dari kompresor. Jika perbedaan tekanan terlalu besar, katup pengecek aliran berlebih pada saluran keluar tangki suplai akan menutup dan pembongkaran akan berhenti.
1. Buka katup (kerangan) saluran keluaran cairan pelan-pelan dan buka keseluruhan setelah aliran cairan dan aliran uap telah bercampur dan berjalan.
2. Buka katup lain dari saluran cairan, aliran akan mengalir dari tangki pensuplai ke tangki penerima.
3. Buka katup tangki penerima pelan-pelan atau aliran dari tangki pensupali berlebihan, check katup mungkin saja tertutup.
Jangan membuka katup aliran uap atau mengoperasikan kompresor jika tekanan tangki pensuplai lebih besar dari tekanan tangki penerima.
4. Buka katup antara dua tangki ketika laju alir cairan menurun ke level yang kurang memadai, dengan katup pengisian tangki penerima terbuka lebar. Dalam keadaan ini, yakinkan bahwa katup pengontrol bisa membuat kompresor menarik uap dari tangki penerima dan mengalirkannya ke tangki pensuplai.
5. Jalankan Kompresor
Dengan tekanan tangki pensuplai dijaga antara 35 kPa (5 psi) sampai 70 kPa (10 psi) diatas tekanan tangki penerima, tangki pensuplai seharusnya
BAB
III
. OPERASI LPG III
– 34 / 112 dapat dikosongkan dengan laju alir rata-rata antara 8.000 I/h (280 ft3/h) sampai 11.000 I/h (380 ft3/h).Aliran gas yang terlihat menggantikan aliran cairan dalam unloading melalui the slightflow glass mengindikasikan bahwa cairan yang ada di tangki pensuplai telah habis.
6. Matikan kompresor ketika cairan dalam tangki pensuplai telah habis dan tutup katup cairan, dimulai dari tangki penerima dan diteruskan ke tangki pensuplai.
7. Atur valve pada saluran masuk dan saluran keluar dari kompresor sehingga kompresor akan menarik cairan dari tangki pensuplai dan mengalirkannya ke tangki penerima. Dalam operasi ini, uap dikeluarkan dibawah permukaan cairan dalam tangki penerima.
8. Nyalakan kembali kompresor dan teruskan pengeluaran uap sampai tekanan tangki pensuplai berkurang sampai 175 kPa (25 psi). Dalam tekanan tersebut, matikan kompresor dan semua katup pada saluran uap.