SUPERVISI PENDIDIKAN DALAM ORGANISASI SEKOLAH
A. Kedudukan Supervisi bagi Sekolah
I
nstitusi pendidikan dibentuk untuk mengantarkan peserta didik dalam membentuk tingkah laku yang positif, upaya yang dilakukan salah satunya adalah supervisi pendidikan. Kegiatan utama dari supervisi adalah melaksanakan pembinaan kepada sekolah dan pada pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya. Meningkatnya kualitas pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik yang pada akhirnya dapat berdampak pada mutu lulusan. Apabila fokus supervisi adalah tertuju pada pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diperoleh oleh peserta didik di sekolah maka supervisi tersebut sudah sesuai dengan tujuan. Supervisi harus fokus dan mengarah kepada subjeknya dan supervisi tersebut harus pula mengarah kepada peserta didik (Arikunto, 2009).Pendidikan nasional menurut UU 20 tahun 2003 Pasal 3 memiliki fungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Visi dan misi pendidikan nasional telah menjadi rumusan dan dituangkan pada bagian “penjelasan” atas UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Visi dan misi pendidikan nasional ini adalah merupakan bagian dari strategi pembaruan sistem pendidikan, yaitu terwujudnya pola atau sistem pendidikan sebagai institusi sosial yang kokoh dan berwibawa dalam rangka
mengembangkan sumber daya manusia semua warga negara Indonesia sehingga menjadi manusia yang unggul, proaktif, dan mampu menjawab dan bersaing terhadap segala tantangan zaman.
Secara garis besar pendidikan nasional memiliki misi berikut ini:
1. mengusahakan pemerataan dan perluasan peluang bagi seluruh rakyat Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu; 2. memfasilitasi dan membantu setiap warga negara untuk
mengembangkan potensinya secara utuh yang dimulai sejak usia dini sampai akhir hayatnya;
3. menyiapkan dan mengoptimalkan pendidikan dalam rangka membentuk kepribadian yang bermoral dan berakhlak mulia; 4. meningkatkan akuntabilitas dan profesional lembaga pendidikan
sebagai pengembang dan pembudaya pengalaman, sikap, nilai, pengetahuan, dan keterampilan berdasarkan standar; dan 5. memberikan peluang kepada masyarakat untuk menyelenggaraan
pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dan berpedoman pada peraturan yang berlaku.
Berdasarkan uraian atas berarti tujuan supervisi sejalan dengan tujuan pendidikan. Supervisor harus banyak pengetahuan dan pengalaman dari pendidik atau orang yang disupervisinya karena tujuan supervisi pendidikan membantu dan membina pendidik atau orang yang disupervisi.
Pendidik merupakan pemeran utama dalam melaksanakan misi pendidikan. Namun, tidak semua pendidik dapat mengatasi semua permasalahan pendidikan. Oleh karenanya supervisi sangat diperlukan. Supervisi adalah bimbingan dan bantuan supervisor (pengawas dan atau pemimpin sekolah) yang bertertujuan untuk mengembangkan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan di dalam usaha mencapai tujuan pendidikan. Upaya yang dilakukan oleh supervisor terhadap pendidik dan tenaga kependidikan yang disupervisi berupa pemberian dorongan, pembimbingan, dan pemberian kesempatan bagi pertumbuhan kecakapan, keahlian dan jabatan. Supervisor harusnya selalu memberi kesempatan kepada pendidik dan tenaga kependidikan untuk beradaptasi pada setiap
pembaharuan pendidikan dan pengajaran, pembaharuan metode mengajar, pembaharuan alat peraga, pembaharuan teknik dan cara penilaian ilmiah terhadap setiap fase pembelajaran, dan sebagainya (Purwanto, 2014).
Pada supervisi ada kegiatan pengawasan yang dilakukan secara teknis terhadap proses pembelajaran di sekolah. Supervisi sebenarnya merupakan upaya pemantauan (monitoring) terhadap proses akademik yaitu proses pembelajaran, pemantauan terhadap pendidik yang sedang mengajar, pemantauan terhadap kondisi kondisi yang mempengaruhi pembelajaran (Suhardan, 2010). Kegiatan yang dilakukan berupa pengidentifikasian kelebihan dan kelemahan yang mempengaruhi pembelajaran, kejadian yang terjadi, penyebab kejadian, mengapa terjadi, mengapa pendidik tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Atas dasar temuan hasil pemantauan tersebut maka dirumuskanlah beberapa alternatif tindak lanjut untuk memperbaikinya.
Fungsi pemantauan dalam supervisi pendidikan sebagai evaluasi untuk melihat kesesuaian segala kegiatan yang telah dilaksanakan dengan perencanaan yang telah ditetapkan, dan sebagai kontrol program kerja sekolah secara keseluruhan. Jadi dalam dunia pendidikan supervisi memiliki makna yang luas. Dalam supervisi, aktifitasnya bisa mencakup kondisikondisi, persyaratan supervisor, bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan supervisi.
Supervisi adalah salah satu komponen penting agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Fokus supervisi dalam dunia pendidikan adalah untuk memperbaiki pembelajaran. Supervisi pendidikan dapat diartikan seluruh layanan bantuan atau bimbingan yang diberikan dari supervisor kepada pendidik secara profesional untuk meningkatkan kemampuan pendidik dalam pelaksanaan tugas tugasnya dan manajemen pengajaran agar dapat berlangsung secara efektif (Bafadal, 2004).
Profesionalisme seorang pendidik merupakan hal yang sangat penting karena mempengaruhi perilaku dan aktivitas pendidik seharihari. Profesionalisme pendidik akan terwujud apabila institusi tempat bekerja memperhatian lebih banyak pada pembinaan pengembangan sikap profesional (Pidarta, 1996).
Supervisi sangat penting bagi sekolah karena supervisi merupakan sebuah proses sosial (Burton & Brueckner, 1978). Menurut mereka, supervisi penting bagi sekolah karena berikut ini.
1. Supervisi dikatakan baik bila dalam setiap kegiatannya memfokuskan perhatian pada kegiatan peserta didik dan perkembangan pendidikan dalam rangka mencapai tujuan umum pendidikan.
2. Tujuan supervisi adalah melakukan upaya perbaikan, pembinaan, pembimbingan dan peningkatan proses pembelajaran secara keseluruhan; tujuan supervisi bukan hanya untuk memperbaiki kualitas mengajar pendidik melainkan tetapi juga membimbing pertumbuhan jabatan pendidik juga termasuk di dalamnya pengadaan dan pemanfaatan fasilitas dan alat yang menunjang kelancaran proses pembelajaran, peningkatan kualitas pengetahuan dan penambahan keterampilan pendidik, pemberian layanan pembimbingan dan pembinaan dalam hal implementasi kurikulum, pemilihan, penetapan penggunaan metode mengajar, pemilihan alatalat pelajaran, prosedur dan teknik penilaian atau evaluasi hasil pembelajaran, dan lainlain. 3. Penekanannya pada setting for learning jadi bukan pada student
centre atau teacher centre. Kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, dan pegawai sekolah lainnya, adalah teman sejawat yang memiliki visi yang sama untuk mengembangkan pembelajaran yang baik.
Dalam konteks pemantauan kualitas pendidikan saat ini maka supervisi merupakan bagian dari proses observasi yang dilakukan secara rutin terhadap pelaksanaan kegiatan pendidikan dalam sebuah sekolah atau lembaga pendidikan, dan hasil observasi tersebut harus ditindaklanjuti (Razik, 1995). Hal ini sejalan dengan hal yang dinyatakan Roe & Drake (1980) yang menjelaskan bahwa supervisi merupakan sophisticated, karena memiliki arti yang luas, yaitu identik dengan proses manajemen, administrasi, evaluasi dan akuntabilitas atau berbagai kegiatan serta kreativitas yang ada hubungannya dengan manajemen kelembagaan.
Satori (1999) medeskripsikan hubungan supervisi, perilaku belajar, perilaku mengajar, dan hasil belajar seperti yang dapat dilihat pada model berikut.
Gambar 3.1 Hubungan antara Perilaku Supervisi, Perilaku Mengajar, Perilaku Belajar, dan Hasil Belajar
Hasil belajar berhubungan langsung dengan perilaku mengajar atau kemampuan mengajar pendidik dan perilaku belajar, sementara perilaku supervisi akan mengamati hasil belajar. Oleh karenanya dalam meningkatkan hasil belajar atau dalam rangka mecapai kualitas hasil belajar, supervisor berperan untuk mengasah kompetensi mengajar pendidik dan meningkatkan motivasi dan semangat belajar peserta didik. Jadi fokus pengamatan pada kegiatan supervisi ditekankan pada perilaku mengajar dan perilaku belajar. Kegiatan supervisi harus menekankan perhatian pada peningkatan kemampuan mengajar profesional pendidik dan motivasi belajar peserta didik.