• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelompok Bermain

Dalam dokumen jurnal No23 Thn13 Des2014 (Halaman 40-42)

Fransiska

E-mail: [email protected] TK Springfield Jakarta Barat Penelitian

H

Abstrak

ubungan sosial dan emosi anak merupakan aspek inti perkembangan anak usia dini. Perkembangan kognitif, sosial, dan emosi merupakan unsur yang saling melengkapi satu sama lain. Ada kontribusi unik dari hubungan kelekatan ibu dan balita dalam hubungannya

dengan kemampuan anak untuk menghadapi separation anxiety di sekolah dengan

memperhatikan variabel-variabel seperti respon sensitif dari ibu dan separation anxiety. Faktor yang memiliki pengaruh besar bagi perkembangan seorang anak adalah lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelekatan mempengaruhi perkembangan sosial emosi anak balita yang menunjang kemampuan anak bereksplorasi secara mandiri dan mengembangkan kemampuan sosial. Penelitian dilakukan pada jenjang kelompok bermain di sebuah sekolah berbasis bilingual selama delapan bulan (Februari – Oktober 2013) dengan metode wawancara, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelekatan aman mempengaruhi perkembangan sosial emosi anak balita terutama pada masa perpisahan awal antara ibu dan anak yang terjadi pada awal masa sekolah. Anak cenderung lebih ramah dan kompeten

dalam berhubungan dengan teman sebaya, tidak mudah gugup, dan mampu menghadapi separation

anxiety dengan lebih mudah.

Kata-kata kunci: Perkembangan emosi, kelekatan, perkembangan sosial, separation anxiety, hubungan keluarga.

Importance of Child’s Attachement to His/Her Parents when Facing Separation Anxiety for the Child of 2.5 Years Age in Play Group.

Abstract

Social and emotional relation of a child is an essential aspect in early childhood development. Cognitive, social, and emotional developments are complementary elements for each other. There is a unique contribution from the attachement between the mother and the child to the child’s ability to face separation anxiety at school considering related variables such as the mother’s sensitive response and the separation anxiety. The major factor influencing the child’s development is family environment. This research was conducted with the aim of discovering how the attachement influences the child’s social and emotional development supporting the child’s ability to explore independently and develop social ability. The research took place at a bilingual play group for eight months employing interview, observation, and questionnaire techniques. The findings show that secure attachment will effect social emotional in early childhood especially when separation happens during the first time of school. The child tends to be more friendly and competent in social relation, and easy to deal with separation anxiety.

Pentingnya Kelekatan Anak dan Orang Tua

Pendahuluan

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab kegelisahan orang tua dalam hal menghadapi perpisahan dengan anak balita, seperti perkembangan emosi. Di samping itu, tahun- tahun awal kehidupan seorang anak ditandai dengan peristiwa yang bersifat fisik, misalnya kehausan dan kelaparan serta peristiwa- peristiwa yang bersifat interpersonal, seperti ditinggalkan di rumah dengan pengasuh atau

babysitter, yang dapat menyebabkan timbulnya emosi negatif. Kemampuan dalam mengelola emosi negatif ini sangat penting bagi pencapaian

tugas perkembangan dan berkaitan dengan

kemampuan kognitif dan kompetensi sosial. Keluarga dengan orang tua yang memiliki emosi positif cenderung memiliki anak dengan perkembangan emosi yang juga positif, demikian pula sebaliknya.

Dasar kompetensi sosial yang dikembang- kan dalam lima tahun pertama terkait dengan kesejahteraan emosinya. Kompetensi sosial itu juga mempengaruhi kemampuan seorang anak di kemudian hari untuk beradaptasi secara fungsional di sekolah. Lebih jauh lagi kompeten- si itu membentuk hubungan baik dalam lingkungan serta persahabatan yang erat dan intim, menjadi orang tua yang efektif, dapat bekerja sama dan menjadi anggota masyarakat yang baik.

Emosi merupakan faktor penting dalam perkembangan anak, oleh sebab itu sangatlah penting memperhatikan secara seimbang perasaan dan pemikiran seorang anak. Peranan emosi sangat penting dalam perkembangan anak, baik pada usia prasekolah maupun pada tahap perkembangan selanjutnya, karena mempengaruhi perilaku anak. Perkembangan temperamen adalah tendensi umum untuk merespon dan menangani peristiwa peristiwa lingkungan yang terjadi dengan cara tertentu. Tiap anak memiliki temperamen yang unik dan khas sejak lahir, ada yang tenang ada yang meledak-ledak. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa gaya temperamen yang muncul pada usia dini relatif bertahan lama sampai kemudian hari.

Anak dalam pendidikan usia dini sebaiknya mengerti bahwa tingkat energi, kemampuan

sosial, kendali impuls dan lain-lain, mencermin- kan perbedaan temperamental yang tidak seluruhnya berada dalam kendali anak usia dini ini. Dengan demikian, keanekaragaman perilaku anak usia dini semakin dapat ditoleransi dan manajemen strategi dalam menghadapi anak pada usia dini semakin dapat dimodifikasi, sehingga kebutuhan anak dan orang tua dalam menghadapi separation anxiety dapat dipahami. Hubungan sosial dan emosi anak merupa- kan aspek inti dalam perkembangan dini. Perkembangan kognitif, sosial, dan emosi merupakan unsur yang saling melengkapi satu sama lain. Faktor yang memiliki pengaruh besar bagi perkembangan seorang anak adalah lingkungan keluarga, termasuk peran ayah dan ibu. Peran ayah terutama sebagai kepala keluarga yang memenuhi kebutuhan keluarga. Peran ibu meliputi hal hal seperti mengasuh dan menjaga anak, memberikan afeksi dan perlindungan, memberikan rangsangan dan pendidikan (Akbar-Hawadi, 2001: 15). Salah satu unsur yang penting dalam hubungan orangtua anak adalah kelekatan dimana kelekatan antara orang tua dan anak terjadi dengan saling mempengaruhi satu sama lain, tidak hanya anak yang melekat tetapi orangtuapun melekat terhadap anaknya.

Kelekatan pada dasarnya adalah ikatan emosi antara dua orang, untuk seorang anak biasanya terbentuk dengan ibunya, tetapi juga dapat terjadi kelekatan dengan siapa saja yang memberikan mereka kasih sayang dan perhatian secara terus menerus ( Lawrence, 2014 dalam

Early Childhood Education Course, Open2Study. com). Hal ini membuat pemahaman selangkah lebih maju.

Ada kontribusi unik hubungan kelekatan ibu dan balita dalam kaitannya dengan kemampuan anak untuk menghadapi separation anxiety di sekolah dengan memper- hatikan variabel-variable seperti respon sensitif dari ibu dan separation anxiety. (Eley dan Bogels dalam Dallaire dan Weinraub, 2005:403). Separation anxiety adalah keadaan ketika anak mengalami kecemasan saat dipisahkan dengan ibu atau pengasuh utamanya (Spencer, dalam Mofrad, 2010:1). Separation anxiety merupakan suatu proses natural dalam perkembangan anak yang mana proses ini akan memampukan anak

Pentingnya Kelekatan Anak dan Orang Tua

untuk bertahan hidup dikemudian hari, dimana ada kemungkinan anak akan menangis, mengejar, dan berteriak teriak agar tidak dipisahkan oleh pengasuh atau ibunya, (Bowlby 1969 dalam Mofrad et,al 2010:1). Dalam kehidupan seorang anak selama masa sekolah, terlihat bahwa anak yang melekat secara aman pada saat bayi mempunyai tendensi untuk lebih mudah bersosialisasi dan nyaman bersama teman-temannya (Berlin, Cassidy, & Belsky, 1995 dalam Dallaire dan Weinraub 2005:394) juga tidak terlalu cemas dalam menghadapi masa sekolah (Thomson, 1991 dalam Dallaire dan Weinraub 2005:394).

Kesemua hal di atas merupakan penyebab dari kegelisahan yang dirasakan oleh orang tua dan murid dalam menghadapi separation anxiety.

Perumusan Masalah

Dari beberapa hal yang dapat mempengaruhi kegelisahan orang tua dalam hal menghadapi perpisahan dengan anak balita, maka masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut.

1. Bagaimana perkembangan kelekatan

mempengaruhi perkembangan sosial emosi pada anak balita terutama pada saat terjadi separation anxiety?

2. Apakah kelekatan antara anak dan orang

tua penting dalam mengatasi separation anxiety?

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan umum penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana kelekatan mempeng- aruhi perkembangan sosial emosi pada anak balita terutama pada masa perpisahan awal antara ibu dan anak yang terjadi pada awal masa sekolah. Juga untuk mengetahui apakah kelekatan antara anak dan orang tua penting dalam mengatasi separation anxiety yang dirasakan oleh orang tua dan anak.

Penelitian difokuskan pada jenjang kelompok bermain untuk mengetahui bagaimana separation anxiety terjadi pada anak usia dini. Di samping itu, juga untuk memahami bagaimana mencegah atau mengurangi kecemasan pada anak usia dini terutama pada saat awal tahun ajaran dimulai, atau pada saat anak baru pertama kali masuk sekolah, dengan

memperhatikan juga bagaimana hubungan ibu dan kakak subjek penelitian yang duduk di kelas 1 SD.

Hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat secara teoritis untuk menambah wawasan serta lebih mengerti dan memahami teori perkembangan sosial emosi anak usia dini. Secara praktis (a) menambah pemahaman praktisi pendidikan tentang kelekatan dan separation anxiety, (b) untuk orang tua dan murid mampu membangun hubungan emosi yang sehat sehingga dapat menunjang proses perkembangan sosial emosi pada anak, dan (c) mempertajam wawasan peneliti sehingga dapat menganalisis masalah yang berhubungan dengan perkembangan sosial emosi anak dalam pendidikan anak usia dini.

Dalam dokumen jurnal No23 Thn13 Des2014 (Halaman 40-42)