Kerangka berfikir merupakan suatu alat bagi kita untuk melihat hubungan antar variabel agar mempermudah membuat rumusan hipotesa.
2.3.1 Pengaruh Tekanan Pekerjaan Terhadap Prestasi Kerja
Dalam penelitian ini tekanan pekerjaan (variabel X1) mempunyai sub variabel tekanan dari pekerjaan itu sendiri, tekanan manajemen, hubungan interpersonal, tekanan pengembangan karir, dan tekanan kualitas pribadi.
Higgins (2000) berpendapat bahwa terdapat hubungan langsung antara tekanan pekerjaan dan prestasi kerja, sejumlah besar riset telah menyelidiki hubungan tekanan pekerjaan dengan prestasi kerja disajikan dalam model tekanan – prestasi (hubungan U terbalik) yakni hukum Yerkes Padson (Mas’ud,2002).
Pola U terbalik tersebut menunjukkan hubungan tingkat tekanan (rendah – tinggi) dan prestasi (rendah – tinggi). Bila tidak ada tekanan tantangan kerja juga tidak ada dan prestasi cinderung menurun. Sejalan dengan meningkatnya tekanan pekerjaan, prestasi cinderung naik, karena tekanan membantu karyawan untuk menggerakkan segala sumber daya dalam memenuhi kebutuhan kerja, adalah suatu rangsangan sehat yang mendorong para karyawan untuk menanggapi tantangan pekerjaan. Akhirnya tekanan mencapai titik stabil yang kira-kira sesuai dengan kemampuan prestasi karyawan. Selanjutnya, bila tekanan menjadi terlalu besar, prestasi kerja akan mulai menurun karena tekanan menggangu pelaksanaan pekerjaan. Karyawan kehilangan kemampuan untuk mengendalikannya. Akibat yang paling ekstrem adalah prestasi kerja menjadi nol, karyawan menjadi tidak kuat lagi bekerja, putus asa, keluar atau menolak bekerja untuk menghindari tekanan.
Menurut Penelitian yang dilakukan Hulyah, (2004); Yusianto, (2008);
Ariningrum, (2017); Kurniawan, (2017) menyatakan bahwa tekanan pekerjaan berpengaruh negatif terhadap prestasi kerja. Sedangkan beberapa penelitian yang
dilakukan oleh Oktavia, (2016); Logahan, (2009) menyatakan bahwa tekanan pekerjaan berpengaruh positif terhadap prestasi kerja serta terdapat juga penelitian Kurniawan, (2016) yang menemukan bahwa tekanan pekerjaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja.
2.3.2 Pengaruh Promosi Jabatan Terhadap Prestasi Kerja
Promosi jabatan (variabel X2) mempunyai sub variabel pendidikan, pengalaman, loyalitas, kejujuran, dan tanggung jawab.
Kebutuhan non-material bagi manusia salah satunya adalah keinginan untuk maju dan berkembang dalam pekerjaannya. Kebutuhan non-material itu dapat terpenuhi, salah satunya yaitu dengan jalan promosi jabatan. Dengan mengadakan promosi, maka akan berguna bagi perusahaan dan juga mampu membawa pengaruh yang positif terhadap para karyawan yang dipromosikan maupun karyawan lain untuk melakukan pekerjaan dengan baik agar dapat dipromosikan, dan hal tersebut dapat meningkatkan prestasi kerja.
Promosi juga dapat mempengaruhi prestasi kerja seperti yang dikemukakan oleh Hasibuan (2013) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi kerja meliputi beberapa aspek, yaitu: gaji, pekerjaan itu sendiri, rekan kerja, atasan, promosi, lingkungan kerja.
Dari beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi kerja diatas, promosi merupakan salah satu faktor yang ikut mempengaruhi prestasi kerja. Sebab seseorang yang mendapat promosi jabatan menunjukkan adanya perkembangan dalam karir orang tersebut. Dengan begitu, karyawan yang dipromosikan akan merasa dihargai dan diberi kepercayaan, selain itu biasanya seiring dengan naiknya jabatan seseorang maka kebutuhan-kebutuhan lainnya akan dapat
terpenuhi, sehingga akan timbul prestasi kerja yang lebih gemilang dan menguntungkan perusahaan. Maka dari itu, terlihat jelas bahwa terdapat hubungan antara promosi jabatan dengan prestasi kerja.
Penelitian yang dilakukan oleh Dasplin, (2014) bahwa promosi menimbulkan pengaruh positif yang signifikan pada pengembangan karir karyawan, yang akan menghasilkan hal-hal positif bagi karyawan yaitu meningkatkan pengetahuan dan pengalaman, memfasilitasi karyawan untuk memperkuat hubungan antara karyawan, yang akan meningkatkan prestasi kerja.
Penelitian Judas, (2013) menyatakan bahwa promosi jabatan berpengaruh positif terhadap prestasi kerja. Sedangkan menurut penelitian Ibrahim, (2018) menyatakan bahwa secara simultan Promosi Jabatan berpengaruh positif tapi tidak signifikan terhadap prestasi.
2.3.3 Kompetensi Menguatkan / Melemahkan Pengaruh Tekanan Pekerjaan Terhadap Prestasi Kerja
Variabel moderating dalam penelitian ini adalah kompetensi karyawan (variabel Z) mempunyai sub variabel pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja.
Robbins (2017) mengemukakan bahwa kompetensi adalah kemampuan (ability) atau kapasitas seseorang untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan, dimana kemampuann ini ditentukan oleh 2 faktor yaitu kemampuan intelektual dan kemampuan fisik. Dimana kemampuan itu bisa mempengaruhi prestasi kerja, karena karyawan yang mempunyai kelebihan tersendiri atau beda dengan yang lain tentunya mempunyai prestasi kerja sendiri tentunya dengan apa yang dikuasainya. Semakin baik kompetensi dari karyawan maka akan semakin tinggi prestasi kerja yang dicapai. Pengaruh kompetensi terhadap prestasi kerja
menandakan bahwa kompetensi yang dimiliki oleh seorang karyawan sangat menentukan tingkat prestasi kerja karyawan.
Kompetensi memoderasi hubungan antara tekanan pekerjaan terhadap prestasi kerja dengan sifat melemahkan. Semakin tinggi tekanan pekerjaan pada karyawan maka semakin rendah prestasi kerja yang dicapai, namun dengan adanya kompetensi karyawan yang baik akan mengakibatkan rendahnya tekanan pekerjaan, sehingga prestasi kerja pun meningkat.
Hasil penelitian Hapsari dan Nurhayati, (2016) menyatakan bahwa Kompetensi memoderasi hubungan antara tekanan pekerjaan terhadap prestasi kerja bersifat melemahkan. Hal ini berarti bahwa adanya kompetensi melemahkan hubungan antara tekanan pekerjaan terhadap prestasi kerja. Dimana kompetensi yang baik akan menurunkan tekanan pekerjaan yang dirasakan karyawan dan prestasi kerja akan meningkat. Sementara itu penelitian yang dilakukan oleh Law, Murayama, dan Elliot, (2012) menyatakan bahwa menargetkan kompetensi yang dirasakan sebagai calon moderator dari hubungan antara pendekatan kinerja dan tujuan penghindaran kinerja. Kompetensi yang dirasakan mewakili kepercayaan individu bahwa mereka memiliki kemampuan atau akan mampu menyelesaikan tugasnya, dan variabel ini telah menjadi konstruk sentral dalam literatur prestasi selama beberapa dekade. Kompetensi yang dirasakan memprediksi pencapaian akademik dan memfasilitasi komitmen aktif terhadap kompetensi. Individu dengan kompetensi yang dirasakan lebih tinggi mengalami lebih banyak emosi positif selama penyatuan tugas (Pekrun & Stephens, 2010; Weiner, 1985), lebih fokus pada positif dan kurang pada kemungkinan negatif (Atkinson, 1964; Elliot
& Church, 1997).
2.3.4 Kompetensi Menguatkan / Melemahkan Pengaruh Promosi Jabatan Terhadap Prestasi Kerja
Priansa (2016) menyatakan bahwa karyawan memperoleh kesempatan promosi jabatan karena karyawan tersebut memiliki kompetensi sehingga pertimbangkan organisasi untuk memberikannya promosi jabatan menjadi semakin kuat. Promosi mempengaruhi prestasi kerja secara tidak langsung, positif dan signifikan yang berarti bahwa semakin baik promosi, semakin tinggi kompetensi yang akan mengarahkan pada prestasi kerja yang baik.
Trivellas (2015) menjelaskan bahwa rendahnya promosi dalam meningkatkan prestasi kerja sejalan dengan kenyataan di tempat kerja bahwa sebagian besar karyawan tidak mengharapkan promosi karena kompetensi pekerja mereka tidak mendukung. Promosi jabatan dalam meningkatkan terhadap prestasi kerja tidak akan berfungsi dengan baik jika penempatan posisi karyawan tidak sesuai dengan keterampilan dan keahlian karyawan. Promosi jabatan harus dilakukan dengan hati-hati, menyeluruh, dan sesuai dengan kebutuhan.
Hasil penelitian Hapsari dan Nurhayati, (2016) menyatakan bahwa Kompetensi memoderasi hubungan antara promosi jabatan terhadap prestasi kerja bersifat menguatkan. Apabila kompetensi yang dimiliki karyawan baik, maka prestasi kerja karyawan akan meningkat. Semakin karyawan diberi kesempatan untuk promosi dari pihak perusahaan, maka semakin tinggi prestasi karyawan.
Atas dasar teori-teori yang telah dijelaskan sebelumnya diatas, maka pengaruh X1 dan X2 terhadap Y dan dimoderating dengan variabel Z dapat dirumuskan sebagai berikut:
Adapun kerangka konseptual pada penelitian ini adalah:
Gambar 2.1
Pengaruh Tekanan Pekerjaan dan Promosi Jabatan Terhadap Prestasi Kerja dengan Kompetensi Karyawan sebagai Variabel Moderating
Sumber: Umar Higgins (2000), Luthan (2006), Padjalangi (2012), Stephen Robbin (2017), diolah Penulis (2017)