Penelitian tentang Pengaruh Tekanan Pekerjaan dan Promosi Jabatan Terhadap Penilaian Prestasi Kerja dengan Kompetensi sebagai Variabel Moderating pada PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Medan belum pernah dilakukan sebelumnya, namun ada beberapa penelitian yang dapat menjadi referensi dalam penelitian ini antara lain:
1. Trisna Arini Hulyah (2004), mengenai Pengaruh Tekanan Pekerjaan terhadap Kepuasan Kerja dan Kepuasan Keluarga dengan Dukungan Sosial sebagai Variabel Moderator: Studi Kasus pada Industri Perbankan di Surakarta, menyatakan bahwa Tekanan Pekerjaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan kepuasan keluarga. Dukungan sosial dari tempat
kerja dan dari keluarga tidak memoderasi hubungan antara tekanan pekerjaan dengan kepuasan keluarga.
2. Rindra Yusianto (2008), mengenai Analisa Pengaruh Stres Kerja Terhadap Prestasi Kerja Staf Pengajar (Studi Kasus Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Semarang), menyatakan bahwa pengujian secara parsial stres lingkungan fisik berpengaruh negatif terhadap prestasi kerja staf pengajar dengan nilai t hitung sebesar -7,860 lebih besar dari t tabel yaitu sebesar -2,026 dengan taraf sinifikansi 0,000. Pada pengujian secara parsial tekanan individual berpengaruh negatif terhadap prestasi kerja staf pengajar dengan nilai t hitung sebesar -2,945 lebih besar t tabel yaitu sebesar -2,026 dengan taraf sinifikansi 0,006. Pada pengujian secara parsial tekanan kelompok berpengaruh negatif terhadap prestasi kerja staf pengajar dengan nilai t hitung sebesar -3,225 lebih besar t tabel yaitu sebesar -2,026 dengan taraf sinifikansi 0,003. Pada pengujian secara parsial tekanan keorganisasian berpengaruh negatif terhadap prestasi kerja staf pengajar dengan nilai t hitung sebesar -3,080 lebih besar t tabel yaitu sebesar -2,026 dengan taraf sinifikansi 0,004. Sementara dalam pengujian secara simultan stres kerja berpengaruh negatif terhadap prestasi kerja staf pengajar dengan nilai F hitung sebesar 84,034 lebih besar F tabel yaitu sebesar -5,70 dengan taraf sinifikansi 0,000.
Berdasarkan hasil tersebut di atas diharapkan staf pengajar dapat menekan sumber stres itu sendiri, baik dilingkungan kerja maupun saat berada di luar kantor.
3. Muh. Fadly Syafaat (2009), mengenai Pengaruh Penilaian Prestasi Kerja Karyawan Terhadap Promosi Jabatan Pada PT. Bank Mega, Tbk Wilayah
Makasar, menyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif antara penilaian prestasi dengan promosi jabatan, yang ditujukan oleh angka korelasi sebesar 0,786. Tanda positif berarti, jika hasil penilaian prestasi kerja seorang karyawan semakin bagus, maka semakin besar kesempatannya untuk di promosikan kepada jabatan yang lebih tinggi, dan sebaliknya. Sedangkan hasil determinasi (R2) sebesar 0,590 menunjukkan bahwa promosi jabatan PT. Bank Mega, Tbk Wilayah Makasar sebesar 59% dipengaruhi penilaian prestasi kerja dan 41% dipengaruhi faktor lain.
4. Jerry M. Logahan (2009), mengenai Pengaruh Tekanan Pekerjaan dan Stres Pekerjaan terhadap Evaluasi Kinerja, menyatakan bahwa pengaruh tekanan pekerjaan dan stres pekerjaan terhadap evaluasi kinerja para pengacara di H.
Harris Sarana, SH and Partners disimpulkan (1) Variabel tekanan pekerjaan (X1) terhadap evaluasi kinerja para pengacara di H. Harris Sarana, SH and Partners sebesar 0,534. Variabel tekanan pekerjaan mempengaruhi evaluasi kinerja secara signifikan; (2) Variabel stress pekerjaan (X2) juga mempengaruhi evaluasi kinerja sebesar 0,590. Variabel stres pekerjaan mempengaruhi kinerja secara signifikan; (3) Besarnya pengaruh dua Variabel bebas (simultan) yaitu pengaruh tekanan pekerjaan (X1) dan stres pekerjaan (X2) terhadap evaluasi kinerja (Y) adalah sebesar 0,618% dan mempengaruhi secara signifikan.
5. Noni Komalasari (2010) meneliti tentang pengaruh pendidikan dan pelatihan serta prestasi kerja terhadap pengembangan karir pada Kantor Bupati Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pendidikan dan pelatihan serta prestasi kerja berpengaruh positif dan
signifikan terhadap pengembangan karir pegawai pada Kanto Bupati Serdang Bedagai.
6. Yoni Hermawan (2010) meneliti tentang Pengaruh Promosi Jabatan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan PT Pos Indonesia (Persero) Tasikmalaya, menyatakan bahwa promosi jabatan yang diterapkan oleh PT.POS Indonesia (Persero) Cabang Tasikmalaya selama ini berdampak terhadap prestasi kerja karyawan sebesar 0,61 kali. Selanjutnya dari uji korelasi, diperoleh nilai r = 0,648 yang berarti bahwa promosi jabatan mempunyai tingkat hubungan dengan prestasi kerja karyawan pada kategori kuat.
7. Menurut penelitian yang dilakukan oleh A. Iyan Padjalangi (2012) mengenai Pengaruh Penilaian Prestasi Kerja dan Kompetensi Karyawan Terhadap Promosi Jabatan Pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk Cabang Makasar menyatakan bahwa terdapat hubungan yang berpengaruh positif antara penilaian prestasi dan kompetensi karyawan terhadap promosi jabatan.
Dengan demikian penilaian prestasi kerja dan kompetensi karyawan PT BNI cabang Sudirman Makassar berpengaruh signifikan terhadap promosi jabatan sehingga dapat memotivasi karyawan untuk lebih giat bekerja agar mendapat penilaian yang baik.
8. Gilang Yuda Novaritpraja (2012), Mengenai Analisis Pengaruh Stres Kerja terhadap Kepuasan Kerja dengan Sumber Dukungan Sosial sebagai Variabel Moderating pada Karyawan PT Charoen Pokphand Jayafarm Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya, menyatakan variabel stres kerja berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja karyawan (H1), variabel interaksi antara hubungan stress kerja dengan dukungan sosial
berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja (H2), hasil analisis uji t dapat diketahui stres kerja dengan dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.
9. Aprilda (2012), Mengenai Pengaruh Kompetensi Terhadap Prestasi Kerja Pegawai (Studi Pada Bagian Pengelolaan Keuangan Balai Pengembangan Pendidikan NonFormal dan Informal Regional I Medan, menyatakan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pegawai pengelolaan keuangan di PNFI Regional I Medan. Ini berarti BP-PNFI Regional I Medan telah memberikan perhatian yang besar terhadap kompetensi Pegawainya, karena semakin tinggi kompetensi yang dimiliki seorang Pegawai sesuai dengan bidang pekerjaannya, maka semakin tinggi pula prestasi kerja yang diberikan pegawai tersebut terhadap instansi/lembaga tempatnya bekerja.
10. Agnetha Judas (2013), Mengenai Mutasi dan Promosi Jabatan Pengaruhnya Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Kerja Pada Kanwil Ditjen Kekayaan Negara Sulutenggo dan Maluku Utara di Manado, menyatakan bahwa mutasi dan promosi jabatan berpengaruh secara simultan terhadap prestasi kerja pegawai.
Mutasi tidak berpengaruh secara parsial terhadap prestasi kerja pegawai.
Promosi jabatan berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai. Hubungan antara mutasi dan promosi jabatan terhadap prestasi kerja pegawai kuat.
Mutasi dan promosi merupakan salah satu kegiatan penting bagi pengembangan pegawai, dan untuk memberi motivasi kepada para pegawai agar lebih meningkatkan prestasi kerja pegawai.
11. Nurdin, Mukhlis Yunus, dan Syafaruddin Chan (2015), meneliti tentang Pengaruh Penempatan, Mutasi dan Promosi Terhadap Prestasi Kerja Serta Dampaknya Terhadap Kinerja Pegawai Sekretariat Daerah Aceh, menyatakan bahwa baik uji hipotesis F maupun t, semuanya memiliki pengaruh atau hubungan, karena F hitung dan t hitung lebih bear dari F tabel dan t tabel pada tingkat signifikansi 0,000. Peningkatan kinerja pegawai akan sangat baik bila dilakukan dengan meningkatkan prestasi kerja. Hal ini dapat dilihat dari koefisien pengaruh yang langsung mempengaruhi variabel kinerja pegawai, yang tertinggi adalah variabel Mutasi yaitu 17,7%. Terkait dengan variabel eksogen, dari 3 variabel yang ada, pengaruh terbesar diberikan oleh Mutasi dengan koefisien sebesar 17,7%. Sedangkan pengaruh dari variabel eksogen ke mediating, koefisien terbesar diberikan oleh variabel Penempatan 20,5%.
12. Nova Fahrunisya (2014), mengenai Pengaruh Kompetensi Karyawan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada Direktorat HRD dan GA di Cipaganti Group Bandung, menyatakan bahwa hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kompetensi karyawan dan prestasi kerja karyawan baik. Berdasarkan hasil pengelolaan kuesioner, kompetensi karyawan berpengaruh baik terhadap prestasi kerja karyawan dengan R Square 61,4%.
Berarti prestasi kerja karyawan dipengaruhi kompetensi karyawan sebesar 61,4% dan sisanya 38,6% dipengaruhi faktor lain.
13. Ari Soeti Yani dan Hari Prabowo (2015), dalam penelitiannya Pengaruh Promosi Jabatan dan Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Moderating pada Auto 2000
Cabang Garuda, menyatakan bahwa promosi jabatan berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja. Disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja. Moderasi dari komitmen organisasi memperlemah pengaruh promosi jabatan terhadap prestasi kerja. Moderasi dari komitmen organisasi memperlemah pengaruh disiplin kerja terhadap prestasi kerja.
14. Rusnia J (2016), dalam penelitiannya Pengaruh Kompetensi Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, menyatakan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) kompetensi berpengaruh signifikan terhadap pretasi kerja (2) keterampilan mempunyai kontribusi terbesar terhadap peningkatan prestasi kerja pegawai Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Utara.
15. Ceswirdani, Henny Sjafitri, Yuni Candra (2017), dalam penelitiannya Pengaruh Kompetensi dan Kualitas Kerja Terhadap Prestasi Kerja Pegawai di Kantor Kecamatan Kuranji, menyatakan bahwa hasil uji t dapat diketahui bahwa variabel kompetensi dan kualitas kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja pegawai Kecamatan Kuranji. Hasil uji F dapat diketahui bahwa kompetensi dan kualitas kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja pegawai Kecamatan Kuranji.
Nilai koefisien determinasi (R2) menjelaskan bahwa kompetensi dan kualitas kerja memberi kontribusi pengaruh terhadap prestasi kerja pegawai Kecamatan Kuranji adalah sebesar 56.3% dan sisanya sebesar 43.7%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
16. Hapsari dan Nurhayati (2016), penelitiannya Pengaruh Kompetensi Profesional dan Burnout Kerja Terhadap Prestasi Kerja dengan Perceived
Organizational of Support sebagai Variabel Moderating menyatakan bahwa kompetensi profesional berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. Burnout kerja memberikan pengaruh negatif dan signfikan terhadap prestasi kerja karyawan. Perceived organizational of support memoderasi hubungan kompetensi profesional terhadap prestasi kerja dengan sifat menguatkan. Perceived organizational of support memoderasi hubungan burnout kerja terhadap prestasi kerja dengan sifat memperlemah.
17. Law, Muryama, dan Elliot (2012), penelitiannya Perceived Competence Moderates the Relation Between Performance – Approach and Perfomence-Avoidance Goals menyatakan fokus pada 4 metode menargetkan kompetensi yang dirasakan sebagai calon moderator dari hubungan antara pendekatan kinerja dan tujuan penghindaran kinerja. Kompetensi yang dirasakan mewakili kepercayaan individu bahwa mereka memiliki kemampuan atau akan mampu menyelesaikan tugasnya, dan variabel ini telah menjadi konstruk sentral dalam literatur prestasi selama beberapa decade.
18. Rinaldi, Sani dan Martono, (2017), penelitiannya Mutation And Promotion System And Its Relation to Employee Satisfaction And Job Performance Of West Kalimantan Immigration Office menyatakan bahwa ada pengaruh signifikan dari mutasi terhadap kepuasan kerja; ada pengaruh signifikan promosi terhadap kepuasan kerja; ada pengaruh yang signifikan dari mutasi terhadap kinerja pekerjaan, ada pengaruh yang signifikan dari promosi terhadap prestasi kerja, dan ada pengaruh yang signifikan dari kepuasan kerja terhadap prestasi kerja. Datadiversity dijelaskan menggunakan model analisis
jalur 62,2%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model dan kesalahan.
19. Gunawan, (2017), penelitiannya Pengaruh Kompensasi, Tekanan Pekerjaan dan Kejelasan Karier terhadap Kinerja Pegawai Kontrak (Pasukan Kuning) pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kapuas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kompensasi, tekanan pekerjaan dan kejelasan karier berpengaruh signifikan secara simultan maupun parsial terhadap kinerja pegawai kontrak (Pasukan Kuning) Pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kapuas, dengan kejelasan karier sebagai variabel yang dominan.
20. Noor, Khan, Dan Naseem, (2015), Penelitiannya Impact Of Job Promotion And Job Advancement On Promotion And Job Advancement On Job Satisfaction In Universities Of KPK Province Of Pakistan. Hasilnya menunjukkan perbedaan yang luas antara sektor publik dan swasta atas dasar kepuasan kerja. Anggota fakultas yang permanen, PhD, dan lebih berpengalaman mengungkapkan kepuasan yang lebih besar daripada karyawan kontrak, non-PhD, dan kurang berpengalaman. Studi ini juga menemukan bahwa staf akademik dari lembaga pendidikan tinggi publik secara komparatif lebih puas dengan kepuasan kerja keseluruhan daripada mereka yang bekerja di lembaga pendidikan tinggi swasta. Lebih dari semua studi menunjukkan bahwa promosi kerja dan kemajuan pekerjaan memiliki hubungan positif dengan kepuasan kerja. Studi ini merekomendasikan kebijakan promosi fleksibel, skema peningkatan pekerjaan, mencari opini
karyawan untuk meningkatkan kepuasan karyawan. Kesempatan yang setara harus diberikan kepada tinggi swasta. Lebih dari semua studi menunjukkan bahwa promosi kerja dan kemajuan pekerjaan memiliki hubungan positif dengan kepuasan kerja. Studi ini merekomendasikan kebijakan promosi fleksibel, skema peningkatan pekerjaan, mencari opini karyawan untuk meningkatkan kepuasan karyawan. Kesempatan yang setara harus diberikan kepada semua karyawan dalam kebijakan hadiah, paket gaji. Selanjutnya, layanan pelatihan profesional dapat dimulai untuk peningkatan pekerjaan.
21. Panari, Guglielmi, Simbula, Depolo, (2010), Penelitiannya Can An Opportunity To Learn At Work Reduce Stress? A Revisitation Of The Job Demand-Control Model. Hasilnya menunjukkan bahwa kontrol dan pengembangan pribadi melakukan peran moderasi dalam hubungan antara beban kerja dan kebutuhan untuk pemulihan dengan mengurangi kelelahan.
Pentingnya dikaitkan dengan kesempatan belajar memiliki peran dalam mempromosikan kepuasan kerja dan, khususnya, dalam meningkatkan kualitas kehidupan kerja.
22. Oguz dan Sengun, (2011), Penelitiannya Mystery Of the Unknown : Revisiting Tacit Knowledge In The Organizational Literature. Dengan demikian, sifat primordial dari tacit knowing hilang dalam transisi dan apa yang tersisa adalah sebuah dikotomi linier dari pengetahuan tacit dan eksplisit.
23. Elewa, (2017), Peneltiannya Effect Of Job Rotation and Role Stress on Job Satisfcation and Organizational Commitment among Large Scale Of Administrative Staff in Nonprofit Organizational. Rotasi pekerjaan bisa
berpengaruh pada kepuasan kerja dan komitmen organisasi. Selain itu, stres berperan di antara karyawan memiliki pengaruh negatif pada JS dan OC.
Sebagai strategi praktis, organisasi dapat mempromosikan manfaat dari JR kepada kedua individu dan organisasi.
Tabel 2.1. Penelitian Terdahulu
No Judul Penulis Alat Analisis Hasil Penelitian 1 Pengaruh Tekanan
Pekerjaan Terhadap
2 Analisa Pengaruh Stres Kerja
1. stres lingkungan fisik berpengaruh negatif terhadap prestasi kerja staf pengajar.
2. tekanan individual berpengaruh negatif terhadap prestasi kerja staf pengajar. 3. tekanan kelompok berpengaruh
3 Pengaruh Penilaian Prestasi Kerja jabatan yang lebih tinggi,
No Judul Penulis Alat Analisis Hasil Penelitian 4 Pengaruh Tekanan
Pekerjaan dan Stres pengacara di H. Harris Sarana, SH and Partners disimpulkan (1) Variabel dan stres pekerjaan (X2) terhadap evaluasi kinerja (Y) adalah secara signifikan.
5 Pengaruh pendidikan dan pelatihan serta
6 Pengaruh Promosi Jabatan Terhadap
7 Pengaruh Penilaian Prestasi Kerja dan terhadap promosi jabatan.
No Judul Penulis Alat Analisis Hasil Penelitian 8 Analisis Pengaruh
Stres Kerja terhadap (H2), hasil analisis uji t dapat diketahui stres kerja dengan dukungan sosial
10 Mutasi dan Promosi Jabatan Pengaruhnya antara mutasi dan promosi jabatan terhadap prestasi kerja pegawai kuat.
11 Pengaruh dari 3 variabel yang ada, pengaruh terbesar diberikan oleh Mutasi.
Sedangkan pengaruh dari variabel eksogen ke
No Judul Penulis Alat Analisis Hasil Penelitian
13 Pengaruh Promosi Jabatan dan Disiplin Kerja Terhadap lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
No Judul Penulis Alat Analisis Hasil Penelitian tugasnya, dan variabel ini telah menjadi konstruk And Its Relation to Employee kerja, dan ada pengaruh yang signifikan dari kepuasan kerja terhadap
No Judul Penulis Alat Analisis Hasil Penelitian antara sektor publik dan swasta atas dasar
21 Can An Opportunity To Learn At
No Judul Penulis Alat Analisis Hasil Penelitian
analyses moderasi dalam hubungan antara beban
Sifat primordial dari tacit knowing hilang dalam transisi dan apa yang tersisa adalah sebuah
Stres berperan di antara karyawan memiliki pengaruh negatif pada Job Satisfaction dan
Organizational Commitment Sebagai strategi praktis, organisasi dapat mempromosikan manfaat dari Job Rotation kepada kedua individu dan organisasi.
Sumber: Data Diolah (2018)