• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

G. Kerangka Pemikiran

Dalam pengelolaan keuangan desa tentunya didasarkan pada peraturan-peraturan yang berlaku pada daerah tersebut dan berperdoman pada peraturan diatasnya. Tahapan dalam melakukan pengelolaan keuangan desa terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, serta tahap pelaporan, dan pertanggungjawaban harus dilaksanakan sesuai dengan asas keuangan desa yaitu asas transparan, akuntabel, partisipatif serta dilakukan tertib dan disiplin anggaran. Berikut adalah gambar kerangka pemikiran dalam penelitian ini:

Gambar 2. Kerangka Pemikiran

Permendagri No. 20 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa

Tahapan Pengelolaan Keuangan Desa

Transparan Akuntabel

Tertib dan disiplin anggaran Partisipatif

43 BAB IV

GAMBARAN UMUM DESA FAHILUKA A. Deskripsi tempat penelitian

Desa Fahiluka adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Malaka Tengah yang terletak di sebelah selatan dari Kabupaten Malaka dengan jarak 17 km dari kota Kecamatan dan Kabupaten. Luas wilayah Desa Fahiluka sekitar 1.768 Ha dengan batas wilayah sebagai berikut:

Sebelah utara : Desa Railor Sebelah timur : Laut Timor Sebelah selatan : Desa Lawalu Sebelah barat : Desa Naimana

Berdasarkan data demografis penduduk di Desa Fahiluka berjumlah 2924 orang, dimana jumlah laki-laiki sebanyak 1516 orang dan jumlah perempuan 1408 orang dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 794 dan kepadatan penduduk 65 kk per km.

Pekerjaan penduduk di Desa Fahiluka didominasi oleh pekerja petani karena sebagian besar wilayah di Desa Fahiluka didominasi lahan pertanian khususnya pertanian lahan basah karena didukung dengan potensi irigasi sepanjang daerah persawahan. Penduduk Desa Fahiluka tidak hanya bertopang pada satu jenis pekerjaan saja tetapi umumnya memiliki pekerjaan lain sebagai tambahan penghasilan seperti tambak ikan, hasil laut dan memelihara ternak terutama ternak sapi. Berikut ini gambaran

penduduk Desa Fahiluka sesuai jenis pekerjaan berdasarkan data demografis dan geografis tahun 2020

Tabel 1. Pekerjaan Masyarakat Desa Fahiluka Tahun 2020

Jenis Pekerjaan Jumlah

Petani 943

Buruh tani 799

Pegawai Negeri Sipil 78

Peternak 74

Sumber: Data Demografis dan Geografis Desa Fahiluka Tahun 2020

Keadaan penduduk di Desa Fahiluka dilihat dari agama yang dianut sebagian besar beragama katolik. Agama katolik merupakan agama yang dianut oleh mayoritas penduduk Kabupaten Malaka, meskipun agama katolik dianut mayoritas masyarakat tetapi agama lain dapat menjalankan kewajiban agamanya tanpa gangguan. Dengan kata lain sikap toleransi menjadi ikatan umum bagi masyarakat Kabupaten Malaka khususnya masyarakat di Desa Fahiluka. Berikut adalah data penduduk Desa Fahiluka berdasarkan agama

Tabel 2. Data Penduduk Desa Fahiluka Berdasarkan AgamaYang Dianut Tahun 2020

Sumber: Data Profil Desa Fahiluka Tahun 2020

Pendidikan merupakan salah satu unsur terpenting dalam pembangunan karena dengan pendidikan masyarakat akan membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Masyarakat di Desa Fahiluka menganggap pendidikan adalah hal yang penting berikut adalah data tingkat pendidikan masyarakat Desa Fahiluka berdasarkan data demografis dan geografis 2020:

Tabel 3. Data Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa FahilukaTahun 2020

Tingkat Pendidikan Jumlah

Sumber: Data Demografis dan Geografis Desa Fahiluka Tahun 2020

Untuk mendukung tingkat pendidikan yang layak di Desa Fahiluka tentunya harus di dukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Desa Fahiluka memiliki beberapa fasilitas pendidikan yang dapat digunakan.

Berikut adalah jumlah sarana dan prasarana pendidikan Desa Fahiluka tahun 2020

Tabel 4. Sarana dan Prasarana Pendidikan Desa FahilukaTahun 2020 Sarana dan Prasarana

Pendidikan

Jumlah Gedung sekolah Paud 1 Buah

Gedung sekolah SDK 2 Buah

Gedung sekolah SDI 1 Buah

Gedung sekolah SMP 2 Buah Gedung sekolah SMA 2 Buah Gedung Perguruan tinggi -

Sumber: Data Profil Desa Fahiluka Tahun 2020

Selain sarana dan prasarana pendidikan masyarakat Desa Fahiluka juga memerlukan saranan dan prasarana lain untuk memperlancar kegiatan sehari-hari. Berikut adalah sarana dan prasarana lain yang ada di Desa Fahiluka berdasarkan data dari profil Desa Fahiluka 2020

Tabel 5. Sarana dan Prasarana Tempat Ibadah Sarana dan Prasarana Tempat

Sumber: Data Profil Desa Fahiluka Tahun 2020

Tabel 6. Sarana dan Prasarana Kesehatan Di Desa Fahiluka Tahun 2020 Sarana dan Prasarana

Kesehatan

Jumlah

Posyandu 7 Unit

Puskesmas 1 Unit

Sumber: Data Profil Desa Fahiluka Tahun 2020

Tabel 7. Sarana dan Prasarana Umum Desa Fahilukan Tahun 2020

Sarana dan Prasarana Umum Jumlah

Pantai 1

Koperasi -

Sumur desa 6 Buah

Pasar 1 Buah

Lainnya -

Sumber: Data Profil Desa Fahiluka Tahun 2020

B. Keadaan Ekonomi Penduduk Desa Fahiluka

Keadaan ekonomi di Desa Fahiluka akan tergambar dari kondisi sumber daya alamnya terutama sektor pertanian, peternakan, perkebunan dan kehutanan. Sektor pertanian menjadi penopang utama masyarakat Desa Fahiluka yang terlihat dari konsentrasi tenaga kerja pada sektor ini dan mata

pencarian utama masyarakat adalah di sektor pertanian. Kontribusi sektor pertanian pada perekonomian Desa Fahiluka cukup berarti. Secara garis besar akan digambarkan berikut

Tabel 8. Pemilikan Lahan Pertanian Penduduk Desa Fahiluka Tingkatan Luas Lahan Pertanian Jumlah Pemilik Rumah tangga yang memiliki tanah

pertanian

157 KK Memiliki kurang dari 0,5 ha 11 KK

Memiliki 0,5-1,0 ha 10 KK

Memiliki lebih dari 1,0 ha -

Sumber: Data Demografis dan Geografis Desa Fahiluka Tahun 2020

Tabel 9. Luas Tanaman Pangan Menurut Komoditas

Jenis Tanaman Pangan Luas tanam

Padi sawa 35 HA

Jagung 11 HA

Kacang hijau 5 HA

Ubi kayu 35 HA

Cabe 0,2 HA

Sumber: Data Demografis dan Geografis Desa Fahiluka Tahun 2020

Tabel 10. Pemilikan Lahan Perkebunan Penduduk Desa Fahiluka Tingkatan Luas Lahan

Perkebunan

Jumlah Pemilik Jumlah rumah tangga yang memiliki

tanah perkebunan

150 KK

Tidak memiliki 420 KK

Memiliki kurang dari 0,5 Ha 42 KK Memiliki 0,5 – 1,0 Ha 70 KK Memiliki lebih dari 1,0 Ha 38 KK

Sumber: Data Demografis dan Geografis Desa Fahiluka Tahun 2020

Tabel 11. Jenis Populasi Ternak

Jenis Komoditas Jumlah Pemilik

Sapi 157

Babi 246

Ayam 396

Bebek 170

Kambing 171

Sumber: Data Demografis dan Geografis Desa Fahiluka Tahun 2020

C. Pendapatan Desa Fahiluka

Pemerintah desa di Desa Fahiluka memperoleh pendapatan desa dari 3 sumber yaitu: dana desa, Alokasi Dana Desa (ADD), dan bagi hasil pajak dan retribusi. Berikut merupakan rincian dana tersebut selama 3 tahun terakhir:

Tabel 12. Pendapatan Desa Fahiluka Tahun 2019

Jenis Pendapatan Jumlah

Dana Desa 868.787.000

Alokasi Dana Desa (ADD) 394.294.000 Bagi Hasil Pajak dan Retribusi 15.487.000 Jumlah Pendapatan Desa Tahun 2019 1.278.568.000

Sumber: Pagu Dana Indikatif Desa Fahiluka 3 Tahun Terakhir

Tabel 13. Pendapatan Desa Fahiluka Tahun 2020

Jenis Pendapatan Jumlah

Dana Desa 881.741.000

Alokasi Dana Desa (ADD) 392.573.000 Bagi Hasil Pajak dan Retribusi 11.639.000 Jumlah Pendapatan Desa Tahun 2020 1.285.953.000

Sumber: Pagu Dana Indikatif Desa Fahiluka 3 Tahun Terakhir

Tabel 14. Pendapatan Desa Fahiluka Tahun 2021

Jenis Pendapatan Jumlah

Dana Desa 898.346.000

Alokasi Dana Desa (ADD) 301.096.000 Bagi Hasil Pajak dan Retribusi 10.550.000 Jumlah Pendapatan Desa Tahun 2021 1.209.992.000

Sumber: Pagu Dana Indikatif Desa Fahiluka 3 Tahun Terakhir

D. Deskripsi Pemerintahan Desa Fahiluka

Pemerintah Desa Fahiluka mempunyai Visi yaitu “menjadikan masyarakat Desa Fahiluka yang mandiri, tentram, sejahtra dan religius” dengan Misi yaitu:

1. Mewujudkan kegiatan pemerintahan desa yang tertib, lancar, dan transparan.

2. Mewujudkan tingkat pendidikan yang baik bagi masyarakat.

3. Mewujudkan masyarakat yang sehat.

4. Mewujudkan sarana dan prasarana desa yang memadai.

5. Mewujudkan masyarakat desa yang aman, tentram dan terkendali.

6. Mewujudkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

7. Mewujudkan masyarakat yang rukun beragama.

Pemerintah di Desa Fahiluka terdiri dari tiga belas aparatur pemerintah desa mulai dari kepala desa, sekretaris, bendahara, kaur, kasi, sampai pada kepala dusun dan staf lain. Setiap aparat desa memiliki peran masing-masing dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab, namun aparat desa tetap berkoordinasi satu sama lain untuk mewujudkan tujuan bersama. Berikut adalah struktur organisasi pemerintah Desa Fahiluka:

Gambar 3. Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Fahiluka

Sumber: Struktur Pemerintahan Desa Fahilukan Tahun 2020 Keterangan:

- - - Hubungan konsultatif kades dan BPD

--- Hubungan kemitraan kadesa dan LKMD/LPM ________ Hubungan perintah kades dan perangkat desa

Kepala desa

Karolina Hoar Lebo Kaur. Tata usaha dan umum

Hendrina Tefi

E. Deskripsi Tugas dan Wewenang Aparatur Pemerintah Desa

Setiap aparatur desa memiliki tugas dan wewenang yaitu sebagai berikut:

1. Kepala desa

a. Menetapkan kebijakan tentang pelaksanaan APBDes.

b. Menetapkan pelaksanaan teknis pengelolaan keuangan desa.

c. Menetapkan petugas yang melakukan pemungutan penerimaan desa.

d. Menyetujui pengeluaran atas kegiatan yang ditetapkan dalam APBDes.

e. Melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban APBDes.

2. Sekretaris desa

a. Menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolaan APBDes.

b. Menyusun rancangan peraturan desa tentang APBDes, perubahan APBDes, dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBDes.

c. Melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan dalam APBDes.

d. Menyusun pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBDes dan

e. Melakukan verifikasi terhadap bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran APBDes.

3. Kepala seksi pemerintahan

a. Menyusun rencana pelaksanaan kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya.

b. Melaksanakan kegiatan dan/atau bersama lembaga kemasyarakatan desa yang telah ditetapkan di dalam APBDes.

c. Melakukan tindakan pengeluaran yang menyebabkan atas beban anggaran belanja kegiatan.

d. Mengendalikan pelaksanaan kegiatan

e. Melaporkan perkembangan pelaksanaan kegiatan kepada kepala desa dan

f. Menyiapkan dokumen anggaran atas beban pengeluaran pelaksanaan kegiatan.

4. Kepala urusan tata usaha dan umum

Melaksanaan kegiatan ketatausahaan seperti tata naskah, administrasi surat menyurat, arsip, dan ekspedisi, dan penataan administrasi perangkat desa, penyediaan prasarana perangkat desa dan kantor, penyiapan rapat, pengadministrasian aset, inventarisasi, perjalanan dinas, dan pelayanan umum.

5. Kepala urusan keuangan dan bendahara

Kepala urusan keuangan melaksanakan urusan keuangan seperti pengurusan administrasi keuangan, administrasi sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran, verifikasi administrasi keuangan, dan administrasi penghasilan kepala desa, perangkat desa, BPD, dan lembaga pemerintahan desa lainnya. Disisi lain juga, menerima,

menyiapkan, menyetorkan/membayar, menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan penerimaan pendapatan desa dan pengeluaran pendapatan desa dalam rangka pelaksanaan APBDes.

6. Kepala urusan perencanaan

Mengoordinasi urusan perencanaan seperti menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja desa, menginventarisasi data-data dalam rangka pembangunan, melakukan monitoring dan evaluasi program, serta penyusunan laporan.

7. Kepala seksi pemerintahan

Melaksanakan manajemen tata praja pemerintahan, menyusun rancangan regulasi desa, pembinaan masalah pertanahan, pembinaan ketentraman dan ketertiban, pelaksanaan upaya perlindungan masyarakat, kependudukan, penataan dan pengelolaan wilayah, serta pendataan dan pengelolaan profil desa.

8. Kepala seksi kesejahteraan

Melaksanakan pembangunan sarana prasarana perdesaan, pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, dan tugas sosialisasi serta motivasi masyarakat di bidang budaya, ekonomi, politik, lingkungan hidup, pemberdayaan keluarga, pemuda, olahraga, dan karang taruna.

9. Kepala seksi pelayanan.

Melaksanakan penyuluhan dan motivasi terhadap pelaksanaan hak dan kewajiban masyarakat, meningkatkan upaya partisipasi masyarakat,

pelestarian nilai sosial budaya masyarakat, keagamaan, dan ketenagakerjaan.

10. Kepala wilayah/Dusun

a. Pembinaan ketentraman dan ketertiban, pelaksanaan upaya perlindungan masyarakat, mobilitas kependudukan, dan penataan dan pengelolaan wilayah.

b. Mengawasi pelaksanaan pembangunan di wilayahnya.

c. Melaksanakan pembinaan kemasyarakatan dalam meningkatkan kemampuan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungannya.

d. Melakukan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat dalam menunjang kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

55 BAB V

ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data

Evaluasi penerapan pengelolaan keuangan desa dilakukan dengan cara yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan melibatkan narasumber-narasumber yang berkaitan langsung dengan siklus pengelolaan keuangan desa. Wawancara dilakukan kepada 7 orang narasumber yang terdiri dari kepala desa, bendahara, kaur, kasi, kepala dusun dan ketua RT, pada saat penelitian BPD berhalangan sehingga peneliti mengambil ketua RT sebagai perwakilan masyarakat. Wawancara tidak dilakukan secara serentak kepada semua partisipan melainkan dengan membuat jadwal pertemuan untuk masing-masing partisipan.

Dalam wawancara partisipan ditanyakan mengenai proses pengelolaan keuangan desa berdasarkan asas transparan, akuntabel, partisipatif, serta tertib dan disiplin anggaran. Kepala desa dan bendahara desa merupakan narasumber yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah terkait penerapan asas transparan, akuntabel, partisipatif, serta tertib dan disiplin anggaran pada tahap perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan keuangan desa di Desa Fahiluka. Selanjutnya, Kaur perencanaan merupakan narasumber yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah terkait asas transparan dan partisipatif pada tahap perencanaan dan pelaksanaan dalam pengelolaan keuangan desa di Desa Fahiluka.

Berikutnya, kasi pelayanan dan dua kepala dusun merupakan narasumber yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah terkait asas transparan dan partisipatif pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan keuangan desa di Desa Fahiluka.

Sedangkan ketua RT merupakan narasumber yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah terkait asas transparan, akuntabel, dan partisipatif pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan keuangan desa di Desa Fahiluka, sebagai bentuk konfirmasi jawaban dari responden lain.

Proses pengelolaan keuangan desa di Desa Fahiluka dilaksanakan dengan menggunakan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 20 Tahun 2018 dan peraturan Bupati Malaka yang terdiri dari Peraturan Bupati No. 10 Tahun 2020 yang mengatur tentang tata cara pembagian dan penetapan rincian alokasi dana desa setiap desa di Kabupaten Malaka tahun anggaran 2020 dan Peraturan Bupati No. 9 Tahun 2020 tentang tata cara pembagian dan penetapan rincian dana desa setiap desa di Kabupaten Malaka tahun anggaran 2020.

Tahapan pengelolaan keuangan desa di Desa Fahiluka dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban. Pada tahap perencanaan setiap dusun melakukan musyawarah perencanaan dan pembangunan dusun (musrembangdus) dari hasil musyawarah tersebut akan menjadi usulan dalam musyawarah perencanaan dan pembangunan desa (musrembangdes). Musrembangdes

didasari oleh kepala desa yang memiliki visi dan misi yang akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMDes) untuk jangka waktu enam tahun. RPJMDes tersebut ditetapkan dalam musrembangdes bersama dengan pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader dan unsur masyarakat lainnya paling lama tiga bulan setelah kepala desa di lantik.

Selanjutnya setelah RPJMDes terbentuk, pemerintah desa membuat Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes). RKPDes digunakan selama satu tahun kedepan sesuai dengan pagu indikatif desa. RKPDes juga dilampirkan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan pemerintah desa juga membuat Daftar Usulan Rencana Kegiatan Pemerintah (DURKP) yang akan dimasukan dalam musyawarah perencanaan dan pembangunan Kecamatan (musrembangcam).

RKPDes yang telah ditetapkan akan menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes).

Sebelum dievaluasi oleh kecamatan, RAPBDes di proses dalam sebuah sidang bersama dengan BPD dalam musyawarah desa untuk memilih kegiatan mana yang akan direalisasikan berdasarkan skala prioritas.

Selanjutnya RAPBDes dan RKPDes diserahkan kepada Kecamatan untuk di evaluasi terkait dengan peraturan penggunaan dana desa karena tidak semua kegiatan yang dianggarkan dapat dibiayai dengan dana desa.

RAPBDes yang sudah di evaluasi oleh Kecamatan dan sudah dibenahi oleh pihak desa, akan berubah menjadi APBDes. APBDes selanjutnya akan

menjadi pedoman dalam melaksanakan kegiatan yang sudah dianggarkan sebelumnya.

Pada tahap pelaksanaan kegiatan dapat dilaksanakan ketika dana yang telah dianggarkan di dalam APBDes dan RAB cair ke rekening desa.

Dana-dana tersebut berasal dari beberapa sumber, yaitu Pendapatan Asli Desa (PAD), Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah, dan pendapatan lain lain desa yang bersumber dari bunga bank atau sejenisnya.

Dana desa ataupun alokasi dana desa sendiri cair secara bertahap.

Ada tiga tahap, yaitu tahap 1 paling cepat bulan Januari dan paling lambat Juni sebesar 40%, tahap II paling cepat bulan Maret dan paling lambat minggu keempat bulan Agustus sebesar 40%, tahap III paling cepat bulan Juli sebesar 20%. Namun pencairan tersebut kadang tidak tepat waktu sehingga membuat pelaksanaan pembangunan desa menjadi terhambat.

Adapun faktor yang membuat pencairan dana tersebut menjadi terlambat karena dari salah satu atau beberapa desa yang terlambat dalam melaporkan APBDes dan RKPDes. Sehingga apabila Desa Fahiluka telah tertib dalam hal pelaporan, namun masih ada desa lain yang belum melaporkan laporan pertanggungjawabannya, maka Desa Fahiluka juga akan merasakan imbas keterlambatan pencairan dana.

Dana tersebut dahulu di transfer ke tingkat Kabupaten, berbeda dengan sekarang dimana dana tersebut langsung di transfer ke rekening kas desa. Dana tersebut digunakan untuk mendanai penyelenggaraan

pemerintah desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa. Dalam melaksanakan kegiatan setiap kegiatan memiliki RAP (Rencana Anggaran Pelaksanaan) nya masing-masing. RAP tersebut dijadikan pedoman bagi tim pelaksana kegiatan untuk melakukan pengadaan barang, dalam hal melakukan pencairan dana untuk membeli keperluan pembangunan maka tim pelaksana kegiatan akan membuat Surat Permintaan Pembayaran (SPP), dan suarat pernyataan tanggungjawab belanja yang selanjutnya diverifikasi oleh sekretaris desa.

Setelah dana cair dan kegiatan sudah dilaksanakan, maka pada tahap pelaporan dan pertanggungjawaban tim pelaksanaan harus membuat laporan pertanggungjawaban kepada kepala desa. Laporan tersebut nantinya akan digabungkan dengan laporan lainnya yang menjadi laporan pertanggungjawaban (LPJ) satu tahun anggaran. Laporan tersebut akan di bahas bersama dengan BPD dan setelah LPJ disepakati maka akan diberikan kepada Kecamatan dan Kabupaten sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan keuangan desa tahun anggaran berkenaan.

B. Analisis Penerapan Pengelolaan Keuangan Desa Berdasarkan Asas Transparan, Akuntabel, Partisipatif, Serta Tertib Dan Disiplin Anggaran

1. Penerapan asas transparan dalam pengelolaan keuangan desa di Desa Fahiluka

Proses pengelolaan keuangan desa di Desa Fahiluka untuk penerapan asas transparan terdapat di tahap perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban. Pertama, pada tahap perencanaan informasi yang diketahui masyarakat yaitu mengenai usulan program desa, usulan program tersebut telah disepakati bersama dalam musyawarah. Pada tahap pelaksanaan masyarakat mengetahui informasi yang berkaitan dengan jenis kegiatan, waktu pelaksanaan, tempat pelaksanaan, dan pihak-pihak yang terlibat. Selain itu informasi lain yang diketahui masyarakat yaitu mengenai nama penerima BLT dan informasi layanan umum. Berikut adalah pemaparan lebih lanjut dari masing-masing tahap dalam asas transparan pada pengelolaan keuangan desa di Desa Fahiluka Penerapan asas transparan pada tahap perencanaan dimulai dari pemerintah desa di Desa Fahiluka mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam membuat usulan kegiatan pembangunan desa, usulan kegiatan tersebut dipilih atas dasar keputusan bersama. Aparatur pemerintah desa tidak mengambil keputusan secara sepihak namun telah di diskusikan bersama dalam musyawarah baik di tingkat dusun dan di tingkat desa. Musyawarah di tingkat desa dihadiri oleh BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, kader, dan unsur masyarakat lainnya hal tersebut didukung dengan adanya notulen rapat (lampiran hal. 104) dan daftar hadir saat musrembangdes (lampiran hal. 105).

Dalam musyawarah masyarakat diberikan kesempatan untuk mengetahui informasi mengenai proses perencanaan, informasi yang

diketahui masyarakat yaitu mengenai usulan program kegiatan yang akan dilaksanakan untuk satu tahun anggaran, jika ada masyarakat yang berhalangan hadir dalam musyawarah biasanya masyarakat tersebut menanyakan kegiatan pembangunan kepada kepala dusun. Di sisi lain jika masyarakat umum yang tidak mengikuti musrembangdes dan ingin mengetahui informasi tentang perencanaan maka masyarakat tersebut dapat menemui salah satu aparatur desa dan bertanya mengenai informasi yang Ia butuhkan. Berikut adalah hasil kutipan wawancara dengan kepala desa

“Perencanaan itu mereka semua dilibatkan tapikan tidak semua, melainkan wakil saja, pesertanya 30 orang berarti 30 orang yang kita undang ke desa tapi tidak menutup kemungkin jika ada yang datang untuk bertanya kita akan memberikan informasi yang mereka butuhkan”

(Hasil wawancara dengan Kepala Desa pada tanggal 21 Maret 2021)

Dalam musyawarah pengelolaan keuangan desa ada pihak-pihak yang turut terlibat dalam mengawasi jalannya musyawarah yaitu pemerintah Kecamatan, pendamping desa, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPEDA), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Bintara Pembina Desa (BABINSA). Hal tersebut didukung oleh pernyataan berikut:

“Jadi setiap kali kita rapat musyawarah desa itu memang mereka kita undang memang dari awal mereka ikut sebagai peserta lah kalau mau di bilang misalnya kalau kita mau musyawarah mereka juga ada kita undang pihak terkait ada dari Kecamatan, itu biasanya Camat kalau tidak ada yang mewakili dari kepolisian itu dari Polsek itu mereka juga ikut”

(Hasil wawancara dengan Kepala Desa pada tanggal 21 Maret 2021).

Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan pengelolaan keuangan desa di Desa Fahiluka, penerapan asas transparan dimulai dengan adanya keterlibatan masyarakat secara langsung dalam membantu memperlancar program kerja dengan bergotong royong. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya dokumentasi salah satu kegiatan pembangunan sumur desa (lampiran hal. 108). Di sisi lain, peran masyarakat juga sebagai pegawas pelaksanaan kegiatan pembangunan desa. Namun masyarakat umumnya tidak mengetahui informasi mengenai pengeluaran biaya pembangunan desa untuk pembiayaan kegiatan fisik melainkan informasi tersebut akan disampaikan setelah kegiatan selesai melalui baliho yang dipasang di depan kantor desa (lampiran hal. 103).

Sedangkan informasi yang diketahui masyarakat saat pelaksanaan program yaitu informasi yang berkaitan dengan jenis kegiatan, waktu pelaksanaan, tempat pelaksanaan dan pihak-pihak yang terlibat karena masyarakat dengan sendirinya ikut mengambil bagian dalam pembangunan desa. Berikut adalah hasil wawancara dengan kepala desa

“Iya masyarakat tahu, karena masyarakat ikut dalam pelaksanaan.

Misalnya yang penyaluran BLT kemarin kami sampaikan undangannya dan mereka datang jadi mereka tau informasi itu”

(Hasil wawancara dengan Kepala Desa pada tanggal 21 Maret 2021) Informasi yang sering diakses atau dicari masyarakat dalam tahap pelaksanaan adalah informasi mengenai BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan BST (Bantuan Sosial Tunai). Hal ini dikarenakan di saat

masa pandemi ada penyaluran BLT dan BST. BLT bersumber dari dana desa sedangkan BST bersumber dari kementerian sosial. Sehingga

masa pandemi ada penyaluran BLT dan BST. BLT bersumber dari dana desa sedangkan BST bersumber dari kementerian sosial. Sehingga