TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
6. Kesimpulan pada surat al-Baqarah ayat 245:
a. Pada surat Al-Baqarah ayat 245 terdapat di dalamnya adalah
“siapa”. Melalui ayat ini Allah bertanya kepada hamba-Nya akan siapa yang ingin memberikan pinjaman kepada-Nya, dalam arti siapa yang ingin memberikan hartanya di jalan Allah..
b. Pada ayat ini di dalamnya terdapat beberapa pertanyaan, yaitu; pertanyaan menurut maksudnya, pertanyaan menurut taksonomi, dan pertanyaan menurut macamnya.
c. Dalam menggunakan pertanyaan ini, pendidik bisa menggunakannya dalam proses pembelajaran dalam berbagai hal, seperti menanyakan kesiapan peserta didik, pertanyaan yang berkaitan dengan seseorang, pertanyaan yang mengarahkan, pertanyaan untuk menambah pemahaman peserta didik, dan lain sebagainya.
B.
Implikasi
Proses pembelajaran hendaknya dilakukan secara menyenangkan dan tidak membosankan. Seorang pendidik juga hendaknya bisa mengajak peserta didik untuk berpikir dan mau bertanya jika tidak mengetahuinya. Melalui Metode Tanya Jawab ini guru bisa menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan dan mengajak siswa untuk berpikir. Dalam penerapannya pendidik bisa melakukan tanya jawab dalam materi
apapun seperti Fikih, Qur’an Hadits, SKI, dan Akidah Akhlak.
C. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah penulis kemukakan di atas, maka ada ada beberapa hal yang ingin penulis kemukakan untuk dijadikan saran dan masukan dalam upaya peningkatan pendidikan salah satunya dalam proses pembelajaran. Diantaranya adalah:
1. Al-Qur’an merupakan pedoman bagi seluruh umat Islam dalam berbagai hal demikian juga dalam hal pendidikan. Hendaknya pendidikan dalam berbagai hal khususnya dalam pendidikan Islam tidak terlepas dari al-Qur’an.
2. Metode tanya jawab merupakan salah satu metode pembelajaran yang mengajak peserta didiknya aktif dalam pembelajaran. Dan hendaknya pendidik mengimplementasikan metode ini dalam proses pembelajaran. Selain dari pada metode ini metode tertua, metode ini juga merupakan metode yang sering digunakan oleh rasulullah dalam
melakukan proses pembelajaran. Metode ini pun bisa dimplementasikan dalam berbagai pembelajaran.
3. Hendaknya seorang pendidik mengajak peserta didiknya untuk bertanya terkait hal yang memang belum diketahui oleh peserta didiknya. Ini dikarenakan bertanya merupakan cara untuk mendapatkan pengetahuan.
90 Semarang, Juz. 2, 1974.
al Munjid, Kamus Al-Munjid. Bairut: Maktabah Asy-Syarqiyyati, 1987.
al-Qattan, Manna Khalil. Buku Studi Ilmu –Ilmu Qur’an terj. Dari Mabaahist fii
‘Ulumil Qur’an oleh Mudzakir AS. Bogor: Pustaka Litera Antar Nusa, 2010.
al-Syaybany, Omar Muhammad al-Toumy, Falsafah Pendidikan Islam Terj. Jakarta: Bulan Bintang, 1979.
Arief, Armai, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Press, 2002Mastuhu, Memperdayakan Sistem Penddikan Islam. Ciputat: Logos, 1999
Arifin, Muzayyin, Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 2009. ---, Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 2010. cet. 5. Arifin, Moh, Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 1989.
Basri, Hasan dan Ahmad Saebani, Beni, Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia, 2010.
Buchori, Didin Saefuddin, Metodologi Studi Islam. Bogor: Granada Sarana Pustaka, 2005, Cet I.
Djamarah, Syaiful Bahri & Zain, Aswan. Strategi belajar dan mengajar. Jakarta: Rineka Cipta, 2006. Cet. 3.
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya. Jakarta: Lentera Hati, Juz. 1, 9, 7, 10, Mukadimah, 2010.
Departemen pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Indonesia, 2001.
Enderson, Lorin W, dkk, Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran, Pengajaran dan Asesmen. Revisi Taksonomi Pendidikan Bloom, terj. dari A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assesing: A Revision of Bloom’s
Taxonomy of Educational Objectives, Abriged Edision oleh Agung Prohantoro. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014.
Enggar.net, Kata Kerja Operasional Baru-Taksonomi. Enggar.net, 23-Juni-2016, http://enggar.net/2016/06/kata-kerja-operasional-baru-taksonomi-bloom/
Ghuddah, Abdul Fattah Abu, Muhammad sang guru terj. dari Ar-Rosul
al-Mu’allim wa Asalibuhu fi at-Ta’lim oleh. Agus Hudlori. Temanggung: Armasta, 2015.
Hamka, Tafsir Al Azhar. Jakarta: Pustaka Panjimas, Juz. 1, 17, 2001.
HS, Fachruddin, Terjemah Hadits Shohih Muslim. Jakarta: Bulan Bintang, 1982, Jil. V.
Jamaluddin, Abu Fadhil, Lisanul ‘arobi. Beirut: Daarush Shodir, Juz. 2, 4, 8, 14, 1997.
Jamaludin dkk, Pembelajaran Presfektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2015.
Kaltsum, Lilik Ummu dan Ghazali, Abdul Maqsith, Tafsir Ahkam. Ciputat: UIN PRES, 2015.
Katsir, Ibnu, Tafsir Ibnu Katsir. Semarang: Kariyath Futiran, juz 3, t.t.
Kementrian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemah. Bandung: Syamil Al-Qur’an,
2012
Langgulung, Hasan, Asas-Asas Pendidikan Islam. Jakarta: Pustakan al-Husna, 2008.
Maman Kh, U, dkk., Metodologi Penelitian Agama Teori dan Praktek. Jakarta: Raja Grafindo Persada Press, 2006.
Moloeng, Lexi J, Metodologi Penelitian Kuliatatif. Bandung: PT Rosdakarya, 2013.
Munawwir, Ahmad Warson, Kamus Al-Munawwir. Surabaya: Pustaka Progresif, 1997
Musthofa, Ibrohim, dkk, Mu’jam Alwasith. juz. 1-2, bab. As-sin.
Natta, Abuddin, Ilmu Pendidikan Islam. Rawamangun: Kencana Prenada Media Grup, 2010.
_____, Abuddin, Metodologi Studi Islam. Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2004, cet. 9.
_____, Abuddin, Pendidikan Dalam Presfektif Al-qur’an. Jakarta: UIN Jakarta Press, 2005.
Ramayulis, Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 2015. ________, Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 2015.
________, Metodologi Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 2014.
Rozak, Abd. Dkk, Kompilasi Undang-Undang dan Peraturan Bidang Pendidikan. Jakarta: FITK Press, 2010.
Sanjaya, Wina, Kurikulum dan Pembelajaran. Rawamangun: Kencana Media Group, 2011.
Shihab, Umar. Kontekstualitas Al-Qur’an. Jakarta: Penamadani, 2005.
Shihab, Quraisy, Membumikan Al-Qur’an. Bandung: Mizan, 1, 8, 13, 15, 1994. Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi (Mixed
Methods). Bandung: Alfabeta, 2011.
Suharto, Toto, Filsafat Pendidikan Islam. Jogjakarta: Ar Ruzz Media, 2014. Sukmadinata, Nana Syaodih, Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2013, cet. 31.
Syari’i, Ahmad, Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2011. Tim Penyusun, Profesi Guru dalam Lintasan Sejarah Islam (Refleksi
Undang-Undang Guru dan Dosen. Nizamia Jurnal Pendidikan Islam, Vol 9 Nomor 1 tahun 2006
Uhbiyati, Nur, Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia, 1997.
Ulum, Samsul, Menangkap Cahaya Al-Qur’an. Malang: UIN Malang Press, 2007. Usman, Basyiruddin, Metodologi Pembelajaran Agama Islam. Jakarta: Ciputat
Press, 2002.
Usman, Moh. Uzer. Menjadi Guru Profesional, Bandung: Remaja Rosdakarya, Bandung. cet.24, 2010.
Yunus, Mahmud, Kamus Arab Indonesi. Jakarta: Mahmud Yunus Wa Dzurriyyah, 2013.
Yusuf, Tayar dan Anwar, Syaiful, Metodologi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab. Jakarta: Grafindo Persada, 1995.
Zaenudin, Mamat dan Nurbayan, Yayan, Pengantar Ilmu Balaghah. Bandung: Refika Auditama, 2007.
dari pasangan Saljum Siregar dan ibunya Arwati. Syifa masih memiliki keturunan batak Sumatra Utara dari ayahnya yang masih berdarah batak Sumatra Utara. Sedangkan ibunya lahir di Jakarta. Saat ini syifa dan keluarganya tinggal di Perum. Pakujaya, Rt 005/05 Blok. A21/ 11 Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten. Mengenai pendidikannya, syifa menamatkan sekolah dasarnya (SD) di Sekolah Dasar Negeri Margajaya, Serpong. Setelah lulus ia melanjutnya pendidikannya ke jenjang SLTP/SMP di sebuah Madrasah Tsanawiyah Daarul Muttaqien di Sepatan Tangerang. Selepas tamat dari MTs Daarul Muttaqien, ia melanjutnya studinya ke Madrasah Aliyah Daarul Muttaqien di Sepatan Tangerang. Mengenai pendidikan agamanya ia mendapatkan tambahan pendidikan agama di Pondok Pesantren Modern Daarul Muttaqien selama sekolah di MTs dan MA. Selepas lulus dari MA Daarul Muttaqien, ia melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi di Jakarta yaitu, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah pada jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Dan ia pun menamatkan studinya di UIN Syarif Hidayatullah pada tahun 2017.
Mengenai pengalaman organisasinya, ia menjadi pengurus Ikatan Santri Daarul Muttaqien (IKSDAM) masa khidmat 2011-2012 sebagai sekretaris IKSDAM. Pada tahun 2013 ia dilantik sebagai pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) sebagai anggota Departemen Pendidikan untuk masa bakti 2013-2014. Dan pada tahun 2015 ia dilantik sebagai pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FITK) sebagai staf ahli bidang pendidikan, masa bakti 2015. Selain sebagai pengurus, ia juga sering menjadi panitia di berbagai kegiatan kampus.