1. Legenda Desa Cibodas
Pada zaman kerajaan Pajajaran ada suatu tempat yang sangat di keramatkan yang merupakan leluhur dari Raja Pajajaran, adapun tempat yang di maksud dikenal dengan nama Keramat Mbah Singa Jiwa dan tak jauh dari keramat tersebut terdapat mata air yang sangat jernih. Konon katanya air tersebut mengandung tuah serta keajaiban-keajaiban, adapun mata air tersebut dinamakan Sira Dayeuh, mengingat keberadaan keramat serta keanehan dari mata air yang sangat jernih maka disebutlah tempat tersebut dengan nama Cibodas ( Ci= Air, Bodas=Jernih) mengingat perkembangan penduduk dan keadaan masyarakat maka pada zaman Hindia Belanda dibentuklah suatu desa hingga sekarang dengan nama Desa Cibodas4. 2. Terbentuknya Desa Cibodas
a. Berdirinya Desa Cibodas di Zaman Penjajahan Belanda
Setelah terbentuknya Desa Cibodas di zaman penjajahan Belanda yang dipimpin Lurah / Kepala Desa yang bernama Kong Jainan sekitar tahun 1930 yang telah dipercayai oleh kolonial Belanda. Yang sebelumnya Kong Jainan adalah Mandor Besar di Perkebunan Karet yang luas wilayahnya 422 Ha hampir setengah nya dari luas wilayah Desa Cibodas yang ± 914 Ha, sehingga sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada perusahaan perkebunan karet sebagai buruh sadap getah karet, pada waktu itu keadaan nya sangat berpengaruh pada perkembangan masyarakat Desa Cibodas khususnya pendidikan dan ekonomi. Cara pandang yang kolot menyebabkan mereka terjebak dalam lingkaran pembodohan yang dilakukan penguasa perkebunan karet yang dikelola oleh kolonial Belanda. Hal tersebut mengakibatkan sebagian besar masyarakat Desa Cibodas buta aksara dan mudah dibodohi oleh penguasa Belanda.
4Rencana Anggaran Pembangunan Desa Cibodas Tahun 2014-2019 hal. 19-22, Dokumen
b. Kepala Desa Pasca Kemerdekaan
Pada tahun 1948 setelah lurah yang bernama Kong Jainan tidak menjabat lagi karena lepas dari penjajahan Belanda terjadi pergantian lurah yaitu kepada Bapak Mumli dengan masa bakti beliau dari tahun 1948-1945 setelah itu terjadi digantikan oleh lurah yang bernama Tholib pada tahun 1954-1956 beliau tidak lama memimpin Desa Cibodas karena pada saat itu kondisi tidak mengijinkan.
Lurah Tholib digantikan oleh Lurah yang bernama Bapak H. Abdul Karim sedangkan wakil lurah adalah Bapak Syuhada Rusli yang menjabat dari tahun 1956-1968, sedangkan yang menjadi juru tulisnya adalah bapak Asnari. Tidak lama kemudian terjadi pergantian lurah/kepala desa dari H. Abdul Karim kepada Bapak R.H. A. Mahdum, lurah ini adalah menantu dari Bapak H. Abdul Karim karena kemampuannya yang menonjol di masyarakat terkenal yang sebagai juru tulisnya adalah H. Ukat Supadma. Masa bakti lurah/ kepala desa R.H.A Mahdum pada tahun 1968-1989, selanjutnya yang menjadi lurah/kepala desa yaitu Bapak Ukad Supadma masa bakti dari tahun 1968 s/d 2007 dengan penambahan 2 tahun karena peraturan penambahan waktu jabatan. Pada masa bakti lurah/kepala desa Bapak H. Ukat Supadma pernah meraih peringkat 2 tingkat nasional bidang pendidikan non formal yaitu juara Paket A/ setingkat SD.
Pada tahun 2007 terjadi pemilihan Kepala Desa Cibodas dengan hasil kepala desa terpilih yaitu Bapak R. Maryadinata dengan masa bakti kepala desa 2007 s/d 2013 sedang Sekdes adalah Saepuoh. Pada tahun 2013 Bapak R. Maryadinata terpilih kembali menjadi Kepala Desa Cibodas dengan masa bakti dari tahun 2013 s/d 2019 dengan Sekdesnya Rudi Sumantri.
Secara ringkas nama Lurah / Kepala Desa Cibodas adalah sebagai berikut:
1. Kong Jainan 91930-1948) Kepala Desa sebelum dan awal kemerdekaan. 2. Muhili (1948-1954)
3. Tolib (1954-1956)
4. H. Abdul Karim (1956-1968) 5. R.H.A Mahdum (1968-1989)
Kebudayaan masyarakat Cibodas dari jaman dahulu sampai sekarang: 1. Tradisi Ziarah ke makam keramat.
2. Tradisi hajat 7 bulan kehamilan. 3. Tradisi Sedekah Bumi
4. Tradisi perayaan hari besar Islam yaitu Maulid Nabi Muhammad
Shallallah ‘Alayhi wa Sallam dengan tradisi sorogan antar masjid.
5. Tradisi perayaan Agama memperingati Tahun Baru Islam tanggal 1 Muharram.
6. Tradisi lebaran yatim-piatu setiap pada tanggal 10 Muharram dengan cara memberi santunan pada anak yatim-piatu.
7. Tradisi jajap/mengantar yang akan berangkat naik haji.
8. Tradisi berebut dandang/seeng dengan diiringi pencak silat saat mengantar penganten.
Cagar budaya yang ada di antaranya:
1. Kramat Embah Singa Jiwa Cibodas wilayah Dusun I; 2. Kramat Cakra Yuda di Wilayah Dusun 3;
3. Kramat Ki Mas Baki di Dusun II; 4. Kramat Gorda di Dusun 3;
5. Kramat Uyut Ondo sang Lautan di Dusun 3 6. Kramat Uyut Nursin di Dusun 3;
7. Kramat Embah buyut Saripin Gugunungan di Dusun II B. Letak Geografis
Desa Cibodas ini memiliki luas sebesar 914 Ha dengan curah hujan rata-rata 3762 mm/tahun. Dataran pada desa ini berada pada 125 m dari permukaan laut dengan suhu antara 37- 38 Celcius5.
Desa ini memiliki kantor desa dengan jarak 7 Km dari Ibukota Kecamatan dan 30 Km dari Ibukota Kabupaten. Desa ini di kelilingi desa lain dengan tanda batas desa antara lain:
Sebelah Utara : Desa Rabak
Sebelah Timur : Sungai Cisadane dan Desa Karikkil
Sebelah Selatan : Desa Gobang dan Desa Cidokom
5 Data Monografi Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin Tahun 2014-2015, Dokumen tidak
Sebelah Barat : Sungai Citempuhan dan Desa Rabak Desa ini memiliki 3 Dusun yaitu antara lain:
1. Dusun I meliputi 2 rukun warga, 8 rukun tetangga, dan 3 kampung yaitu Pabuaran, Cibodas, dan Leuwipeso.
2. Dusun II meliputi 2 rukun warga, 7 rukun tetangga, dan 4 kampung yaitu Cisentul Utara, Cisentul Selatan, Cemplang, dan Ciumbuleuit. 3. Dusun III meliputi 2 rukun warga, 13 rukun tetangga, dan 9 kampung yaitu Cakrayuda, Cikupa, Manglad Barat, Leuwihalang, Tegalgede, Manglad, Bojongkeong, Tegaleurih, dan Rancapinggan.
Gambar 3. 2 : Wilayah Pengabdian kelompok KKN SUNRISE7
7 “Cibodas, Rumpin, Bogor” diakses pada 8 Oktober 2016 dari:
C. Struktur Penduduk
1. Keadaan Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin8
Gambar 3. 3 Grafik Keadaan Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Jumlah total penduduk Desa Cibodas secara keseluruhan berjumlah 9524 jiwa dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 4760 jiwa dan perempuan sebanyak 4764 jiwa. Hampir seimbangnya jumlah laki-laki dan perempuan di Desa Cibodas membuat kelompok KKN mengadakan program untuk mengasah keterampilan baik untuk laki-laki dan perempuan.
4760 4764 4740 4745 4750 4755 4760 4765 Laki-laki Prempuan Ju m lah