• Tidak ada hasil yang ditemukan

MISI II: PENGUATAN PASAR DALAM NEGERI

Sasaran 10 Kontribusi Ekonomi Kreatif

Sasaran 10 Kontribusi Ekonomi Kreatif

“Meningkatnya kontribusi PDB Industri Kreatif terhadap PDB nasional, sebagai

salah satu alternatif baru penggerak ekonomi nasional”

Tabel 31

Capaian Indikator Kinerja Sasaran 10

No Indikator Kinerja Rencana Tingkat Capaian Realisasi Capaian (%)

48 % Kontribusi industri kreatif pada PDB 2% 7,3 % 300,%

49 Jumlah UKM kreatif yang mengikuti pameran DN dan LN 100 UKM 227 UKM 227% 50

Jumlah pelaku ekonomi kreatif yang diberikan promosi/ pemasaran, kemitraan, fasilitasi, penghargaan dan akses pembiayaan

400 UKM 464 UKM 116%

51 Jumlah brand produk ekonomi kreatif yang dihasilkan 26 brand 26 100% 49 Jumlah UKM kreatif yang mengikuti pameran DN dan LN 100 UKM 227 UKM 227% 50

Jumlah pelaku ekonomi kreatif yang diberikan promosi/ pemasaran, kemitraan, fasilitasi, penghargaan dan akses pembiayaan

400 UKM 464 UKM 116%

51 Jumlah brand produk ekonomi kreatif yang dihasilkan 26 brand 26 100%

52 Jumlah promosi produk dalam negeri 4 kegiatan kegiatan 67 1.675%

Di Indonesia, Ekonomi Kreatif muncul ketika pemerintah berupaya untuk meningkatkan daya saing produk nasional dalam menghadapi pasar global. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) serta didukung oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN)

kemudian membentuk tim Indonesia Design Power 2006 – 2010 yang

bertujuan untuk menempatkan produk Indonesia menjadi produk yang diterima di pasar internasional dengan karakter nasional.

TUJUAN 6:   Peningkatan Kinerja Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, 

 

Produk budaya Indonesia menarik perhatian masyarakat luas

Tampil an halaman rumah website indonesiakreatif.net

IK-48

Prosentase Konstribusi industri kreatif pada PDB

Kontribusi ekonomi kreatif berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) yang telah diolah oleh tim riset Pengembangan Ekonomi kreatif Kementerian Perdagangan sampai dengan tahun 2008 tercatat sebesar 7,3%. Dari hasil pengolahan data tersebut kontribusi Industri Kreatif (IK) menurut nilai rata-rata 2002-2008: Kontribusi PDB IK (berdasar harga berlaku) Rp 360 trilyun; Penyerapan tenaga kerja 7,68 juta orang; Penciptaan lapangan kerja di bidang kreatif sebesar 3 juta usaha; dan kontribusi terhadap total ekspor Indonesia sebesar 7,5 % (setara dengan Rp 114 triliun).

 

Data yang digunakan masih merupakan data tahun 2008, mengingat sampai dengan saat ini belum dilakukan pengolahan data kontribusi IK tahun 2010. Selanjutnya secara periodik akan dilakukan pengolahan data terhadap IK. Secara umum pencapaian sasaran melebihi target yang telah ditetapkan. Pencapaian ini merupakan indikasi keberhasilan semua Kementerian/Lembaga serta pemangku kepentingan lainnya yang terlibat aktif dalam pengembangan Ekonomi Kreatif, termasuk Kementerian Perdagangan.

IK-49

Jumlah UKM kreatif yang mengikuti pameran DN dan LN

Pada tahun 2010, Kementerian Perdagangan melalui Ditjen PEN telah memberikan fasilitasi berupa kepesertaan pada berbagai pameran dagang di dalam maupun luar negeri kepada 227 UKM yang bergerak di industri kreatif antara lain di Pameran IFFINA, Inacraft, Java Jazz, Pameran Produk Industri Berbasis HKI, Adiwastra, Pameran Foire de Paris (Perancis), Tripoli International Fair (Libya), Fukuoka International Gift Show (Jepang), Bangkok International Fashion Fair (Thailand), dan lain-lain.

Jika dibandingkan dengan target yang ditetapkan sebanyak 100 UKM,

capaian jumlah UKM kreatif yang mengikuti pameran dagang di dalam dan luar negeri mencapai 227% dari target yang ditetapkan. Capaian ini merupakan hasil dari kontinuitas Kementerian Perdagangan dalam melakukan kegiatan-kegiatan promosi yang diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi terhadap produk-produk kreatif karya anak bangsa, sehingga produk-produk kreatif Indonesia dapat menjadi pilihan utama konsumen dalam negeri bahkan konsumen mancanegara. Capaian ini sekaligus menunjukkan komitmen yang kuat dari Kementerian Perdagangan untuk terus menerus mendukung pertumbuhan industri kreatif. Akan tetapi untuk indikator jumlah UKM kreatif yang mengikuti pameran di dalam maupun luar negeri, tidak dapat dilakukan perbandingan dengan capaian maupun realisasi dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini mengingat pada tahun 2009, indikator dimaksud tidak menjadi salah satu indikator pengukuran kinerja Kementerian Perdagangan, sehingga tidak tersedia data untuk dapat menjelaskan capaian untuk indikator dimaksud pada tahun-tahun sebelumnya.

Diharapkan perusahaan/UKM kreatif yang mengikuti pameran dalam dan luar negeri dapat memperoleh manfaat berupa perluasan akses pasar dan

peningkatan product awareness yang pada akhirnya akan membawa

kepada peningkatan skala usahanya. Selain itu dengan semakin banyaknya UKM kreatif yang berpartisipasi pada pameran di dalam dan luar negeri dapat membawa pada peningkatan apresiasi masyarakat terhadap produk kreatif karya anak bangsa.

Salah satu bentuk lain dukungan pengembangan ekonomi kreatif yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan adalah dengan memfasilitasi masyarakat dalam upaya peningkatan ekonomi kreatif melalui Portal Indonesia Kreatif sebagai media informasi, komunikasi dan edukasi tentang ekonomi kreatif di Indonesia dengan menyediakan ruang publik digital bagi para pemerhati ekonomi kreatif Indonesia pada alamat situs

 

memberikan informasi tentang pemahaman ekonomi kreatif, Indonesia kreatif, program pengembangan ekonomi kreatif, serta publikasi hasil penelitian dan statistik terkait ekonomi kreatif. Penyediaan akses Indonesia kreatif diharapkan dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mengembangkan produk-produk ekonomi kreatif Indonesia.

Portal Indonesia Kreatif juga menyediakan microsite kreatif yang berisi

antara lain tentang bidang arsitektur, desain, fesyen, kerajinan, periklanan, dan lain-lain. Kementerian Perdagangan juga telah memprakarsai pengembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia, dimana telah diluncurkan cetak Biru Pengembangan Ekonomi Kreatif yang meliputi 14 sub sektor yaitu:

Gambar 23

Sub Sektor Dalam Ekonomi Kreatif

IK-50

Jumlah pelaku ekonomi kreatif yang diberikan promosi/ pemasaran, kemitraan, fasilitasi, penghargaan dan akses pembiayaan

Secara keseluruhan, pada tahun 2010 terdapat 464 UKM potensial ekspor telah memperoleh fasilitasi dari Ditjen PEN Kementerian Perdagangan berupa promosi, pelatihan, workshop, lokakarya dan lain-lain. Jika dibandingkan dengan target yang ditetapkan untuk jumlah pelaku ekonomi kreatif yang memperoleh fasilitasi promosi/pemasaran, kemitraan, penghargaan dan akses pembiayaan, pada tahun 2010 dapat direalisasikan sebesar 116% dibandingkan dengan target 400 UKM. Capaian ini menjadi salah satu perwujudan komitmen Kementerian Perdagangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia dan sekaligus menunjukkan semakin meningkatnya tingkat kepercayaan dan partisipasi pelaku ekonomi kreatif terhadap berbagai program pemerintah.

Selain itu terealisasinya capaian sebesar 116% merupakan hasil dari sosialisasi program kegiatan Kementerian Perdagangan yang dilakukan secara bersamaan dengan program promosi.

 

Fasilitasi yang diberikan antara lain Pelatihan Kalkulasi Harga Ekspor & Tehnik Negosiasi Produk Kerajinan, Lokakarya Ekspor "Dukung Creativepreneur utk Menembus Pasar Dunia" (PPKI), Pelatihan Standar Kemasan Mebel dan Handicraft untuk Ekspor, Workshop “Introduction Export to EU for Handicraft Sector”, dan lain-lain.

Selain berbagai kegiatan pelatihan dan workshop, pada tahun 2010 juga telah

diresmikan Wahana “Indonesia is Creative” yang merupakan showcase

berbagai produk UKM kreatif berbasis seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Wahana “Indonesia is Creative” ini terletak di Terminal 2D

Keberangkatan Bandara Internasional Soekarno Hatta. Wahana “Indonesia Is

Creative” merupakan bentuk implementasi kerja sama antara Kementerian Perdagangan dengan PT. Bank Negara Indonesia mengenai Kerjasama Pengembangan Kegiatan Ekonomi Kreatif dan Pemberdayaan Pengusaha UKM, dimana dalam perwujudannya juga bekerja sama dengan PT. Angkasa Pura II dan PT. Alun Alun Indonesia Kreasi.

Keberadaan Wahana “Indonesia is Creative” ini dimaksudkan untuk mempromosikan produk-produk unggulan berbasis budaya dan kreativitas anak bangsa Indonesia seperti kerajinan, makanan dan spa yang berkualitas tinggi, berselera dunia, serta dapat mewakili pencitraan Indonesia secara positif, dengan disajikan secara kontemporer, memiliki nilai tambah dan berdaya saing global.

Di samping penyelenggaraan Wahana “Indonesia is Creative”, salah satu kegiatan yang telah diselenggarakan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif adalah penyelenggaraan Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2010. PPKI 2010 mengangkat tema “Eksplorasi Budaya Nusantara Melalui Keanekaragaman Kreativitas Pemuda Untuk Mendukung Kebangkitan Ekonomi Kreatif Indonesia” diselenggarakan pada tanggal 23 – 27 Juni 2010 di Jakarta Convention Center (JCC). Ruang lingkup kegiatan Konvensi PPKI 2010 merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari Pameran, Konvensi dan Gelar Seni Budaya. Kementerian perdagangan mengemban tugas sebagai ketua pelaksana Konvensi dalam PPKI 2010 dengan tujuan adalah: (1) Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM Indonesia; (2) Memfasilitasi pelaku

kreatif Indonesia agar dapat menjadi creativepreneur; (3) Meningkatkan

apresiasi masyarakat Indonesia dan dunia terhadap Ekonomi Kreatif Indonesia; (4) Meningkatkan sinergitas para pemangku kepentingan Ekonomi Kreatif untuk mengembangkan Ekonomi Kreatif di Indonesia; (5)Melakukan aktivasi “Aku Cinta Indonesia”; dan (6)Menciptakan jejaring antar pelaku kreatif di Indonesia.

Terkait dengan pemberian penghargaan terhadap pelaku ekonomi kreatif, pada penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2010 diberikan penghargaan Primaniyarta aktegori Barang dan Jasa Ekonomi Kreatif kepada 3 (tiga) perusahaan/UKM.

Perusahaan/ UKM yang memperoleh fasilitasi berupa promosi/ pemasaran, kemitraan, penghargaan dan akses pembiayaan, diharapkan dapat memberikan sejumlah manfaat dalam hal pengembangan usaha. Adapun

 

manfaat yang dapat dirasakan antara lain perluasan akses pasar, peningkatan product awareness, peningkatan daya saing hingga pengembangan kapasitas produksi.

Terkait dengan capaian maupun realisasi di tahun-tahun sebelumnya, realisasi dan capaian indikator jumlah pelaku ekonomi kreatif yang diberikan promosi/ pemasaran, kemitraan, fasilitasi, penghargaan dan akses pembiayaan pada tahun 2010 tidak dilakukan perbandingan. Hal ini mengingat pada tahun 2009, indikator dimaksud tidak menjadi salah satu indikator pengukuran kinerja Kementerian Perdagangan, sehingga tidak tersedia data untuk dapat menjelaskan capaian untuk indikator dimaksud pada tahun-tahun sebelumnya.

Dalam rangka pemberdayaan potensi pelaku kreatif, Kementerian Perdagangan telah memfasilitasi pelaku kreatif dalam beberapa kegiatan antara lain pelatihan kewirausahaan, temu usaha serta fasilitasi pendaftaran HKI dan halal. Kementerian Perdagangan juga memfasilitasi pelaku kreatif dalam event nasional seperti: Festival Musik, Festival Film, penganugerahan award serta event-event lain yang mendukung pengembangan ekonomi kreatif.

Pelaku kreatif yang telah difasilitasi antara lain: bimbingan teknis dan sosialisasi kepada 2000 pelaku kreatif potensial di 4 perguruan tinggi, penganugerahan 10 award festival ekonomi kreatif yang dikuti 1111 peserta, fasilitasi panggung pada 10 musisi Java Jazz dan 5 sineas yang mengikuti Jakarta International Film Festival (JIFFEST).

Berdasarkan indikator yang telah ditetapkan, target Kementerian Perdagangan dalam memfasilitasi 400 pelaku kreatif telah tercapai. Dapat dilihat dari jumlah pelaku kreatif yang telah difasilitasi sebanyak 3126 pelaku kreatif.

IK-51

Jumlah brand produk ekonomi kreatif yang dihasilkan

Nation branding merupakan identitas, ciri yang unik dan khas dari suatu bangsa, sehingga bangsa itu dikenal di dunia internasional, dan yang paling penting menjadi suatu kebanggaan dari rakyatnya sendiri. Dalam rangka membangun citra merek dan memperkuat merek, khususnya merk Indonesia, Kementerian Perdagangan memfasilitasi beberapa produk UKM binaan PDKM yang potensial untuk difasilitasi pengembangan mereknya.

Pengembangan merek produk kreatif telah dilakukan dengan beberapa tahap,

yakni identifikasi dan pemilihan merek, penyusunan brand strategy,

penyusunan brand Identity, penyusunan buku pengembangan merek, dan

pelatihan merek. Saat ini telah dilakukan pencapaian target pada tahun 2010 sebanyak 26 produk dari 325 target yang ditetapkan untuk 5 tahun (periode 2010-2014).

IK-52

Jumlah promosi produk dalam negeri

Sepanjang tahun 2010, telah dilakukan sebanyak 67 kegiatan promosi produk dalam negeri, baik berupa partisipasi pada berbagai pameran dagang skala nasional maupun skala internasional maupun penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2010. Kegiatan promosi

 

produk dalam negeri di berbagai ajang, baik berskala nasional maupun internasional dimaksudkan untuk memperkenalkan berbagai produk Indonesia di pasar global sekaligus untuk memperluas akses pasar bagi perusahaan Indonesia. Pada kepesertaan di berbagai pameran dalam dan luar negeri, UKM dan perusahaan Indonesia menampilkan berbagai produk Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi yang tidak kalah dengan produk-produk dari negara-negara maju.

Adapun kegiatan pameran dagang luar negeri yang diikuti Kementerian Perdagangan selama tahun 2010 sebanyak 41 kegiatan yakni China ASEAN Expo (CAEXPO) 2010; Pameran Seoul Food and Hotel 2010; The 6th Fukuoka International Gift Show 2010; Medical Fair Australia 2010; Tokyo International Gift Show 2010; Agri Pro ASIA 2010; Saudi Building and Interior Expo 2010; Tripoli International Fair; Gulf Bid Bahrain 2010; Foire International D’Alger 2010; Dar es Salaam International Trade fair (DITF) 2010; Baghdad International Trade Fair; The 5th International Hotel, Restaurant and Food Exhibition for Qatar (DIYAFA 2010); International Furniture & Design Exhibition and Awards 2010 (INFDEX 2010); The Big Five Show 2010; Pasar Malam Tong Tong 2010; Pameran Foire de Paris; Pameran Alimentaria Mexico; Pameran JA Show New York; 41st House & Gift Fair Brasil; Pameran Vicenzaoro Autumn 2010; BNV-Budapest International Fair; World Food Moscow 2010; Accenta – Flanders Expo; Alimentaria Barcelona; International Fisaldo Las Palmas, Spanyol; Fancy Food, New York; Misi Budaya dan Promosi, Istambul – Turki; Gifts Show - Moscow, Rusia; FIM, Madrid – Spanyol; High-Point, Amerika Serikat; Stylemax; Cairo International Fair 2010; Food, Hotel & Propac Arabia; Beautyworld Middle East; Inter Build Egypt 2010; Asian Pacific Food Expo 2010; Korea International Jewellery & Watch Fair 2010; Bangkok International Fashion Fair; The 7th China International Small & Medium Enterprise Fair; dan Pameran Taste of Indonesia & Handicraft

Selain partisipasi pada sejumlah pameran dagang internasional, kegiatan promosi dagang yang juga dilakukan oleh Kementerian Perdagangan selama tahun 2010 adalah menyelenggarakan misi dagang di 4 negara yakni Misi Dagang ke Brussel – Belgia (26-27 April 2010), misi dagang Vancouver – Canada (29 Juni 2010), misi dagang Rusia dan Belarus (15-18 September 2010), dan misi dagang India (15-17 Desember 2010).

Di samping kegiatan promosi berupa partisipasi pada pameran dagang internasional dan misi dagang, salah satu kegiatan promosi lain yang diselenggarakan selama tahun 2010 adalah In-store Promotion yang diselenggarakan pada tanggal 27 Maret – 1 Mei 2010, dengan mengikutsertakan 16 pengusaha bertempat di Harrods, London.   

 

 

 

 

 

 

 

 

           

Pameran Adi Wastra Nusantara untuk produk kreatif di dalam negeri 

Kementerian Perdagangan sangat antusias untuk mendukung

perkembangan ekonomi kreatif melalui berbagai kegiatan

Selama tahun 2010, terselenggara sebanyak 21 partisipasi maupun penyelenggaraan pameran dagang dalam negeri. Pameran dagang tersebut adalah Trade Expo Indonesia, Pameran Pangan Nasional "Feed The World" Exhibition & Conference, Agrinex International Expo 2010, Pameran IFFINA 2010, Pameran Adi Wastra Nusantara 2010, Pameran Inacraft 2010, Batam Expo 2010, Pameran Produk Hak kekayaan Intelektual (HKI), Bengkulu Expo 2010, Sriwijaya Fair 2010, International Halal Business and Food Expo 2010, The 6th Texcraft, Sail Banda 2010, NTB Expo 2010, Surabaya International Jewelry Fair 2010, Pekan Batik Nusantara 2010, Pameran International Pelayanan Publik, Cosmobeaute Indonesia 2010, Celebes Expo 2010, SIKIB Expo 2010, dan Pameran Mutumanikam Nusantara 2010. Jika dibandingkan dengan target yang ditetapkan sebanyak 4 kegiatan, capaian tahun 2010 mencapai 1.250% atau sebanyak 67 kegiatan sepanjang tahun. Keberhasilan pencapaian ini menunjukkan dukungan Kementerian Perdagangan terhadap pengembangan ekspor berbagai produk Indonesia. Pada prinsipnya, seluruh subsektor ekonomi, termasuk ekonomi kreatif, akan berkembang baik apabila terdapat sinergi dan kerjasama yang baik antara Pemerintah, Akademisi, dan Pelaku Usaha. Pada subsektor ekonomi kreatif dengan ke-khas-annya yang menghasilkan produk atau jasa spesifik/khusus, kerjasama ke-3 pihak tersebut perlu terus terbina sehingga dapat memberikan iklim yang kondusif bagi berkembangnya produk-produk ide kreatif. Gambar dibawah ini memberikan suatu ilustrasi tentang koordinasi yang optimal antara Akademisi, Pelaku Usaha, dan Pemerintah yang didukung oleh infrastruktur fisik dan non-fisik.

 

Gambar 24

Triple Helix Ekonomi Kreatif

        Sumber: Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Kreatif 2025. 

Kondisi persaingan yang semakin tajam antara produk dalam negeri dan produk impor, diperlukan upaya peningkatan penggunaan produk dalam negeri dengan tujuan menumbuhkan rasa kecintaan dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri. Upaya menciptakan pemahaman dan sosialisasi penggunaan produk dalam negeri memerlukan waktu yang lama dan perlu dilakukan secara berkelanjutan karena untuk merubah persepsi masyarakat terhadap produk dalam negeri membutuhkan tahapan yang panjang.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, produksi dalam negeri telah menunjukkan peningkatan dari sisi kualitas, kuantitas dan variasi jenis produk. Pencitraan Indonesia di dalam negeri dilakukan melalui strategi: nation branding, kampanye “Aku Cinta Indonesia”, dan ekonomi kreatif. Akan tetapi masih banyak masyarakat yang belum menyenangi produksi dalam negeri. Persepsi masyarakat terhadap produksi dalam negeri masih rendah, selain masyarakat masih didominasi pemikiran bahwa produk impor jauh lebih baik dari produk domestik. Hal tersebut menjadi alasan kuat bagi Kementerian Perdagangan untuk mendukung peningkatan citra Indonesia, sehingga kampanye program “Aku Cinta Indonesia” semakin digiatkan, salah satunya dengan terus melakukan kampanye di 33 propinsi.

Promosi Penggunaan Produk Dalam Negeri pada tahun 2010 yang dilakukan Kementerian Perdagangan melalui berbagai kegiatan diantaranya:

a) Pameran Pangan Nusa (PPN) 2010 diselenggarakan di Jakarta

International Expo (JIExpo) Kemayoran pada 13-17 oktober 2010. Tahun ini, PPN mengangkat tema ‘Cita Rasa Bahari’, yaitu menampilkan kekayaan laut Indonesia dalam bentuk beragam pangan olahan. Tujuan

 

pameran ini adalah untuk menciptakan nilai tambah atas sumber daya alam Indonesia yang melimpah baik di darat, laut, dan perairan lainnya yang merupakan bahan dasar produk kuliner dan makanan olahan. Lewat PPN, diharapkan citra produk pangan UKM lebih kompetitif.

Wakil Presiden Budiono didampingi Ibu Herawati, Mari Elka Pangestu Wiliam Wongso (Juri Lomba Kuliner), dan Bondan Winarno (presenter kuliner), melihat hasil kreasi para juru masak daerah dalam mengolah makanan rasa bahari

b) Program Aku Cinta Indonesia (ACI) dan 100% Cinta Indonesia yang

dikemas dalam tiga acara yang masing-masing bertajuk “Parade Produk Asli Indonesia”, “Bali Creative Festival”, “Pemecahan Rekor Muri pada Pagelaran Busana 250 Perancang dan 250 Peraga”, merupakan rangkaian kesinambungan programpemerintah dalam mengedepankan perekonomian berbasis kreatifitas. Acara ini berlangsung dari 3 hingga 5 Desember 2010 dan dimaksudkan untuk membangun nilai kebaruan yang berakar pada kekayaan budaya Indonesia dan membangun semangat kewirausahaan yang akan menghasilkan sumber daya yang mandiri, inovatif, serta nilai guna yang berdampak positif bagi kehidupan sosial dan lingkungan.

 

Wamendag dalam Acara Aktivasi ACI berphoto dengan Kepala Sekolah SMKN 6 Surabaya sebagai pendukung acara pada peragaan busana yang mendapatkan Rekor MURI

c) Kementerian Perdagangan bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan

Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Selasa 26 Oktober 2010 menyelenggarakan Forum Temu Usaha UKM dan Toko Modern serta Misi Dagang Lokal di Semarang. Kegiatan Misi Dagang Lokal diikuti oleh 15 pengusaha dari 3 (tiga) provinsi, yaitu Lampung, Kalimantan Timur, dan Jawa Tengah. Diharapkan Forum Temu Usaha UKM dan Toko Modern serta Misi Dagang Lokal UKM dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk membuka wawasannya dalam menjalin kemitraan dengan toko modern dan meningkatkan daya saingnya agar dapat lebih kompetitif.

 

Toko Modern serta Misi Dagang Lokal di Semarang

d) Festival Ekonomi Kreatif Tingkat SMU dan Sederajat se-Indonesia Tahun

2010 dengan tema: Wujud Penggalian Potensi Ekonomi Kreatif Lokal yang dilaksanakan pada Rabu 22 Desember 2010 di Auditorium Kementerian Perdagangan.

Kegiatan bertujuan untuk menanamkan pondasi awal dari pengembangan pengetahuan ekonomi kreatif sejak dini, sehingga para pelajar SMU dan sederajat dapat memperoleh bekal yang cukup serta wawasan yang memadai dan berkontribusi aktif dalam mengembangkan ekonomi kreatif.

Pelaksanaan FEKSI 2010 secara nasional telah berlangsung dengan lancar, hal ini merupakan refleksi sebuah proses pencerahan dan pemahaman awal bagi para peserta yang notabene pelajar SMU dan sederajat ini, tentang ekonomi kreatif, baik menyangkut aspek kebijakan maupun aspek mikro ekonomi kreatif.

Ajang FEKSI 2010 sekaligus merupakan pengalaman baru bagi para peserta untuk mencoba mengenali sekaligus menggeluti aktivitas ekonomi kreatif, mulai dari sekolah mereka masing-masing. Mulai dari hal kecil, sebelum akhirnya kelak mereka menerjuni profesi di bidang ekonomi kreatif ini seusai tamat sekolah.

Pada Malam Grand Final FEKSI 2010 diadakan penentuan pemenang dari serangkaian lomba, yaitu lomba debat tentang Ekonomi Kreatif dan Lomba menulis artikel tentang Ekonomi Kreatif sekaligus penyerahan piala bergilir Menteri Perdagangan.

 

Sasaran 11 Akumulasi Jumlah BPSK Yang Dibentuk