MISI I: PENINGKATAN KINERJA EKSPOR NONMIGAS BERKUALITAS
Sasaran 6 Pencitraan Indonesia (Anholt-Export)
Sasaran 6 Pencitraan Indonesia (Anholt-Export)
“Perbaikan citra produk ekspor Indonesia di pasar global, yang pada akhirnya
akan mendukung kontinuitas dan pertumbuhan ekspor”
Tabel 17
Capaian Indikator Kinerja Sasaran 6
No Indikator Kinerja Rencana Tingkat
Capaian Realisasi
Capaian (%) 30 Skor dimensi dalam Simon Anholt Nation Brand Index (NBI
estimated) Skor 44 Skor 47,7 108,4%
31 Jumlah pameran dagang dalam negeri 21 pameran 21 pameran 100%
32 Jumlah promosi dagang internasional yang diikuti 57 kegiatan 46 kegiatan 80,7%
IK-30
Skor Dimensi Anholt Nation Brand Index (NBI)
Citra suatu negara di dunia internasional biasanya diukur melalui peringkat suatu negara menurut Nation Branding Index (NBI) yang disusun oleh Anholt. Pencitraan Indonesia ke Luar Negeri melalui (a) pengembangan strategi komunikasi Nation Branding yang dilakukan secara holistik; (b) Optimalisasi keikutsertaan Indonesia pada World Expo Shanghai China 2010 (WESC 2010) dan mengupayakan keikutsertaan dalam World Expo berikutnya; dan (c) penguatan posisi Indonesia di pameran dagang internasional potensial. Ranking persepsi ekspor Indonesia pada tahun 2010 berada pada posisi 38 dimana tercapai perbaikan dari tahun 2008 yang berada di posisi 43, dengan skor 47,7. Dengan skor sebesar 47,7, maka realisasi adalah sebesar 108,4 dibandingkan dengan target yang ditetapkan yakni skor 44. Capaian tersebut paling kurang merefleksikan upaya terpadu yang dilakukan berbagai pihak terkait dalam memperbaiki citra bangsa Indonesia, termasuk melalui keikutsertaan pada berbagai event internasional, salah satunya WESC 2010 tersebut. Adapun mengingat tidak tersedianya data secara regular, maka tidak dilakukan perbandingan dengan capaian tahun-tahun sebelumnya.
Paviliun Indonesia pada World Expo Shanghai China (WESC 2010)
Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di ASEAN, untuk rangking persepsi Indonesia pada tahun 2008 berada di bawah Singapura (rangking 24), Thailand (rangking 34), dan Malaysia (rangking 39). Hal ini cukup beralasan dikarenakan negara-negara tersebut telah lebih dulu memiliki konsep pencitraan, misalnya Singapura dengan “Uniquely Singapore” (yang kini berubah menjadi “Yours Singapore”), Malaysia dengan “Malaysia Truly Asia” dan Thailand dengan konsep “Amazing Thailand”-nya.
Salah satu upaya Indonesia untuk meningkatkan dan memperbaiki pencitraan terhadap masyarakat global adalah melalui optimalisasi keikutsertaan pada World Expo Shanghai China (WESC) 2010. WESC 2010 merupakan bagian dari World Expo yang telah diselenggarakan dari satu negara ke negara lainnya sejak tahun 1800-an. Pada penyelenggaraan tahun 2010, WESC mengambil tema “BETTER CITY, BETTER LIFE” yang merepresentasikan harapan umum sebagian besar umat manusia untuk dapat hidup lebih baik di lingkungan perkotaan pada masa depan. Untuk itu diharapkan pada Expo 2010 dapat dibangun suatu proyek percontohan dari kehidupan perkotaan yang harmonis dan berkesinambungan.
Selama penyelenggaraan, Paviliun Indonesia telah menarik perhatian jutaan pengunjung World Expo Shanghai China dan telah melampaui target awal sebanyak 3 juta pengunjung selama 6 bulan pelaksanaan. Sampai dengan berakhirnya WESC 2010, Paviliun Indonesia telah dikunjungi oleh 8.15 juta pengunjung yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat, baik dari China maupun mancanegara. Selain itu, hal yang sangat membanggakan lainnya adalah Paviliun Indonesia pada penyelenggaraan WESC 2010 adalah Indonesia termasuk dalam tipe A (kategori tertinggi), mendapatkan bronze award categori CREATIVE DISPLAY.
IK-31
Jumlah Pameran Dagang Dalam Negeri
Selama tahun 2010, terselenggara sebanyak 21 partisipasi maupun penyelenggaraan pameran dagang dalam negeri. Pameran dagang tersebut adalah Trade Expo Indonesia, Pameran Pangan Nasional "Feed The World" Exhibition & Conference, Agrinex International Expo 2010, Pameran IFFINA 2010, Pameran Adi Wastra Nusantara 2010, Pameran Inacraft 2010, Batam Expo 2010, Pameran Produk Hak kekayaan Intelektual (HKI), Bengkulu Expo 2010, Sriwijaya Fair 2010, International Halal Business and Food Expo 2010, The 6th Texcraft, Sail Banda 2010, NTB Expo 2010, Surabaya International Jewelry Fair 2010, Pekan Batik Nusantara 2010, Pameran International Pelayanan Publik, Cosmobeaute Indonesia 2010, Celebes Expo 2010, SIKIB Expo 2010, dan Pameran Mutumanikam Nusantara 2010. Adapun dari penyelenggaraan dan partisipasi pada 21 pameran dagang dalam negeri selama tahun 2010 berhasil mengumpulkan transaksi dagang sebesar USD 369,5 juta dan mengikutsertakan 1.034 UKM/perusahaan potensial ekspor. Jika dibandingkan dengan penyelenggaraan dan partisipasi pada pameran dagang dalam negeri di tahun 2009, dari sisi jumlah tidak terdapat perubahan. Pada tahun 2009 juga diselenggarakan dan diikuti sebanyak 21 pameran dagang dalam negeri. Namun, transaksi tahun 2009 hanya sebesar USD 285,77 juta dan mengikutsertakan 926 perusahaan/UKM. Adapun untuk indikator jumlah pameran dalam negeri, capaian tahun 2009 yakni sebesar 100% tidak dapat dibandingkan dengan capaian tahun 2009, mengingat pada tahun 2009 jumlah pameran dalam negeri bukan merupakan salah satu indikator pengukuran kinerja Kementerian Perdagangan.
Peningkatan capaian partisipasi dan penyelenggaraan pameran dagang dalam negeri salah satunya disebabkan oleh semakin meningkatnya apresiasi masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia, terhadap produk-produk dalam negeri. Selain itu, pada tahun 2010 minat UKM/perusahaan Indonesia untuk berpartisipasi pada sejumlah pameran dagang dalam negeri melalui Kementerian Perdagangan mengalami peningkatan.
IK-32
Jumlah Promosi Dagang Internasional yang Diikuti
Selama tahun 2010, tercatat sebanyak 46 kegiatan promosi dagang internasional yang diikuti maupun diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan. Kegiatan tersebut meliputi 41 partisipasi pada pameran dagang luar negeri, 4 kegiatan misi dagang, dan 1 kegiatan in-store promotion.
Adapun kegiatan pameran dagang luar negeri yang diikuti Kementerian Perdagangan selama tahun 2010 yakni China ASEAN Expo (CAEXPO) 2010; Pameran Seoul Food and Hotel 2010; The 6th Fukuoka International Gift Show 2010; Medical Fair Australia 2010; Tokyo International Gift Show 2010; Agri Pro ASIA 2010; Saudi Building and Interior Expo 2010; Tripoli International Fair; Gulf Bid Bahrain 2010; Foire International D’Alger 2010; Dar es Salaam International Trade fair (DITF) 2010; Baghdad International Trade Fair; The 5th International Hotel, Restaurant and Food Exhibition for Qatar (DIYAFA 2010); International Furniture & Design Exhibition and Awards 2010 (INFDEX 2010); The Big Five Show 2010; Pasar Malam Tong
Tong 2010; Pameran Foire de Paris; Pameran Alimentaria Mexico; Pameran JA Show New York; 41st House & Gift Fair Brasil; Pameran Vicenzaoro Autumn 2010; BNV-Budapest International Fair; World Food Moscow 2010; Accenta – Flanders Expo; Alimentaria Barcelona; International Fisaldo Las Palmas, Spanyol; Fancy Food, New York; Misi Budaya dan Promosi, Istambul – Turki; Gifts Show - Moscow, Rusia; FIM, Madrid – Spanyol; High-Point, Amerika Serikat; Stylemax; Cairo International Fair 2010; Food, Hotel & Propac Arabia; Beautyworld Middle East; Inter Build Egypt 2010; Asian Pacific Food Expo 2010; Korea International Jewellery & Watch Fair 2010; Bangkok International Fashion Fair; The 7th China International Small & Medium Enterprise Fair; dan Pameran Taste of Indonesia & Handicraft.
Pameran instore promotion di Harrods, London
Selain partisipasi pada sejumlah pameran dagang internasional, kegiatan promosi dagang yang juga dilakukan oleh Kementerian Perdagangan selama tahun 2010 adalah menyelenggarakan misi dagang di 4 negara yakni Misi Dagang ke Brussel – Belgia (26-27 April 2010), misi dagang Vancouver – Canada (29 Juni 2010), misi dagang Rusia dan Belarus (15-18 September 2010), dan misi dagang India (15-17 Desember 2010).
Di samping kegiatan promosi berupa partisipasi pada pameran dagang internasional dan misi dagang, salah satu kegiatan promosi lain yang diselenggarakan selama tahun 2010 adalah In-store Promotion yang diselenggarakan pada tanggal 27 Maret – 1 Mei 2010, dengan mengikutsertakan 16 pengusaha bertempat di Harrods, London.
Jika dibandingkan dengan target yang ditetapkan untuk tahun 2010, jumlah realisasi partisipasi pada kegiatan promosi dagang internasional hanya mencapai 80,7%. Salah satu hal yang menyebabkan tidak tercapainya target sebanyak 57 partisipasi pada kegiatan promosi luar negeri antara lain karena terjadinya penyesuaian kebijakan penetrasi
pasar yang lebih dikhususkan kepada pasar-pasar nontradisional, antara
lain di wilayah Afrika, Timur Tengah dan Emerging Asia. Penyesuaian
kebijakan penetrasi pasar ini merupakan salah satu upaya mengurangi dependensi terhadap pasar-pasar tradisional. Pengalihan target pasar ini juga mengakibatkan penyesuaian pada besarnya biaya-biaya yang dibutuhkan untuk partisipasi pada berbagai kegiatan pameran dagang internasional.