PROYEKSI MAKRO EKONOM
B. Penanda Pertumbuhan
1. Laju Pertumbuhan Penduduk dan Pendapatan per Kapita
Dalam tradisi Islam, tugas sensus penduduk sebenarnya dite- gaskan oleh Muh}ammad ibn Idri>s al-Sha>fi>‘i> sebagai salah satu tugas pemerintah.31Dalam hal ini, sensus sejatinya diklasifi- kasikan kepada beberapa kelompok umur. Meski terkait dengan kesejahteraan angkatan perang, namun gagasan al-Sha>fi‘i> ini logis dan relevan dengan kebutuhan jamannya. Meski begitu, hub- ungan al-Sha>fi’i> dengan pemerintah nampaknya tidak membuat idenya ini diterapkan dengan baik di tataran pemerintah. Inilah nampaknya salah satu alasan mengapa data-data terkait populasi masyarakat di masa awal Abbasiyah—pada khususnya—cukup terbatas.
28 K. N. Chaudhuri, “the Economy in Muslim Societies,” Cambridge Il-
lustrated History, ed. Francis Robinson, vol. 2, 127.
29 Simon Kuznets, Modern Economic Growth (CT: Yale University Press,
1966).
30 Carlos Sabillon, World Economic Historical Statistics (New York: Al-
gora Publishing, 2005), 13.
31
59
Terkait dengan laju pertumbuhan penduduk, beberapa sumber sejarah mengindikasikan bahwa tidak ada sensus populasi yang pasti. Beberapa estimasi yang tersedia pada prinsipnya mendasar- kan kalkulasi pada luas cakupan wilayah Negara yang membentang dari Afrika Utara hingga Asia Selatan. Oleh karena itu, terdapat beberapa perbedaan estimasi populasi penduduk Negara Abbas- iyah. Sebagian sumber menyebut bahwa jumlah penduduk Negara Abbasiyah mencapai sekitar 50 juta orang.32Pada tahun 800, atau akhir pemerintahan al-Rashi>d, diperkirakan populasi masyarakat yang hidup di Negara Abbasiyah mencapai 30 juta orang.33Sumber yang lain menyebut angka 40 juta penduduk pada masa Haru>n al- Rashi>d (786-809).34Reportasi Ikhwa>n al-S{afa> dapat memberi kesimpulan bahwa komposisi penduduk kota-kota saat itu multi ras dan multi kultur (umamiyyah).35
Meski keterangan di atas nampaknya tidak menyebut sumber- sumber primer, bila dianggap bahwa angka 50 juta sebagai estimasi populasi terakhir, maka ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah penduduk sekitar 10 juta (sekitar 25%) bersamaan dengan semakin besarnya cakupan luas Negara. Pertumbuhan penduduk Abbasiyah sekitar 25 persen dalam kurun 9 tahun menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk mencapai 2,7 persen per tahunnya. Data ini dapat menunjukkan bahwa laju pertumbuhan penduduk tidak terlalu tinggi.
Sementara pendapatan per-kapita Negara Abbasiyah dapat di- indikasikan dengan besaran kas Negara (Bayt al-Ma>l) yang
32 Lihat: http://www.worldlingo.com/ma/enwiki/fr/Abbasid. Diakses pada
13 April 2011.
33
Dengan argumentasi yang lemah, G. Zaydan berasumsi dengan mem- bandingkan dengan jumlah populasi dan luas wilayah pada awal abad ke-20, bahwa jumlah populasi penduduk negara Abbasiyah dapat mencapai 250-300 juta orang (Bandingkan: George Zaydan, Ta>ri>kh al-Tamaddun al-Isla>mi>, vol. 1, 81; Craig A. Lockard, Societies, Networks, and Transitions: a Global History, vol. 1 [Boston: Houghton Mifflin Company, 2008], 280; Craig A. Lock- ard, World: Volume 1-1500 (Boston, MA: Wadsworth, 2011), 241; Anggus Maddison, Countours of World Economy, 1-2030 AD: Essays in Macro- Economic History (New York: Oxford University Press, 2007), 192.
34
Valarie Hansen & Kenneth R. Curtis, Voyages in World History, vol. 1 (Boston: Wadsworth, 2010), 240.
35 Ikhwa>n al-Shafa>, Rasa>il Ikhwa>n al-Shafa>, vol. 1 (Cairo: Da>r
60
menunjukkan beberapa data. Pada akhir pemerintahan Haru>n al- Rashi>d, kas Negara mencapai 900 juta dirham36atau sekitar 30 triliyun Rupiah. Hal ini mengingat bahwa berat koin dirham masa itu adalah sekitar 2,79-3,125 gram, sementara harga perak dunia mencapai 47-48 USD per Oz.37Nilai intrinsik dan historis 1 Dirham masa khalifah al-Mahdi> di situs spesialis koin kuno bahkan men- capai kisaran 100-175 USD.38
Dengan demikian, pendapatan per kapita Negara Abbasiyah saat itu adalah sekitar 30 Dirham atau sekitar 1.016.730 Rupiah. Angka ini relatif rendah bila dibandingkan dengan pendapatan perkapita negara-negara modern saat ini—terlepas dari konteks inflasi, populasi dunia39, dan harga pasar Abad Pertengahan saat itu.
Dengan analisis pendapatan per kapita ini, kita dapat menga- takan bahwa hipotesis terkait adanya paradoks tingkat output ekonomi pada masyarakat Abbasiyah memang terjadi, namun tidak signifikan. Dengan kata lain, fenomena itu terjadi pada kelas masyarakat kelas bawah dan bersifat kasuistik. Dengan kerangka ini, sejumlah informasi terkait fenomena “ketimpangan ekonomi” seperti yang didedahkan oleh Abu> al-‘Ata>hiyah dapat dipandang
36 Muh}ammad ibn Jari>r ibn Yazi>d al-T{abari>, Akhba>r al-Rusul wa
al-Mulu>k, vol.3 (Cairo:t.p.), 764. Hal ini berbeda dengan keterangan Hitti da- lam Capital Cities of Arab Islam bahwa kas negara mencapai 900 juta dinar (Lihat: Philip K. Hitti, Capital Cities of Arab Islam [Minneapolis: University of Minnesota Press, 1973], 93).
37
Lihat: Stephen Album, Stephen Album Catalouges. Bandingkan dengan: ‘Ali Jum’ah Muh{ammad, al-Maka>yi>l wa al-Mawa>zi>n al- Shar’iyyah (Cairo: al-Quds, 2001), 19. Nilai tukar 1 Dirham, menurut Wa- kalanusantara.com, senilai 64 ribu Rupiah (28/4/11). Bila dikonversikan dengan harga perak dunia 1 oz/31,1 gr = 40,63 USD dan nilai kurs 1 IDR terhadap USD = 8.720 IDR (tanggal 14/9/2011 jam 22.30 WIB) maka 900 juta dirham setara dengan 30.501.900.000.000 Rupiah. Nilai konversi per satu dirham terhadap Rupiah dalam konteks tesis ini adalah 33.891 Rupiah. Demikian seterusnya.
38
http://www.vcoins.com/stevealbum/store/listCategoriesAndProducts.asp ?idCategory=132.Diakses pada 28-4-2011.
39 Diperkirakan populasi penduduk dunia pada awal abad Masehi sekitar
150 juta orang dan pada awal pertengahan abad ke-17 mencapai 550 juta (Alan B.Mountjoy, Industrialization and Developing Countries [London: Hutchinson, 1975], 34). Ini berarti secara asumtif, terdapat pertambahan penduduk dunia sekitar 323.529/tahun. Dengan demikian, populasi dunia pada abad ke-9 adalah sekitar 258.823.529 jiwa.
61
sebagai protes dari kelompok masyarakat tertentu, sebagaimana kritik al-Shayba>ni> yang secara implisit mewakili kepentingan ekonomi kelas bawah masyarakat. Semua ini ini terlepas dari asumsi bahwa analisis data di atas tidak realibel.
Pada saat pemerintahan al-Ma’mu>n, sumber primer yang terbatas menyebut bahwa pendapatan Negara mencapai angka 390.855.000 Dirham atau setara dengan sekitar 13.246.466.805.000 Rupiah. Angka ini berasal dari keterangan Ibn Khaldu>n yang di- anggap sebagai informasi primer yang dapat diandalkan (realibel), meskipun sebenarnya tidak.40Nominal ini, bila dibandingkan data pada masa al-Rashi>d, mengindikasikan bahwa terjadi penurunan dalam pendapatan Negara sebesar 509.145.000 Dirham atau setara 17.255.433.195.000 Rupiah.41Penyusutan sekitar 57 persen ini ter- jadi lantaran adanya berbagai faktor, di antaranya yang paling uta- ma adalah perang saudara antara al-Ma’mu>n dan al-Ami>n.42 Al- Ami>n yang memerintah sekitar lima tahun, disinyalir banyak menghabiskan kas Bayt al-Ma>l dan warisan pribadi ayahanda-nya, Haru>n al-Rashi>d untuk keperluan perang dan gaya hidup.43 Se- mentara itu, populasi penduduk disinyalir tidak meningkat signif- ikan, apalagi melihat kondisi perang saudara dan krisis politik-
40 Dalam hal ini, begawan sejarawan Goerge Zayda>n menjawab kritik
sejarawan Jerman Baron Von Kremer tentang keterangan Ibn Khaldu>n terkait sejarah daftar kekayaan Abbasiyah masa al-Ma’mu>n (Lihat: George Zayda>n,
al-Tamaddun al-Isla>mi>,49; B. von Kremer, Cult, Gesch, des Orients I, 356; Ibn Khaldu>n, Ta>rikh ibn Khaldu>n, vol. 1, 151). Penelitian lain, seperti oleh Muh}ammad D}iya> al-Di>n al-Rays, menyebut bahwa data paling valid terkait dengan posisi pemasukan negara masa al-Ma’mu>n adalah daftar (qa>imah) yang dirilis oleh Quda>mah ibn Ja’far dalam bukunya “al-Khara<j wa S{un’at al-Kita>bah” yang bila dikalkulasi jumlah totalnya mencapai 393.231.350 dir- ham (Muh}ammad D}iya> al-Di>n al-Rays, al-Khara>j wa al-Nuzhum al- Ma>liyah li al-Dawlah al-Isla>miyyah, Edisi ke-5 (Cairo: Maktabah Da>r al- Tura>th, 1985)
41 Hal ini berbeda dengan tesis George Zayda>n bahwa kekayaan Negara
pada masa al-Ma’mu>n berekspansi luas, yang berarti pemasukan Negara ber- tambah (George Zayda>n, Ta>ri>kh al-Tamaddun al-Isla>mi>, vol. 1, 35).
42 Perang nampaknya lebih disebabkan oleh alasan politis sebagian pejab-
at yang dekat al-Ami>n seperti al-Fad}l ibn al-Rabi>’, Bakr ibn al-Mu’tamir, dan Sanadi> ibn Sha>hik (Lihat perkataan al-Ma’mu>n dalam Ibn Tayfu>r,
Ta>ri>kh Baghda>d, vol.6, [Leifzig, 1908], 27).
43 Lihat misalnya keterangan Abu> al-Fida> al-T{abari>, Akhba>r al-
62
ekonomi jangka pendek. Maka, dengan asumsi bahwa jumlah penduduk yang tidak jauh berbeda dengan akhir masa al-Rashi>d, pendapatan per kapita Negara Abbasiyah saat itu ialah sekitar 13.028,5 Dirham atau sekitar 833.824 Rupiah.