LANDASAN TEORI
5. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Inkuiri
Secara umum, proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri menurut Hamdayama (2014: 34-35) dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini:
a. Orientasi
Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. Pada langkah ini guru mengkondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran. Keberhasilan model pembelajaran inkuiri sangat bergantung pada kemauan siswa untuk beraktivitas menggunakan kemampuannya dalam memecahkan masalah. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam tahapan orientasi adalah sebagai berikut:
1.) Menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa.
2.) Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan.
3.) Menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar b. Merumuskan masalah
Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa kepada sesuatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah
22 persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan teka-teki itu. Melalui proses tersebut , siswa akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai upaya mengembangkan mental melalui proses berpikir. c. Mengajukan hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) adalah dengan mengajukan pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat merumuskan jawaban sementara, atau merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji.
d. Mengumpulkan data
Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk mengkaji hipotesis yang diajukan. Dalam model pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengambangan intelektual.
e. Menguji hipotesis
Menguji hipotesis adalah proses menentukkan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Yang terpenting dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikannya. Artinya, kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi, tetapi harus didukung oleh data yang ditemukan dan dapat dipertanggung jawabkan.
23 f. Merumuskan kesimpulan
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.
Langkah-langkah model pembelajaran inkuiri menurut Al-Tabany (2014: 83-84) yaitu:
a. Mengajukan pertanyaan atau permasalahan
Pada kegiatan ini, kemampuan yang dituntut yaitu: 1) kesadaran terhadap masalah, 2) melihat pentingnya masalah, 3) merumuskan masalah
b. Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara atas pertanyaan atau solusi permasalahan yang dapat diuji dengan data. Kemampuan yang dituntut dalam mengembangkan hipotesis adalah: 1) menguji dan menggolongkan data yang dapat diperoleh, 2) melihat dan merumuskan hubungan yang ada secara logis, dan merumuskan hipotesis.
c. Mengumpulkan Data
Hipotesis digunakan untuk menuntun proses pengumpulan data. Data yang dihasilkan dapat berupa tabel, matriks atau grafik. Kemampuan yang dituntut pada kegiatan ini yaitu: 1) merakit peristiwa, terdiri dari mengidentifikasi peristiwa yang dibutuhkan, mengumpulkan data, dan mengevaluasi data, 2) menyusun data, terdiri dari mentranslasikan data, menginterpretasikan data dan mengklasifikasikan data, 3) analisis data, terdiri dari, melihat hubungan, mencatat persamaan dan perbedaan, dan mengidentifikasikan tren, skuensi, dan keteraturan.
24 d. Analisis Data
Siswa bertanggung jawab menguji hipotesis yang telah dirumuskan dengan mengannalisis data yang telah diperoleh. Faktor penting dalam menguji hipotesis yaitu pemikiran “benar” atau “salah”. Setelah memperoleh kesimpulan, dari data percobaan siswa dapat menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Apabila ternyata hipotesis itu salah atau ditolak, siswa dapat menjelaskan sesuai dengan proses inkuiri yang telah dilakukannya.
e. Membuat kesimpulan
Langkah penutup dari pembelajaran inkuiri yaitu membuat kesimpulan sementara berdasarkan data yang diperoleh siswa.
Sedangkan langkah-langkah model pembelajaran inkuiri menurut Shoimin (2014: 85) adalah:
a. Membina suasana yang responsif di antara siswa
b. Mengemukakan permasalahan untuk diinkuiri (ditemukan) melalui cerita, film, gambar, dan sebagainya. Kemudian mengajukan pertanyaan ke arah mencari, merumuskan, dan memperjelas permasalahan dari cerita dan gambar.
c. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan yang diajukan bersifat mencari atau mengajukan informasi atas data tentang masalah tersebut.
d. Merumuskan hipotesis atau perkiraan yang merupakan jawaban dari pertanyaan tersebut. perkiraan jawaban ini akan terlihat setidaknya setelah pengumpulan data dan pembuktian atas data. Siswa mencoba merumuskan
25 hipotesis permasalahan tersebut. Guru membantu dengan pertanyaan-pertanyaan pancingan.
e. Menguji hipotesis, guru mengajukan pertanyaan yang bersifat meminta data untuk pembuktian hipotesis.
f. Pengambilan kesimpulan dilakukan guru dan siswa.
Dari pendapat ketiga ahli diatas dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah model pembelajaran inkuiri adalah sebagai berikut:
a. Orientasi. Langkah orientasi ini bertujuan untuk membina suasana pembelajaran yang responsif. Guru sebisa mungkin menciptakan suasana pembelajaran yang dapat menggugah atau membangun respon siswa dalam mengikuti Kegiatan belajar mengajar. Langkah orientasi ini dilakukan dengan cara: 1) menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa, 2) menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan, 3) menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar.
b. Merumuskan Masalah. Merumuskan masalah merupakan langkah yang membawa siswa kepada sesuatu persoalan mengandung teka-teki. Guru dapat memancing atau membimbing siswa dalam merumuskan masalah melalui cerita, film, gambar, dan sebagainya. Kemampuan yang dituntut yaitu: 1) kesadaran terhadap masalah, 2) melihat pentingnya masalah, 3) merumuskan masalah.
c. Merumuskan hipotesis. Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang telah diajukan atau dirumuskan dan digunakan untuk menuntun proses pengumpulan data . Guru membantu dengan
pertanyaan-26 pertanyaan pancingan. Kemampuan yang dituntut dalam mengembangkan hipotesis adalah: 1) menguji dan menggolongkan data yang dapat diperoleh, 2) melihat dan merumuskan hubungan yang ada secara logis, dan merumuskan hipotesis.
d. Mengumpulkan Data. Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring atau mencari informasi yang dibutuhkan untuk mengkaji hipotesis yang diajukan. Kemampuan yang dituntut pada kegiatan mengumpulkan data yaitu: 1) merakit peristiwa, terdiri dari mengidentifikasi peristiwa yang dibutuhkan, mengumpulkan data, dan mengevaluasi data, 2) menyusun data, terdiri dari mentranslasikan data, menginterpretasikan data dan mengklasifikasikan data, 3) analisis data, terdiri dari, melihat hubungan, mencatat persamaan dan perbedaan, dan mengidentifikasikan tren, skuensi, dan keteraturan.
e. Analisis Data. Data yang telah dikumpulkan dari proses menjaring dan mencari informasi lalu dianalisis, guna menguji kebenaran hipotesis yang telah diajukan siswa. Yang terpenting dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikannya. Artinya, kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi, tetapi harus didukung oleh data yang ditemukan dan dapat dipertanggungjawabkan.
f. Merumuskan Kesimpulan. Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan data yang diperoleh dari proses pengumpulan data dan hasil pengujian hipotesis.
27 2.1.1.5 Hasil Belajar