Pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar siswa kelas V SD muatan pelajaran matematika

244  Download (0)

Teks penuh

(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD MUATAN PELAJARAN MATEMATIKA. SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Oleh : Astri Eka Purwasih NIM: 141134066. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018. i.

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ii.

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. iii.

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PERSEMBAHAN. Karya ilmiah ini peneliti persembahkan kepada:. 1. Allah SWT yang telah memberi anugerah kesehatan, keselamatan, berkah, rahmat dan hidayah-Nya yang tiada henti, sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi dengan lancar. 2. Bapak dan Ibu tercinta Ahmad Soleh dan Purniti yang selalu mendoakan, membimbing, mendukung, memotivasi, serta memberikan kasih sayangnya dengan tulus. 3. Adik-adikku Resti Dwi Puspitasari dan Rafasya Virendra Ahmad yang selalu mendoakan dan memberi semangat. 4. Saudariku Dini Eka Yati yang selalu membimbing, mendoakan dan memberiku semangat. 5. Saudara-saudaraku dari komunitas Masyarakat Pecinta Alam, yang selalu membimbing dan mengingatkanku untuk menjadi pribadi yang lebih baik, peduli terhadap alam, serta sesama makhluk ciptaan Tuhan dan selalu mengingatkanku untuk menjadi lulusan yang ingat dan mengamalkan Tri Dharmanya yang ke tiga, yaitu pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat. 6. Sahabat-sahabatku Hana, Marga, Wulan, Rahma, dan Yulvi, yang senantiasa berpetualang, berjuang bersama, saling menyemangati, penghibur dikala lelah dan menyadarkanku arti dari kepedulian, dan tolong menolong. 7. Dosen-dosen PGSD Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan segenap ilmu yang berharga 8. Almamater kebanggaanku Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.. iv.

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. MOTTO “Selalu menyalakan radar kepedulian takkan membuat diri kita bangkrut ataupun rugi” (Astri Eka Purwasih). “Kemenangan yang seindah-indahnya dan sesukar-sukarnya yang boleh direbut oleh manusia adalah menundukkan diri sendiri.” (Ibu kartini). “Dimana hati diletakkan, disitu proses belajar dan maju dimulai” (Y.B Mangunwijaya). v.

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. vi.

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. vii.

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD MUATAN PELAJARAN MATEMATIKA Astri Eka Purwasih Universitas Sanata Dharma 2018 Latar belakang dari penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada muatan pelajaran matematika yang dibuktikan melalui kegiatan wawancara serta observasi, dan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kiranya perlu mencari model pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar siswa kelas V SD muatan pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperiment tipe non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Nanggulan yang berjumlah 56 siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VA sebagai kelompok kontrol dan VB sebagai kelompok eksperimen. Pengumpulan data pada masing-masing kelompok menggunakan pretest dan posttest. Hasil dari pengumpulan data tersebut dianalisis menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 23 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas V SD pada muatan pelajaran matematika. Hasil uji perbedaan selisih menunjukkan nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,000 dan 0,000 <0,05. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Penerapan model pembelajaran inkuiri, memberikan pengaruh besar terhadap hasil belajar siswa, dilihat dari nilai r = 0,97 yang setara dengan 94% pengaruh perlakuan, yang temasuk pada kategori efek besar.. Kata Kunci: inkuiri , hasil belajar.. viii.

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT THE INFLUENCE OF INQUIRY LEARNING MODEL TOWARD STUDENT’S LEARNING OUTCOME BASED ON MATHEMATICS FOR FIFTH GRADE STUDENT Astri Eka Purwasih University of Sanata Dharma 2018 This research background focusses the lowness of student’s learning outcome on mathematics, as its proofed by interviewing data,observation and to improve student learning outcomes it would be necessary to find appropriate learning models. This study aims to find out the influence of inquiry learning model toward student’s learning outcome based on mathematics for fifth grade student. The research employs quantitative data analysis as the methodology of quasi experiment which uses type of non-equivalent control group design. The population of this research is the whole fifth grade student of SD Negeri Nanggulan which amounts to 56 students. The sample of research is students from fifth grade A as the sample for controlling group and fifth grade B as the sample for experimental group. The data process on controlling group and experimental group employs question of pre-test and post-test. The result of data collect would be analysed using IBM SPSS statistics 23 for windows. The result of research presents that inquiry learning model influenced student’s learning outcome for the fifth grade on mathematics. The tests result indicates the distinction on sig.(2-tailed) as 0,000, and 0,000 <0,05. It means inquiry learning model influences student’s learning outcome for the fifth grade on mathematics. In applying inquiry learning model, had important influence on the student’s learning outcome, with value of r= 0,97 (large effect) and pointing out the value at numbers of 94%. Keywords: inquiry, learning outcome.. ix.

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. KATA PENGANTAR. Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan karunia - Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar dan tepat waktu.Skripsi yang bejudul “PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD MUATAN PELAJARAN MATEMATIKA” disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menyadari dalam menyelesaikan skripsi ini mendapatkan banyak bantuan, bimbingan, dan dukungan dari banyak pihak baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik makadari itu, pada kesempatan ini penulis banyak mengucapkan terimakasih kepada: 1.. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.. 2.. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd. Selaku Ketua. Program Studi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3.. Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd. Selaku Wakil Ketua Program SStudi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.. 4.. Drs. Paulus Wahana, M.Hum. Selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan saran yang membangun dalam pembuatan karya ilmiah ini.. 5.. Elisabeth Desiana Mayasari, S.Psi., M.A. Selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan saran yang membangun dalam pembuatan karya ilmiah ini.. 6.. Maria Agustina Amelia, S.Si., M.Pd. Selaku dosen penguji III yang telah menguji serta memberikan saran yang membangun dalam pembuatan karya ilmiah ini. 7.. Sri Rahayu, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SDN Nanggulan yang telah memberikan dukungan serta izin kepada penulis untuk mengadakan penelitian di SDN Nanggulan.. x.

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. xi.

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .............................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING..................................... ii. HALAMAN PENGESAHAN................................................................... iii. HALAMAN PERSEMBAHAN................................................................ iv. HALAMAN MOTTO .............................................................................. v. PENYATAAN KEASLIAN KARYA...................................................... vi. LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS................................ vii. ABSTRAK ................................................................................................ viii. ABSTRACT ............................................................................................... ix. KATA PENGANTAR............................................................................... x. DAFTAR ISI ............................................................................................. xii. DAFTAR TABEL...................................................................................... xvi. DAFTAR GAMBAR................................................................................. xvii. DAFTAR LAMPIRAN............................................................................. xviii. PENDAHULUAN................................................................. 1. 1.1. Latar Belakang Masalah......................................................... 1. 1.2. Rumusan Masalah.................................................................. 6. 1.3. Tujuan Penelitian.................................................................... 6. 1.4. Manfaat Penelitian.................................................................. 6. 1.5. Definisi Operasional............................................................... 7. BAB II. LANDASAN TEORI............................................................ 8. 2.1. Kajian Pustaka........................................................................ 8. 2.1.1. Teori-Teori Yang Mendukung............................................... 8. 2.1.1.1. Teori Perkembangan Kognitif................................................ 8. 2.1.1.2. Teori Belajar Konstruktivisme............................................... 12. 2.1.1.3. Model Pembelajaran............................................................... 14. BAB I. xii.

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2.1.1.4. Model Pembelajaran Inkuiri................................................... 17. 2.1.1.5. Hasil Belajar........................................................................... 27. 2.1.1.6. Matematika............................................................................. 30. 2.1.2. Hasil Penelitian Yang Relevan............................................... 33. 2.1.2.1. Literature Map........................................................................ 37. 2.2. Kerangka Berpikir.................................................................. 38. 2.4. Hipotesis Penelitian................................................................ 40. BAB III. METODE PENELITIAN.................................................... 41. 3.1. Jenis Penelitian....................................................................... 41. 3.2. Setting Penelitian.................................................................... 43. 3.2.1. Tempat Penelitian................................................................... 43. 3.2.2. Subjek Penelitian.................................................................... 43. 3.2.3. Objek Penelitian.................................................................... 44. 3.2.4. Waktu Penelitian.................................................................... 44. 3.3. Populasi dan Sampel............................................................... 44. 3.4. Variabel Penelitian................................................................. 46. 3.4.1. Variabel Independen............................................................... 46. 3.4.2. Variabel Dependen................................................................. 46. 3.5. Teknik Pengumpulan Data..................................................... 47. 3.5.1. Tes.......................................................................................... 47. 3.5.2. Non Tes.................................................................................. 48. 3.5.2.1. Wawancara............................................................................. 48. 3.5.2.2. Observasi................................................................................ 48. 3.5.2.3. Kuesioner/Angket................................................................... 49. 3.6. Instrumen Penelitian............................................................... 50. 3.6.1. Soal Tes ................................................................................. 50. 3.6.2. Pedoman Wawancara............................................................. 50. 3.6.3. Lembar Kuesioner/ Angket.................................................... 51. 3.7. Teknik Pengujian Instrumen................................................... 53. 3.7.1. Uji Validitas Instrumen.......................................................... 53. xiii.

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 3.7.1.1. Validitas Isi............................................................................. 54. 3.7.1.2. Validitas Tampang.................................................................. 59. 3.7.1.3. Validitas Konstruk.................................................................. 61. 3.7.2. Reliabilitas.............................................................................. 64. 3.8. Teknik Analisis Data.............................................................. 66. 3.8.1. Uji Asumsi.............................................................................. 67. 3.8.1.1. Uji Normalitas........................................................................ 67. 3.8.1.2. Uji Homogenitas..................................................................... 68. 3.8.1.3. Uji Perbedaan Kemampuan Awal.......................................... 69. 3.8.2. Uji Pengaruh Perlakuan.......................................................... 71. 3.8.2.1. Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest ke Posttest...................... 71. 3.8.3. Analisis Lebih Lanjut............................................................. 72. 3.8.3.1. Uji Besar Pengaruh Perlakuan................................................ 72. BAB IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan....................................... 75. 4.1. Hasil Penelitian....................................................................... 75. 4.1.1. Implementasi Penelitian......................................................... 75. 4.1.1.1. Deskripsi Populasi dan Sampel.............................................. 76. 4.1.1.2. Deskripsi Implementasi Pembelajaran................................... 76. 4.2. Hasil Penelitian....................................................................... 85. 4.2.1. Uji Asumsi.............................................................................. 85. 4.2.1.1. Uji Normalitas........................................................................ 85. 4.2.1.2. Uji Homogenitas..................................................................... 86. 4.2.1.3. Uji Perbedaan Kemampuan Awal.......................................... 87. 4.2.2. Uji Pengaruh Perlakuan.......................................................... 89. 4.2.2.1. Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest dengan Posttest.............. 89. 4.2.3. Analisis Lebih Lanjut............................................................. 91. 4.2.3.1. Uji Besar Pengaruh Perlakuan................................................ 91. 4.3. Pembahasan............................................................................ 92. BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN............................................. 99. 5.1. Kesimpulan............................................................................. 99. xiv.

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 5.2. Keterbatasan Penelitian.......................................................... 99. 5.3. Saran....................................................................................... 100. DAFTAR PUSTAKA............................................................................ 101. LAMPIRAN............................................................................................... 104. BIODATA PENULIS................................................................................ 225. xv.

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL. Tabel 3.1. Waktu Pengambilan Data..................................................... 44. Tabel 3.2. Kisi-Kisi Soal Pretest dan Posttest Matematika.................. 50. Tabel 3.3. Daftar Pertanyaan Wawancara Guru.................................... 51. Tabel 3.4. Daftar Pertanyaan Wawancara Siswa.................................. 51. Tabel 3.5. Lembar Kuesioner Uji Keterbacaan Soal............................. 52. Tabel 3.6. Kriteria Hasil Validitas Isi................................................... 55. Tabel 3.7. Hasil Validasi Isi RPP Kelompok Kontrol........................... 56. Tabel 3.8. Hasil Validasi Isi RPP Kelompok Eksperimen.................... 57. Tabel 3.9. Hasil Validasi Isi Instrumen Soal Tes Hasil Belajar............ 58. Tabel 3.10. Kriteria Hasil Validitas Tampang........................................ 60. Tabel 3.11. Hasil Validaitas Tampang Keterbacaan Soal Tes Hasil Belajar.................................................................................. 60. Tabel 3.12. Hasil Validitas Konstruk Soal Pretest.................................. 62. Tabel 3.13. Hasil Validasi Konstruk Soal Posttest................................. 63. Tabel 3.14. Kualifikasi Koefisien Reliabilitas........................................ 64. Tabel 3.15. Hasil Reliabilitas Soal Pretest.............................................. 65. Tabel 3.16. Hasil Reliabilitas Soal Posttest............................................ 65. Tabel 3.17. Kriteria Besar Pengaruh Perlakuan...................................... 74. Tabel 4.1. Hasil Uji Normalitas............................................................ 86. Tabel 4.2. Hasil Uji Homogenitas......................................................... 87. Tabel 4.3. Hasil Uji Perbedaan Kemampuan Awal.............................. 88. Tabel 4.4. Hasil Uji Selisish Skor Pretest dengan Posttest................... 89. Tabel 4.5. Kriteria Besar Pengaruh Perlakuan...................................... 91. Tabel 4.6. Hasil Uji Besar Pengaruh Perlakuan.................................... 92. xvi.

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. Hubungan Skala, Jarak Pada Peta dan Jarak Sebenarnya.... 32. Gambar 2.2. Rumus Jarak Pada Peta........................................................ 32. Gambar 2.3. Rumus Jarak Sebenarnya..................................................... 33. Gambar 2.4. Literature Map Penelitian yang Relevan.............................. 37. Gambar 3.1. Desain Penelitian.................................................................. 42. Gambar 3.2. Variabel Penelitian............................................................... 47. Gambar 3.3. Rumus Mencari Effect Size Data Berdistribusi Normal....... 73. Gambar 3.4. Rumus Mencari Effect Size Data Tidak Berdistribusi Normal.................................................................................. 73. Gambar 3.5. Rumus Menghitung Presentase Besar Pengaruh ................. 74. Gambar 4.1. Grafik Perbandingan Rata-Rata Selisih Skor Pretest dengan Posttest Pada Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen........................................................................... 90. xvii.

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.1. Surat Izin Melaksanakan Penelitian................................ 105. Lampiran 1.2. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian.......... 106. Lampiran 2.1. Daftar Nama Siswa Kelas VA......................................... 107. Lampiran 2.2. Daftar Nama Siswa Kelas VB......................................... 108. Lampiran 3.1. Hasil Wawancara............................................................. 109. Lampiran 3.2. Hasil Observasi................................................................ 113. Lampiran 4.1. Silabus Kelompok Kontrol.............................................. 115. Lampiran 4.2. RPP Kelompok Kontrol................................................... 125. Lampiran 4.4. Silabus Kelompok Eksperimen....................................... 145. Lampiran 4.5. RPP Kelompok Eksperimen............................................ 151. Lampiran 5.1. Soal Pretest...................................................................... 183. Lampiran 5.2. Soal Posttest.................................................................... 189. Lampiran 5.3. Pedoman Penskoran Pretest dan Posttest........................ 195. Lampiran 6.1. Rekapan Nilai Validitas soal Pretest............................... 196. Lampiran 6.2. Rekapan Nilai Validitas Soal Posttest............................. 197. Lampiran 7.1. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Soal Pretest............. 198. Lampiran 7.2. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Soal Posttest........... 200. Lampiran 7.3. Sampel Pengisian Angket Indikator Keterbacaan........... 202. Lampiran 7.4. Rekapan Nilai Hasil Pengisian Angket Indikator Keterbacaan..................................................................... 203. Rekapan Nilai Validitas RPP Kelompok Kontrol............................................................................. 204. Rekapan Nilai Validitas RPP Kelompok Eksperimen...................................................................... 207. Rekapan Nilai Validitas Instrumen Soal Pretest dan Posttest............................................................................ 210. Sampel Hasil Pengerjaan Soal Pretest Kelompok Kontrol............................................................................. 211. Sampel Hasil Pengerjaan Soal Pretest Kelompok Eksperimen...................................................................... 212. Sampel Hasil Pengerjaan Soal Posttest Kelompok Kontrol............................................................................. 214. Lampiran 7.5 Lampiran 7.6 Lampiran 7.7 Lampiran 8.1 Lampiran 8.2 Lampiran 8.3. xviii.

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Lampiran 8.4. Sampel Hasil Pengerjaan Soal Posttest Kelompok Eksperimen...................................................................... 216. Rekapan Hasil Pengerjaan Soal Pretest dan Posttest, serta Selisih Skor Posttest ke Pretest Kelompok Kontrol............................................................................. 217. Rekapan Hasil Pengerjaan Soal Pretest dan Posttest, serta Selisih Skor Posttest ke Pretest Kelompok Eksperimen...................................................................... 218. Lampiran 9.1. Hasil Uji Normalitas Data............................................... 219. Lampiran 9.2. Hasil Uji Homogenitas.................................................... 219. Lampiran 9.3. Hasil Uji Perbedaan Kemampuan Awal.......................... 220. Lampiran 9.4. Hasil Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest....................... 220. Lampiran 9.5. Hasil Uji Besar Pengaruh Perlakuan............................... 221. Lampiran 10.1. Dokumentasi Pembelajaran Kelompok Kontrol.............. 223. Lampiran 10.2. Dokumentasi Pembelajaran Kelompok Eksperimen....... 224. Lampiran 8.5. Lampiran 8.6. xix.

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN Bab I ini membahas mengenai 1.1 Latar Belakang Masalah, 1.2 Rumusan Masalah, 1.3 Tujuan Penelitian, 1.4 Manfaat Penelitian dan 1.5 Definisi Operasional 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan. merupakan. suatu. proses. interaksi. manusia. dengan. lingkungannya yang berlangsung secara sadar dan terencana, yang berguna untuk mengembangkan segala potensinya, baik jasmani (kesehatan fisik) maupun rohani (pikir, rasa, karsa, karya, cipta, dan budi nurani). Pendidikan menimbulkan perubahan positif dan kemajuan, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik yang berlangsung secara terus menerus guna mencapai tujuan hidupnya (Ahmadi, 2014: 38). Maka dari itu, pendidikan berperan penting dalam membangun dan mengoptimalkan potensi dasar manusia. Pendidikan terdiri atas pendidikan formal, pendidikan non formal dan pendidikan informal (Ahmadi, 2014: 55). Pendidikan formal pada jenjang sekolah yang paling dasar adalah Sekolah dasar (SD). Sekolah Dasar merupakan sarana bagi siswa dari umur 7-12 tahun untuk selalu terlibat aktif dalam kegiatan belajar. Kegiatan belajar mengajar disekolah, akan dipandu atau diarahkan oleh guru. Di sekolah, guru berperan sebagai fasilitator untuk mengajak dan membawa siswanya berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar, agar siswa memperoleh pengalaman pembelajaran yang nyata. Kegiatan belajar yang nyata dan aktif, akan mendorong siswa untuk menjalin suatu interaksi, diantaranya interaksi siswa dengan lingkungan belajarnya, antara siswa dengan siswa dan antara siswa. 1.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. dengan guru, sehingga terbentuk suatu pengalaman belajar. Melalui interaksi dan pengalaman belajar tersebut siswa akan membangun pemahaman, memperoleh pengetahuan, serta mengembangkan pengetahuan dan potensinya. Pengetahuan, serta pemahaman yang dibangun dan dikembangkan oleh siswa meliputi pengetahuan serta pemahaman mengenai beberapa disiplin ilmu, salah satunya yaitu muatan pelajaran Matematika. Menurut Ronis (2009: 39) Matematika merupakan ilmu yang mengacu pada hubungan keruangan dan geometri, angka, dan penyelesaian masalah terkait pengukuran dan perhitungan. Ilmu Matematika tersebut dikenalkan di TK dan diajarkan di SD hingga perguruan tinggi. Ilmu Matematika merupakan ilmu yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, dan digunakan dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari, contohnya: menimbang untuk mengetahui berat suatu benda dan menghitung untuk mengetahui jumlah suatu benda, sehingga Matematika menjadi prioritas dan penting untuk dipelajari. Menurut Abidin (2017: 93) pengajaran Matematika bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan pemecahan masalah Matematika dalam kehidupan sehari-harinya, adapun masalah yang dipecahkan adalah mengenai pengukuran dan perhitungan. Agar tujuan pengajaran Matematika dapat tercapai dan terlaksana dengan baik, maka guru perlu menggunakan model pembelajaran dalam menerapkan pembelajaran di sekolah, yaitu dengan menggunakan model pembelajaran yang menghadapkan anak dalam penyelesaian masalah kehidupan sehari-hari berkenaan dengan pengukuran dan perhitungan. Adapun Soekamto (dalam Al-Tabany, 2014: 24) mengemukakan maksud dari model pembelajaran yaitu kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam. 2.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar yang sesuai. Pedoman pembelajaran yang kini masih dominan digunakan oleh guru dalam kegiatan KBM yaitu metode ceramah. Hal tersebut terbukti dari hasil observasi yang dilakukan di SD Negeri Nanggulan hari, Selasa 12 September 2017 dan hari Rabu 13 September 2017, pada muatan pelajaran Matematika kelas V. Pada pelaksanaan pembelajaran guru menyampaikan materi ataupun informasi dengan ceramah, bercerita, diskusi, tanya jawab dan latihan soal. Aktivitas belajar siswa lebih dominan pada kegiatan menyimak penjelasan guru, menghafalkan materi ataupun rumus yang tertera pada buku, berdiskusi, dan mengerjakan latihan soal yang diberikan guru. Cara guru mencocokkan latihan soal yang dikerjakkan siswa yaitu dengan menunjuk siswa maju kedepan untuk mengerjakan latihan soal tersebut. Ketika ada jawaban siswa yang berbeda dengan jawaban yang ada di papan tulis, guru meminta siswa tersebut membacakan latihan soal, kemudian guru menjelaskan lagi cara mengerjakan soal dengan langkah pengerjaan yang benar dan melakukan tanya jawab terkait materi yang belum dipahami oleh siswa. Hal tersebut membuat. siswa mengalami kejenuhan. Berdasarkan hasil pengamatan. menunjukkan 14 siswa mengantuk, 4 siswa mendengarkan penjelasan guru sambil bermain slime, 6 siswa bercerita dengan teman sebangkunya, dan 4 siswa benarbenar menyimak penjelasan guru, pada saat KBM berlangsung. Hal tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang digunakan guru kurang efektif untuk menarik perhatian siswa untuk aktif dalam KBM.. 3.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Berdasarkan wawancara dengan guru kelas, pada hari Sabtu 21 Oktober 2017, tepatnya pukul 09.30-10.00 hasil belajar siswa di kelas V terutama pada muat an pelajaran Matematika masih dibawah KKM. Nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil ulangan harian di kelas VA adalah 60 dan di kelas VB adalah 50, sedangkan KKM untuk muatan pelajaran Matematika yang berlaku di SDN Nanggulan adalah 65. Berdasarkan perbandingan nilai rata-rata dengan KKM tersebut sudah terlihat begitu jelas jika hasil belajar siswa masih dibawah KKM. Rendahnya nilai rata-rata yang diperoleh siswa menujunkukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah Matematika yang dimiliki siswa masih rendah. Maka dari itu, guru perlu meningkatkan dan membenahi kualitas pembelajaran yang berlangsung di sekolah agar tujuan dari pembelajaran dapat terlaksana dan tercapai dengan baik. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, guru harus banyak belajar mengenai model pembelajaran yang cocok bagi peserta didiknya, sesuai dengan karakteristik peserta didiknya, sesuai dengan muatan pelajaran yang akan diajarkan dan sesuai dengan tahap perkembangan peserta didiknya. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran inkuiri. Model pembelajaran inkuiri memberi solusi tentang pembelajaran yang berpusat pada siswa dan dalam pembelajarannya lebih menekankan pada pengalaman belajar serta menemukan sendiri konsep dari materi pembelajaran. Bruner (dalam Trianto, 2009) menyatakan keunggulan model pembelajaran inkuiri, yaitu siswa mampu mengerti konsep-konsep dasar, mampu menggunakan ingatan untuk ditransfer pada situasi proses belajar yang baru, mendorong siswa. 4.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. berpikir intuitif dan merumuskan hipotesa, memberikan kepuasan yang bersifat intrinsik, serta merangsang siswa untuk terus belajar. Dalam model inkuiri ini kegiatan pembelajaran lebih banyak melibatkan siswa, hal tersebut bertujuan agar siswa mempunyai proses belajar yang semakin intensif. Siswa diberi peran sebagai pemecah masalah, sehingga siswa mampu memahami konsep-konsep dengan bahasanya sendiri, pengalaman-pengalaman belajarnya akan bertambah banyak dan berkesan bagi siswa itu sendiri, tumbuh rasa berkeinginan untuk selalu mengeksplorasi kesempatan-kesempatan yang ada, lebih kreatif, dan umumnya mempunyai mental yang baik. Maka dari itu penerapan model inkuiri ini diharapkan dapat berpengaruh baik terhadap hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu mencobakan model pembelajaran inkuiri untuk melihat pengaruhnya dari model pembelajaran tersebut jika diterapkan kepada siswa SD kelas V pada muatan pelajaran Matematika, khususnya siswa SD Negeri Nanggulan Yogyakarta. Penelitian ini dapat memotivasi guru untuk membuka wawasan dan pemikirannya dalam memilih dan menggunakan modelmodel pembelajaran inovatif, yang tepat dalam kegiatan belajar mengajarnya. Penelitian ini dibatasi pada pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri pada muatan pelajaran Matematika kelas V SD Negeri Nanggulan Yogyakarta, semester ganjil tahun ajaran 2017/2018. Peneliti melakukan penelitian eksperimen untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri. Pengaruh penerapan. model. pembelajaran. inkuiri. dapat. diketahui. dengan. cara. membandingkan hasil selisih skor pretest ke posttest antara dua kelas yaitu kelas VA dan VB di SD Negeri Nanggulan Yogyakarta. Kelas VA sebagai kelompok. 5.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. kontrol dan kelas VB sebagai kelompok eksperimen. Materi pelajaran yang digunakan pada KD 3.4 yaitu menjelaskan skala melalui denah. 1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam. penelitian ini adalah: Apakah model pembelajaran inkuiri berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas V SD, pada muatan pelajaran Matematika? 1.3. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini yaitu: Untuk mengetahui pengaruh penerapan. model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar siswa kelas V SD, pada muatan pelajaran Matematika. 1.4. Manfaat Penelitian. 1.4.1 Manfaat Teoritis Penelitian mengenai pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar siswa kelas V ini, memberikan wawasan dalam bidang pendidikan dan dapat digunakan sebagai referensi untuk mengembangkan pembelajaran yang inovatif dan tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran. 1.4.2 Manfaat Praktis 1.4.2.1 Bagi peneliti Manfaat bagi peneliti adalah sebagai pengetahuan dan pengalaman dalam menerapkan model pembelajaran inkuiri 1.4.2.2 Bagi guru Dapat dijadikan sarana untuk mengevaluasi pembelajaran yang telah berlangsung, dapat menjadi pertimbangan guru dalam menentukkan model pembelajaran inovatif, yang tepat. dan relevan dalam membantu siswa. 6.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. meningkatkan hasil belajar, dan dapat menjadi pertimbangan bagi guru untuk mengajar dengan cara mengenalkan konsepnya terlebih dahulu. 1.4.2.3 Bagi siswa Dapat menjadi pengalaman bagi siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran menggunakan model inkuiri dan dapat menjadi motivasi bagi siswa, untuk belajar dengan cara mengenal konsep terlebih dahulu. 1.5. Definisi Operasional. 1.5.1 Model pembelajaran inkuiri merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan. pada keaktifan siswa untuk memiliki pengalaman. belajar dan proses berpikir kritis, analitis untuk mencari, menemukan dan memahami informasi mengenai konsep-konsep materi berdasarkan masalah yang dipertanyakan. 1.5.2 Hasil belajar adalah tingkat pencapaian dan keberhasilan terkonstruksinya suatu pengetahuan, wawasan, dan perubahan perilaku dalam diri peserta didik dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah. Hasil belajar dalam penelitian ini dibatasi pada aspek kognitif. 1.5.3 Matematika adalah ilmu pasti tentang pengukuran dan perhitungan, yang berkenaan dengan kuantitas, bentuk, susunan dan ukuran yang representasinya dengan lambang-lambang konsisten atau simbol, dan dapat. meningkatkan. kemampuan. berpikir,. berargumentasi. serta. memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah sehari-hari dengan pengukuran dan perhitungan. 1.5.4 Skala adalah perbandingan antara jarak pada gambar dengan jarak sebenarnya.. 7.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II LANDASAN TEORI BAB II membahas mengenai 2.1 Kajian Pustaka, 2.2 Kerangka Berpikir, dan 2.3 Hipotesis Penelitian 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Teori-Teori Yang Mendukung 2.1.1.1 Teori Perkembangan Kognitif Teori perkembangan yang menjadi acuan oleh peneliti adalah teori perkembangan kognitif. Peneliti menggunakan teori perkembangan kognitif karena sesuai dengan variabel penelitian yang peneliti teliti dan dalam melakukan kegiatan belajar mengajar peneliti harus menyesuaikan pembelajaran yang berlangsung dengan tahap perkembangan peserta didiknya, agar pembelajaran menjadi efektif. Suyono dan Hariyanto (2011: 82), menyatakan bahwa teori perkembangan kognitif disebut juga teori perkembangan intelektual atau teori perkembangan mental. Teori perkembangan kognitif berkenaan dengan kesiapan anak untuk belajar yang dikemas dalam tahap-tahap perkembangan intelektual sejak lahir sampai dewasa . Sedangkan menurut Desmita (2009: 97), perkembangan kognitif adalah salah satu aspek perkembangan peserta didik yang berkaitan dengan pengertian (pengetahuan), yaitu semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari dan memikirkan lingkungannya. Dari beberapa teori diatas dapat disimpulkan bahwa perkembangan kognitif adalah perkembangan yang berkenaan dengan kualitas kemampuan. 8.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. manusia, serta kesiapan dan cara suatu individu belajar yang dikemas dalam tahap-tahap perkembangan intelektualnya sejak lahir sampai dewasa. Jean Piaget (dalam Desmita, 2009: 98-99) menemukan beberapa konsep dan prinsip perkembangan kognitif anak yaitu: a.. Anak adalah pembelajar yang aktif, secara natural mereka memiliki rasa ingin tahu tentang dunianya, mereka aktif mencari informasi untuk membantu pemahamannya dan secara terus menerus mengadakan eksperimen dengan objek-objek yang mereka temui.. b.. Anak mengorganisasi apa yang mereka pelajari dari pengalamannya, misalnya dengan mengamati bahwa makanan, mainan, atau objek lain yang selalu jatuh ketika dilepaskan.. c.. Anak menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui proses asimilasi dan akomodasi, proses asimilasi yaitu penyatuan informasi baru ke struktur kognitif yang sudah ada dalam benak anak. sedangkan proses akomodasi yaitu penyesuaian struktur kognitif kedalam situasi yang baru. Menurut Suyono dan Hariyanto (2011: 83-84) Piaget membagi tahap. perkembangan kognitif manusia menjadi empat tahap yaitu: 1.. Tahap sensorimotor (usia 0-2 tahun) Dalam tahap ini. melihat,. meraba,. bayi dapat memahami lingkungannya dengan berjalan,. memegang,. mengecap,. mencium,. mendengarkan. dan. menggerakkan anggota tubuh. Bayi mengandalkan kemampuan sensorik dan motoriknya. Kemampuan yang dimiliki anak-anak dalam tahap ini antara lain: a.. Melihat dirinya sendiri sebagai makhluk yang berbeda dengan objek di sekitarya.. 9.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. b.. Suka memperhatikan sesuatu lebih lama.. c.. Mendifinisikan sesuatu dengan memanipulasinya.. 2.. Tahap pra-operasional (usia 2-7 tahun) Dalam tahap ini anak mulai mempresentasikan dunia dengan kata-kata dan. gambar-gambar yang menunjukkan adanya pemikiran simbolis dan melampaui hubungan informasi indrawi dan tindakan fisik. Berikut adalah karakteristik anak usia 2-7 tahun: a.. Dapat mengklasifikasikan objek pada tingkat dasar secara tunggal dan mencolok.. b.. Tidak mampu memusatkan perhatian kepada objek-objek yang berbeda.. c.. Dapat menyusun benda-benda secara berderet, tetapi tidak dapat menjelaskan perbedaan antar deretan.. 3.. Tahap operasional konkret (usia 7-11 tahun) Pada tahap ini pikiran logis anak mulai berkembang. Aktifitas mental anak. terfokus pada objek-objek yang nyata atau konkret, sehingga anak sudah bisa berpikir logis mengenai peristiwa-peristiwa yang konkret. Anak sudah dapat memecahkan masalah yang konkret. Anak sudah menguasai pembelajaran penting yaitu ciri yang ditangkap oleh pancaindera seperti besar dan bentuk sesuatu , dapat saja berbeda tanpa harus mempengaruhi kuantitas objek yang bersangkutan. Anak seringkali dapat mengikuti logika atau penalaran, tetapi jarang mengetahui jika membuat kesalahan.. 10.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 4.. Tahap operasional formal (usia 11 tahun- Dewasa) Pada tahap ini anak sudah mampu berpikir abstrak, yaitu berpikir mengenai. ide, mereka sudah mampu memikirkan beberapa alternatif pemecahan masalah. Model berpikir ilmiah hipotetiko-deduktif dan induktif sudah mulai dimiliki anak, dengan kemampuan menarik, simpulan, menafsirkan dan mengembangkan hipotesis. Sehingga pada tahap ini anak sudah dapat bekerja secara efektif dan sistematis, secara priporsional, serta menarik generalisasi secara mendasar. Penelitian ini sesuai denga konsep dan prinsip perkembangan kognitif anak yang menyatakan bahwa anak adalah pembelajar yang aktif, memiliki rasa ingin tahu tentang dunianya serta anak mengorganisasi apa yang dipelajari dari pengalamannya. Penelitian ini juga diterapkan pada anak kelas V SD dimana dalam tahap perkembangan kognitif siswa kelas V SD. berada pada tahap. operasional konkret (usia 7-11 tahun). Pada tahap tersebut aktifitas mental anak terfokus pada objek-objek yang nyata atau konkret. Anak sudah bisa berpikir rasional dan logis mengenai peristiwa-peristiwa yang konkret, sehingga anak sudah mampu berpikir rasional, logis, dan bernalar untuk menyelesaikan suatu masalah yang konkret. Konsep dan prinsip perkembangan kognitif anak serta tahap perkembangan kognitif anak usia 7-11 tahun sesuai dengan model pembelajaran inkuiri , karena model pembelajaran inkuiri menuntut aktivitas belajar yang didasari dari pengalaman konkret/nyata siswa dalam menemukan serta memahami informasi secara logis, kritis dan analitis mengenai konsep-konsep materi berdasarkan masalah yang dipertanyakan.. 11.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2.1.1.2. Teori Belajar Konstruktivisme Menurut Suyono dan Hariyanto (2011: 105) konstruktivisme adalah sebuah filosofi pembelajaran yang dilandasi premis bahwa dengan merefleksikan pengalaman, kita membangun, mengkonstruksi pengetahuan, pemahaman kita tentang dunia tempat kita hidup. Baharudin dan Wahyuni (2015: 164) menyatakan bahwa konstruktivisme memahami hakikat belajar sebagai kegiatan manusia membangun atau menciptakan pengetahuan dengan cara mencoba memberi makna pada pengetahuan sesuai pengalamannya. Sedangkan menurut Sani (2013: 20) konstruktivisme merupakan landasan berpikir (filosofi) pembelajaran kontekstual, yaitu pengetahuan dibangun oleh manusia secara sedikit demi sedikit dan hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas. Dari ketiga teori diatas dapat disimpulkan bahwa konstruktivisme merupakan. proses. membangun. pengetahuan,. pemahaman. serta. makna. berdasarkan pengalaman-pengalaman individu itu sendiri. Trianto (2009: 28) mengungkapkan bahwa dalam teori konstruktivis ini, satu prinsip yang paling penting dalam psikologi pendidikan adalah bahwa guru tidak hanya sekadar memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun sendiri pengetahuan didalam benaknya. Tasker (dalam Suyono dan Hariyanto, 2011: 108) mengemukakan tiga penekanan dalam teori belajar konstruktivisme adalah sebagai berikut: 1.. Pertama, peran aktif siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan secara bermakna.. 12.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2.. Kedua, pentingnya membuat kaitan antara gagasan dalam pengonstruksian secara bermakna.. 3.. Ketiga, mengaitkan antara gagasan dengan informasi baru yang diterima. Menurut Suyono dan Hariyanto (2011: 108) teori perkembangan kognitif. /kognitivisme Piaget memiliki kesinambungan dengan teori konstruktivisme. Selain itu teori konstruktivisme sesuai dengan variabel yang peneliti teliti. Hal tersebutlah yang mendasari peneliti menggunakan teori konstruktivisme. Pengertian serta prinsip teori belajar konstruktivisme yang menekankan pada proses membangun pengetahuan, pemahaman serta makna berdasarkan pengalaman-pengalaman individu itu sendiri dan, prinsip konstruktivisme yang menekankan bahwa siswa harus membangun sendiri pengetahuan didalam benaknya, sesuai dengan model pembelajaran inkuiri yang digunakan dalam penelitian ini. Melalui rangkaian kegiatan atau langkah-langkah pembelajaran model inkuiri ini, siswa diajak untuk mencari dan menemukan sendiri konsep dari materi dengan melakukan eksperimen. Kegiatan eksperimen tersebut akan mendorong siswa untuk berusaha mencari jawaban dari rumusan masalah berdasarkan pengalaman-pengalaman nyatanya dalam menemukan konsep materi skala, sehingga terbentuklah pengetahuan, serta makna mengenai materi yang bersangkutan. Dalam hal ini, guru harus tetap mendampingi siswa dan mengkonfirmasi gagasan-gagasan siswa yang belum tepat.. 13.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2.1.1.3 Model Pembelajaran 1.. Pengertian Model Pembelajaran Menurut Amri (2013: 4) model pembelajaran adalah suatu desain yang. menggambarkan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan siswa berinteraksi sehingga terjadi perubahan atau perkembangan dalam diri siswa. Menurut Suprijono (2016: 51) model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman untuk merencanakan pembelajaran di kelas. Sedangkan menurut Joyce dan Weil (dalam Rusman, 2012: 133) model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahanbahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain. Jadi, dari pendapat ketiga ahli diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan kerangka yang terkonsep atau terinci berupa rencana atau pola pembelajaran yang digunakan dalam mengorganisasikan pengalaman belajar sehingga tujuan belajar tercapai dan terjadi perubahan atau perkembangan dalam diri siswa. 2.. Fungsi Model Pembelajaran Menurut Pateliya (dalam Suprijono, 2016: 60) model pembelajaran. mempunyai fungsi sebagai berikut : a.. Membimbing guru memilih teknik, strategi, dan metode pembelajaran untuk memanfaatkan situasi dan materi pembelajaran secara efektif sehingga tujuan pembelajaran tercapai.. 14.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. b.. Membawa perubahan perilaku peserta didik seperti yang diharapkan.. c.. Membantu menemukan cara yang berarti bagi terciptanya situasi lingkungan yang menguntungkan bagi terlaksananya proses pembelajaran.. d.. Membantu terwujudnya interaksi belajar mengajar yang diinginkan.. e.. Membantu pengkonstruksian kurikulum dan isi mata pelajaran.. f.. Membantu memilih dengan tepat bahan ajar untuk pelajaran.. g.. Membantu merancang aktivitas atau kegiatan pembelajaran yang sesuai.. h.. Membantu prosedur material untuk menghasilkan sumber materi dan sumber belajar yang menarik dan efektif.. i.. Merangsang pengembangan inovasi pendidikan.. j.. Membantu pembentukkan teori belajar.. k. Membantu terciptanya hubungan pengajaran dan pembelajaran secara empiris. Berdasarkan uraian 11 fungsi model pembelajaran inkuiri diatas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri memiliki fungsi positif, baik bagi guru (pendididk), bagi siswa (peserta didik), maupun bagi terwujudnya proses pembelajaran yang diinginkan atau sesuai dengan tujuan pembelajaran. Model pembelajaran berfungsi membantu guru dalam memilih strategi, dan metode yang sesuai dengan bahan ajar yang akan diajarkan, sehingga tercipta hubungan pengajaran dan pembelajaran berdasarkan pengalamannya, tercipta situasi lingkungan yang menguntungkan bagi terlaksananya proses pembelajaran dan terwujudlah interaksi belajar mengajar, yang membantu pembentukan teori belajar dan membangun isi materi pelajaran dalam diri siswa, sehingga membawa perubahan perilaku pada siswa seperti yang diharapkan.. 15.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 3. Ciri-Ciri Model Pembelajaran Menurut Rusman (2017: 244) model pembelajaran memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a.. Model pembelajaran disusun berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar dari para ahli tertentu. Sebagai contoh, model penelitian kelompok disusun oleh Herbert Thelen dan berdasarkan teori Jhon Dewey. Model ini dirancang untuk melatih partisipasi dalam kelompok secara demokratis.. b.. Mempunyai misi atau tujuan (landasan atau dasar pemikiran) pembelajaran yang akan dicapai. Misalnya: model berpikir induktif dirancang untuk mengembangkan proses berpikir induktif.. c.. Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan kegiatan belajar mengajar di kelas. Misalnya, model synectic dirancang untuk memperbaiki kreativitas dalam pelajaran mengarang.. d.. Memiliki bagian-bagian model yang dinamakan: 1) urutan langkah-langkah pembelajaran, 2) adanya prinsip-prinsip reaksi, 3) sistem sosial, dan 4) sistem pendukung. Keempat bagian tersebut merupakan pedoman praktis bila guru akan melaksanakan suatu model pembelajaran.. e.. Memiliki dampak sebagai akibat terapan model pembelajaran. Dampak tersebut meliputi: 1) dampak pembelajaran, yaitu hasil belajar yang dapat diukur, dan 2) dampak pengiring, yaitu hasil belajar jangka panjang.. f.. Membuat persiapan mengajar (desain instruksional) dengan pedoman model pembelajaran yang dipilihnya. Berdasarkan uraian di atas, model pembelajaran memiliki 6 ciri-ciri,. diantaranya adalah model pembelajaran disusun berdasarkan teori pendidikan dan. 16.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. teori belajar dari para ahli tertentu, model pembelajaran memiliki misi dan tujuan, model pembelajaran dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan kegiatan belajar mengajar di kelas, model pembelajaran memiliki langkah-langkah, prinsip, sistem sosial dan sistem pendukung, hasil dari penerapan model pembelajaran dapat diukur dan memiliki dampak jangka panjang, dan pedoman model pembelajaran dapat menjadi panduan untuk membuat persiapan mengajar. 2.1.1.4 Model Pembelajaran Inkuiri 1. Pengertian Model Pembelajaran Inkuiri Menurut Shoimin (2014: 85) model pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada keaktifan siswa untuk memiliki pengalaman belajar dalam menemukan konsep-konsep materi berdasarkan masalah yang diajukan. Menurut Sund (dalam Al-Tabany, 2014: 78) inkuiri yang dalam bahasa Inggris inquiry, berarti pertanyaan atau pemeriksaan, penyelidikan. Inkuiri sebagai suatu proses umum yang dilakukan manusia untuk mencari atau memahami informasi. Sedangkan menurut Hamdayama (2014: 31), model pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Jadi, dari pendapat ketiga ahli tentang pengertian model pembelajaran inkuiri, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada keaktifan siswa untuk memiliki pengalaman belajar yang nyata dan menekankan pada proses berpikir kritis, logis. 17.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. analitis untuk mencari, menemukan dan memahami informasi mengenai konsepkonsep materi berdasarkan masalah yang dipertanyakan. 2.. Ciri-Ciri Model Pembelajaran Inkuiri Yang menjadi ciri-ciri utama model pembelajaran inkuiri menurut. Hamdayama (2014: 32), yaitu: a.. Model inkuiri menekankan pada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya model inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi itu sendiri.. b.. Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban dari sesuatu yang dipertanyakan. Model pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, melaikan sebagai fasilitator dan motivator dalam belajar siswa.. c.. Tujuan dari penggunaan model pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dalam model pembelajaran inkuiri, siswa tidak hanya dituntut agar menguasai materi pembelajaran tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. Berdasarkan uraian mengenai ciri-ciri model pembelajaran inkuiri di atas,. dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri memiliki ciri-ciri sebagai berikut: model pembelajaran inkuiri menekankan siswa untuk aktif mencari dan menemukan sendiri inti dari materi yang diajarkan, aktivitas siswa diarahkan. 18.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu yang dipertanyakan, guru berperan sebagai fasilitator dan motivator, model pembelajaran inkuiri memiliki tujuan mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, dan siswa dituntut untuk dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. 3.. Prinsip Model Pembelajaran Inkuiri Berikut ini adalah prinsip-prinsip model pembelajaran inkuiri menurut. Hamdayama, (2014: 32-33): a.. Berorientasi pada pengembangan intelektual. Model pembelajaran inkuiri berorientasi kepada hasil belajar dan berorientasi pada proses belajar. Kriteria keberhasilan dari proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri adalah sejauh mana siswa beraktivitas mencari dan menemukan sesuatu.. b.. Prinsip interaksi. Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, melainkan sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri. Guru perlu mengarahkan agar siswa bisa mengembangkan kemampuan berpikirnya melalui interaksi mereka.. c.. Prinsip bertanya. Peran guru yang harus dilakukan dalam pembelajaran ini adalah guru sebagai penanya, sebab kemampuan siswa untuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan bagian dari proses berpikir. Guru perlu menguasai teknik bertanya untuk melacak, bertanya untuk mengembangkan kemampuan dan bertanya untuk menguji.. d.. Prinsip belajar untuk berpikir. Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, tetapi belajar adalah proses berpikir, yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak.. 19.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. e.. Prinsip keterbukaan. Anak perlu diberikan kebebasan untuk mencoba sesuai dengan kemampuan perkembangan logika dan nalarnya. Model pembelajaran inkuiri memiliki 5 prinsip yang harus diperhatikan dan. dikembangkan dalam proses belajar inkuiri. Berdasarkan uraian 5 prinsip model pembelajaran inkuiri tersebut, dapat disimpulkan bahwa. prinsip model. pembelajaran inkuiri yaitu mengembangkan pemikiran atau pemahaman siswa dengan memberi kebebasan pada siswa untuk mencoba, mencari dan menemukan sendiri jawaban atas pertanyaan atau permasalahan yang diselidiki sesuai dengan perkembangan logika dan nalarnya melalui proses interaksi, sesuai dengan arahan guru guna mengarahkan siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya. 4.. Kelebihan Model Pembelajaran Inkuiri Kelebihan model pembelajaran inkuiri menurut Shoimin (2014: 86) adalah:. a.. Merupakan model pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang sehingga pembelajaran dianggap lebih bermakna.. b.. Dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.. c.. Merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.. d.. Dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Model pembelajaran inkuiri memiliki empat kelebihan. Kelebihan tersebut. dipandang sangat cocok dengan karakteristik dan perkembangan siswa sekolah dasar. Siswa sekolah dasar merupakan pembelajar yang aktif, mereka memiliki. 20.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. rasa ingin tahu yang besar tentang dunianya. Model pembelajaran inkuiri ini dapat menjembatani siswa untuk aktif mencari informasi yang ingin diketahuinya guna membantu pemahamannya dan mengorganisasi apa yang mereka pelajari dari pengalamannya, melalui langkah-langkah model pembelajaran inkuiri. 5.. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Inkuiri Secara. umum,. proses. pembelajaran. dengan. menggunakan. model. pembelajaran inkuiri menurut Hamdayama (2014: 34-35) dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini: a.. Orientasi Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. Pada langkah ini guru mengkondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran. Keberhasilan model pembelajaran inkuiri sangat bergantung pada kemauan siswa untuk beraktivitas menggunakan kemampuannya dalam memecahkan masalah. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam tahapan orientasi adalah sebagai. berikut: 1.) Menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa. 2.) Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan. 3.) Menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar b.. Merumuskan masalah Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa kepada sesuatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah. 21.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan teka-teki itu. Melalui proses tersebut , siswa akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai upaya mengembangkan mental melalui proses berpikir. c.. Mengajukan hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) adalah dengan mengajukan pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat merumuskan jawaban sementara, atau merumuskan. berbagai. perkiraan. kemungkinan. jawaban. dari. suatu. permasalahan yang dikaji. d.. Mengumpulkan data Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk mengkaji hipotesis yang diajukan. Dalam model pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengambangan intelektual.. e.. Menguji hipotesis Menguji hipotesis adalah proses menentukkan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Yang terpenting dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikannya. Artinya, kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi, tetapi harus didukung oleh data yang ditemukan dan dapat dipertanggung jawabkan.. 22.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. f.. Merumuskan kesimpulan Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.. Langkah-langkah model pembelajaran inkuiri menurut Al-Tabany (2014: 83-84) yaitu: a.. Mengajukan pertanyaan atau permasalahan Pada kegiatan ini, kemampuan yang dituntut yaitu: 1) kesadaran terhadap masalah, 2) melihat pentingnya masalah, 3) merumuskan masalah. b.. Merumuskan Hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara atas pertanyaan atau solusi permasalahan yang dapat. diuji dengan data. Kemampuan. yang dituntut dalam. mengembangkan hipotesis adalah: 1) menguji dan menggolongkan data yang dapat diperoleh, 2) melihat dan merumuskan hubungan yang ada secara logis, dan merumuskan hipotesis. c.. Mengumpulkan Data Hipotesis digunakan untuk menuntun proses pengumpulan data. Data yang dihasilkan dapat berupa tabel, matriks atau grafik. Kemampuan yang dituntut pada kegiatan ini yaitu: 1) merakit peristiwa, terdiri dari mengidentifikasi peristiwa yang dibutuhkan, mengumpulkan data, dan mengevaluasi data, 2) menyusun data, terdiri dari mentranslasikan data, menginterpretasikan data dan mengklasifikasikan data, 3) analisis data, terdiri dari, melihat hubungan, mencatat persamaan dan perbedaan, dan mengidentifikasikan tren, skuensi, dan keteraturan.. 23.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. d.. Analisis Data Siswa bertanggung jawab menguji hipotesis yang telah dirumuskan dengan mengannalisis data yang telah diperoleh. Faktor penting dalam menguji hipotesis yaitu pemikiran “benar” atau “salah”. Setelah memperoleh kesimpulan, dari data percobaan siswa dapat menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Apabila ternyata hipotesis itu salah atau ditolak, siswa dapat menjelaskan sesuai dengan proses inkuiri yang telah dilakukannya.. e.. Membuat kesimpulan Langkah penutup dari pembelajaran inkuiri yaitu membuat kesimpulan sementara berdasarkan data yang diperoleh siswa. Sedangkan langkah-langkah model pembelajaran inkuiri menurut Shoimin. (2014: 85) adalah: a.. Membina suasana yang responsif di antara siswa. b.. Mengemukakan permasalahan untuk diinkuiri (ditemukan) melalui cerita, film, gambar, dan sebagainya. Kemudian mengajukan pertanyaan ke arah mencari, merumuskan, dan memperjelas permasalahan dari cerita dan gambar.. c.. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan yang diajukan bersifat mencari atau mengajukan informasi atas data tentang masalah tersebut.. d.. Merumuskan hipotesis atau perkiraan yang merupakan jawaban dari pertanyaan tersebut. perkiraan jawaban ini akan terlihat setidaknya setelah pengumpulan data dan pembuktian atas data. Siswa mencoba merumuskan. 24.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. hipotesis permasalahan tersebut. Guru membantu dengan pertanyaanpertanyaan pancingan. e.. Menguji hipotesis, guru mengajukan pertanyaan yang bersifat meminta data untuk pembuktian hipotesis.. f.. Pengambilan kesimpulan dilakukan guru dan siswa. Dari pendapat ketiga ahli diatas dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah. model pembelajaran inkuiri adalah sebagai berikut: a.. Orientasi. Langkah orientasi ini bertujuan untuk membina suasana pembelajaran yang responsif. Guru sebisa mungkin menciptakan suasana pembelajaran yang dapat menggugah atau membangun respon siswa dalam mengikuti Kegiatan belajar mengajar. Langkah orientasi ini dilakukan dengan cara: 1) menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa, 2) menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan, 3) menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar.. b.. Merumuskan Masalah. Merumuskan masalah merupakan langkah yang membawa siswa kepada sesuatu persoalan mengandung teka-teki. Guru dapat memancing atau membimbing siswa dalam merumuskan masalah melalui cerita, film, gambar, dan sebagainya. Kemampuan yang dituntut yaitu: 1) kesadaran terhadap masalah, 2) melihat pentingnya masalah, 3) merumuskan masalah.. c.. Merumuskan hipotesis. Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang telah diajukan atau dirumuskan dan digunakan untuk menuntun proses pengumpulan data . Guru membantu dengan pertanyaan-. 25.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. pertanyaan pancingan. Kemampuan yang dituntut dalam mengembangkan hipotesis adalah: 1) menguji dan menggolongkan data yang dapat diperoleh, 2) melihat dan merumuskan hubungan yang ada secara logis, dan merumuskan hipotesis. d.. Mengumpulkan Data. Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring atau mencari informasi yang dibutuhkan untuk mengkaji hipotesis yang diajukan. Kemampuan yang dituntut pada kegiatan mengumpulkan data yaitu: 1) merakit peristiwa, terdiri dari mengidentifikasi peristiwa yang dibutuhkan, mengumpulkan data, dan mengevaluasi data, 2) menyusun data, terdiri dari mentranslasikan data, menginterpretasikan data dan mengklasifikasikan data, 3) analisis data, terdiri dari, melihat hubungan, mencatat persamaan dan perbedaan, dan mengidentifikasikan tren, skuensi, dan keteraturan.. e.. Analisis Data. Data yang telah dikumpulkan dari proses menjaring dan mencari informasi lalu dianalisis, guna menguji kebenaran hipotesis yang telah diajukan siswa. Yang terpenting dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikannya. Artinya, kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi, tetapi. harus. didukung. oleh. data. yang. ditemukan. dan. dapat. adalah. proses. dipertanggungjawabkan. f.. Merumuskan. Kesimpulan.. Merumuskan. kesimpulan. mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan data yang diperoleh dari proses pengumpulan data dan hasil pengujian hipotesis.. 26.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2.1.1.5 Hasil Belajar 1.. Definisi Hasil Belajar Susanto (2013: 5) mengemukakan bahwa hasil belajar adalah tingkat. keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu. Menurut Thobroni (2015: 22) hasil belajar adalah perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi kemanusiaan saja, artinya hasil belajar tidak dilihat secara fragmentis ataupun terpisah. Tetapi secara komprehensif. Menurut Yusuf (2015: 181) hasil belajar merupakan wujud pencapaian peserta didik, sekaligus merupakan lambang keberhasilan pendidik dalam membelajarkan peserta didik. Jadi, dari ketiga pendapat ahli diatas dapat disimpulkan hasil belajar adalah tingkat pencapaian dan keberhasilan terkonstruksinya suatu pengetahuan, wawasan, dan perubahan perilaku dalam diri peserta didik dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah. 2.. Hasil Belajar Aspek Kognitif Hasil belajar terdiri atas: pemahaman konsep (aspek kognitif), keterampilan. proses (aspek psikomotor) dan sikap siswa (aspek afektif). Pada penelitian ini, peneliti meneliti tentang hasil belajar siswa dalam aspek kognitif, berikut penjelasan mengenai aspek kognitif (pemahaman konsep): Pemahaman menurut Bloom (dalam Susanto, 2013: 6), pemahaman diartikan sebagai kemampuan untuk menyerap arti dari materi atau bahan yang dipelajari.. 27.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Pemahaman menurut bloom ini adalah seberapa besar siswa mampu menerima, menyerap, dan memahami pelajaran yang diberikan oleh guru kepada siswa. Sedangkan pengertian konsep menurut Dorothy J. Skeel (dalam Susanto, 2013: 8) merupakan sesuatu yang tergambar dalam pikiran, suatu pemikiran, gagasan, atau suatu pengertian. Jadi, konsep merupakan sesuatu yang telah melekat dalam hati seseorang dan tergambar dalam pikiran, gagasan, atau suatu pengertian. Jadi pemahaman konsep (aspek kognitif) yaitu, kemampuan untuk menyerap dan memahami arti dari materi atau bahan yang dipelajari sehingga materi melekat dalam hati dan tergambar dalam pikiran, gagasan, atau suatu pengertian. Berikut ini adalah kriteria-kriteria pemahaman menurut Susanto (2013: 7) : a.. Seseorang yang telah memahami sesuatu atau telah memperoleh pemahaman akan mampu menerangkan atau menjelaskan kembali apa yang telah ia terima.. b.. Pemahaman bukan sekadar mengetahui, yang biasanya hanya sebatas mengingat kembali pengalaman dan memproduksi apa yang pernah dipelajari. Orang yang benar-benar paham, ia akan mampu memberikan gambaran, contoh, dan penjelasan yang lebih luas dan memadai.. c.. Pemahaman lebih dari sekadar mengetahui, karena pemahaman melibatkan proses mental yang dinamis, dengan memahami ia akan mampu memberikan uraian dan penjelasan yang lebih kreatif.. d.. Pemahaman merupakan suatu proses bertahap yang masing-masing tahap mempunyai. kemampuan. tersendiri,. seperti:. menerjemahkan,. menginterpretasikan, ekstrapolasi, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi.. 28.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Berdasarkan uraian diatas, pemahaman konsep (aspek kognitif) memiliki empat kriteria. Keempat kriteria tersebut menjelaskan bahwa seseorang yang benar-benar telah memahami sesuatu mampu menerangkan atau menjelaskan kembali apa yang telah ia terima, mampu memberikan gambaran, contoh, dan penjelasan yang lebih luas dan memadai, mampu memberikan uraian dan penjelasan yang lebih kreatif, dan mampu menerjemahkan, menerangkan maksud dari pengetahuan yang diperoleh, memperluas pengetahuan, menerapkan pengetahuan, menganalisis, memadupadankan pengetahuan sehingga menjadi suatu kesatuan yang selaras, serta melakukan penilaian. 3.. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Menurut Wasliman (dalam Susanto, 2013: 12), faktor yang mempengaruhi. hasil belajar adalah, sebagai berikut: a.. Faktor internal: faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam diri peserta didik, yang mempengaruhi kemauan belajarnya. Faktor internal ini meliputi: kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan.. b.. Faktor eksternal: faktor yang berasal dari luar diri peserta didik yang mempengaruhi hasil belajar, yaitu: keluarga, sekolah dan masyarakat. Keadaan keluarga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Keluarga yang morat-marit keadaan ekonominya, pertengkaran suami-istri, perhatian orang tua yang kurang terhadap anaknya, serta kebiasaan sehari-hari berperilaku yang kurang baik dari orang tua dalam kehidupan sehari-hari berpengaruh dalam hasil belajar peserta didik.. 29.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Dari pendapat ahli diatas, hasil belajar dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor internal, dan faktor eksternal. Faktor internal dipengaruhi dari dalam diri siswa, seperti kecerdasan, minat dan perhatian siswa dalam belajar, motivasi belajar siswa, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan siswa, sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh luar diri siswa atau pengaruh luar, seperti keadaan keluarga, sekolah dan masyarakat. 2.1.1.6 Matematika 1.. Pengertian Matematika Menurut Abidin, Mulyati & Yunansah (2017: 92) istilah Matematika berasal. dari bahasa yunani yaitu mathemata yang berarti hal yang dipelajari, sedangkan dalam bahasa Belanda disebut wiskunde yang berarti ilmu pasti. Menurut Susanto (2013: 185) Matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan berargumentasi, memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah sehari-hari dan dalam dunia kerja, serta memberikan dukungan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan. Mustafa. (dalam. Wijayanti,. 2011). menyebutkan. bahwa. Matematika adalah ilmu tentang kuantitas, bentuk, susunan, dan ukuran, yang utama yaitu metode dan proses untuk menemukan dengan konsep yang tepat dan lambang yang konsisten. Dari pendapat ketiga ahli diatas dapat disimpulkan bahwa, Matematika merupakan ilmu pasti yang memuat kuantitas, bentuk, susunan, dan ukuran, yang utama yaitu metode dan proses untuk menemukan dengan konsep yang tepat dan lambang. konsisten. yang. dapat. meningkatkan. kemampuan. berpikir,. berargumentasi, memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah sehari-hari. 30.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. dan dalam dunia kerja, serta memberikan dukungan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2.. Tujuan Pembelajaran Matematika di SD Menurut Susanto (2013: 189) secara umum, tujuan pembelajaran Matematika. di sekolah dasar adalah agar siswa mampu dan terampil menggunakan Matematika dalam kehidupan sehari-harinya. Sedangkan secara khusus, tujuan pembelajaran Matematika di sekolah dasar, sebagaimana yang disajikan oleh Depdiknas (dalam Susanto, 2013: 190), adalah: a.. Memahami konsep Matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep, dan mengaplikasikan konsep atau algoritme.. b.. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi Matematika dalam generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pertanyaan Matematika.. c.. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model Matematika, menyelesaikan model,dan menafsirkan solusi yang diperoleh.. d.. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk menjelaskan keadaan atau masalah.. e.. Memiliki sikap menghargai penggunaan Matematika dalam kehidupan seharihari. Berdasarkan uraian mengenai tujuan pembelajaran Matematika diatas,. Matematika memiliki tujuan positif bagi orang yang mempelajarinya. Inti dari tujuan pembelajaran Matematika tersebut yaitu agar orang yang mempelajari Matematika mampu memahami, menjelaskan serta mengaplikasikan konsep. 31.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Matematika dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat memecahkan masalah Matematika dengan penalaran dan mengomunikasikan gagasannya melalui simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk menjelaskan keadaan atau masalah, dan memiliki sikap menghargai penggunaan Matematika dalam kehidupan seharihari. 3.. Materi Skala Seorang arsitek sedang menyusun denah sebuah rumah yang akan. dibangunnya, seperti gambar diatas. Denah tersebut juga memuat letak ruanganruangan yang akan dibangun didalam rumah. Denah tersebut dapat digunakan sebagai gambaran rumah yang akan dibangun. Oleh karena itu, jarak masingmasing ruangan harus sesuai dan menggambarkan jarak sebenarnya dari ruanganruangan tersebut. Perbandingan ukuran ruangan pada denah dengan ukuran sebenarnya disebut skala. Jadi pengertian skala adalah perbandingan antara jarak pada gambar dengan jarak sebenarnya. Hubungan antara skala, jarak pada peta dan jarak sebebarnya adalah: 𝑠𝑘𝑎𝑙𝑎 =. 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑝𝑒𝑡𝑎 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎. Gambar 2.1 Hubungan Skala, Jarak Pada Peta dan Jarak Sebebarnya Berdasarkan hubungan diatas, jarak pada peta danjarak sebenarnya dapat ditentukkan dengan rumus berikut: Jarak pada peta. = skala × jarak sebenarnya. Gambar 2.2 Rumus Mencari Jarak Pada Peta. 32.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Jarak Sebenarnya =. 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑝𝑒𝑡𝑎 𝑠𝑘𝑎𝑙𝑎. Gambar 2.3 Rumus Mencari Jarak Sebenarnya Secara umum, dapat dikatakan bahwa skala 1 : p artinya bahwa setiap jarak 1 cm pada peta mewakili p cm jarak sebenarnya (Suparmin, Sa’adah, & Kurniawati: 2017). Peneliti memilih materi skala dalam penelitian ini, yang sasarannya adalah siswa kelas V SD Negeri Nanggulan. Penerapan pembelajarannya menggunakan model pembelajaran inkuiri. Peneliti berharap melalui langkah-langkah model pembelajaran inkuiri ini, materi skala dapat tersampaikan dengan baik, sehingga dapat mempengaruhi hasil belajar siswa dengan baik pula. 2.1.2 Penelitian Yang Relevan Putra, Garminah dan Japa (2014), melakukan penelitian mengenai: Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Tebimbing Berbantuan Media Grafis Terhadap Hasil Belajar Matematika Kelas IV SD di Gugus 4 Kecamatan Busungbiu. Tujuan dari penelitian tersebut yaitu untuk mengetahui (1) hasil belajar Matematika siswa kelas IV SD di Gugus 4 Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng yang dibelajarkan dengan model pembelajaran dengan model konvensional, (2) hasil belajar Matematika siswa kelas IV SD di Gugus 4 Kecamatan Busungbiu kabupaten Buleleng yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing berbantuan media grafis dan (3) perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri tebimbing berbantuan media grafis dengan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus 4. 33.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis peneltian yang digunakan adalah eksperimen semu. Data hasil belajar Matematika pada materi pengukuran sudut dikumpulkan dengan menggunakkan tes pilihan ganda dan data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelompok eksperimen tergolong sangat tinggi dengan rata-rata 21,45, sedangkan hasil belajar Matematika siswa kelompok kontrol tergolong tinggi dengan rata-rata 15,79. Terdapat perbedaan hasil belajar Matematika yang signifikan antara kelompok ekperimen yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing berbantuan media grafis dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan. model. konvensional,. hal. tersebut. menunjukkan. bahwa. model. pembelajaran inkuiri berbantuan media grafis berpengaruh terhadap hasil belajar Matematika siswa. Artana, Dantes, Lasmawan (2015) melakukan penelitian mengenai: Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar IPA Ditinjau Dari Minat Belajar Siswa Kelas V SD Negeri Di Gugus VI Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2014/2015. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui besarnya pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar IPA khususnya mengenai gejala-gejala alam ditinjau dari minat belajar siswa. Data minat belajar dikumpulkan dengan kuesioner dan hasil belajar menggunakan tes pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pelajaran dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Terdapat pengaruh. 34.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...