• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN

C. Metode Pengenalan Membaca Yang Efektif Untuk

Dan jika terdapat perbedaan al-Qur‘an hanya mendatangkan satu lafaz atau lebih saja.15

Pada fase Mekkah dan Madinah salah satu program utama pengajaran yaitu membaca dan menulis utamanya pada lembaga pendidikan Kuttāb tingkat pertama di Mekah dan lembaga Masjid di Madinah.

Sedangkan pada masa Daulah ‗Abbāsiyah abad II Islam mencapai puncak kejayaannya karena membaca menulis menjadi budaya bangsa.

C. Metode Pengenalan Membaca Yang Efektif Untuk Anak Usia

menyimpan ingatan adalah kesenangan (terhadap suatu subjek). Senang membawahi semua faktor yang menghasilkan ingatan yang baik dan tajam.18

Disamping metode, peran pendidik juga sangat mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran pada pengenalan membaca. Dalam pendidikan Islam, secara umum pendidik yang baik adalah pendidik yang dapat menghargai dan memuliakan anak didiknya, serta mampu memberi contoh-contoh dan keteladanan yang baik.

Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullāh saw,

ْب ُسا َّب َعْ لإ اَ

نَ ثَّ

َ د َح ة َرا َمُ

ع ُنْب ُ

دي ِع َس اَنَث َّد َح ٍشاَّي َع ُنْب ُّلَب ِ َ ع اَ

نَ ثَّ

د َح ُّ ب ِقر ْ ش َمِّ

دلإ ِدي ِلَونِْلإ ُن للَّإ ُ َّ َّ

لَ َص ِ َّ

للَّإ ِلونِ ُس َر ْن َع ُث ِّد َحُي ٍكِلا َم َنْب َسَنَ أ ُ

ْع ِم َس ِ ا َم ْعُّنلإ ُنْب ُثِرا َحْ لإ ب ِ ي َ َ ت ْخَ

َ أ لْ ْوَ

أ إونِ ُمِرْ كَ

أ َلاَ ق َمَّ

ل َس َو ِهْيَ لَ

ع ْم ُهَبَ

دَ أ إونُِ

ن ِسْحَ أ َو ْمُ

كَ د

-Muliakanlah anak-anakmu dan ajarkanlah mereka budi pekerti yang baik (HR.

Ibnu Majah).19

Beberapa contoh metode pengenalan membaca dalam Bahasa Indonesia sebagai untuk anak usia dini yang dapat diterapkan dengan efektif diantaranya, eja (SAS), gambar, suku kata, dapat diaplikasikan menggunakan metode-metode dalam pendidikan Islam diantaranya, cerita, peragaan, teladan, tanya jawab dan sebagainya, dengan memperhatikan minat bakat dan aspek perkembangan dan kemampuan anak.

18 Mahesa Kapadia, Mendongkrak Daya Ingat, (Bandung: Penerbit Jabal, 2005), cet.

1, h. 27-29

19 Abi ‗Abdillah Muhammad ibn Yazid al-Quzwaini, Sunan Ibnu Mājah, Juz 1, (Beirut: Dār al-Fikr,tt), h. 597.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Sebagai penutup, upaya menjawab rumusan masalah, 1) Bagaimana potensi anak usia dini?; 2) Bagaimana pengenalan membaca untuk anak usia dini dalam pendidikan Islam; dan 3) Bagaimana metode pengenalan membaca yang efektif untuk anak usia dini; maka berikut kesimpulannya,

Bahwa ternyata anak usia dini (nol sampai enam) tahun, memiliki potensi bakat dan kecerdasan yang sangat besar, termasuk didalamnya potensi untuk membaca. Kemampuan otak anak setiap detiknya mampu menyerap ribuan informasi. Bahkan para ahli syaraf menyebutnya mampu menyerap informasi 35.000-40.000/detik. Namun dalam aspek pemanfaatan potensi otak anak hanya berkisar 5 % saja yang terpakai, 95

% selebihnya tidak tergali dengan baik dan benar karena kurangnya stimulus (rangsangan). Dalam al-Qur‘an potensi itu berupa, pendengaran, penglihatan dan hati.

Pengenalan membaca dalam pendidikan Islam memiliki arti yang sangat penting oleh karena itu mesti dilakukan sejak anak berusia dini.

Para ulama dan para ahli menganjurkan, bahwa anak yang sudah bisa bicara dapat diajarkan membaca, bahkan sejak dalam kandungan sudah bisa diperkenalkan bacaan, utamanya bacaan al-Qur‘an, lantunan shalawat, serta bacaan kisah teladan lainnya.

Dalam Pendidikan Islam metode membaca yang tepat untuk anak usia dini adalah metode Pengenalan dan Talaqqi, sebagaimana Nabi Adam as diperkenalkan nama-nama benda, serta Nabi Muhammad saw, dibacakan ayat-ayat, sampai dapat menyebutnya kembali. Sosok nabi Muhammaad adalah ummi (tidak dapat membaca menulis), namun memiliki kemampuan membaca dalam pengertian yang lebih luas.

Dalam pengenalan membaca Bahasa Indonesia, diantara metode pengenalan membaca yang efektif untuk anak usia dini diantaranya, 1) Metode eja (SAS) yaitu metode membaca dengan mengenal nama huruf abjad/alfabet 2). Metode gambar yaitu langsung membaca dengan bantuan gambar, 3) Metode suku kata yaitu metode membaca dengan langsung membaca suku kata tanpa mengeja.

Penerapan semua metode dapat dilakukan dan dibantu dengan media gambar, audiovisual serta tekhnologi dan pendekatan kepada anak yang proporsional diantaranya, permainan, peragaan bernyanyi, bercerita dan sebagainya.

Namun secara umum, diantara prinsip utama dan metode yang diterapkan harus,―memudahkan dan menyenangkan‖.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan, berikut saran-saran yang dianggap penting, Bagi pemerintah, membaca adalah diantara pintu gerbang utama diperolehnya ilmu pengetahuan. Oleh karena itu negara harus andil dalam mengimplementasikan hal itu.

Bagi lembaga, penyediaan suasana dan sarana yang mengarahkan anak pada kecintaan membaca menjadi sangat penting.

Bagi pendidik, kemampuan memahami kebutuhan dan kemampuan anak dalam proses belajar menjadi sangat penting diantaranya bahwa, setiap anak membutuhkan pujian, penghargaan, tidak berkata-kata kasar dan menjadikan ketidakmampuannya sebagai kelebihannya. Setiap anak memiliki kemampuan yang unik dan berbeda, cara membuat anak lebih hebat lagi dalam belajar adalah dengan menciptakan suasana belajar yang rileks, memudahkan dan menyenangkan.

Bagi orangtua, mengajarkan membaca pada anak memerlukan kesabaran dan tahapan, hendaknya orangtua tidak mengedepankan emosi amarah ketika melihat anaknya salah dalam belajar membaca.

Disamping itu penghargaan kepada guru menjadi penting, karena mengajarkan membaca pada anak usia dini bukan perkara yang mudah, oleh karena itu dianggap perlu, orangtua berturut serta memikirkan nasib dan kesejahteraan para guru di TK/RA/PAUD utamanya pada lembaga swasta baik dipedesaan maupun diperkotaan.

Bagi umat Islam, al-Qur‘an memerintahkan membaca, tidak ada keraguan tentang itu. Namun metode pengajaran membaca untuk anak usia dini harus proporsional dengan melihat tahapan dan perkembangan kemampuan anak secara tepat.

Bagi masyarakat, memiliki kemampuan membaca adalah hak azazi setiap individu masyarakat, hal itu dijamin oleh Undang-Undang, hendaknya tidak ragu untuk mengajarkan anak membaca dengan metode yang mudah dan menyenangkan dan hendaknya tidak dipaksa.

DAFTAR PUSTAKA

Kitab dan Tafsir

A. Rifa‘i dan Sholihin Abdulghoni. 1995. Al Qur‟an dan Terjemahnya, Semarang: Wicaksana.

Abdurrahman. 1969. „Aisyah, Maqal fiaf-Insan, Dirasah Qur‟aniyyah. Mesir:

Dar al-Ma‟arif.

Ahmad Tafsir, 2005. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Bandung, PT.

Remaja Rosda Karya,

Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani. 2010. Fathul Baari syarah Shahih Al Bukhari, Penerjemah: Gazirah Abdi Ummah. Jakarta:

Pustaka Azzam

al-Isfahani al-Raghib. Mu‟jam al-Mufradat Al-Fazh al-Qur‟an, Beirut : Dar al-Fikr, tth

Al-Jamal Hasan Izzuddin bin Abdul Fatth Ahmad. (2003) Makhthutah al-Jamal: Mujam wa Tafsir Lughawy li Kalimat al-Quran, Kairo: Al-Haiah al-Mashriyah al- Amah li al-Kutub, juz. 2

Al-Mahally, Imām Jalāluddīn dan al- Suyūthī, Imam Jalaluddin, Tafsir Jalālain, diterj. Abubakar, Bahrun (1990), Tafsir Jalalain dan Asbabunnuzul, Bandung: Sinar Baru, cet. 1.

al-Maragi Ahmad Mustafa. (1993). Tafsir al-Maragi, Semarang: Toha Putra

An-Nahlawi, Abdurrahman. (1989) Ushul al-Tarbiyah al-Islamiyyah wa Asalibuha, Terj. Herry Noer Ali, Prinsip-prinsip dan Metode Pendidikan Islam :

Azhar Abu Ahmad Muhammad. 2010. Syarah Hadits Arabain Nawawiyah Imam Nawawi, Solo: As-Salam Publishing

Az-Zikr. (2007). Al-Qur‟an dan Terjemahannya, Bandung: Sinar Baru Algensindo,

Az-Zuhaili, Wahban. (2009). At-Tafsir Munir Fil „Aqidah Wa Al-Syariah Wa Al-Manha, Darul Fikri, Bairut, Cet. ke-10.

Az-Zuhaili, Wahban. 2009. At-Tafsir Al-Munir Fil „Aqidah Wa Al-Syariah Wa Al-Manha, Darul Fikri, Bairut, Cet. ke-10.