• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. PENELITIAN TENTANG MAKNA RETRET TERBIMBING

B. Metodologi Penelitian

Dalam penelitian ini digunakan Metodologi dengan pendekatan kualitatif, yang memiliki karakteristik alami (natural setting) sebagai sumber data langsung, deskriptif, proses lebih dipentingkan dari pada hasil, analisis dalam penelitian kualitatif cenderung dilakukan secara analisa induktif dan makna merupakan hal yang esensial (Sugiyono, 2014: 283). Maka pada bagian ini penulis mengangkat berbagai hal yang berkenan dengan penelitian tentang, makna retret terbimbing bagi ketahanan hidup religius suster yunior PRR Regio Jawa. Adapun penelitian yang relevan yang dilakukan oleh Sulis Erna Parawati dengan judul: PERANAN BIMBINGAN ROHANI TERHADAP KEMATANGAN EMOSI PARA SUSTER YUNIOR KONGREGASI MISI ABDI ROH KUDUS (SSpS) PROVINSI JAWA (Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma, Skripsi: 2012). Menurut Sulis Erna Parawati, bimbingan rohani terhadap kematangan para suster Yunior SSpS provinsi Jawa belum sepenuhnya membantu untuk menjadi pribadi yang rohani dan memiliki kematangan emosi. Hal ini terjadi karena bimbingan rohani yang belum maksimal yang disebabkan faktor pemimpin komunitas yang kurang profesional dan kurang matang emosional serta pribadi suster yunior yang tertutup dan kurang disiplin dalam mengolah batin.

1. Permasalahan

a. Apa peranan retret terbimbing bagi ketahanan hidup religius menurut suster yunior PRR Regio Jawa?

b. Sejauhmana retret terbimbing bermakna bagi ketahahan hidup religius suster yunior PRR Regio Jawa?

c. Faktor pendukung dan penghambat manakah yang mempengaruhi pelaksanaan retret terbimbing bagi ketahanan hidup religius suster yunior PRR Regio Jawa?

2. Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan:

a. Mengetahui dan mendeskripsikan peranan retret terbimbing bagi ketahanan hidup religius suster Yunior PRR Regio Jawa.

b. Mengetahui sejauh mana retret terbimbing bermakna bagi ketahanan hidup religius suster Yunior PRR Regio Jawa.

c. Mengetahui faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi pelaksanaan retret terbimbing bagi ketahanan hidup religius suster yunior PRR Regio Jawa.

3. Manfaat Penulisan

Manfaat yang ingin dicapai dari penelitian yang dilaksanakan di komunitas Surabaya dan Yogyakarta adalah:

a. Membantu para pemimpin komunitas dalam pembinaan bagi suster-suster yunior PRR Regio Jawa.

b. Membantu staf pembina dalam pembinaan lanjutan suster-suster Yunior PRR Regio Jawa untuk memurnikan kembali motivasi awal.

c. Membantu suster-suster Yunior PRR Regio Jawa untuk dapat mengembangkan diri dan mempertahankan panggilan hidup religius.

d. Membantu suster-suster Yunior PRR Regio Jawa untuk menghayati hidup sebagai seorang religius dengan segala konsekuensi dan mensyukurinya dengan setia menjalankan tugas perutusan.

e. Sebagai refleksi bagi penulis agar semakin mampu menghayati, bertahan dalam panggilan serta mensyukuri hidup panggilan sebagai anugerah dari Tuhan.

f. Sebagai masukan bagi kongregasi bahwa betapa pentingnya retret terbimbing untuk dapat menemukan diri serta memperbaiki diri untuk hidup sebagai religius yang sejati.

4. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian kualitatif sebagaimana yang diungkapakan Bogan dan Taylor sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati (Moleong, 2012: 4). Jenis penelitian kualitatif juga sering disebut sebagai metode etnografi karena pada awalnya metode penelitian ini lebih banyak digunakan untuk penelitian di bidang antropologi budaya. Penelitian kualitatif dilakukan pada obyek yang alamiah, yaitu obyek yang berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti (Sugiyono, 2010:

14-15). Penelitian menggunakan pendekatan metodologi kualitatif dan kuantitatif, namun pendekatan kualitatif dipilih sebagai pendekatan utama. Penggunaan dua pendekatan ini tidak saling bertentangan. Menurut Moleong (2012:38), “kedua pendekatan tersebut dapat digunakan apabila desainnya adalah memanfaatkan satu paradigma sedangkan paradigma lainnya hanya sebagai pelengkap saja”. Kedua pendekatan tersebut digunakan sebagaimana mestinya untuk keperluan menyusun skripsi.

Penelitian ini diajukan untuk mengungkapkan makna retret terbimbing bagi ketahanan hidup religius suster yunior. Alasan penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif karena penelitian ini menekankan kualitas dengan mementingkan proses dari pada hasil penelitian.

5. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivisme/interpretif, digunaka untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) di mana peneliti sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Sugiyono, 2014: 347).

6. Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis adalah melalui wawancara terstruktur. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara penulis telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan. Dalam melakukan wawancara, selain membawa instrumen sebagai pedoman untuk wawancara, penulis juga menggunakan alat bantu seperti Handphone (untuk merekam), yang dapat membantu pelaksanaan wawancara menjadi lancar (Sugiyono, 2014: 387).

Melalui data yang terkumpul penulis secara selektif akan memperoleh informasi tentang keadaaan responden. Penulis akan mencatat data yang diperoleh melalui wawancara, kemudian mendeskripsikan masalah-masalah yang ada di komunitas responden. Teknik pengumpulan data dilakukan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian menekankan makna dari pada generalisasi (Sugiyono, 2014: 386). Dalam penelitian ini penulis melibatkan tiga unsur pokok, yakni teknik wawancara, teknik observasi dan studi dokumen. Ketiga teknik pengumpulan data ini akan digunakan untuk memperkaya temuan yang ada di lapangan (komunitas PRR Surabaya dan Yogyakarta).

Sugiyono, mengutip dari Esterberg (2002) menuliskan bahwa wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik (Sugiyono, 2014: 384). Dengan wawancara, maka peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang partisipan dalam menginterpretasikan situasi dan

fenomena yang terjadi yang tidak bisa ditemukan melalui observasi (Sugiyono, 2014: 386).

7. Analisis Data

Dalam rangka penelitian kualitatif, analisis adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pencatatan melalui dokumen dengan cara mengorganisasikan data dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain (Sugiyono, 2014: 402).

Setelah data-data terkumpul melalui wawancara, observasi dan studi dokumen, penulis mengelompokkan jawaban-jawaban responden menurut kelompok variabel. Kemudian penulis akan mendeskripsikan jawaban-jawaban dari responden serta menguraikannya pada bagian laporan dan hasil penelitian.

8. Tempat dan Waktu Penelitian a. Tempat

Penelitian dilaksanakan di komunitas PRR Surabaya dan komunitas PRR Magnificat Yogyakarta. Dua komunitas ini dipilih sebagai tempat atau lokasi penelitian karena berdasarkan pertimbangan: Pertama, lokasi mudah dijangkau oleh penulis. Kedua: penulis lebih mudah memperoleh informasi tentang makna retret terbimbing karena suster yunior di dua komunitas ini sudah pernah mengikuti retret terbimbing.

b. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan mulai dari tanggal 16 Juni s.d. 3 Juli 2017.

9. Responden Penelitian a. Populasi

Sugiyono mengutip dari Spradley, istilah populasi disebut dengan “social situation” atau situasi sosial yang terdiri atas tiga elemen yaitu: tempat (place), pelaku (actors) dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis (Sugiyono, 2014: 363). Dalam penelitian ini, yang menjadi populasi adalah suster-suster yunior PRR Regio Jawa yang berada di komunitas Surabaya dan komunitas Magnificat Yogyakarta.

b. Sampel Penelitian

Sampel adalah bagian dari populasi yang karakteristiknya hendaknya diselidiki dan dianggap bisa mewakili keseluruhan populasi (jumlah lebih sedikit dari pada jumlah populasi (Sunyoto, 2009: 125). Sampel penelitian ini adalah suster yunior PRR (representatif) komunitas Surabaya dan komunitas Magnificat Yogyakarta. Sampel yang berjumlah 10 orang ini dipilih dan dianggap mampu mewakili populasi dan mampu memberikan informasi data yang dibutuhkan oleh penulis.

10. Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah suatu atribut atau suatu sifat atau nilai dari orang, obyek, organisasi atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya

(Sugiyono, 2014: 96). Dalam skripsi terdiri dari dua variabel, yakni: makna retret terbimbing dan ketahanan hidup religius suster yunior PRR regio Jawa.

Tabel 1. Variabel Penelitian

No Variabel Yang Diungkap Indikator

(1) (2) (3)

1 Ketahanan hidup religius

1. Pengetahuan suster yunior tentang ketahanan hidup religius

2. Ciri-ciri ketahanan hidup religius

3. Upaya-upaya yang sudah dilakukan untuk memiliki ketahanan hidup religius

4. Retret terbimbing dan ketahanan hidup religius 2 Retret terbimbing 1. Pengertian retret terbimbing

2. Makna retret terbimbing

3. Faktor pendukung dan penghambat dalam retret terbimbing

4. Harapan suster yunior dalam mengikuti retret terbimbing

11. Instrumen Penelitian

Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur (structured interview). Dalam melakukan wawancara, penulis menyiapkan instrumen penelitian berupa pedoman pertanyaan-pertanyaan. Dalam

wawancara ini setiap responden diberi pertanyaan yang sama dan penulis mencatatnya (Sugiyono, 2014: 386).

Hasil wawancara akan direkam dengan Handphone (HP) sebagai alat bantu pada saat wawancara agar penulis dapat berkonsentrasi pada proses pengambilan data tanpa harus berhenti mencatat jawaban-jawaban dari subyek. Hasil rekaman kemudian ditulis kembali dalam bentuk print out sebagai dokumen. Instrumen penelitian ini adalah pedoman pertanyaan wawancara.

a. Instrumen penelitian tentang ketahanan hidup religius: 1). Apa yang suster ketahui tentang ketahanan hidup religius?

2). Apa ciri-ciri seorang religius yang memiliki ketahanan hidup religius?

3). Upaya/usaha apa yang sudah dilakukan oleh kongregasi dan komunitas bagi suster yunior agar memiliki ketahanan hidup religius?

4). Upaya/usaha apa yang dilakukan oleh suster yunior sendiri agar memiliki ketahanan hidup religius?

b. Instrumen penelitian untuk retret terbimbing: 1). Apa yang suster ketahui tentang retret terbimbing?

2). Siapa saja yang berperan dalam retret terbimbing yang suster ketahui dan apa tugas mereka?

3). Proses dan suasana retret terbimbing seperti apa yang suster alami?

4). Materi apa dalam retret terbimbing yang bagi suster dapat membantu untuk memperbaharui hidup?

6). Apa makna retret terbimbing bagi suster dalam menghayati ketiga nasihat Injil?

7). Apa makna retret terbimbing bagi hidup dan panggilan suster?

8). Apa Faktor pendukung dan penghambat yang suster alami dalam mengikuti retret terbimbing?

9). Apakah suster mempunyai pesan atau harapan dalam retret terbimbing agar bisa memiliki ketahanan hidup religius?

C. Laporan Hasil Penelitian tentang Makna Retret Terbimbing bagi