• Tidak ada hasil yang ditemukan

29Pada tahun 2014 BCA menjalankan aktivitas pemberian

Dalam dokumen Bank Central Asia Tbk 2014 (Halaman 31-33)

kredit secara hati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi dan situasi politik. Pemberian kredit diprioritaskan untuk mendukung bisnis bagi mereka yang telah memiliki hubungan dengan BCA dan memiliki rekam jejak (track record) yang baik atas kinerja usaha maupun pinjaman yang diterima. Melalui proses pemantauan terstruktur terhadap kualitas kredit, Bank terus menyelaraskan program-program kerja dengan kondisi pasar kredit. Setelah proses pemilihan Presiden yang berjalan lancar dan kondisi kredit sektor perbankan menunjukkan tanda-tanda kestabilan, BCA mulai meningkatkan aktivitas penyaluran kredit secara prudent. Pada segmen konsumer, BCA secara proaktif mengelola pertumbuhan kredit dengan menyesuaikan suku bunga, khususnya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). BCA telah menaikkan suku bunga di triwulan pertama 2014 dan kemudian sedikit menurunkannya pada September 2014.

Dalam beragam aktivitas usaha, manajemen BCA menunjukkan komitmen yang kuat dan kedisiplinan yang tinggi untuk mempertahankan posisi likuiditas yang solid. BCA terus berupaya untuk memperkuat kemampuan bisnis intinya sebagai penyedia solusi transaksi yang terdepan. Melalui layanan perbankan transaksi, BCA mampu menghasilkan likuiditas yang stabil bersumber pada dana berbiaya bunga rendah dari rekening giro dan tabungan (Current Accounts and Savings Account - CASA), yang memberikan kontribusi terbesar terhadap total dana pihak ketiga. Pada tahun 2014, ditopang oleh inovasi yang dijalankan, BCA mencatat pertumbuhan CASA secara moderat sebesar 4,2% di tengah terjadinya perlambatan kegiatan usaha secara umum. Ke depan, kami melihat potensi pertumbuhan perekonomian domestik akan lebih baik dan BCA berada dalam posisi yang strategis untuk memenuhi peningkatan kebutuhan layanan transaksi perbankan. Hal tersebut akan menyediakan landasan yang lebih baik bagi pertumbuhan dana CASA.

Sepanjang tahun 2014, guna menjaga posisi likuiditas secara keseluruhan yang solid, BCA telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk meningkatkan dana pihak ketiga dari deposito, dengan cara meningkatkan

suku bunga secara selektif untuk produk-produk deposito tertentu. Pada tahun 2014, dana deposito tumbuh signifikan sebagai hasil atas penerapan kebijakan tersebut dan mendukung keseluruhan dana pihak ketiga. Dari sisi pendanaan, Dewan Komisaris merasa puas melihat pertumbuhan dana pihak ketiga yang cukup solid sebesar 9,4%.

Sebagai bank terkemuka di Indonesia, BCA terus mengembangkan kompetensi jangka panjang dan mempelajari berbagai peluang pengembangan bisnis dengan menciptakan portofolio produk dan solusi perbankan yang lebih lengkap bagi para nasabah. Dewan Komisaris mendukung langkah yang diambil oleh Direksi untuk membangun dan mengembangkan bisnis baru di bidang asuransi jiwa yang mulai beroperasi pada akhir tahun 2014. BCA juga terus mendukung dan memperkuat kegiatan entitas anak lainnya yang bergerak di bidang usaha pembiayaan kendaraan,

perbankan Syariah, asuransi umum, remittance dan

sekuritas. Melalui entitas-entitas anak tersebut, BCA mampu menawarkan berbagai produk yang beragam kepada nasabah yang selanjutnya akan memperkuat hubungan antara BCA dan nasabahnya.

Hasil atas upaya-upaya Direksi pada tahun 2014 tercermin dalam kinerja keuangan BCA yang solid. BCA berhasil membukukan pertumbuhan kredit yang sehat sebesar Rp 34,3 triliun, atau meningkat 11,0% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan kredit tersebut diimbangi dengan kualitas kredit yang baik dan terjaganya posisi likuiditas. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loans – NPL) tercatat pada tingkat yang rendah sebesar 0,6% sedangkan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio – LDR) tetap sehat di level 76,8%. Laba Bersih pada tahun 2014 meningkat sebesar 15,7% menjadi Rp 16,5 triliun, dan laba bersih per saham mencapai Rp 669, dengan tingkat pengembalian atas aset (Return on Assets – ROA) sebesar 3,9% dan tingkat pengembalian atas ekuitas (Return on Equity – ROE) sebesar 25,5%. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio – CAR) berada pada level 16,9% per Desember 2014 dibandingkan 15,7% per Desember 2013, menegaskan posisi permodalan BCA yang kuat.

30

PENINGKATAN KUALITAS PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

Di tengah meningkatnya tantangan yang dihadapi oleh sektor perbankan Indonesia, penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance – GCG) secara konsisten merupakan faktor penting dalam memelihara kepercayaan nasabah, pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Penerapan prinsip- prinsip GCG di seluruh jenjang organisasi mendukung upaya BCA dalam mempertahankan reputasi sekaligus memastikan tercapainya kinerja usaha yang sehat.

Dewan Komisaris bekerja sama erat dengan Direksi dalam mengawasi dan meningkatkan praktik-praktik GCG dalam memenuhi ekspektasi maupun ketentuan dan peraturan yang berlaku. BCA juga berupaya untuk terus menyempurnakan standar penerapan praktik GCG

dengan mengacu kepada ASEAN Corporate Governance

Scorecard. Prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi dan kewajaran, menjadi pedoman utama dalam pengelolaan bisnis Bank.

Kami puas bahwa BCA telah menerapkan manajemen risiko yang sehat dan pengendalian internal secara efektif. Penerapan tersebut dilaksanakan sesuai dengan kebijakan usaha, ukuran dan kompleksitas usaha, serta kemampuan untuk memenuhi persyaratan dan tata cara sebagaimana ditetapkan dalam ketentuan maupun peraturan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Dengan penerapan manajemen risiko dan sistem pengendalian internal yang andal, BCA dapat memitigasi dampak negatif yang dapat timbul dari risiko-risiko yang dihadapi.

Dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas penerapan GCG, Bank secara berkala melakukan

self-assessment untuk mengukur pelaksanaan GCG terhadap Peraturan Bank Indonesia. Kami melaporkan

bahwa hasil self-assessment terhadap pelaksanaan

GCG di BCA pada tahun 2014 menghasilkan peringkat komposit dengan predikat “Sangat Baik.”

Atas komitmennya dalam menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, BCA memperoleh beberapa penghargaan dan pengakuan termasuk penghargaan “Asia’s Best Companies 2014 – Best Corporate Governance” dari Finance Asia; “The Most Trusted Companies 2014” dari SWA dan Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG); dan “Best Financial SectorCorporate Governance Award” dari Indonesia Institute for Corporate Directorship (IICD).

PERUBAHAN KOMPOSISI ANGGOTA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI

Pada tahun 2014, tidak terdapat perubahan komposisi dalam keanggotaan Dewan Komisaris. Pada jajaran Direksi, Bapak Renaldo Hector Barros telah mengundurkan diri dari jabatan Direktur di tahun 2014. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2014 telah mengangkat Bapak Rudy Susanto sebagai anggota Direksi yang baru.

Atas nama Dewan Komisaris, saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Renaldo Hector Barros atas dedikasinya kepada BCA selama 11 tahun baik sebagai anggota Direksi maupun Dewan Komisaris BCA. Kami juga mengucapkan selamat datang kepada Bapak Rudy Susanto sebagai anggota Direksi.

Lebih lanjut, untuk memenuhi peraturan baru yang ditetapkan dalam Surat Keputusan Direktur Bursa Efek Indonesia dan tanpa mengurangi independensi Direktur lain, RUPS Tahunan juga menunjuk Bapak Erwan Yuris Ang, salah satu anggota Direksi BCA, sebagai Direktur Independen BCA.

PENILAIAN KINERJA KOMITE-KOMITE DI BAWAH DEWAN KOMISARIS

Dalam melaksanakan tugasnya, Dewan Komisaris didukung oleh Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, dan Komite Renumerasi & Nominasi. Sepanjang tahun 2014, komite-komite tersebut telah menjalankan tugasnya secara efektif dan memuaskan, serta memberikan dukungan yang signifikan kepada Dewan Komisaris dalam menjalankan tugas pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan bisnis dan operasional.

31

Dalam dokumen Bank Central Asia Tbk 2014 (Halaman 31-33)