89Halo BCA Contact Center dan Customer Care
V. Penerapan Manajemen Risiko Terintegras
Sehubungan dengan diterbitkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/ POJK.03/2014 tanggal 18 November 2014 tentang Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan, BCA telah mulai melakukan:
1. Penunjukkan Direktur yang
membawahkan fungsi manajemen risiko menjadi Direktur yang membawahkan fungsi Manajemen Risiko Terintegrasi untuk melaksanakan penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi.
2. Persiapan pembentukan Komite Manajemen Risiko Terintegrasi.
3. Identifikasi dan persiapan penyesuaian struktur organisasi Satuan Kerja Manajemen Risiko guna mengembangkan dan mendukung framework manajemen risiko terintegrasi.
4. Identifikasi Perusahaan Anak dan Perusahaan Terelasi yang akan menjadi anggota Konglomerasi Keuangan.
5. Sosialisasi dan koordinasi dengan Perusahaan Anak dan Perusahaan Terelasi.
PT BCA Finance
Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi
Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan melalui pembentukan:
• Komite Audit di tingkat Komisaris; serta
• Komite Manajemen Risiko dan Asset Liability Committee (ALCO) di tingkat Direksi.
Kecukupan Kebijakan dan Prosedur, dan Penetapan Limit Manajemen Risiko
• Telah memiliki Kebijakan Dasar Manajemen Risiko (KDMR).
• Telah memiliki kebijakan manajemen risiko untuk masing-masing risiko dan dijabarkan dalam Surat Keputusan (SK), Surat Edaran (SE), Prosedur dan Instruksi Kerja (IK).
• Kebijakan dan prosedur, dan penetapan limit telah cukup memadai dan dilakukan kaji ulang secara berkala.
Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, dan Pengendalian Risiko serta Sistem Informasi Manajemen Risiko
• Proses manajemen risiko telah dilaksanakan dan dituangkan dalam laporan profil risiko setiap triwulan.
• Proses manajemen risiko tercermin antara lain dari laporan profil risiko, laporan pemantauan serta kaji ulang limit secara berkala.
Sistem Pengendalian Internal yang Menyeluruh
Telah dibentuk divisi/unit kerja audit internal untuk mengkaji proses kerja berjalan efektif, efisien dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam bentuk pemeriksaan aktif maupun pasif di seluruh unit kerja Perusahaan.
92
PT BCA Finance Limited
Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi
Pengawasan aktif Direksi dilaksanakan melalui diskusi dan laporan secara berkala, yang membahas kegiatan bisnis dan operasional antara Direksi dan manajemen.
Kecukupan Kebijakan dan Prosedur, dan Penetapan Limit Manajemen Risiko
• Telah memiliki Kebijakan Dasar Manajemen Risiko (Basic Risk Management Policy & Guideline).
• Telah memiliki memiliki kebijakan manajemen risiko yang dijabarkan dalam Prosedur dan Petunjuk Pelaksanaan.
• Kebijakan, prosedur dan penetapan limit telah cukup memadai dan dilakukan kaji ulang secara berkala.
Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, dan Pengendalian Risiko serta Sistem Informasi Manajemen Risiko
• Proses manajemen risiko telah dilaksanakan dan dituangkan dalam laporan profil risiko setiap triwulan.
• Proses manajemen risiko tercermin antara lain dari pemantauan limit dan kaji ulang limit secara berkala.
Sistem Pengendalian Internal yang Menyeluruh
Pengawasan internal telah dilakukan oleh bagian Accounting Control.
PT BCA Syariah
Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi
Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan melalui pembentukan:
• Komite Pemantau Risiko, Komite Audit dan Komite Remunerasi dan Nominasi di tingkat Komisaris; serta
• Komite Manajemen Risiko, Komite Kebijakan Pembiayaan dan Komite Asset Liability Committee (ALCO) di tingkat Direksi.
Kecukupan Kebijakan dan Prosedur, dan Penetapan Limit Manajemen Risiko
• Telah memiliki Kebijakan Dasar Manajemen Risiko (KDMR).
• Telah memiliki kebijakan manajemen risiko untuk masing-masing risiko dan dijabarkan dalam prosedur dan petunjuk pelaksanaan.
• Berkaitan dengan manajemen risiko kredit, telah memiliki Kebijakan Dasar Pembiayaan Bank (KDPB).
• Kebijakan, prosedur dan penetapan limit telah cukup memadai dan dilakukan kaji ulang secara berkala.
Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, dan Pengendalian Risiko serta Sistem Informasi Manajemen Risiko
• Proses manajemen risiko telah dilaksanakan dengan baik dan dituangkan dalam laporan profil risiko setiap triwulan.
• Proses manajemen risiko tercermin antara lain dari laporan profil risiko, laporan pemantauan serta kaji ulang limit secara berkala.
Sistem Pengendalian Internal yang Menyeluruh
Telah terdapat Satuan Kerja Audit Internal yang berfungsi melakukan pengujian terhadap efektifitas pengendalian internal.
PT BCA Sekuritas
Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi
Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan melalui: • Pertemuan secara berkala Dewan Komisaris dan Direksi.
• Pembentukan organisasi mengacu pada peraturan Bapepam-LK Nomor V.D.3 tentang Pengendalian Interen dan Penyelenggaraan Pembukuan oleh Perusahaan Efek, dengan adanya 6 (enam) fungsi yang wajib dimiliki oleh Perusahaan Efek, yaitu:
1. Fungsi Pemasaran 2. Fungsi Manajemen Risiko 3. Fungsi Pembukuan 4. Fungsi Kustodian
5. Fungsi Teknologi Informasi; dan 6. Fungsi Kepatuhan
serta fungsi Riset diluar dari 6 (enam) kewajiban fungsi riset diatas. • Dewan Komisaris memberikan persetujuan terhadap fasilitas kredit yang
diterima BCA Sekuritas dari Pihak Ketiga.
• Direksi memberikan persetujuan terhadap kebijakan internal. • Direksi menandatangani setiap pelaporan yang disampaikan kepada
93
PT BCA Sekuritas
Kecukupan Kebijakan dan Prosedur, dan Penetapan Limit Manajemen Risiko
• Telah memiliki kebijakan dan prosedur sesuai ketentuan Pasar Modal dan cukup memadai sebagai pedoman dan panduan dalam pelaksanaan kelangsungan usaha BCA Sekuritas.
• Telah memiliki Kebijakan Dasar Manajemen Risiko (KDMR). • Kebijakan, prosedur dan penetapan limit telah cukup memadai dan
dilakukan kaji ulang secara berkala. Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran,
Pemantauan, dan Pengendalian Risiko serta Sistem Informasi Manajemen Risiko
• Proses manajemen risiko tercermin antara lain dari pemantauan hair cut
efek secara berkala, pemantauan limit nasabah secara berkala, pengawasan transaksi nasabah secara harian dan dituangkan dalam laporan secara berkala.
• Proses manajemen risiko telah dilaksanakan dan dituangkan dalam laporan profil risiko setiap triwulan.
Sistem Pengendalian Internal yang Menyeluruh
Pengawasan internal terhadap seluruh kegiatan usaha BCA Sekuritas dilakukan oleh Direksi dan Satuan Kerja Kepatuhan, sesuai dengan ketentuan Pasar Modal.
PT Asuransi Umum BCA
Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi
Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan melalui pembentukan:
• Komite Audit di tingkat Komisaris; serta
• Komite Investasi, Komite Akseptasi Penutupan Asuransi dan Komite Penyelesaian Klaim Asuransi di tingkat Direksi.
Kecukupan Kebijakan dan Prosedur, dan Penetapan Limit Manajemen Risiko
• Telah memiliki beberapa kebijakan, antara lain: - Kebijakan Dasar Manajemen Risiko (KDMR).
- Kewenangan Persetujuan Klaim, Akseptasi dan Tanda Tangan Polis/Cover Note.
- Underwriting Guidelines.
• Telah memiliki kebijakan manajemen risiko untuk masing-masing risiko dan dijabarkan dalam Prosedur dan Petunjuk Pelaksanaan.
• Kebijakan, prosedur dan penetapan limit telah cukup memadai dan dilakukan kaji ulang secara berkala.
Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, dan Pengendalian Risiko serta Sistem Informasi Manajemen Risiko
• Proses manajemen risiko telah dilaksanakan dan dituangkan dalam laporan profil risiko setiap triwulan.
• Proses manajemen risiko tercermin antara lain dari laporan pemantauan dan kaji ulang limit secara berkala.
Sistem Pengendalian Internal yang Menyeluruh
Pengawasan internal telah dilakukan oleh Unit Kerja Audit Internal.
PT Central Santosa Finance Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi
Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Dewan Direksi berupa: • Rapat rutin Dewan Komisaris dan Direksi.
• Direksi menandatangani setiap pelaporan yang disampaikan kepada regulator.
Kecukupan Kebijakan dan Prosedur, dan Penetapan Limit Manajemen Risiko
Kebijakan, prosedur dan penetapan limit telah cukup memadai dan dilakukan kaji ulang secara berkala.
Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, dan Pengendalian Risiko serta Sistem Informasi Manajemen Risiko
• Proses manajemen risiko telah dilaksanakan dan dituangkan dalam laporan profil risiko setiap triwulan.
• Proses manajemen risiko tercermin antara lain dari laporan pemantauan dan kaji ulang limit secara berkala.
Sistem Pengendalian Internal yang Menyeluruh
Pengawasan internal telah dilakukan oleh unit kerja Audit Internal. (lanjutan)
94
(dalam jutaan Rupiah)
No. Kategori Portofolio
Periode 31 Desember 2013
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
Sumatera Jawa Kalimantan Bagian Timur Indonesia Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Tagihan kepada Pemerintah - 122.231.555 - - 122.231.555
2 Tagihan kepada entitas sektor publik - 12.814.253 - - 12.814.253
3 Tagihan kepada bank pembangunan multilateral dan lembaga internasional
- - - - -
4 Tagihan kepada bank 14.606 17.795.934 6.130 12.093 17.828.763
5 Kredit beragun rumah tinggal 1.584.021 30.018.529 531.944 1.364.235 33.498.729
6 Kredit beragun properti komersial 543.255 7.896.384 359.933 318.778 9.118.350
7 Kredit pegawai/pensiunan - - - - -
8 Tagihan kepada usaha mikro, usaha kecil dan portofolio ritel
1.994.381 45.831.449 487.500 934.771 49.248.101
9 Tagihan kepada korporasi 18.096.632 229.509.093 5.277.499 10.236.090 263.119.314
10 Tagihan yang telah jatuh tempo 75.195 404.744 7.332 39.564 526.835
11 Aset lainnya 1.642.575 24.164.606 525.649 1.214.968 27.547.798
12 Eksposur di unit usaha Syariah (apabila ada)
- - - - -
Total 23.950.665 490.666.547 7.195.987 14.120.499 535.933.698
Tabel 2.1.a Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah - Bank secara Individual
(dalam jutaan Rupiah)
No. Kategori Portofolio
Periode 31 Desember 2014
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah Sumatera Jawa Kalimantan Indonesia
Bagian Timur Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Tagihan kepada Pemerintah - 126.878.997 - - 126.878.997
2 Tagihan kepada entitas sektor publik - 21.474.415 - - 21.474.415
3 Tagihan kepada bank pembangunan multilateral dan lembaga internasional
- - - - -
4 Tagihan kepada bank 61.409 23.827.865 21.163 58.425 23.968.862
5 Kredit beragun rumah tinggal 1.073.282 19.551.346 452.660 801.697 21.878.985
6 Kredit beragun properti komersial 620.635 9.295.419 371.345 303.491 10.590.890
7 Kredit pegawai/pensiunan - - - - -
8 Tagihan kepada usaha mikro, usaha kecil dan portofolio ritel
2.365.017 45.957.578 562.586 1.170.736 50.055.917
9 Tagihan kepada korporasi 17.713.881 255.695.728 5.297.096 11.867.637 290.574.342
10 Tagihan yang telah jatuh tempo 83.012 441.927 18.083 45.460 588.482
11 Aset lainnya 1.697.522 28.365.961 643.470 1.342.523 32.049.476
12 Eksposur di unit usaha Syariah (apabila ada)
- - - - -
Total 23.614.758 531.489.236 7.366.403 15.589.969 578.060.366
Tabel 1.a Pengungkapan Kuantitatif Struktur Permodalan Bank Umum Dapat dilihat pada Laporan Keuangan Konsolidasian Catatan 39
* Informasi disajikan dengan mengacu kepada Surat Edaran Bank Indonesia No. 14/35/DPNP tanggal 10 Desember 2012 perihal Laporan Tahunan Bank Umum dan Laporan Tahunan Tertentu yang Disampaikan kepada Bank Indonesia. Apabila tidak terdapat transaksi-transaksi yang dimaksud dalam Surat Edaran tersebut, maka tabel tidak ditampilkan.