atau 11,0% terutama ditopang oleh pertumbuhan kredit produktif dari segmen pinjaman korporasi dan komersial. Penerapan prinsip penyaluran kredit secara hati-hati telah memungkinkan Bank untuk mempertahankan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loans - NPL) di bawah 1% dari keseluruhan portofolio kredit BCA. Pada akhir tahun 2014, rasio NPL BCA mencapai 0,6%, dengan rasio cadangan terhadap total kredit bermasalah sebesar 324,2%.
Dengan terjaganya keseimbangan antara pertumbuhan portofolio kredit dan dana pihak ketiga, BCA berhasil menjaga rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio – LDR) pada level yang konservatif sebesar 76,8%, di tengah kondisi likuiditas yang ketat. Penempatan jangka pendek di luar primary reserves tercatat sebesar Rp 63,9 triliun atau 14,3% terhadap total dana pihak ketiga pada akhir Desember 2014. Selain itu, rasio kecukupan modal
16,9% pada 31 Desember 2014, mempertegas posisi permodalan BCA yang solid.
Secara keseluruhan, Pendapatan Bunga Bersih meningkat 21,2% menjadi Rp 32,0 triliun didukung oleh pertumbuhan portofolio kredit dan komposisi pendanaan yang menguntungkan serta peningkatan Marjin Bunga Bersih (Net Interest Margin – NIM). Pendapatan Operasional selain Bunga tumbuh 13,6% menjadi Rp 9,0 triliun didukung oleh kenaikan Pendapatan Provisi dan Komisi sebesar 15,5%. Peningkatan Pendapatan Operasional yang solid mendukung pertumbuhan Laba Bersih sebesar 15,7% menjadi Rp 16,5 triliun pada tahun 2014. BCA berhasil membukukan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan sektor perbankan pada tahun 2014. Dengan pencapaian profitabilitas ini, tingkat pengembalian atas aset (Return on Assets – ROA) tercatat sebesar 3,9% dan tingkat pengembalian atas ekuitas (Return on Equity – ROE) tercatat sebesar 25,5%.
IKHTISAR LABA RUGI
Peningkatan pendapatan operasional yang solid berhasil mendukung pertumbuhan Laba Bersih pada tahun 2014.
Pendapatan Bunga Bersih (dalam miliar Rupiah)
2014 2013 Naik / (turun) Nominal Persentase
Pendapatan Bunga 43.771 34.277 9.494 27,7%
Kredit 33.431 26.150 7.281 27,8%
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank-bank Lain 947 1.053 (106) -10,1%
Efek-Efek (termasuk Efek-efek yang Dibeli dengan Janji
Dijual Kembali) 5.900 4.870 1.030 21,1%
Pembiayaan Konsumen dan Investasi Sewa Pembiayaan 2.821 1.674 1.147 68,5%
Lainnya 672 530 142 26,8% Beban Bunga 11.744 7.852 3.892 49,6% Giro 1.058 1.063 (5) -0,5% Tabungan 2.539 2.480 59 2,4% Deposito 6.697 3.224 3.473 107,7% Lainnya 1.450 1.085 365 33,6%
Pendapatan Bunga Bersih 32.027 26.425 5.602 21,2%
Pendapatan Bunga dari Efek-efek berdasarkan Jenis Instrumen Investasi (dalam miliar Rupiah)
2014 2013 Naik / (turun) Nominal Persentase
Efek-Efek untuk Tujuan Investasi 3.425 3.201 224 7,0%
Sertifikat Bank Indonesia 667 186 481 258,6%
Obligasi Pemerintah 2.136 2.389 (253) -10,6%
Surat Berharga Lainnya 622 626 (4) -0,6%
Efek-Efek yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali 2.475 1.669 806 48,3% Total Pendapatan Bunga dari Efek-efek 5.900 4.870 1.030 21,1%
178
Pendapatan Bunga tumbuh sebesar 27,7% atau Rp 9,5 triliun menjadi Rp 43,8 triliun pada tahun 2014. Pertumbuhan tersebut terutama berasal dari kenaikan Pendapatan Bunga dari portofolio kredit yang berkontribusi 76,4% terhadap total pertumbuhan Pendapatan Bunga pada tahun 2014. Pendapatan Bunga dari portofolio kredit meningkat 27,8% menjadi Rp 33,4 triliun pada tahun 2014 ditopang oleh pertumbuhan outstanding kredit dan kenaikan tingkat suku bunga. Sejak tahun 2013 suku bunga kredit BCA mengalami kenaikan sejalan dengan pergerakan bunga di pasar dan semakin ketatnya kondisi likuiditas.
Pendapatan Bunga atas Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank-bank Lain mengalami penurunan sebesar 10,1% menjadi Rp 947 miliar di tahun 2014 dari Rp 1,1 triliun di tahun 2013. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan rata-rata outstanding dari Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank-bank Lain sebesar 24,6% menjadi Rp 19,2 triliun pada tahun 2014 dari Rp 25,5 triliun pada tahun 2013. Penurunan rata-
penempatan dana pada instrumen dengan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi dari Term Deposit Bank Indonesia dan Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (FASBI) ke Sertifikat Bank Indonesia pada kategori Efek-Efek untuk Tujuan Investasi.
Didukung oleh pertumbuhan rata-rata outstanding dan peningkatan yield, Pendapatan Bunga yang berasal dari Efek-efek (termasuk Efek-efek yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali) meningkat 21,1% menjadi Rp 5,9 triliun di akhir tahun 2014.
Pendapatan Bunga Pembiayaan Konsumen dan Investasi Sewa Pembiayaan tumbuh sebesar 68,5% menjadi Rp 2,8 triliun pada akhir tahun 2014. Kenaikan tersebut merupakan hasil dari konsolidasi Central Santosa Finance, entitas anak BCA dan BCA Finance, yang bergerak di bidang pembiayaan sepeda motor, pada awal Januari 2014. Apabila tidak memperhitungkan kontribusi baru dari Central Santosa Finance tersebut, Pendapatan Bunga Pembiayaan Konsumen dan Investasi Sewa Pembiayaan meningkat 11,9% menjadi Rp 1,9 triliun pada akhir tahun 2014.
Pendapatan Bunga Pembiayaan Konsumen dan Investasi Sewa Pembiayaan Tanpa Memperhitungkan Kontribusi Central Santosa Finance (dalam miliar Rupiah)
2014 2013 Naik / (turun) Catatan Nominal Persentase
Pendapatan Bunga 1.874 1.674 200 11,9%
Angka tahun 2014 tidak termasuk pendapatan bunga yang berasal dari Central Santosa Finance sebesar Rp 947 miliar.
Konsolidasi Central Santosa Finance dilakukan sejak Januari 2014.
Imbal hasil (yield) keseluruhan portofolio kredit tercatat sebesar 10,3% pada tahun 2014, meningkat 100 bps dibandingkan 9,3% pada tahun 2013. Selain peningkatan suku bunga, kenaikan imbal hasil portofolio kredit tersebut juga ditopang oleh pertumbuhan kredit di segmen korporasi dan komersial. Keseluruhan imbal hasil aset produktif meningkat menjadi 8,7% di 2014 dari 7,8% di 2013, sejalan dengan kenaikan suku bunga sepanjang tahun 2014.
Imbal Hasil (Yield) Aset Produktif
2014 2013
Kredit 10,3% 9,3%
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank-bank Lain 4,9% 4,1%
Efek-Efek (termasuk Efek-efek yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali) 6,3% 6,1%
179
Kredit Pembiayaan Konsumen dan Investasi Sewa Pembiayaan Lainnya
Efek-Efek Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank-bank Lain 76,3% 2013 14,2% 4,9% 3,1% 1,5% 2014 76,4% 13,5% 6,4% 2,2% 1,5% Rp 43.771 miliar Rp 34.277 miliar Beban Bunga
Pada tahun 2014, Beban Bunga BCA meningkat 49,6% menjadi Rp 11,7 triliun pada tahun 2014. Sebagai penyeimbang posisi likuiditasnya yang kokoh, pada tahun 2014 BCA proaktif menghimpun dana deposito dengan menaikkan tingkat suku bunga untuk kategori deposito di atas Rp 2 miliar. Tingkat suku bunga maksimum deposito BCA mencapai level tertinggi pada bulan April 2014 sebesar 9,25% p.a. Memasuki akhir tahun 2014, sejalan dengan lebih melonggarnya likuiditas sektor perbankan, BCA menurunkan tingkat suku bunga deposito dimana suku bunga maksimum menjadi 7,75% p.a. Di sepanjang tahun 2014, Bank mampu mempertahankan suku bunga deposito lebih rendah dari suku bunga di pasar sekaligus menjaga tingkat suku bunga sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Lembaga Penjaminan Simpanan maupun Otoritas Jasa Keuangan.
Sejalan dengan pertumbuhan dana maupun kenaikan suku bunga deposito, Beban Bunga Deposito meningkat 107,7% menjadi Rp 6,7 triliun, sementara itu Beban Bunga dari Giro dan Tabungan relatif stabil dan masing-masing tercatat sebesar Rp 1,1 triliun dan Rp 2,5 triliun pada tahun 2014. Beban Bunga Lainnya meningkat 33,6% menjadi Rp 1,5 triliun terutama berasal dari Beban Bunga atas pinjaman modal kerja yang diterima oleh entitas anak dan premi penjaminan pemerintah.
Cost of funds Deposito meningkat 260 bps menjadi 6,90% pada tahun 2014, sedangkan cost of funds Giro dan Tabungan tetap stabil masing-masing pada level 0,99% dan 1,16%. Secara keseluruhan cost of funds dana pihak ketiga menjadi sebesar 2,61% pada tahun 2014, meningkat 66 bps dari 1,95% pada tahun 2013.
Penyesuaian Suku Bunga*
* Suku bunga maksimum yang ditawarkan kepada nasabah 0,0% 2,0% 4,0% 6,0% 8,0% 10,0%
Des-11 Apr-12 Agt-12 Des-12 Apr-13 Agt-13 Des-13 Apr-14 Agt-14 Des-14 6,25% 6,00% Deposito Rupiah 1 Bulan Giro Rupiah 5,50% 4,50% 3,50% 5,00% 5,75% 6,25% 7,25% 7,50% 9,25% 9,00% 8,50% 7,75% 2,15% 2,20% 2,10%2,00% 1,90% Tabungan Rupiah
180
31,6% 13,8% 2013 13,5% 41,1% Rp 7.852 miliar 57,0% 2014 Rp 11.744 miliar 12,4% 9,0% 21,6%Giro Tabungan Deposito Lainnya
Pendapatan Bunga Bersih dan Marjin Bunga Bersih
Kenaikan Pendapatan Bunga yang signifikan telah mendorong kenaikan Pendapatan Bunga Bersih BCA sebesar 21,2% atau Rp 5,6 triliun menjadi Rp 32,0 triliun pada tahun 2014 dibandingkan dengan Rp 26,4 triliun pada tahun 2013. Marjin Bunga Bersih (Net Interest Margin - NIM) meningkat 30 bps menjadi 6,5% pada tahun 2014 dari tahun sebelumnya yang sebesar 6,2%, didukung oleh berbagai faktor yang telah dibahas di atas.
Pendapatan Bunga Bersih (dalam miiar Rupiah)
2013 2014
Δ 21,2%
32.027
26.425
Marjin Bunga Bersih - NIM (%, tidak konsolidasi)
2013 2014
Cost of Funds
Imbal Hasil Aset Produktif (yield)
Marjin Bunga Bersih (NIM)
8,71% 6,53% 6,18% 7,79% 8,71% 1,95% 2,61%