Untuk memastikan setiap jaringan baru dapat beroperasi dengan efisien dan dapat mengakomodasi pertumbuhan transaksi nasabah, BCA melakukan proses penelitian dan mengamati secara cermat tren demografi, tingkat konsentrasi cabang, luas pasar dan potensi kebutuhan di lokasi tersebut. Apabila terdapat indikasi peningkatan volume transaksi, BCA akan mempertimbangkan untuk meningkatkan kapasitas cabang atau membuka cabang pembantu atau kantor kas guna menjaga kenyamanan bertransaksi. Selain itu, BCA melakukan program untuk merenovasi dan memperbaiki cabang-cabang yang telah ada di seluruh Indonesia untuk memberi pengalaman perbankan yang memuaskan bagi nasabah.
Meskipun BCA memahami kebutuhan untuk memperluas jaringan cabang fisik, BCA yakin bahwa pertumbuhan perbankan elektronik di Indonesia akan terus meningkat pesat di masa depan. Untuk mendukung pertumbuhan ini, BCA telah berinvestasi secara agresif dalam pengembangan ATM, infrastruktur teknologi informasi, internet banking, mobile banking, dan data center. Upaya-upaya tersebut disertai dengan edukasi kepada nasabah mengenai kenyamanan dan keamanan dalam menggunakan jaringan elektronik ini. Upaya tersebut telah membuahkan hasil, dimana preferensi nasabah menunjukkan tren peralihan ke jaringan elektronik, sehingga dapat mengurangi antrian di kantor cabang dan meningkatkan kepuasan nasabah. BCA telah menyaksikan pertumbuhan yang signifikan dari jaringan elektronik terhadap keseluruhan volume transaksi selama beberapa tahun terakhir. Tren ini memperkuat strategi BCA dalam mendorong perluasan jaringan distribusi elektronik sehingga bermanfaat bagi Bank untuk memperoleh biaya per transaksi yang lebih rendah bila dibandingkan dengan transaksi melalui kantor cabang.
Di era penggunaan perbankan elektronik yang berkembang pesat, BCA sedang mengembangkan suatu gerai layanan perbankan digital baru yang dinamakan myBCA (semula dinamakan Electronic Banking Center) dengan mengusung tema “My Bank, My Way”. MyBCA saat ini tersedia di tiga pusat perbelanjaan, Ciputra World dan Grand City di Surabaya serta Gandaria City di Jakarta. MyBCA merupakan pengembangan dari konsep ATM center tradisional, yang dilengkapi dengan layanan digital baru termasuk call center HaloBCA yang dilengkapi dengan fitur video call dan mesin pembelian kartu Flazz.
Pada tahun 2014, BCA terus menyempurnakan layanan MyBCA diantaranya dengan menyediakan layanan video assistance yang dapat melayani pembukaan rekening Tahapan Xpresi (tabungan yang ditujukan untuk kalangan muda), pengajuan aplikasi kartu kredit dan token KeyBCA, serta penggantian kartu paspor Xpresi. Melalui implementasi mesin video banking ini, nasabah dapat mengakses layanan- layanan perbankan pada jam operasional dimana layanan myBCA beroperasi. Proses pembukaan rekening melalui Video Banking dimulai dari proses penginputan data hingga pencetakan kartu paspor Xpresi dengan berbagai pilihan desain. Melihat sambutan yang positif dari nasabah, BCA berencana untuk menambah beberapa layanan myBCA di pusat- pusat perbelanjaan tertentu di Indonesia.
Didukung oleh besarnya skala usaha yang dimiliki, BCA mampu melakukan investasi secara signifikan dalam mengembangkan jaringan perbankan multi- channel untuk selalu meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada para nasabah Bank.
166
Proses Efisiensi
BCA secara konsisten menyempurnakan berbagai proses dan infrastruktur serta merampingkan berbagai sistem dan prosedur untuk mendukung efisiensi, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan sesuai peraturan yang berlaku di industri perbankan.
BCA telah melakukan otomatisasi beberapa sistem di cabang-cabang, diantaranya adalah penggunaan mesin-mesin untuk membantu meningkatkan produktivitas dan akurasi layanan teller, seperti teller-assisted machine. Otomatisasi juga mulai diterapkan dalam validasi data nasabah, terutama pada saat proses pembukaan rekening baru, dengan memanfaatkan akses pada data kependudukan Pemerintah yang berbasis elektronik. Berbagai langkah otomatisasi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada para nasabah BCA sekaligus meningkatkan produktivitas karyawan di kantor cabang. Dengan berbagai program otomatisasi dan penggunaan teknologi, staf kantor cabang diharapkan dapat lebih fokus dalam memberikan solusi kepada para nasabah BCA.
Untuk meminimalkan biaya operasional di kantor cabang, BCA terus berupaya mendorong penggunaan jaringan elektronik sebagai sarana transaksi dan berbagai layanan perbankan bagi nasabah. Saat ini Bank menyediakan sistem berbasis web untuk pembukaan rekening tabungan dan pengajuan kredit pemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor dan kartu kredit. Sistem online ini akan meningkatkan efisiensi dengan menyederhanakan mekanisme pembukaan rekening dan proses pinjaman individu yang bersifat masal. Mulai tahun 2013, BCA memperkenalkan Cash Recycling Machines (CRM) agar pengelolaan uang tunai menjadi lebih efisien. Mesin CRM memungkinkan penyetoran dan penarikan uang tunai dilakukan dalam satu mesin dengan menggunakan kembali uang tunai yang disetor untuk penarikan berikutnya tanpa perlu mengisi mesin CRM dengan uang tunai.
Di tahun 2014, BCA melanjutkan berbagai program kerja utama yang berfokus untuk mendukung efisiensi. Inisiatif-inisiatif yang sedang dijalankan antara lain pengembangan Cash Processing Center, penyempurnaan Sentra Layanan Kredit, dan penerapan budaya continuous improvement. BCA berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi dan mencapai kualitas operasi yang lebih tinggi, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas bisnis.
167
Rencana Ke Depan
BCA akan terus melakukan investasi dalam pengembangan infrastruktur jaringan elektronik maupun perbankan cabang. Bank juga akan melanjutkan diversifikasi pada bentuk dan konsep jaringan cabang, yang disesuaikan dengan kebutuhan target nasabah. Pada Desember 2014, BCA mulai mengembangkan dua proyek percontohan yang merupakan pengembangan dari sebuah konsep baru, yaitu cabang yang lebih kecil dan dilengkapi dengan perangkat-perangkat elektronik untuk melengkapi format perbankan cabang yang ada.
Dengan dukungan regulator perbankan dan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi terkini, BCA menjajaki peluang untuk memperluas cakupan layanan untuk menjangkau masyarakat di luar basis nasabah yang ada. Untuk itu, di tahun 2015 BCA akan mengembangkan layanan branchless banking berbasis agen.
Perekrutan dan pengembangan relationship officer
di cabang-cabang akan berlanjut di tahun 2015, sebagai upaya untuk menyempurnakan pengelolaan hubungan dengan nasabah. BCA percaya bahwa hubungan yang erat dengan nasabah merupakan landasan untuk menghasilkan kinerja bisnis dan finansial yang solid.
168
BISNIS
Teknologi
Informasi
Data center kelas duniaberkonfigurasi dual-mirroring
menunjang jaringan yang kokoh untuk menangani tingginya volume transaksi nasabah
15T/hari
Rp
Nilai transaksi Internet Banking Infrastruktur teknologi informasi yang andal adalah prasyarat utama untuk mendukung pesatnyapeningkatan volume transaksi nasabah