GAMBARAN KEUANGAN BENER MERIAH DAN KERANGKA PENDANAAN
3.1. Kinerja Pengelolaan Keuangan Masa Lalu
3.1.1. Kinerja Pelaksanaan APBK
3.1.1.3. Pembiayaan Daerah
Pembiayaan Daerah meliputi semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaranyang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya. Pembiayaan daerah terdiri dari:
a. Penerimaan Pembiayaan meliputi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Lalu(SiLPA).
b. Pengeluaran Pembiayaan yang didalamnya meliputi penyertaan modal/investasi PemerintahDaerah.
Dalam mengetahui pembiayaan daerah dalam jangka waktu tertentu diperlukan Analisis yang bertujuan untuk memperoleh gambaran dari pengaruh kebijakan pembiayaan daerah pada tahun-tahun anggaran sebelumnya terhadap surplus/defisit belanja daerah sebagai bahan untuk menentukan kebijakan pembiayaan dimasa datang dalam rangka penghitungan kapasitas pendanaan pembangunan daerah. Analisis pembiayaan daerah dilakukan melalui Analisis sumber penutup defisit riil dan Analisis ini dilakukan untuk memberi gambaran masa lalu tentang kebijakan anggaran untuk menutup defisit riil anggaran Pemerintah Daerah yang dilakukan dengan mengisi tabel 3.7 berikut;
Tabel 3.7 Penutup Defisit Riil Anggaran Kabupaten Bener Meriah
No Uraian Tahun (jt Rp)
2014 2015 2016
1 2 3 4 5
1 Realisasi Pendapatan Daerah 721,884.04 831,320.43 987,025.22
Dikurangi Realisasi 719,287.83 828,524.06 1,004,104.47
2 Belanja Daerah 707,54825 823,524.06 1,004,104.47
3 Pengeluaran Pembiayaan Daerah 11,739.58 5,000.00 0.00
A Defisit Rill 2,596.22 2,796.37 (17,079.25)
Ditutup oleh realisasi Penerimaan Pembiayaan:
5 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun anggaran
sebelumnya 15,048.54 18,810.79 1,731.54
6 Pencairan Dana Cadangan
7 Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang dipisahkan 50.96 79.10 61.48
8 Penerimaan Pinjaman Daerah 0.00 0.00 0.00
9 Penerimaan Piutang Daerah 0.00 0.00 0.00
B Total Realisasi Penerimaan Pembiayaan Daerah 15,099.52 18,889.89 1,793.02 A-B Sisa lebih Pembiayaan anggaran tahun berkeaan 12,503.30 16,093.52 18,872.26
Sumber : BPKKA Kabupaten Bener Meriah 2017
tabel 3.7 menjelaskan penutup defisit rill anggaran merupakan pengurangan dari defisit rill dikurangi total realisasi penerimaan pembiayaan daerah, adapun defisit rill untuk tahun 2014-2016 dimana defisit rill merupakan penjumlahan dari belanja daerah dan pengeluaran pembiayaan daerah dikurangi dengan realisasi pendapatan daerah dimana defisit rill untuk tahun 2014 berjumlah Rp.
12,50 Milyar sedangkan tahun 2015 berjumlah Rp.16,09 Milyar dan tahun 2016 defisit rill anggaran berjumlah Rp.18,87 Milyar.
Berdasarkan tabel analisis 3.7, kemudian disusun tabel analisis untuk mengetahui gambaran komposisi penutup defisit riil sebagai berikut;
Tabel 3.8 Komposisi Penutup Defisit Riil AnggaranKabupaten Bener Meriah
No Uraian Proporsi dari Total Defisit Rill (%)
2014 2015 2016
1 2 3 4 5
Defisit Rill
1 SILPA tahun anggaran sebelumnya 5.80 6.73 (0.10)
2 Pencairan dana Cadangan 0 0 0
3 Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang di pisahkan 0.02 0.03 (0.01)
4 Penerimaan Pinjaman daerah 0 0 0
5 Penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah 0 0 0
6 Penerimaan Piutang Daerah 4.82 5.76 (1.10)
7 Sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan 5.80 6.73 (0.10)
Sumber : BPKKA Kabupaten Bener Meriah 2017
Adapun komposisi penutup defisit rill anggaran meliputi SILPA tahun anggaran sebelumnya, Pencairan dana Cadangan, Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang di pisahkan, Penerimaan Pinjaman daerah, Penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah, Penerimaan Piutang Daerah, dan Sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan dimana SILPA tahun anggaran sebelumnya dimana sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan sebesar (0.10)%
Analisis Realisasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran dilakukan untuk memberi gambaran tentang komposisi sisa lebih perhitungan anggaran. Dengan mengetahui SiLPA realisasi anggaranperiode sebelumnya, dapat diketahui kinerja APBK tahun sebelumnya yang lebih rasional dan terukur.Gambaran masa lalu terkait komposisi realisasi anggaran SiLPA Pemerintah Daerah dilakukan dengan mengetahui pelampauan penerimaan PAD, Pelampauan penerimaan dana perimbangan, pelampauan penerimaan lain-lain pendapatan daerah yang sah, sisa penghematan belanja atau akibat lainnya serta kewajiban kepada pihak ketiga sampai dengan akhir tahun belum terselesaikan.
Sedangkan untuk Kabupaten Bener Meriah tidak mempunyai sisa lebih perhitungan anggaran untuk tahun sebelumnya.
Tabel 3.9 Sisa Lebih (riil) Pembiayaan Anggaran Tahun 2014-2016 Kabupaten Bener Meriah
No Uraian Tahun (Jt Rp)
2014 2015 2016
1 2 3 4 5
1 Saldo kas neraca daerah 16,854.39 18,811.86 1,753.29
Dikurangi
1 Kewajiban kepada pihak ketiga sampai dengan akhir tahun belum terselesaikan
(15.36) 825.06 21,327.07
2 Kegiatan lanjutan 0.00 0.00 0.00
Sisa Lebih Rill Pembiayaan Anggaran 16,869.76 17,986.80 (19,573.78)
Sumber : DPKKA Kabupaten Bener Meriah 2017
Dari tabel 3.9 digambarkan perhitungan sisa lebih (rill) pembiayaan anggaran tahun berkenaan yang diperoleh dari pengurangan antara saldo kas neraca daerah dengan kewajiban kepada pihak ketiga sampai dengan akhir tahun belum terselesaikan, dimana untuk tahun 2016 Mengalami defisit sebesar Rp 19,57Milyar.
Dalam mengetahui pembiayaan daerah dalam jangka waktu tertentu diperlukan Analisis yang bertujuan untuk memperoleh gambaran dari pengaruh kebijakan pembiayaan daerah pada tahun-tahun anggaran sebelumnya terhadap surplus/defisit belanja daerah sebagai bahan untuk menentukan kebijakan pembiayaan dimasa datang dalam rangka penghitungan kapasitas pendanaan pembangunan daerah. Analisis pembiayaan daerah dilakukan melalui: Analisis sumber penutup defisit riil
Analisis ini dilakukan untuk memberi gambaran masa lalu tentang kebijakan anggaran untuk menutup defisit riil anggaran Pemerintah Daerah yang dilakukan dengan mengisi table 3.10 berikut;
Tabel 3.10Penutup Defisit Riil Anggaran tahun 2014-2016 Kabupaten Bener Meriah
No Uraian Tahun (Jt Rp)
2014 2015 2016
1 2 3 4 5
1 Realisasi Pendapatan Daerah 721,884.04 831,320.43 987,025.22
Dikurangi Realisasi 719,287.83 828,524.06 1,004,104.47
2 Belanja Daerah 707,548.25 823,524.06 1,004,104.47
3 Pengeluaran Pembiayaan Daerah 11,739.58 5,000.00 0.00
A Defisit Rill 2,596.22 2,796.37 (17,079.25)
Ditutup oleh realisasi Penerimaan Pembiayaan:
5 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun anggaran
sebelumnya 15,048.54 18,810.79 1,731.54
6 Pencairan Dana Cadangan
7 Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang dipisahkan 50.98 79.10 61.48
8 Penerimaan Pinjaman Daerah 0.00 0.00 0.00
9 Penerimaan Piutang Daerah 0.00 0.00 0.00
B A-B Sisa lebih
Pembiayaan anggaran tahun berkeaan
12,503.30 16,093.52
Sumber : BPKKA Kabupaten Bener Meriah 2017
Tabel 3.10 menjelaskan penutup defisit rill anggaran merupakan pengurangan dari defisit rill dikurangi total realisasi penerimaan pembiayaan daerah, adapun defisit rill untuk tahun 2014-2016 dimana defisit rill merupakan penjumlahan dari belanja daerah dan pengeluaran pembiayaan daerah dikurangi dengan realisasi pendapatan daerah dimana defisit rill untuk tahun 2014 berjumlah Rp.
12,50 Milyar sedangkan tahun 2015 berjumlah Rp.16,09 Milyar dan tahun 2016 defisit rill anggaran berjumlah Rp.18,87 Milyar.
Berdasarkan tabel analisis di atas, kemudian disusun tabel analisis untuk mengetahui gambaran komposisi penutup defisit riil sebagai berikut:
Tabel 3.11Komposisi Penutup Defisit Riil Anggaran Kabupaten Bener Meriah
No Uraian Proporsi dari Total Defisit Rill (%)
2014 2015 2016
1 2 3 4 5
Defisit Rill
1 SILPA tahun anggaran sebelumnya 5.80 6.73 (0.10)
2 Pencairan dana Cadangan 0 0 0
3 Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang di pisahkan 0.02 0.03 (0.01)
4 Penerimaan Pinjaman daerah 0 0 0
5 Penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah 0 0 0
6 Penerimaan Piutang Daerah 4.82 5.76 (1.10)
7 Sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan 5.80 6.73 (0.10)
Sumber : BPKKA Kabupaten Bener Meriah 2017
Adapun komposisi penutup defisit rill anggaran meliputi SILPA tahun anggaran sebelumnya, Pencairan dana Cadangan, Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang di pisahkan, Penerimaan Pinjaman daerah, Penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah, Penerimaan Piutang Daerah, dan Sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan dimana SILPA tahun anggaran sebelumnya dimana sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan sebesar (0.10)%