PADA PRAKTIK RESIDENSI
4.4 Pencapaian Target dalam Praktik Spesialis Keperawatan Anak
Praktik residensi keperawatan anak yang telah dilaksanakan mulai dari bulan Oktober 2011 sampai dengan April 2012, di beberapa Rumah Sakit di Jakarta dapat memberikan pengalaman belajar serta kesempatan bagi residen untuk mengembangkan ketrampilan dan ilmu pengetahuan di bidang keperawatan anak sehingga residen dapat memiliki kompetensi dan kewenangan sebagai seorang praktisi keperawatan professional dengan spesialisasi keperawatan anak. Beberapa kompetensi yang telah dicapai selama praktik residensi adalah melakukan praktik profesional, berfikir kritis dan analisis, memberikan asuhan keperawatan dan koordinasi keperawatan serta praktik kolaboratif dan terapeutik.
Ada beberapa dukungan dan hambatan yang residen rasakan selama pencapaian target kompetensi sebagai spesialis keperawatan anak. Dukungan dan hambatan ini kemudian dapat memberikan kepercayaan diri bagi residensi dalam menjalani praktik residensi sesuai dengan waktu dan ketentuan yang telah ditentukan.
Faktor utama yang mendukung pengalaman belajar residen untuk mencapai target kompetensi sebagai spesialis keperawatan anak adalah adanya rekomendasi dan izin dari manajemen rumah sakit yang memberikan kesempatan kepada residen untuk mengembangkan ketrampilan, membagi ilmu pengetahuan dan menerapkan asuhan keperawatan berdasarkan temuan ilmiah (evidence based practice) kepada klien kelolaan dalam hal ini adalah anak dan keluarga. Dalam hal pengembangan ilmu pengetahuan dibidang keperawatan anak, residen mendapatkan bantuan, bimbingan dan fasilitas baik dari perawat ruangan, pembimbing akademik, pembimbing klinik dokter dan tenaga kesehatan lain.
Selain itu, tercapainya target kompetensi selama praktik residensi keperawatan tidak terlepas dari keterbukaan dan penerimaan anak dan keluarga terhadap asuhan keperawatan yang diberikan. Anak dan keluarga merupakan subjek utama yang mendukung tercapainya target kompetensi karena selama menerapkan model keperawatan dengan pendekatan proses keperawatan dan berdasarkan temuan ilmiah, klien cukup kooperatif, berpartisipasi dan memberikan informasi yang dibutuhkan serta menunjukkan sikap yang positif. Kendala yang dihadapi residen selama pencapaian target kompetensi mencakup pada faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang dirasakan menjadi kendala adalah kemampuan interpersonal yang harus ditingkatkan dan peningkatan keterampilan keperawatan klinis yang memerlukan latihan terus menerus di lahan praktik. Waktu dan tempat pelaksanaan praktik dirasakan menjadi faktor eksternal yang menjadi kendala bagi residen dalam mencapai target kompetensi. Tempat praktik yang berbeda dalam kurun yang bervariasi mempengaruhi kemampuan adaptasi residen dan penerimaan dari
pemberi layanan perawatan terutama perawat. Kendala yang cukup besar dirasakan adalah pada waktu malaksanakan kegiatan inovasi di RSAB Harapan Kita. Kurangnya partisipasi dan keterbukaan perawat ruangan dalam kegiatan inovasi disebabkan karena belum terjalinnya hubungan saling percaya. Proses identifikasi masalah dan pemecahan masalah, hanya dilakukan selama 3 minggu sehingga evaluasi kegiatan tidak maksimal dan belum secara utuh dapat memberikan perubahan pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, menurut perspektif residen, waktu dan tempat praktik merupakan hal yang penting diperhatikan untuk keefektifan pencapaian target kompetensi spesialis keperawatan anak di masa yang akan datang.
Untuk dapat berperan sebagai praktisi keperawatan dibidang spesialis keperawatan anak, terutama dalam pelayanan keperawatan anak dengan penyakit kanker residen merasakan adanya tantangan yang cukup besar. Tantangan tersebut adalah dalam hal menjadi role model dan memperoleh pengakuan baik dari masyarakat, perawat ataupun dari tenaga kesehatan profesional lainnya terhadap keberadaan ners spesialis keperawata anak. Hal ini, menjadi titik tolak bagi residen untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kemampuan diri, performa, ketrampilan dan ilmu pengetahuan sehingga dapat berkontribusi terhadap perkembangan ilmu keperawatan dan terhadap pelayanan keperaw atan anak.
5.1 Simpulan
5.1.1 Model konservasi Levine sangat sesuai diaplikasikan pada anak dengan kanker yang mengalami fatigue karena prinsip-prinsip konservasi pada model ini dapat memberikan pedoman dalam mengidentifikasi masalah fatigue, menyusun rencana keperawatan untuk meningkatkan adaptasi dan mempertahankan keutuhan, dan mengevaluasi hasil tindakan keperawatan yang telah dilakukan.
5.1.2 Untuk mengkaji kemampuan konservasi energi pada anak dengan kanker yang mengalami masalah fatigue, dapat digunakan skala fatigue dari Oncology Nursing Society (ONS). Instrumen pengkajian fatigue seperti Children Fatigue Scale (CSF) dan Fatigue Scale Adolescent (FS-A) juga dapat digunakan namun masih perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas sehingga menjadi alat ukur fatigue yang baku di Indonesia.
5.1.3 Salah satu intervensi keperawatan yang dapat meningkatkan adaptasi dan mempertahankan keutuhan anak dengan kanker yang mengalami fatigue adalah latihan fisik. Namun, intervensi latihan yang diberikan masih perlu penelitian lebih lanjut tentang keamanan dan keefektifannya dalam menangani fatigue pada anak dengan kanker. 5.1.4 Pada umumnya anak mengungkapkan peningkatan energi dan mampu
melakukan aktivitas namun tidak memperlihatkan penurunan skala
fatigue. Hal ini dapat dipahami karena fatigue dapat disebabkan oleh
faktor multidimensi, tidak hanya karena masalah fisik tetapi juga masalah psikologis, emosional dan psikososial.
5.1.5 Model konservasi Levine lebih berfokus pada penanganan gangguan akibat penyakit dan belum menekankan pada tindakan promotif dalam mempertahankan kesehatan.
5.1.6 Pencapaian kompetensi dalam praktik spesialisasi keperawatan anak diantaranya adalah praktik profesional, berfikir kritis dan analisis, pemberian asuhan dan koordinasi keperawatan serta praktik kolaboratif dan terapeutik. Tidak dapat dipungkiri bahwa pencapaian target kompetensi dipengaruhi oleh waktu, lama praktek dan jenis rumah sakit.
5.2 Saran
5.2.1 Bagi Pendidikan dan Perkembangan Ilmu Keperawatan
5.2.1.1 Model keperawatan Levine dapat diaplikasikan pada anak dengan masalah kronis lainnya, seperti pada anak dengan masalah kardiovaskuler, anak dengan masalah perkemihan dan anak dengan masalah pembekuan darah.
5.2.1.2 Diperlukan adanya pengembangan atau uji validitas dan reliabilitas instrumen pengukuran fatigue (children fatigue scale) di Indonesia.
5.2.1.3 Diharapkan adanya suatu penelitian lanjutan tentang efektivitas intervensi latihan pada anak dengan kanker yang mengalami
fatigue.
5.2.1.4 Diharapkan adanya suatu panduan khusus tentang target kompetensi spesialis keperawatan anak .
5.2.1.5 Pencapaian target kompetensi spesialis keperawatan anak dapat ditingkatkan dengan memfasilitasi penggunaan Rumah Sakit dan pembatasan rasio unit rawat spesifik dengan jumlah mahasiswa spesialis sehingga memberikan kesembatan untuk mengembangkan ilmu dan ketrampilan yang lebih baik.
5.2.2 Bagi pelayanan keperawaran
5.2.2.1 Diharapkan adanya keterlibatan tenaga kesehatan terhadap masalah
fatigue pada anak dengan kanker dan mengangkat fatigue sebagai
5.2.2.2 Diharapkan adanya suatu strategi tentang kebutuhan pengelolaan
fatigue pada anak dengan kanker.
5.2.2.3 Diperlukan adanya suatu pengkajian yang komprehensif dan konsisten terhadap gejala fatigue pada anak dengan kanker.
5.2.2.4 Diharapkan adanya program latihan fisik yang terkontrol, terkoordinasi dan berkesinambungan dan menjadi salah satu intervensi keperawatan pada pasien kanker yang mengalami
Ali, K., Sutaryo., Purwanto, I., Mulatsih, S., Widjajanto, P.H., Sumadiono., & Nurse, J. (2010). Yogyakarta pediatric cancer registry: A international collaborative project of University Gadjah Mada, University of Sasckatchewan and the Sasckathewan Cancer Agency. Asian Pasific
Journal of cancer Prevention, 11, 131-136.
American Cancer Society. (2008). Cancer statistics presentation 2008. Diakses dari http://www. cancer. org/docroot/ LPRO/ pada tanggal 13 Januari 2011.
AMNC. (2005). National competenciey standard for the registered nurse. Australian Nurses and Midwifery Council: Victoria.
Appel, C.P. (2001). Biotherapy dalam Otto, S.E., Oncology nursing (hlm.686-690). Philadephia: W.B Saunders Company
Aung, L., Saw, S.M., Chan, M.Y., Khaing, T., Quah, T.C., & Verkooijen, H.M. (2012). The hidden impact of childhood cancer on family: A multidimentional study from Singapore. Annals Academy of Medicine, 41 (4), 170-175.
Bagnall, H., & Perry, S. (2002). Surgery, dalam Baggott, C.H., Kelly, K.P., Fochtman, D., & Foley, G.V., Nursing care of children and adolescent
with cancer (hlm. 90 - 112). Philadelphia: W.B Saunders Company
Ball, J. W., & Bindler, R. C. (2003). Pediatric of nursing: Caring for children. New Jersey: Pearson Education, Inc
Barsevick, A., Frost, M., Zwinderman, A., Hall, P., & Halyard, M. (2010). ‘I am so tired”: biological and genetic mechanism cancer related fatigue. Qual
life res, 19, 1419-1427.
Belmore, J., & Tomlinson, D. (2010). Fatigue dalam Tomlinson, D., & Kline, N.K, Nursing advanced clinical handbook, 2ndd (hlm. 454). Heidelberg: Springer.
Brown, L.F., & Kroenke, K. (2009). Cancer related fatigue and association with depression and anxiety: A systematic review. Psychosomatics, 50 (5), 440-447.
Cameron, P., & Allen, P.J. (2009). Cisplatin ototoxicity in children: Implications for primary care providers. Pediatric Nursing, 35 (2), 121-127
CANO. (2010). Standard and competencies for cancer chemotherapy nursing
Chiang, Y.C., Yeh, C.H., Wang, K.W.K., & Yang, C.P. (2009). The experience of cancer related fatigue in Taiwanese children. European Journal of
Cancer Care, 18, 43-49.
Chordas, C., & Graham, K. (2010). Chemotherapy, dalam Tomlinson, D., & Kline, N.K, Nursing advanced clinical handbook, 2ndd (hlm. 204-222). Heidelberg: Springer.
Collins, J.J., Byrners, M.E., Dunkel, I.J., Nadel, T., Theler, H.T., & Portenoy, R.K. (2000). The measurement of symptoms in children with cancer.
Journal of Pain and Symptom Management, 19, 363-377
Davies, D., Whitsett, S.F., Bruce, A., & McCharty, P. (2002). A typology of fatigue in children with cancer. Journal of Oncology Nursing, 19 (1), 12-21.
deJis, E.J.M., Ros, W., & Grijpdonck, M.H. (2008). Nursing intervention for fatigue during the treatment for cancer. Cancer NursingTM , 31,3, 191-205.
Doenges, M. E., Moorhouse, M.F., & Mur, A.C. (2010). Nursing care plans:
Guidelines for individualizing client care across the life span.
Philadelphia: F.A Davis Company.
Duff, V.G., Lee, k.S., Nail, L.M., Nicholson, H.S., & Johnson, K.P. (2006). Pain, sleep disturbance and fatigue in children with leukemia and their parents: A pilot study. Oncology Nursing Forum, 33 (3), 641-646
Enskar, K., & von Essen, L. (2008). Physical problems and psychosocial function in children with cancer. Pediatric Nursing, 23 (3), 37-41
Erickson, J.M., Beck, S.L., Chritian, B., Dudley, W.N., Hollen, P.J., & Allbritton, K. et al. (2010). Pattern of fatigue in adolescent receiving chemotherapy.
Oncology Nursing Forum, 37 (4), 414-427.
Foubert, J. (2006). Cancer related anemia and fatigue: Assesment and treatment.
Nursing Standard, 20(36), 50-57.
Guy, J. L., & Ingram, B.A, (1996). Chemotherapy dalam McCorkle, R., Grant, M., & Stromberg, M.F., Cancer nursing: A comprehensive text book (hlm. 359-388). Philadephia: W.B Saunders Company
Hinds, P.S. et al.. (2007). Validity and reability of a new instrument to measure cancer related fatgue in adolescents. Journal of Pain and Symptom
Hockenberry, M,J., & Wilson, D. (2007). Nursing care for infant and children. St Louis: Mosby Inc
Hockenberry, M. J. (2008). Wong’s nursing care of infants and children. St Louis: Mosby Inc.
Hockenberry, M.J & Wilson, D. (2009). Wong’s essentials of pediatric nursing (hlm. 51-64). St Louis: Mosby Inc.
Hockenberry, M.J et al. (2003). Three instrument to asses fatigue in children with cancer: the child parent and staff perspectives. Journal of Pain and
Symptom Management, 25 (4), 319-327.
Hockenberry, M.J., Hooke, M.C., Gregurich, M., McCarthy, K., Sambuco, G., & Krull, K. (2010). Symptom cluster in children and adolencents receiving cisplatin, doxorubicin, or ifosfamide. Oncology Nursing Forum, 37 (1), E16-E27.
Huang, T.T., & Ness, K.K. (2011). Exercise interventions in children with cancer: A review. International Journal of Pediatrics, 2011.
ICN. (2009). ICN frame work of competencies for nurse specialist. International Counsil of Nurses: Geneva.
Iwamoto, R. (2001). Radiation therapy dalam Otto, S.E., Oncology nursing (hlm. 606-617). Philadephia: W.B Saunders Company.
Jemal, A., Siegel, R., Xu, J., & Ward, E. (2010). Cancer statistic, 2010. A Cancer Journal for Clinicians, 60 (5), 277-300.
Johnson, J. Y. (2010). Pediatric nursing demystified, (hlm 147-171). New York: Mc Graw Hill.
Kathy, R. (2002). Biologic basis of cancer in children and adolescents, dalam Baggott, C.H., Kelly, K.P., Fochtman, D., & Foley, G.V, Nursing care of
children and adolescent with cancer (hlm. 27-31). Philadephia: W.B
Saunders Company.
Keller, C. (2001). Bone marrow and stem cell transplantation dalam Otto, S.E.,
Oncology nursing (hlm.731-743). Philadephia: W.B Saunders Company.
Kirshbaum, M. (2010). Cancer related fatigue: A review of Nursing interventions.
Lennan E, et al. (2010). Nursing chemotherapy advisory group report: Implication for nurses. Nursing Standard, 24(36), 35-40
Leonard, M. (2002). Diagnostic evaluation and staging procedures, dalam Baggott, C.H., Kelly, K.P., Fochtman, D., & Foley, G.V, Nursing care of
children and adolescent with cancer (hlm. 67-89). Philadephia: W.B
Saunders Company.
Loch, I., & Khorrami, J. (2010). Radiotherapy, dalam Tomlinson, D., & Kline, N.K, Pediatric oncology nursing: Nursing advanced clinical handbook, 2nd ed (hlm. 233-241). Heidelberg: Springer.
Madden, J., & Newton, S. (2005). Why am I so tired all the time?: understanding cancer related fatigue. Clinical Journal of Oncology Nursing, 10 (5), 659-661.
McCabe, M. (2009). Fatigue in children with long terma condition: An evolutionary concept analysis. Journal of Advance Nursing, 65 (8), 1735-1745.
Miller, E., Jacob, E., & Hockenberry, M.J. (2011). Nausea, pain, fatigue and multiple symptoms in hospitalized children with cancer. Oncology
Nursing Forum, 38 (5), E382-E393.
Mitchel, S.A., Beck, S.l., Hood, L.E., Moore, K., & Tanner, E.R. (2007). Putting evidence into practice: Evidence base intervention for fatigue during and following cancer and its treatment. Clinical Journal of Oncology
Nursing, 11(1), 99-113.
Mock, V. (2004). Evidence based treatment for cancer related fatigue. Journal
National Cancer Institute Monogr, 32: 112-118.
Mock, V., Ours, C. St., Hall, S., Bositis, A., Tillery, M., Belcher, A., Krumm, S., & McCorkle. (2007). Using conceptual model in nursing research-mitigating fatigue in cancer patient. Journal Advance of Nursing, 58 (5), 503-512.
Mostert, S., Sitaresmi, M.N., Gundi, C., Sutaryo., & Veerman, A.J.P. (2008). Parental experiences of childhood leukemia treatment in Indonesia.
Journal of Pediatric Hematology/Oncology, 30 (10), 738-743.
childhood.
NCCN. (2011). NCCN clinical practice guidelines in oncology (NCCN guidelines): Cancer related fatigue, version I.2011. National Comprehensive Cancer Network, diakses dari www.NCCN.org pada tanggal 04 Maret 2012, pukul 10.00.
Perdikaris, P., Merkouris, A., Patiraki, E., Papadatou, D., Kosmidis, V., & Matziou, V. (2008). Change in children’s fatigue during the course of treatment fo pediatric cancer. International Nursing review, 55, 412-419. Permono, H., & Ugrasena, IDG. (2010). Leukemia limfositik akut, dalam
Permono, B., Sutaryo., Ugrasena, IDG., Windiastuti, E., & Abdulsalam, M., Buku ajar hematologi: onkologi anak (Hal 236-244). Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Potts, N. L., & Mandleco, B. L. (2007). Pediatric nursing: Caring for children and their families. Clifton park, New York: Thomson Delmar Learning. PPNI. (2005). Standar kompetensi perawat Indonesia. Bidang Organisasi
PP-PPNI: Jakarta.
Shell, J.A., & Kirsch, S. (2001). Psychosocial issues, outcomes and quality of life dalam Otto, S.E., Oncology nursing (hlm.951-967). Philadephia: W.B Saunders Company.
Sitaresmi, M.N., Mostert, S., Purwanto, I., Gundy, C.M., Sutaryo., & Veerman, A.J.P. (2009). Chemotherapy ralted side effect in childhood acute lymphoblastic leukemia in Indonesia: Parental perception. Journal of
Pediatric Oncology Nursing, 26 (9), 198-207.
Supriyadi, E., Widjajanto, P.H., Purwanto, I., Claos, J., Vermaan, A.J.P., & Sutaryo. (2011). Incedence of childhood leukemia in Yogyakarta Indonesia, 1998-2009. Pediatric Blood Cancer, 57 (4), 588-693.
Tomey, A.M., & Alligood, M.R. (2006). Nursing theorist and their work, 4th
edition. St. Louis: Mosby-Year Book
Wang, X.S. (2008). Pathophysiology of cancer-related fatigue. Clinical Journal of
Oncology Nursing, 12 (5), 11-22.
Wong, D.L. (2004). Pedoman keperawatan pediatric/ Donna L. Wong: alih bahasa, Monica Ester; editor edisi bahasa Indonesia, Sari Kurnianingsih, ed 4. Jakarta: EGC.
49-59.
Yeh, C.H et al. (2008). Clinical factor associated with fatigue over time in pediatric oncology patients receiving chemotherapy. British Journal of
Cancer, 99, 23-29.
Zupanec, S., & Tomlinson, D. (2010). Leukemia, dalam Tomlinson, D., & Kline, N.E., Pediatroc oncology nursing: Advanced clinical handbook, second ed, (hlm.1-29). Heidelberg: Springer-Verlag.