STANDAR 6. PEMBIAYAAN, SARANA DAN PRASARANA SERTA SISTEM INFORMASI
6.1.2 Pendapat Pimpinan Unit Pengelola Program Studi Diploma tentang Perolehan Dana pada Butir 6.1.1, yang Mencakup Aspek: Kecukupan dan Upaya
Pengembangannya, serta Kendala-Kendala yang Dihadapi
Status Universitas Airlangga adalah Perguruan Tinggi Badan Hukum, berdasarkan peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 tahun 2014 tentang Statuta Universitas Airlangga. Status tersebut akan mempengaruhi rencana pengembangan pengelolaan keuangan di unit kerja Universitas Airlangga tidak terkecuali Fakutas Vokasi
6-4 Borang Institusi Fakultas Vokasi 2020
Universitas Airlangga. Sumber dana yang digunakan oleh fakultas di Univeristas Airlangga untuk membiayai segala kegiatan berasal dari: dana pemasukan dari mahasiswa (SPP, SP3 dan Uang Praktikum), anggaran pemerintah (DIK, DIP dan hibah penelitian), usaha sendiri (SUA, GraBIK, kerjasama, pemanfaatan fasilitas, dan fee institusi seminar/ workshop) dan sumber lain (IKOMA).
Pengelolaan Keuangan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga baru dimulai pada RKAT 2015, sebab Fakultas Vokasi baru mulai menjalankan manajemen independennya sejak Bulan September 2014, sehingga pada tahun 2014 dan tahun sebelumnya anggaran semua kegiatan program studi di Fakultas Vokasi masih menggunakan dana yang berasal dari fakultas asal, yaitu ada delapan fakultas asal yang berbeda yaitu FK, FISIP, FIB, FST, FKH, FKM, FKG, dan FEB.
Dana yang diperoleh dari sumber lain belum ada, hal ini karena Fakultas Vokasi merupakan fakultas yang baru berdiri, namun peluang untuk mendapatkan dana dari masyarakat atau hibah kompetisi sangat besar karena program studi yang ada di Fakultas Vokasi adalah program studi yang unik dan banyak dibutuhkan di masyarakat, sehingga pengembangan untuk medapatkan dana di luar dana mahasiswa akan semakin besar seperti fee institusi pelatihan/workshop, kerjasama, hasil penelitian yang laku dijual, HAKI atau Paten.
Segala bentuk pengelolaan keuangan di fakultas Vokasi Universitas Airlangga bersifat terpusat di institusi, yang berarti semua pemasukan dana dari semua prodi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga akan dipergunakan untuk kepentingan keseluruhan program studi. Semua pemasukan dana Fakultas Vokasi Universitas Airlangga juga bersifat terpusat di universitas, dimana penerimaan terlebih dahulu akan disetorkan ke keuangan universitas, kemudian selanjutnya uang tersebut dapat diturunkan dan dipergunakan kembali oleh Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melalui transaksi yang didasarkan pada kebijaksanaan dan prosedur keuangan yang baku dari Universitas Airlangga berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Fakultas memperoleh dana untuk melaksanakan fungsi Tridharma Perguruan Tinggi dari anggaran yang telah diajukan ke universitas, yang selanjutnya disetujui dan dianggarkan oleh universitas. Untuk mendapatkan dana tersebut tentu saja harus ada rencana kerja dan anggaran yang sebelumnya telah disusun bersama dengan berbagai
6-5 Borang Institusi Fakultas Vokasi 2020
komponen yang ada di fakultas secara mandiri tetapi juga terukur dengan pencanangan indikator-indikator kinerja yang akan diraih dan sesuai dengan ketentuan yang digariskan Universitas Airlangga serta berbasis kemampuan dan sumber daya yang tersedia di fakultas.
Fakultas memberikan tugas sekaligus kewenangan kepada program studi mengajukan anggaran untuk kegiatan perkuliahan, praktikum, kuliah lapangan, mendatangkan dosen tamu, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta publikasi tentang program studi ke masyarakat. Selain itu fakultas juga memberikan kesempatan bagi program studi untuk menentukan rencana kegiatan, target kinerja dan pendanaan yang diperlukan untuk melaksanakan fungsi Tridharma Perguruan Tinggi. Secara umum pembiayaan di fakultas mengacu pada jenis rincian kegiatan yang sebelumnya telah dibicarakan dan dikoordinasikan bersama dengan para ketua departemen dan KPS di lingkungan Fakultas Vokasi.
Sesuai dengan fungsi perguruan tinggi, kegiatan dan anggaran yang disusun oleh setiap fakultas terdiri dari kegiatan: 1). Operasional, 2). Manajerial atau Pengelolaan, dan 3). Pengembangan. Selanjutnya dana tersebut kemudian dialokasikan untuk mendanai kegiatan-kegiatan yang mencakup kegiatan operasional dan manajemen rutin di fakultas dan departemen, kegiatan akademik di masing-masing program studi, belanja pegawai, belanja barang, dan belanja jasa pihak ketiga.
Kecukupan dan upaya pengembangannya
Pendapatan Fakultas Vokasi secara keseluruhan sudah baik, yakni untuk memfasilitasi pembiayaan operasional, manajemen, dan pengembangan. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan tridharma perguruan tinggi di Fakultas Vokasi yang berjalan dengan baik dan lancar, seperti pendidikan dan pengajaran, di mana perkuliahan masih berjalan dengan lancar, bahan praktikum, kunjungan mahasiswa ke lapangan dapat terpenuhi dengan baik. Selain itu untuk penelitian, Fakultas Vokasi telah memberikan dana untuk penelitian bagi dosen-dosennya. Penelitian ini sifatnya kompetisi, di mana dosen membuat proposal sesuai dengan kategori yang ada yaitu penelitian pemula, penelitian terapan dan penelitian unggulan. Dari proposal yang masuk kemudian di-review oleh reviewer
6-6 Borang Institusi Fakultas Vokasi 2020
eksternal dan diberikan penilaian lolos atau tidaknya untuk mendapat dana penelitian.
Untuk pengabdian masyarakat, fakultas juga memberikan fasilitas dana per prodi.
Jumlah pendapatan yang berasal dari dana masyarakat (biaya SPP dan SP3) masih dapat terus ditingkatkan, karena hampir semua program studi di lingkungan Fakultas Vokasi untuk saat ini tergolong yang diminati masyarakat. Adapun kendala yang dihadapi terkait dengan pendapatan jenis ini adalah keterbatasan jumlah ruang kuliah dan ruang laboratorium.
Pengelolaan dana secara mandiri yang dikelola oleh Fakultas Vokasi Universitas Airlangga diperoleh dari berbagai sumber diantaranya berasal dari Tax Center dengan melaksanakan kegiatan Pelatihan Brevet Pajak bagi peserta umum selain itu juga dari sewa kantin di lingkungan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga yang dikoordinir oleh Koperasi Fakultas Vokasi yang terdiri dari tujuh lokal usaha.
Seluruh kegiatan yang tidak bersumber dari APBN maupun Dana Masyarakat disetorkan secara langsung ke rekening Rektor Universitas Airlangga hal ini sesuai dengan ketentuan PP-UNAIR-MUN-03-07 tentang pendapatan non pendidikan.
Kendala-kendala yang dihadapi
Kendala lain yang perlu mendapat perhatian dan perlu pengembangan khusus adalah peningkatan pendapatan dari sektor kerjasama institusi. Upaya yang akan dilakukan adalah meningkatkan kinerja dan kualitas SDM tim yang tergabung di dalam tim kerja sama Fakultas Vokasi. Hal ini diharapkan mempunyai dampak positif terhadap pengembangan
dan kesinambungan program-program di fakultas.
6-7 Borang Institusi Fakultas Vokasi 2020
6.2 Sarana
Sarana menjadi hal penting yang dapat mendukung kinerja sebuah institusi guna mengembangkan kualiatasnya terkait dengan penyelenggaraan tridharma sebuah perguruan tinggi, oleh karena itu Fakultas Vokasi mempunyai komitmen kuat untuk senantiasa melengkapi sarana yang dibutuhkan oleh mahasiswa atau dosen di lingkungan Fakultas Vokasi.
6.2.1 Penilaian Fakultas tentang Sarana untuk Menjamin Penyelenggaraan Program