• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tenaga Kependidikan

Dalam dokumen AKREDITASI PROGRAM M STUDI (Halaman 101-111)

STANDAR 4. SUMBER DAYA MANUSIA

4.2 Tenaga Kependidikan

Data tenaga kependidikan yang ada di unit pengelola program studi diploma adalah sebagaimana dilaporkan pada Tabel 4.2.1

Borang Institusi Fakultas Vokasi 2020 4-9

Tabel 4.2.1 Data Tenaga Kependidikan yang Ada di Unit Pengelola Program Studi Diploma

No. Jenis Tenaga Kependidikan

Jumlah Tenaga Kependidikan

di Unit Pengelola Program Studi Diploma dengan Pendidikan Terakhir Pada Fakultas Vokasi S3 S2 S1 D4 D3 D2 D1 SMA/SMK

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

1 Pustakawan * 0 5 21 0 2 2 0 0

2

Laboran/ Teknisi/

Analis/ Operator/

Programer

0 1 0 0 22 0 0 4

3 Tenaga administrasi 0 0 15 0 8 0 0 22

4 Keuangan 0 0 5 0 0 0 0 0

5 Lainnya 0 0 1 0 0 0 0 6

Total 0 6 42 0 32 2 0 32

* Hanya yang memiliki pendidikan formal dalam bidang perpustakaan

Pandangan unit pengelola program studi tentang data di atas yang mencakup aspek:

kecukupan, kualifikasi dan kendala yang ada dalam pengembangan tenaga kependidikan.

Tenaga kependidikan berada di bawah pengelolaan Fakultas Vokasi dan mendapat penugasan sesuai bidangnya melalui Surat Tugas Dekan Fakultas Vokasi. Tenaga kependidikan tersebar di fakultas secara umum dan di masing-masing departemen yang selanjutnya diperankan untuk keperluan program studi dalam kegiatan administrasi maupun akademik seperti perkuliahan maupun praktikum. Tugas sudah diberikan sejak tenaga kependidikan bertugas di unit masing-masing. Deskripsi rincian mengenai tugas dberikan oleh Dekan Fakultas Vokasi.

Profil tenaga kependidikan berdasarkan jenjang kependidikannya bisa dilihat pada Tabel 4.2., dimana fakultas belum mempunyai tenaga pustakawan, sebab berdasarkan kebijakan universitas, fakultas hanya diberi ijin mengelola ruang baca, sedangkan perpustakaan yang lengkap dengan pustakawannya dikelola langsung oleh universitas.

Dilihat dari tingkat pendidikan terakhirnya, tenaga kependidikan didominasi oleh pendidikan S1 dan D-III, yaitu masing-masing sejumlah 26 orang (30,6%) untuk S1 dan 31 orang (36,5%) untuk D-III. Tenaga pendukung (selain tenaga pustakawan) juga tersebar di unit- unit yang ada di Fakultas Vokasi sebagai tenaga admisnitratif akademik, adminsitratif keuangan, teknisi/laboran/operator, keamanan dan layanan umum. Untuk kebersihan kampus dilakukan oleh tenaga cleaning sevice dari luar institusi (outsorcing). Beberapa di

Borang Institusi Fakultas Vokasi 2020 4-10

antara tenaga kependidikan berada di fakultas asal program studi. Hal ini disebabkan karena beberapa program studi masih melaksanakan kegiatan akademiknya di fakultas asal program studi.

Penempatan laboran/teknisi tersebar di ruang laboratorium pada masing-masing program studi. Teknisi tersebut memiliki kompetensi di bidangnya sesuai dengan penempatannya, seperti laboratorium komputer, laboratorium peralatan medis, laboratorium instrumentasi industri maupun laboratorium perkantoran.Untuk kualifikasi sebagian besar tenaga laboran merupakan lulusan dari program studi yang sesuai dengan ilmunya, serta telah mendapatkan berbagai pelatihan dalam pengelolaan laboratorium dan pelatihan yang sesuai dengan tugas seorang laboran di laboratorium.

Tingkat pendidikan terakhir untuk tenaga administrasi cukup bervariasi, tetapi untuk yang ditempatkan pada bidang akademik sebagian besar D-III dan S1, untuk kedepannya kualifikasi tenaga administrasi akan ditinggkatkan dengan diikutkan dalam program pelatihan secara berkala yang berkaitan dengan pengelolaan administrasi sesuai dengan tugasnya.

Bentuk dukungan fakultas terhadap tenaga kependidikan diwujudkan dalam beberapa kebijakan, diantaraya adalah memberikan peluang dan kemudahan bagi setiap tenaga kependidikan. Adapun tujuannya adalah untuk pengembangan dan pembelajaran di samping juga menciptakan dan menerapkan strategi di unit kerja setiap tahun. Hal tersebut dilakukan dengan mendasarkan pada analisis kebutuhan SDM.

Upaya peningkatan mutu SDM Fakultas Vokasi khususnya tenaga kependidikan untuk mencapai kinerja yang tinggi adalah melalui kegiatan pelatihan-pelatihan motivasi. Pelatihan tersebut dapat memperkuat semangat kerjasama dan kebersamaan, serta membangkitkan semangat melakukan pelayanan prima. Untuk memenuhi kualifikasi dan menambah keahlian tenaga kependidikan dilakukan dengan cara diikutkan kursus atau pelatihan non-degree di luar UNAIR, agar dapat menambah pengetahuan dan ketrampilan dasar mengenai praktek kerja di laboratorium. Upaya lain yang ditempuh fakultas adalah dengan sistem penilaian kinerja yang obyektif oleh atasan langsung dan insentif prestatif.

Pengembangan dan pelatihan baik yang memiliki gelar dan non gelar yang diperuntukkan bagi tenaga kependidikan memungkinkan untuk dilakukan oleh fakultas ataupun terpusat pada Sub Direktorat Pengembangan SDM dan Organisasi. Sub Direktorat

Borang Institusi Fakultas Vokasi 2020 4-11

Pengembangan SDM dan Organisasi dalam mengadakan perencanaan program pelatihan berdasarkan pemetaan dari semua fakultas dan unit kerja mengenai kebutuhan materi pelatihan bagi para stafnya. Setelah itu disusunlah rencana program-program pelatihan beserta biayanya dalam RKAT. RKAT yang diusulkan tidak hanya mencakup pendidikan non-gelar, namun juga pendidikan bergelar. Sumber dana pengembangan tenaga kependidikan tidak hanya berasal dari RKAT atau dana universitas saja, akan tetapi juga sumber dana lainnya seperti beasiswa unggulan. Selain itu, mengenai pelatihan yang dilakukan untuk tenaga kependidikan diatur dalam PP UA-MUN-02-01.

Adapun jenis pelatihan di tingkat universitas yang telah dilaksanakan rutin setiap tahun adalah sebagai berikut:

1. Pelatihan Teknis Pengadaan Barang dan Jasa yang diikuti 60 orang di seluruh unit kerja.

2. Pelatihan Teknis Pengelolaan Aset yang diikuti oleh 50 peserta berasal dari seluruh unit kerja.

3. Pelatihan Manajemen Perkantoran Modern (Arsiparis) yang diikuti oleh total 207 peserta dan diadakan sebanyak 2 kali dalam setahun.

4. Pelatihan Teknis kepegawaian yang telah diikuti oleh 30 orang peserta dari seluruh unit kerja.

5. Pelatihan Pelayanan Prima yang telah diikuti oleh total 300 peserta dari seluruh unit kerja

6. Pelatihan operator EPSBED dilakukan setiap akhir semester yang diikuti oleh 147 orang.

7. Pelatihan jaringan sistem informasi diikuti oleh 30 orang anggota unit sistem informasi.

8. Pelatihan pengelolaan keuangan yang diikuti oleh 120 orang dari seluruh unit kerja.

9. Pelatihan petugas operator jurnal yang diikuti oleh seluruh tenaga operator dari seluruh departemen/utusan dan masih banyak lagi jenis pelatihan yang lain.

Dalam hal penjaminan mutu dilakukan proses monitoring dan evaluasi terhadap para tenaga kependidikan melalui evaluasi yang diisi oleh mahasiswa untuk mengetahui tingkat

Borang Institusi Fakultas Vokasi 2020 4-12

kepuasan terhadap pelayanan administrasi. Selain itu pemantauan dan pembinaan secara rutin juga dilakukan oleh masing-masing kepala bagian dan kepala sub bagian terhadap masing-masing tenaga kependidikan yang menjadi tanggungjawabnya, baik dalam bentuk catatan pestasi mapun DP3. Pertemuan-pertemuan rutin tenaga kependidikan juga dilakukan di masing-masing bagian atau dpertemen untuk mengevaluasi dan mendiskusikan pekerjaan masing-masing agar dapat terdata dengan cepat jika ada permasalahan dan segera dicarikan jalan keluarnya. Selama ini memang belum pernah diberikan sanksi berat terhadap pelanggaran-pelanggaran administratif, etika maupun moral dari tenaga kependidikan. Para pimpinan lebih mengutamakan pendekatan persuasive dan pembinaan berkesinambungan terhadap tenaga kependidikan.

Bagi tenaga kependidikan, monitoring, dan evaluasi dilakukan oleh atasan langsung dan juga dari kuesioner yang disebarkan pada mahasiswa. Untuk tenaga kependidikan yang menduduki jabatan struktural, monitoring, dan evaluasi dilakukan dengan cara melakukan penilaian kinerja unit pada rapat pimpinan berdasarkan target dan capaian kinerja dalam kurun waktu satu tahun. Terdapat faktor lain yang menjadi pertimbangan selain aspek di atas yaitu perilaku dan etika yang mencerminkan nilai-nilai excellence with morality selama tenaga kependidikan yang bersangkutan menjalankan tugas dan jabatannya.

Tabel 4.2.2 Evaluasi Kinerja Tenaga Kependidikan Bagian Ganjil

2016/2017

Genap 2016/2017

Ganjil 2017/2018

Genap 2017/2018

Ganjil 2018/2019

Genap 2018/2019

Akademik 3.09 3.12 3.14 3.14 3.15 3.16

Kemahasiswaan 3.08 3.09 3.11 3.11 3.13 3.14

Keuangan 3.08 3.12 3.13 3.15 3.17 3.18

Sarana Prasarana 3.08 3.13 3.14 3.16 3.18 3.19

Unit Sistem

Informasi 3.08 3.12 3.13 3.15 3.17 3.18

*Dari skala 4 dengan kategori sangat baik

Borang Institusi Fakultas Vokasi 2020 4-13

Gambar 4.1 Grafik Evaluasi Kinerja Tenaga Kependidikan Akademik

Gambar 4.2 Grafik Evaluasi Kinerja Tenaga Kependidikan Kemahasiswaan

3,08

3,09

3,11 3,11

3,13

3,14

3,05 3,06 3,07 3,08 3,09 3,10 3,11 3,12 3,13 3,14 3,15

Ganjil 2016/2017

Genap 2016/2017

Ganjil 2017/2018

Genap 2017/2018

Ganjil 2018/2019

Genap 2018/2019 Kemahasiswaan

Borang Institusi Fakultas Vokasi 2020 4-14

Gambar 4.3 Grafik Evaluasi Kinerja Tenaga Kependidikan Keuangan

Gambar 4.4 Grafik Evaluasi Kinerja Tenaga Kependidikan Sarana Prasana

3,08

Borang Institusi Fakultas Vokasi 2020 4-15

Gambar 4.5 Grafik Evaluasi Kinerja Tenaga Kependidikan Unit Sistem Informasi Kaitannya dengan pengembangan karir staf kependidikan, hal itu juga menjadi perhatian fakultas. Tenaga kependidikan yang telah memenuhi kualifikasi dari segi kepangkatan, dapat diajukan untuk menduduki jabatan. Namun, sebelumnya mereka wajib untuk mengikuti psikotes. Jika dinyatakan lulus, maka mereka berhak untuk dimasukkan dalam bursa bakal calon pejabat adminsitrasi. Jika terdapat kekosongan atas jabatan tertentu, unit kerja dapat mengajukan perohonan untuk pengisian jabatan tersebut melalui rapat pimpinan yang difasilitasi oleh Direktorat Sumber Daya.

Kegiatan pengembangan dan pembelajaran sumber daya kependidikan memerlukan juga pengawasan, mengingat hal ini dapat berdampak pada besaran investasi yang dilakukan oleh fakultas. Sedangkan evaluasi efektivitas dan efisiensi dari sistem pengembangan dan pembelajaran tenaga kependidikan dilakukan dalam dua tahap, yaitu evaluasi pelaksanaan oleh peserta pelatihan dan evaluasi manfaat pendidikan bergelar/non gelar dilakukan oleh atasan langsung. Evaluasi tersebut bertujuan untuk melihat apakah ada perubahan positif dari individu yang bersangkutan maupun institusi pasca pelaksanaan kegiatan.

Sama halnya dengan dosen, sistem monitoring dan evaluasi untuk tenaga kependidikan juga didokumentasi dengan baik, dalam mekanisme Self Evaluation (SE), log book, dan juga audit kepatuhan yang dilakukan unit-unit penjaminan mutu, mulai dari tingkat universitas hingga tingkat fakultas. Pendokumentasian hasil monitoring dan evaluasi ini menjadi

Borang Institusi Fakultas Vokasi 2020 4-16

penting untuk menentukan kebijakan arah pengembangan tenaga kependidikan di Universitas Airlangga.

Sistem penghargaan sumberdaya manusia di Universitas Airlangga dirancang melalui beberapa skema penghargaan, di antaranya: (1) sistem renumerasi yang meliputi sistem penggajian, insentif berbasis kinerja individual dan insentif tahunan berbasis kinerja unit organisasi, dan (2) pemberian penghargaan atas prestasi dan kinerja baik dosen maupun tenaga kependidikan.

Pemberian penghargaan bagi tenaga kerja (dosen dan tenaga kependidikan) berprestasi juga dilakukan secara rutin setiap tahun dengan cara menjaring pegawai berprestasi di level unit kerja dan dikompetisikan lagi di level universitas. Pemberian penghargaan pegawai berprestasi ini terbagi dalam beberapa kategori yaitu: 1) KPS berprestasi, 2) Dosen berprestasi, 3) Kepala Sub Bagian Akademik berprestasi, 4) Pustakawan berprestasi, 5).

Laboran berprestasi, dan 6) Pengelola Keuangan berprestasi. Bagi mereka yang terpilih sebagai dosen dan tenaga kependidikan berprestasi, akan diusulkan untuk mengkuti kompetisi sebagai dosen dan tenaga kependidikan berprestasi pada tingkat nasional.

Fakultas melalui universitas mengajukan kepada pemerintah pusat nama-nama dosen yang berdasarkan pada masa pengabdian dan prestasinya untuk mendapakan penghargaan Satya Lencana Karya Satya. Di samping itu, universitas juga memberikan penghargan- penghargaan yang bersifat khusus kepada sivitas akademika, berdasarkan kepada konstribusi yang berarti bagi universitas, masyarakat juga pengembangan bidang keilmuan. Pemberian penghargaan ini dilakukan ketika universitas memperingati Dies Natalis UNAIR.

Selain mekanisme pemberian penghargaan sebagai reinforcement positif, untuk meminimalisir tindakan yang tidak diinginkan oleh institusi, maka juga terdapat mekanisme reinforcement negatif berupa pemberian sanksi bagi perilaku yang melanggar ketentuan.

Sanksi yang diberlakukan beragam, mulai dari yang paling ringan diantaranya peringatan tertulis, demosi hingga yang paling berat berupa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Demosi tersebut harus dilakukan melalui Rapat Pimpinan Aparatur Negara (BINAP), karena semua pemberian sanksi harus melalui mekanisme tersebut. Jika demosi dilakukan terhadap pejabat struktural, maka harus melalui rapat Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Hal ini sesuai dengan PP UNAIR-MUN-02-02. Sedangkan PHK untuk PNS mengikuti peraturan negara yang berlaku yakni PP Nomor 9 Tahun 2003 tentang

Borang Institusi Fakultas Vokasi 2020 4-17

pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian PNS. Bagi tenaga honorer yang tidak terikat oleh peraturan PNS, maka mekanisme pemberhentiannya sepenuhnya dilakukan oleh pihak Universitas Airlangga, ketika karyawan yang bersangkutan melakukan pelanggaran ataupun sudah tidak dapat memenuhi kontrak kerja yang disepakati.

Pada saat ini, hal yang perlu diperhatikan adalah adanya beberapa tenaga pendidikan di fakultas diantaranya yang masih banyak memiliki jenjang pendidikan di bawah D-III dan adanya beberapa karyawan yang akan purna tugas atau pensiun dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Hal lain yang juga mendesak adalah kebutuhan tenaga kependidikan dengan kompetensi teknisi/laboran/operator dan programer. Rekrutmen tenaga kependidikan sesai dengan kebutuhan masih sangat diperlukan. Tugas-tugas administrasi sebagian masih dikerjakan oleh dosen, misalnya untuk jabatan kepala bagian akademik, koordinator program studi, sekretaris departemen, wakil dekan dan dekan. Demikian pula pada saat penyusunan dokumen evaluasi diri, hampir sebagian besar pekerjaan adminsitratif dikerjakan dosen sebagai tim penyusun evaluasi diri. Adapun beberapa tugas administratif ringan terkait juga masih dilakukan oleh dosen, misalnya pengawasan laboratorium dan bimbingan perwalian. Sedangkan administratif lainnya sudah sepenuhnya dikerjakan oleh staf kependidikan. Terkait dengan hal ini maka diharapkan dengan terbangun sistem informasi terintegrasi melalui cyber campus yang saat ini sedang dikerjakan diharapkan penyediaan data-data administratif untuk berbagai keperluan, termasuk penyusunan evaluasi diri dapat lebih mudah dan mengurangi pekerjaan secara manual.

Borang Institusi Fakultas Vokasi 2020 5-1

Dalam dokumen AKREDITASI PROGRAM M STUDI (Halaman 101-111)