• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAPATAN DAERAH

Dalam dokumen KAJIAN FISKAL REGIONAL (Halaman 77-81)

BAB IV PERKEMBANGAN DAN ANALISIS PELAKSANAAN APBD

4.2 PENDAPATAN DAERAH

Tabel 4.2 Jenis Pendapatan APBD di Provinsi Sulawesi Barat (dalam juta Rupiah)

Uraian 2018 2019*)

Pagu Real % Pagu Real %

PAD

790.162 718.911 90,98% 821.889 603.696 73,45%

Pajak daerah 362.372 350.519 96,73% 381.557 375.840 98,50% Retribusi daerah 110.052 84.536 76,81% 130.445 89.544 68,65% Hasil pengelolaan kekayaan daerah

yang dipisahkan 26.103 22.978 88,03% 36.453 26.552 72,84% Lain-lain PAD yang sah 291.636 260.878 89,45% 273.434 111.760 40,87%

Pendapatan Transfer 6.364.191 6.296.415 98,94% 6.800.761 6.757.918 99,37%

Dana Perimbangan 5.961.376 5.928.516 99,45% 6.486.529 6.399.895 98,66%

Dana Bagi Hasil 104.533 88.746 84,90% 91.673 70.089 76,46% Dana Alokasi Umum (DAU) 4.224.888 4.224.888 100,00% 4.399.268 4.399.268 100,00% Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik 838.193 826.629 98,62% 1.086.709 1.030.007 94,78% Dana Alokasi Khusus (DAK) Non

Fisik 793.762 788.253 99,31% 908.879 900.530 99,08%

Non Dana Perimbangan 216.545 190.500 87,97% 168.162 168.162 100,00%

Transfer Dana Lainnya 216.545 190.500 87,97% 168.162 168.162 100,00%

Transfer Pemerintah Daerah 186.270 177.398 95,24% 146.071 189.862 129,98%

Bagi Hasil Pajak 141.820 139.285 98,21% 146.071 147.084 100,69% Transfer Lainnya 44.450 38.113 85,74% - 42.778

Dana Desa 471.878 471.878 100,00% 560.227 554.979 99,06%

Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah 142.701 130.721 91,60% 140.850 92.690 65,81%

Hibah 137.452 128.588 93,55% 139.650 85.657 61,34%

Lain-lain 5.249 2.133 1.200 7.032

Total Pendapatan 7.768.932 7.617.925 98,06% 8.323.727 8.009.283 96,22%

Sumber : SIKD Pemda lingkup Sulbar, 2020 (diolah); Keterangan: *) Data sementara

Grafik 4.2 Proporsi Alokasi per Jenis Belanja terhadap Total Alokasi Belanja (persentase)

Sumber : SIKD Pemda lingkup Sulbar, 2020 (data diolah)

0,00% 20,00% 40,00% 60,00% 80,00% 100,00% 2015 2016 2017 2018 2019 67,49% 59,21% 62,07% 64,65% 64,67% 29,13% 31,61% 26,83% 23,32% 21,57% 0,08% 0,05% 0,05% 0,08% 0,28% 3,29% 9,13% 11,06% 11,95% 13,48%

Belanja Operasi Belanja Modal Belanja Tak Terduga Transfer Pemda

Kajian Fiskal Regional Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2019 55

Pendapatan daerah bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Transfer Pemerintah Pusat (TKDD) dan transfer pemerintah daerah, dan Lain-lain Pendapatan Pemerintah yang Sah. Total realisasi pendapatan lingkup Sulbar tahun 2019 sebesar Rp8,01 triliun, meningkat sebesar Rp391,36 miliar atau 5,14 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Proporsi paling tinggi bersumber dari pendapatan transfer (TKDD dan Transfer pemerintah daerah) sebesar 91,31 persen dari total pendapatan daerah. TKDD dari pemerintah pusat mendominasi sumber pendapatan daerah sebesar 88,93 persen dari total pendapatan daerah. Proporsi PAD dan Lain-Lain Pendapatan Pemerintah yang Sah masing-masing sebesar 7,54 persen dan 1,16 persen dari total pendapatan daerah. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat ketergantungan pemerintah daerah pada pemerintah pusat masih sangat tinggi.

Dana Transfer/Perimbangan

Realisasi transfer ke daerah dan dana desa dari pemerintah pusat tahun 2019 di wilayah Sulbar mengalami peningkatan sebesar Rp532,14 miliar atau 8,07 persen dari realisasi tahun lalu. Sumber TKDD yang dominan di tahun 2019 yaitu Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 61,76 persen dari total realisasi TKDD. Proporsi TKDD lainnya yaitu DAK Fisik sebesar 14,46 persen, DAK Non Fisik sebesar 12,64 persen, Dana Desa 7,79 persen, Transfer Lainnya 2,36 persen, dan Dana Bagi Hasil 0,98 persen dari total realisasi TKDD.

Kinerja penyaluran DAK Fisik di wilayah Sulbar tahun 2019 mencapai 94,78 persen atau Rp1,03 triliun dari total pagu Rp1,08 triliun. Sampai dengan tanggal 11 Februari 2020 penyerapan DAK Fisik oleh Pemda sebesar Rp857,89 miliar dari total DAK Fisik yang sudah masuk ke RKUD sebesar Rp1,03 triliun, dengan rerata capaian output sebesar 88 persen. Sedangkan penyaluran Dana Desa dari RKUN ke RKUD berdasarkan data di OMSPAN sudah mencapai 100 persen (Rp560,23 miliar). Sedangkan total penyaluran dari RKUD ke RKD mencapai 99,72 persen. Ada tiga desa yang belum menyalurkan Dana Desa yaitu satu Desa dari Pemda Mamasa dan dua Desa dari Pemda Polman. Penyerapan Dana Desa oleh Pemda sampai dengan 11 Februari 2020 sebesar 58,54 persen dengan rerata capaian output sebesar 74,88 persen. Namun penyaluran Dana Desa dari RKUN ke RKUD yang terinput di LRA baru 99,06 persen dari total pagu Dana Desa.

Rasio ruang fiskal Sulbar tahun 2019 sebesar 25,55 persen atau turun 1,31 poin dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2019 realisasi pendapatan daerah di Sulawesi Barat mengalami peningkatan 5,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kajian Fiskal Regional Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2019 56

Rasio ruang fiskal sebagai suatu konsep yang digunakan untuk mengukur fleksibilitas yang dimiliki oleh pemda dalam mengalokasikan APBD untuk membiayai kegiatan yang menjadi prioritas daerah. Perhitungan rasio ruang fiskal dilakukan dengan cara menghitung selisih total pendapatan dengan pendapatan yang sudah ditentukan penggunaannya dan belanja yang sifatnya mengikat (DAK, Dana penyesuaian dan Dana Otonomi Khusus, Pendapatan Hibah, Dana Darurat, 25 persen DBH dan DAU, Belanja Pegawai, dan Belanja Bunga) dibagi dengan total pendapatan16. Rasio ruang fiskal tahun 2019 sebesar 25,55 persen atau turun 1,31 poin dari tahun lalu. Hal ini mengindikaskan bahwa ruang fiskal pemda masih sangat terbatas karena penggunaannya sudah ditentukan untuk belanja rutin dan belanja lain yang sudah ditentukan penggunannya.

Rasio kemandirian Sulbar tahun 2019 sebesar 8,15 persen, mengalami penurunan sebesar 2,27 poin dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Angka rasio kemandirian tersebut menunjukkan pola hubungan instruktif dimana peranan pemerintah pusat lebih dominan daripada kemandirian pemerintah daerah (pemerintah daerah belum mampu melaksanakan otonomi daerah secara finansial).

Pendapatan Asli Daerah

PAD Sulbar tahun 2019 mengalami penurunan sebesar Rp115,22 miliar atau 16,03 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Proporsi tertinggi PAD tahun 2019 bersumber dari Pajak Daerah sebesar 62,26 persen, meningkat sebesar Rp25,32 miliar atau 7,22 persen dibandingan dengan tahun lalu. PAD terkecil bersumber dari Hasil Pengelolaan Kekayaan yang Dipisahkan sebesar 4,40 persen dari total PAD. Sumber

16 DJPK, Ringkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah TA 2017: Jakarta, hlmn. 8 Grafik 4.4 Rasio Ruang Fiskal lingkup Sulbar

2015-2019

Sumber: SIKD Pemda lingkup Sulbar, 2020 (diolah) 25,13% 26,84% 29,99% 26,86% 25,55% 22,00% 24,00% 26,00% 28,00% 30,00% 32,00% 2015 2016 2017 2018 2019

Grafik 4.3 Rasio Kemandirian Daerah Sulbar (Rp milar)

Sumber: SIKD Pemda lingkup Sulbar, 2020 (diolah) 9,32% 8,91% 11,81% 10,42% 8,15% 0,00% 5,00% 10,00% 15,00% 0,0 2.000,0 4.000,0 6.000,0 8.000,0 2015 2016 2017 2018 2019

PAD Pendapatan Transfer dan dana Desa Pendapatan Lain-lain Daerah Rasio Kemandirian

Rasio Kemandirian Sulbar tahun 2019 sebesar 8,15 persen turun 2,27 poin dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kajian Fiskal Regional Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2019 57

PAD lainnya yaitu Retribusi Daerah dan Lain-lain PAD yang Sah dengan masing-masing proporsi sebesar 14,83 persen dan 18,51 persen dari total PAD.

Sumber Pajak Daerah tertinggi di lingkup Sulbar tahun 2019 yaitu Pajak Rokok sebesar Rp89,45 miliar atau 23,80 persen dari total Pajak Daerah. Pajak Rokok mengalami kenaikan sebesar 4,07 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Tiga sumber Pajak Daerah lainnya yang dominan yaitu Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar 19,00 persen, Pajak kendaraan bermotor sebesar 17,88 persen, dan Pajak bahan bakar kendaraan bermotor sebesar 16,72 persen dari total penerimaan pajak daerah. Namun penerimaan pajak kabupaten terbesar bersumber dari pajak penerangan jalan sebesar Rp35,68 miliar atau 42,31 persen dari total penerimaan pajak daerah kabupaten, meningkat 3,54 persen dari tahun 2018.

Sumber retribusi daerah yang paling dominan berasal dari retribusi pelayanan kesehatan sebesar Rp69,58 miliar atau sebesar 77,71 persen dari total pendapatan retribusi daerah. Retribusi pelayanan kesehatan mengalami kenaikan sebesar 6,07 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Sumber Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 100 persen bersumber dari Bagian Laba yang dibagikan kepada Pemda (deviden) atas penyertaan modal pada Perusahaan Milik Daerah/BUMD. Tiga sumber Lain-lain PAD yang Sah yang dominan yaitu Penerimaan jasa Giro sebesar Rp27,57 miliar (24,67 persen), Pendapatan Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS) sebesar Rp 25,87 miliar (23,14 persen), dan pendapatan BLUD sebesar Rp24,95 miliar (22,33 persen dari total Lain-lain PAD yang Sah).

PAD Sulbar tahun 2019 mengalami penurunan sebesar Rp115,22 miliar dibanding tahun lalu. Sumber pajak daerah terbesar berasal dari Pajak Rokok.

Grafik 4.5 Realisasi Jenis PAD per Pemda Tahun 2019 (dalam Rp miliar)

Sumber: SIKD Pemda lingkup Sulbar, 2020 (diolah)

0,0 100,0 200,0 300,0 400,0

Sulbar Mamuju Mateng Pskayu Majene Polman Mamasa Pajak Daerah Retribusi Daerah

Kajian Fiskal Regional Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2019 58

Kemampuan PAD terhadap belanja pemerintah daerah, menunjukkan bahwa kontribusi PAD untuk membiayai belanja daerah hanya mencapai 7,53 persen, turun sebesar 1,93 persen dari tahun lalu. Hal ini menunjukkan adanya penurunan kemandirian pemerintah daerah. Kondisi ini agar menjadi perhatian pemerintah daerah untuk menggali potensi pajak, retribusi daerah, dan pendapatan daerah lainnya.

Selanjutnya berdasarkan rasio PAD terhadap PDRB atas dasar harga konstan, terdapat penurunan sebesar 0,47 persen dari rasio tahun sebelumnya. Hal ini menggambarkan kontribusi perekonomian yang tumbuh 5,66 persen pada tahun 2019 belum berpengaruh signifikan terhadap penerimaan PAD.

Pendapatan Lain-lain

Lain-lain pendapatan yang daerah sah mengalami penurunan sebesar Rp38,03 miliar atau 29,09 persen dari tahun lalu. Hal itu terjadi karena adanya penurunan penerimaan hibah sebesar Rp42,93 milliar dari tahun lalu. Penerimaan hibah terbesar berasal dari pemerintah pusat sebesar Rp55,42 miliar yang diberikan kepada Pemda Mamuju dan Mamasa masing-masing sebesar Rp40,61 miliar dan Rp14,81 miliar.

Dalam dokumen KAJIAN FISKAL REGIONAL (Halaman 77-81)