IMPLEMENTASI KONTRAK
7.3 PENDELEGASIAN KEWENANGAN
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III (BPJN III) Padang, akan memberitahu secara tertulis kepada setiap Pengguna Jasa (PPK Fisik) yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan WINRIP sesuai paket yang ditanganinya, nama personil Design and Supervision
Consultant (DSC)-WINRIP yang ditunjuk
sebagai Team Leader (TL). Selanjutnya masing-masing Pengguna Jasa (PPK Fisik) tersebut akan menunjuk TL-DSC sebagai Enjinir sekaligus memberikan rincian pendelegasian wewenangnya kepada Enjinir sebagaimana ketentuan GC.3.1 FIDIC-MDB-Harmonised. Bila terjadi penggantian atau perubahan posisi
Team Leader-DSC, maka Pendelegasian
wewenang kepada Enjinir juga harus diubah. Pendelegasian wewenang tersebut akan disampaikan secara tertulis kepada Enjinir dan Penyedia Jasa, Pendelegasian wewenang baru berlaku bila surat pendelegasian tersebut telah diterima oleh kedua pihak. Tidak ada
perubahan pendelegasian wewenang yang sah selain yang diterbitkan secara tertulis oleh Pengguna Jasa (PPK Fisik).
Kewenangan yang tidak diberikan kepada Enjinir adalah : a. Melakukan amendemen kontrak.
b. Membebaskan salah satu pihak atas tugas, kewajiban dan tanggung jawabnya berdasarkan kontrak
Enjinir harus mendapatkan persetujuan spesifik dari Pengguna Jasa (PPK Fisik) sebelum mengambil tindakan dalam hal:
a. Menyetujui atau menetapkan
tambahan biaya atau perpanjangan waktu. Untuk kondisi tidak terduga
GC. Pasal 4.12
b. Menginstruksi Variasi, kecuali dalam keadaan darurat.
c. Menyetujui usulan Variasi yang diusulkan oleh Penyedia Jasa sesuai
GC. Pasal 13.1 & 13.2.
d. Menentukan sejumlah pembayaran dalam masing-masing mata uang yang dapat dipakai (Payment in
Applicable Currencies).
Kewenangan Enjinir yang harus mendapat persetujuan Pengguna Jasa PC. Pasal 3.1 a. Perpanjangan waktu Pelaksanaan GC. Pasal 8.4
b. Konsekuensi atas resiko Pengguna Jasa GC. Pasal 17.4 c. Penyesuaian akibat Perubahan Peraturan GC. Pasal 13.7 d. Penyesuaian akibat Perubahan Biaya GC. Pasal 13.8
Sesuai ketentuan GC. 3.2, TL-DSC sebagai Enjinir dapat melimpahkan sebagian wewenang yang diterimanya kepada para Asisten Enjinir.
Untuk paket-paket NCB
Team Leader/Direksi Teknis sebagai Enjinir (SSKK. 7.1);
Direksi Teknis adalah tim pendukung yang ditunjuk/ditetapkan oleh PPK untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan (SSUK. 1.16);
Selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan, PPK jika dipandang perlu dapat mengangkat Pengawas Pekerjaan yang berasal dari personil PPK atau Konsultan Pengawas (SSUK 14.1);
Pengawas Pekerjaan adalah wakil Direksi Teknis / Assistance Engineer (SSKK. 14.2);
Dalam melaksanakan kewajibannya, Pengawas Pekerjaan selalu bertindak untuk kepentingan PPK. Jika tercantum dalam SSKK, Pengawas Pekerjaan dapat bertindak sebagai Wakil Sah PPK (SSUK 14.2);
Untuk paket-paket NCB:
Kewenangan yang tidak diberikan kepada Enjinir:
Memberikan sangsi administrative kepada Penyedia (SSUK. 4.4) ayat a s/d d.
Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan persetujuan PPK atau Direksi Teknis/ Pengawas Pekerjaan ( SSKK 55.1):
Menambah dan/atau mengurangi volume pekerjaan yang menimbulkan perubahan kontrak;
Menambah jenis item pekerjaan baru;
Menambah dan/atau mengurangi nilai kontrak;
Merubah jadwal pelaksanaan pekerjaan;
Persetujuan pembayaran prestasi pekerjaan.
Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan persetujuan Enjinir (Pengawas Pekerjaan) (SSKK. 55.1))
• Merubah dan merevisi spesifikasi teknis;
Metoda dan izin pelaksanaan pekerjaan; Pengesahan rancangan mutu kerja; Pengujian mutu bahan dan hasil pekerjaan;. Pengesahan perbaikan cacat mutu pekerjaan; Pengesahan hasil prestasi pekerjaan di lapangan.
Pada proyek WINRIP TL-DSC berkedudukan di Kota Padang Propinsi Sumatera Barat.
7.3.1 TANGGUNG JAWAB MASING-MASING PIHAK
Tabel 7 – 1 dibawah ini memberi ringkasan tanggung jawab pokok Pengguna Jasa (PPK Fisik) dan Enjinir terhadap Penyedia Jasa yang dijelaskan secara rinci dalam GC dan PC untuk paket-paket (ICB).
Tabel 7.1 Tanggung Jawab Pokok Pengguna Jasa dan Enjinir berdasarkan Kontrak
Pengguna Jasa
(Pejabat Pemerintah yang ditunjuk)
Enjinir
(Di WINRIP, Team Leader Konsultan DSC) Pelelangan :
a) Menerbitkan Undangan Lelang (ITB 6.2)
b) Klarifikasi dokumen lelang, menyelenggarakan kunjungan lapangan dan rapat dan rapat penjelaan lelang, bila diijinkan (ITB 7.1)
c) Merubah dokumen lelang (ITB 8.1)
d) Mengelola proses lelang (ITB 22,23)
e) Mengevaluasi penawaran (ITB 34)
f) Menetapkan pemenang lelang (ITB 38,39,40)
Pelaksanaan :
g) Menyerahkan Lapangan (GC 2.1 & GC 4.13)
h) Mengurus perijinan (GC 2.2) i) Memberitahu Penyedia Jasa
tentang pendanaan proyek (GC 2.4)
j) Menyetujui perpanjangan waktu
(GC 3.1)
k) Menyediakan data lapangan (GC 4.10)
l) Mengurus pembayaran (GC 14.7 & GC 14.9)
m) Mengambil alih lapangan (GC 10.1) n) Berhak untuk menghapus/membatalkan kontrak (GC 15.2) o) Mengembalikan Jaminan Pelaksanaan setelah menerbitkan Sertifikat Penyelesaian (GC 4.2) Pelaksanaan :
Wewenang Enjinir dijelaskan dalam kontrak : (hal-hal lain mungkin tersirat) 1) Melakukan tindakan sesuai Pasal-Pasal berikut dengan persetujuan khusus
Pengguna Jasa (PPK Fisik)
- Menyetujui atau memutuskan perpanjangan waktu dan/atau tambahan biaya (GC 4.12 & GC 8.4)
- Memerintahkan variasi, kecuali dalam situasi darurat diputuskan sendiri oleh Pengguna Jasa
- Menyetujui usulan variasi yang diajukan oleh Penyedia Jasa (GC 13.1, GC 13.2 & GC 13.3) (lihat juga no 8) dan 9) dibawah ini)
- Menentukan jumlah yang dapat dibayarkan untuk masing-masing mata uang yang diterapkan (GC 13.4)
- Menetapkan sikap atas tuntutan Penyedia Jasa berdasarkan GC Pasal 13.7, Penyesuaian untuk Perubahan dalam Perundang-undangan (PC. 3.1)
- Menetapkan sikap atas tuntutan Penyedia Jasa berdasarkan GC Pasal 13.8, Penyesuaian untuk Perubahan dalam biaya (PC.3.1)
2) Berkonsultasi dengan semua pihak terkait dan membuat keputusan terhadap masalah kontraktual antara Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa ( GC 3.5)
3) Memberikan arahan dan/atau instruksi kepada Penyedia Jasa terkait metode kerja, ketetapan waktu, dan kualitas pekerjaan (GC 4.1) 4) Menyetujui penambahan sub-kontrak untuk setiap bagian pekerjaan (GC
4.4)
5) Menertibkan pemberitahuan formal kepada Penyedia Jasa untuk memulai pekerjaan (GC 8.1)
6) Menyetujui atau menolak pekerjaan sebelum ditutup (GC 7.3 & GC 7.5) 7) Menyaksikan pengujian (testing) yang dilakukan Penyedia Jasa (GC 7.4)
8) Mengevaluasi usulan Penyedia Jasa untuk variasi, dan mengajukan Perintah Perubahan yang berpengaruh terhadap pendanaan kepada Pengguna Jasa
(GC 13.1 & GC 3.1)
9) Menyetujui variasi pada kuantitas, dan mengevaluasi usulan Penyedia Jasa untuk variasi yang tidak mempengaruhi pendanaan (GC 13.1)
10) Memantau waktu yang telah digunakan Penyedia Jasa dan mengevaluasi usulan perpanjangan waktu (GC 4.12, GC 8.4 & GC 3.1)
11) Menyetujui penggunaan hari kerja (day works), provisional sums (termasuk biaya cadangan ) (GC 13.5 & GC 13.6)
12) Menarik kembali persetujuan terhadap Wakil Penyedia Jasa (GC 6.9)
13) Menerbitkan sertifikat Serah Terima untuk sebagian atau keseluruhan pekerjaan (GC 10.1)
14) Mengesahkan Sertifikat Pembayaran (GC 14.2 & GC 14.6)
15) Menerbitkan Sertifikat Pertanggung jawaban terhadap Cacat/Kerusakan (GC 11.1)
16) Menerbitkan Sertifikat Kinerja (GC 11.9)
17) Mengesahkan Pernyataan Penyedia Jasa pada saat Penyelesaian Pekerjaan
(GC 14.10)
18) Memberikan bukti sebagai saksi dihadapan Arbitrators (GC 20.6) ITB : Instruction to Bidders (Instruksi kepada Peserta Lelang)
Nomor (misalnya 4.1) : Mengacu pada Pasal – Pasal dalam Syarat-syarat Umum (GC)
Untuk Paket – Paket (NCB)
TANGGUNG JAWAB MASING-MASING PIHAK
Tabel 7 – 2 dibawah ini memberi ringkasan tanggung jawab pokok Pengguna Jasa (PPK Fisik) dan Enjinir terhadap Penyedia Jasa yang dijelaskan secara rinci dalam SSUKdan SSKK.
Tabel 7.2 Tanggung Jawab Pokok Pengguna Jasa dan Enjinir berdasarkan Kontrak
Pengguna Jasa
(Pejabat Pemerintah yang ditunjuk)
Enjinir
(Di WINRIP, Team Leader Konsultan DSC) Penunjukan Pemenang :
a) Menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang /Jasa (IKP 36.1)
b) Penandatangan kontrak PPK dan Penyedia paling lambat 14 hari setelah diterbitkannya SPPBJ (IKP 36.6, 40.1)
c) PPK dan Penyedia wajib memeriksa konsep Kontrak meliputi substansi, bahasa, redaksional, angka dan hurup serta membubuhkan paraf pada setiap lembar kontrak (IKP. 40.3)
d) Menetapkan urutan hirarki bagian Dokumen Kontrak dalam Surat Perjanjian (IKP. 40.4)
Pelaksanaan :
e) Menyetujui Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan (SSUK.19.5)
f) Menyerahkan Lapangan (SSUK. 20.1)
g) Menerbitkan SPMK 14 setelah tandatangan kontrak (SSUK. 21.1)
h) Menyelanggarakan PCM selambat-lambatnya 7 hari sejak diterbitkannya SPMK bersama penyedia, unsur perencana dan pengawas (SSUK. 24.1)
i) Menyetujui Program Mutu
(SSUK.22.1)
j) Menyetujui perpanjangan waktu
(SSUK.29.1, SSUK. 39.3) k) Menerima penyerahan pertama
dan akhir hasil pekerjaan (SSUK. 33.4, SSUK. 33.8)
l) Menerbitkan SPP (SSKK. 66.2) m) Mengambil alih lapangan (SSUK.
34)
n) Menahan uang retensi atau Jaminan Pelaksanaan (SSUK. 35.2)
o) Pemutusan Kontrak (SSUK.43.1)
p) SSUK. 43.2 dan SSUK, 43.3:
kewenangan lain dari PPK akibat Kontrak diputus, akibat
kesalahan Penyedia.
q) Hak dan Kewajiban PPK (SSUK. 48.1 a s/d d))
Pelaksanaan :
Wewenang Enjinir dijelaskan dalam kontrak : (hal-hal lain mungkin tersirat)
a) Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan (SSUK. 14.1, SSUK. 14.2)
b) Persetujuan atau Pernyataan tidak Keberatan dari Pengawas Pekerjaan
(SSUK. 15.1, SSUK. 15.2)
c) Memberikan perintah kepada Penyedia sesuai kewenangan (SSUK.16.1)
d) Memberikan pertimbangan kepada PPK mengenai perpanjangan waktu akibat Peristiwa Kompensasi (SSUK. 29.1, SSUK. 29.2)
e) Memerintahkan secara tertulis kepada Penyedia untuk menunda pelaksanaan pekerjaan, tembusan kepada PPK (SSUK. 30)
f) Menyelanggarakan rapat pemantauan (SSUK.31.1, SSUK.31.2, SSUK.31.3)
g) Memerintahkan secara tertulis kepada Penyedia perkiraan dampak dari peristiwa atau kondisi tertentu yang dapat mempengaruhi mutu pekerjaan, menaikan Nilai Kontrak atau menunda penyelesaian pekerjaan (SSUK.32.1, SSUK. 32.2)
h) Memberikan izin tertulis kepada Penyedia sebelum melakukan:
1. menggunakan spesifikasi dan gambar dalam pasal 15. SSUK; 2. mengubah syarat dan ketentuan polis asuransi;
3. mengubah personil Inti/atau Peralatan; 4. tindakan lain yang diatur dalam SSKK.
i) Memeriksa/evaluasi kelengkapan dokumen penunjang pembayaran sebelum PPK menerbitkan SPP (SSUK. 68.2)
j) Memeriksa setiap hasil pekerjaan (SSUK.72)
k) Memerintahkan Penyedia untuk melakukan pengujian Cacat Mutu (SSUK.73)
l) Perbaikan Cacat Mutu (SSUK. 74.1, SSUK. 74.2, SSUK. 74.3)
m) Mengesahkan Sertifikat Pembayaran (14.2, 14.6)
n) Menerbitkan Sertifikat Pertanggung jawaban terhadap Cacat/Kerusakan (11.1)
o) Menerbitkan Sertifikat Kinerja (11.9)
p) Mengesahkan Pernyataan Penyedia Jasa pada saat Penyelesaian Pekerjaan (14.10)
q) Memberikan bukti sebagai saksi dihadapan Arbitrators (20.6)
IKP: Instruksi Kepada Peserta Lelang
7.3.2 HUBUNGAN PENGGUNA JASA (PPK Fisik), ENJINIR, PENYEDIA JASA KONSTRUKSI (KONTRAKTOR)
Enjinir dalam melaksanakan tugasnya akan bertindak sebagai Pengguna Jasa (PPK Fisik) sebagaimana ketentuan GC. 3.1.a
Pendelegasian oleh Enjinir:
Untuk melaksanakan tugasnya, TL-DSC selaku Enjinir dapat mendelegasikan sebagian wewenangnya kepada para Asisten Enjinir sebagaimana yang diatur dalam GC. 3.2. Untuk
WINRIP, Asisten Enjinir merupakan para personil
Field Supervision Team (FST)-DSC, yang dapat
terdiri dari Supervision Engineer (SE), Chief
Inspector (CI), Quality Engineer (Qlt.Eng),
Inspector, Surveyor dan Lab. Technician. TL-DSC selaku Enjinirdapat setiap saat mencabut kembali penugasan
dan pelimpahan wewenang yang telah diberikannya kepada Para Asitennya tersebut. Para Asisten Enjinir tidak boleh bertindak melampaui wewenang yang diterimanya, sebagaimana yang tertuang dalam surat pelimpahan wewenang.
Penugasan dan Pelimpahan wewenang dari TL-DSC selaku Enjinir kepada Asisten Enjinir maupun pada saat pencabutan harus dilakukan secara tertulis. Penugasan tersebut baru berlaku apabila setelah kedua belah pihak menerima surat pelimpahan tersebut.
Instruksi Enjinir :
Enjinir (TL-DSC) setiap saat dapat mengeluarkan instruksi kepada Penyedia Jasa untuk merubah atau memodifikasi gambar-gambar yang mungkin diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan, juga
mencakup perintah untuk melakukan perbaikan terhadap cacat mutu sesuai dengan ketentuan dokumen kontrak. Instruksi tersebut dapat diberikan oleh Enjinir (TL-DSC) atau oleh Para Asisten Enjinir (sesuai wewenang yang diterimanya). Instruksi harus diberikan secara tertulis.
Penyedia Jasa harus memenuhi semua instruksi yang diberikan Enjinir atau Para Asistennya terkait dengan kontrak.
Pengguna Jasa tidak dapat memberikan instruksi langsung kepada Penyedia Jasa. Instruksi dari Pengguna Jasa diberikan melalui Enjinir atau Asisten Enjinir. Bagan alir hubungan antara Pengguna Jasa (PPK Fisik), Enjinir dan Penyedia Jasa dapat dilihat pada Gambar 7 – 1:
Gambar 7.1 Bagan Alir Hubungan Pengguna Jasa, Enjinir dan Penyedia Jasa (untuk paket ICB dan NCB ) BAGAN ALIR 7.3.2 HUBUNGAN PENGGUNA JASA, ENJINIR DAN PENYEDIA JASA
EMPLOYER Pengguna Jasa (PPK Fisik)
ENJINIR
(TL – DSC WINRIP)
Penyedia Jasa Konstruksi (Kontraktor)
- Keterikatan Layanan Profesional - Bertindak sebagai Employer
(Sesuai kewewenangannya) - Bertindak untuk kepentingan Employer
Terikat dengan Perjanjian Kontrak
Untuk paket-paket NCB :
Direksi lapangan adalah tim pendukung yang dibentuk / ditetapkan oleh PPK, terdiri dari satu orang atau lebih yang ditentukan dalam SSKK untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan (SSUK.1.15)
Direksi tekhnis/Enjiner adalah tim pendukung yang ditunjuk/ditetapkan oleh PPK untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan (SSUK.1.16)
Pengawas Pekerjaan adalah Wakil Direksi Teknis/Asisten Enjiner (SSKK.14.2)
Untuk paket-paket NCB:
Dalam rentang waktu 7 hari setelah SPMK dilaksanakan PCM (SSUK. 24.1 dan Spek. 1.2.2.1)