GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 2.1 Aspek Geografi dan Demografi
F. Indeks Pemberdayaan Gender (IDG)
3) Pendidikan Menengah
Jumlah SMA di Kabupaten Brebes pada tahun 2012 sebanyak 32 unit, sedangkan SMK sebanyak 58 unit. Jumlah tersebut relatif mampu melayani pendidikan menengah di Kabupaten Brebes, walaupun terjadi penambahan jumlah murid. Penambahan jumlah murid pada SMK dapat diantisipasi melalui penambahan ruang kelas sesuai dengan kebutuhan. Secara rinci jumlah sekolah, murid dan guru SMA dan SMK dapat dilihat pada Tabel 2.13
Tabel 2.13
Jumlah Sekolah, Murid dan Guru SMK Negeri dan Swasta Di Kabupaten Brebes Tahun 2008 - 2011
Tahun Sekolah Murid Guru Guru/Rasio
Murid
Neg Swas Jml Neg Swas Jml Neg Swas Jml
SMA 2008 16 16 32 11.488 4.180 15.668 638 349 987 16 2009 17 16 33 12.056 3.509 15.565 654 322 976 16 2010 17 15 32 11.853 3.306 15.159 704 321 1.025 15 2011 17 15 32 11.963 3.446 15.409 704 321 1.020 15 2012 17 15 32 11.545 3.284 14.829 696 314 1.010 15
Tahun Sekolah Murid Guru Guru/Rasio Murid
Neg Swas Jml Neg Swas Jml Neg Swas Jml
SMK 2008 4 37 41 2.542 12.994 15.536 161 913 1.074 14 2009 4 43 47 2.990 15.631 18.621 176 997 1.173 16 2010 4 52 56 3.276 17.257 20.533 191 1.399 1.590 13 2011 4 52 56 3.468 18.823 22.291 204 1.422 1.626 14 2012 4 54 58 3.765 21.721 25.486 216 1.556 1.772 14
Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, 2008-2012
Kondisi ruang kelas SMA/MA di Kabupaten Brebes pada tahun 2012 sebagian besar berkondisi baik, yaitu mencapai 88,81%, dan sisanya sebanyak 6,29% berkondisi rusak ringan, dan 4,90% berkondisi rusak berat, seperti tercantum pada Tabel 2.14
Tabel 2.14
Kondisi Ruang Kelas SMA/MA Di Kabupaten Brebes Tahun 2008 - 2012
Tahun
Jumlah ruang kelas
Jumlah Kondisi Baik Kondisi Rusak Ringan Kondisi Rusak Berat 2008 507 40 22 569 2009 558 31 15 604 2010 439 28 13 480 2011 411 28 9 448 2012 381 27 21 429
Sumber: Dinas Pendidikan, 2008-2012
Kondisi ruang kelas SMK di Kabupaten Brebes pada tahun 2012 sebagian besar berkondisi baik, yaitu mencapai 88,43%, dan sisanya sebanyak 9,08% berkondisi rusak ringan, dan 2,49,90% berkondisi rusak berat, seperti tercantum pada Tabel 2.15.
Tabel 2.15
Kondisi Ruang Kelas SMA/MA Di Kabupaten Brebes Tahun 2008 - 2012
Tahun
Jumlah ruang kelas
Jumlah Kondisi Baik Kondisi Rusak Ringan Kondisi Rusak Berat 2008 399 33 8 440 2009 455 27 9 491 2010 516 57 6 579 2011 438 57 6 501 2012 604 62 17 683
Dalam hal keterjangkauan pendidikan, angka partisipasi penduduk usia 16-18 tahun sebesar 33,24%. Dalam kurun waktu tahun 2008-2012 terjadi peningkatan angka partisipasi sekolah seperti terlihat pada Tabel 2.16.
Tabel 2.16
Angka Partisipasi Sekolah Penduduk Usia 7-12 Tahun dan Usia 13-15 Tahun Kabupaten Brebes
Tahun 2008 – 2012
Tahun Angka Partisipasi SekolahUsia 16-18 tahun
2008 24,33
2009 25,73
2010 26,87
2011 31,21
2012 33,24
Sumber: Dinas Pendidikan, 2008-2012
APK dan APM SMA/SMK/MA/Paket C selama kurun waktu 2008 – 2012 mengalami peningkatan, namun Capaian APK dan APM SMA/SMK/MA/Paket C di Kabupaten Brebes masih di bawah APK dan APM Nasional dan Provinsi Jawa Tengah. Target APK dan APM jenjang pendidikan SMA/SMK/MA/paket C tingkat nasional sebesar 36,7% untuk APK dan 27,8% untuk APM. Capaian APK jenjang SMA/SMK/MA/Paket C Kabupaten Brebes sebesar 47,05% dan APM sebesar 33,03%. Data tersebut menggambarkan bahwa di Kabupaten Brebes tingkat partisipasi penduduk usia 16 – 18 relatif rendah. Masih banyak penduduk usia sekolah SMA yang tidak menempuh pendidikan di SMA. Gambaran capaian APK dan APM pendidikan menengah selama kurun waktu 2008–2012 terlihat dari Tabel 2.17
Tabel 2.17
APK dan APM Jenjang Pendidikan SMA/SMK/MA/Paket C Kabupten Brebes tahun 2008 – 2012
Tahun SMA/SMK/MA / Paket C (%)APK APM
2008 34,15 28,78
2009 35,65 29,65
2010 35,80 29,61
2011 44,36 31,21
2012 47,05 33,03
Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, 2008-2012
Angka Putus sekolah pada pendidikan menengah relatif cukup tinggi. Target yang ditetapkan dalam Renstra Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, angka putus sekolah untuk SMA/MA/SMK sebesar 0,07%. Di Kabupaten Brebes Angka Putus sekolah untuk jenjang pendidikan menengah pada tahun 2012 mencapai 0,56%. Dengan demikian angka putus sekolah di Kabupaten Brebes termasuk kategori tinggi. Perkembangan APS jenjang pendidikan menengah selama kurun waktu 2008 – 2012 terlihat pada Gambar 2.16
Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, 2008-2012
Grafik 2.16 Angka Putus Sekolah Jenjang Pendidikan SMA/SMK/MA/Paket C Kabupaten Brebes tahun 2008 – 2012
Terkait kualitas pendidikan pada jenjang SMA/SMK/MA/Paket C, angka kelulusan pada jenjang SMA/MA/SMK sudah baik, telah mencapai 99,97% pada tahun 2012. Sementara itu, tingkat pendidikan pendidik sebagian (31,18%) belum sesuai standar kelayakan mengajar S1/D-IV. Gambaran kualitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Brebes terlihat pada Tabel 2.18
Tabel 2.18
Capaian Indikator Kualitas Pelayanan Pendidikan Kabupaten Brebes Tahun 2008 - 2012
No Indikator 2008 2009 2010 2011 2012
1 Angka Kelulusan (AL)
SMA/SMK/MA (%) 99,89 99,96 99,96 99,98 99,97 2 Guru SMA/SMK/MA yang
memenuhi kualifikasi S1/D-IV (%)
62,31 64,26 65,81 67,08 68,82 Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, 2008-2012
2. Kesehatan
Tujuan pembangunan kesehatan sebagaimana tertuang di dalam dokumen Sistem Kesehatan Nasional adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat. Derajat kesehatan dapat dilihat dari indikator Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Balita (AKBA), Angka Kematian Ibu (AKI), Morbiditas dan Gizi Buruk. Pencapaian indikator tersebut didukung oleh sarana dan prasarana kesehatan, Pelayanan Kesehatan, Sumber Daya Manusia, dan Anggaran. Secara rinci kondisi pembangunan kesehatan dalam kurun waktu lima tahun dapat dilihat pada Tabel 2.19.
1,61 1,21 1,12 0,99 0,56 0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 1,4 1,6 1,8 2008 2009 2010 2011 2012
Tabel 2.19
Capaian Indikator Pelayanan Kesehatan Kabupaten Brebes Tahun 2008 - 2012
No Indikator 2008 2009 2010 2011 2012
1) Cakupan Kunjungan Ibu Hamil
(K4) (%) 95,08 93,15 91,56 94,95 93,37 2) Cakupan Persalinan oleh Tenaga
Kesehatan (%) 89,03 88,82 90,27 95,02 96,07 3) Cak. Komplikasi Kebidanan yang
ditangani (%) 69,95 7,89 95,40 109,9 141,90 4) AKI/100.000 KLH 183,39 132,31 108,51 100,7 150,0 5) Cak. Kunjungan Neonatal (%) 96,53 99,51 90,95 94,09 96,60 6) Cak. Kunjungan Bayi (%) 99,98 100 100 94,61 104,32 7) Cak. Neonatal Risti yang
ditangani (%) 91 48,48 100 31,3 47,28
8) AKB per 1.000 KLH 8,4 10,0 9,6 9,3 14,9 9) Prevalensi Balita dg BB Rendah
(%) NA NA NA 16,53 0,34
10) Prevalensi Balita Stunting (%) NA NA NA 47 0,19 11) Cak. Pelayanan Anak Balita (D/S)
(%) 87,10 72,29 69,40 71,17 69,29
12) Cak. Balita Gizi Buruk mendapat
perawatan (%) 6,06 28,33 95 100 100
13) Bayi Usia 0-6 Bulan yg mendapat
ASI eksklusif (%) 36 46,52 52,17 58,43 32,12 14) Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi)
(%) 75,70 72,45 68,60 58,79 27,45
15) Prevalensi Gizi Buruk (%) 0,17 0,05 0,05 0,33 0,91 16) Desa/Kelurahan UCI (Universal
Child Imunization) (%) 81,82 72,39 94,28 98,32 100 17) Cak. Imunisasi Dasar Lengkap
(%) 94,12 87,91 85,99 93,47 94,16
18) AFP Rate/100.000 penduduk
<15 Th 2,41 1,43 0,16 0 (Kasus)13
19) Cak. Penderita DBD yang
Ditangani (%) 100 100 100 100 100
20) CFR DBD 4,42 3,49 5,14 1,5 3,4
21) IR DBD (per 100.000 pnddk) 18,14 13,07 16,82 7,6 205 (kasus) 22) Cak. Penemuan & penanganan
penderita Pneumonia Balita (%) 63,13 42,28 34,85 40,5 31,86 23) Cak. Penanganan Pasien baru TB
BTA + (%) 100 100 100 100 100
24) Angka Kesembuhan TB Paru (%) 76,12 78,84 80,60 73,83 NA 25) Angka Penemuan Pasien baru TB
No Indikator 2008 2009 2010 2011 2012
26) Angka Kematian TB (100.000
pddk) NA NA NA kasus51 NA
27) CDR Kusta / RFT 72,90 72,18 29,83 29,61 298 (kasus) 28) Cak. Penemuan HIV/AIDS
tertangani (%) 100 100 100 100 100
29) Cakupan Pelayanan Kesehatan
Dasar Mayarakat Miskin (%) 66,17 57,47 46,81 36,16 26,34 30) Cakupan Rumah Sehat (%) 46,43 45,51 53,53 41,51 42,09 31) Cakupan Desa/Kelurahan Siaga
Aktif (%) 23,57 76,29 100 88,01 100
32) Cakupan Penjaringan Kehatan
Siswa SD dan Setingkat (%) 16,96 24,17 37,45 76,06 67,69 33) Cakupan Penjaringan Kesehatan
Siswa SMP/MTs, SMA/SMK/MA(%)
31,06 20,91 22,67 0 0 34) Peningkatan dan Pemerataan
Obat dan Perbekalan Kesehatan (%)
100 100 100 100 100
Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, 2008-2012
Angka Kematian Ibu (AKI). Penurunan AKI pada tahun 2015 telah menjadi kesepakatan Bangsa Indonesia dengan dunia. Kasus kematian ibu di Kabupaten Brebes dalam kurun waktu tahun 2008-2012 mengalami peningkatan dari 183 per 100.000 KH, menjadi 150 per 100.000 KH. Namun demikian angka ini masih sangat tinggi, sehingga perlu perhatian. Penurunan jumlah kasus kematian ibu menunjukkan bahwa terjadi perbaikan kinerja dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Brebes. Kasus kematian bayi pada tahun 2012 tersebar hampir di seluruh kecamatan, dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Kersana dan Bulakamba.
Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Brebes pada tahun 2012 sebesar 14,9 per 1.000 kelahiran hidup. Kondisi ini apabila dibandingkan dengan target MDGs Jawa Tengah (Pergub No. 20 tahun 2011) pada tahun 2015 sebesar 8,5 per 1.000 kelahiran hidup, kabupaten Brebes masih lebih rendah. Jumlah kasus kematian bayi terbanyak terdapat di Kecamatan Bulakamba 56 kasus, selanjutnya kecamatan Brebes 55 kasus, dan Kecamatan Wanasari 55 kasus, seperti terlihat pada Grafik 2.17
1 1 4 1 2 2 0 6 7 1 4 3 7 4 2 3 3 20 18 39 21 9 20 24 40 42 27 28 11 56 54 14 30 55 0 10 20 30 40 50 60 AKI AKB
Grafik 2.17 Jumlah Kasus Kematian Ibu dan Kematian Bayi Per Kecamatan di Kabupaten Brebes Tahun 2012
Permasalahan kematian ibu dan bayi di Kabupaten Brebes antara lain berkaitan dengan akses terhadap sarana dan prasarana kesehatan yang belum merata ke seluruh wilayah, terutama desa terpencil sehingga mengalami keterlambatan dalam penanganan oleh tenaga kesehatan, pengambilan keputusan dalam penentuan tempat melahirkan, serta faktor kerentanan yang dimiliki ibu hamil dengan risiko tinggi.
Cakupan Kunjungan Bayi. Cakupan Kunjungan Bayi adalah cakupan bayi yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter, bidan, dan perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan, paling sedikit 4 kali disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Indikator ini adalah indikator antara dalam rangka penurunan AKB. Pada tahun 2012 cakupan kunjungan bayi sebesar 104,32%. Kondisi ini telah melampaui target SPM bidang kesehatan (Permenkes 741/2008) yaitu 90% pada tahun 2015.
Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani adalah neonatus dengan komplikasi di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang ditangani sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan terlatih di seluruh sarana pelayanan kesehatan. Capaian cakupan neonates dengan komplikasi yang ditangani di Kabupaten Brebes pada tahun 2012 sebesar 47,28%. Kondisi ini perlu perhatian, karena capaian cakupan neonates dengan komplikasi yang ditangani masih dibawah target capaian SPM Bidang kesehatan pada tahun 2015 (80%).
Cakupan desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) adalah desa/kelurahan dimana >80% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap dalam waktu satu tahun. UCI adalah tercapainya imunisasi dasar secara lengkap pada bayi (0-11 bulan), ibu hamil, Wanita Usia Subur (WUS) dan anak sekolah tingkat dasar. Imunisasi dasar lengkap pada bayi (0-11bulan) meliputi: 1 dosis BCG, 3 dosis DPT, 4 dosis Polio, 4 dosisHepatitis B, 1 dosis Campak. Ibu hamil dan WUS meliputi 2 dosis TT. Anak sekolah tingkat dasar meliputi 1 dosis DT, 1 dosis campak dan 2 dosis TT. Tujuan Program Imunisasi adalah menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan bayi, anak dan balita akibat penyakit PD3I (seperti penyakit TBC, Difteri, Pertusis, Tetanus, Polio, Hepatitis B dan Campak). Capaian UCI di Kabupaten Brebes pada tahun 2011 sebesar 100%. Kondisi ini sesuai dengan target SPM Bidang Kesehatan yaitu 100%.
Di Kabupaten Brebes penanganan gizi buruk belum memberikan hasil yang memuaskan, terlihat dari capaian persentase balita gizi buruk sebesar 0,91% pada tahun 2011. Gizi buruk dan gizi kurang ini terutama berkaitan dengan akses terhadap bahan pangan yang rendah, khususnya pada penduduk miskin sehingga asupan gizi kurang.
Cakupan pelayanan anak balita adalah anak balita (12–59 bulan) yang memperoleh pelayanan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan. Anak balita adalah anak berumur 12–59 bulan. Setiap anak umur 12–59 bulan memperoleh pelayanan pemantauan pertumbuhan setiap bulan, minimal 8x dalam setahun yang tercatat di Kohort Anak Balita dan Pra Sekolah, Buku KIA/KMS atau buku pencatatan dan pelaporan lainnya. Cakupan pelayanan anak balita di Kabupaten Brebes dari tahun 2008 – 2011 cenderung mengalami penurunan. Pada tahun 2011 cakupan pelayanan anak balita turun cukup signifikan menjadi 69,29%, kondisi ini perlu mendapat perhatian karena target SPM tahun 2015 sebesar 90%.
Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin adalah pemberian MP-ASI pada anak usia 6–24 bulan dari keluarga miskin selama 90 hari. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6 -24 bulan dari tahun 2008 – 2012 mengalami penurunan signifikan. Pada tahun 2012 cakupan ini hanya 0%, sehingga perlu perhatian.
Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat adalah cakupan siswa SD dan setingkat yang diperiksa kesehatannya oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih (guru UKS/dokter kecil) melalui penjaringan kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Cakupan ini di Kabupaten Brebes dari tahun 2008 – 2012 mengalami peningkatan. Pada tahun 2012 capaian cakupan ini sebesar 67,69%. Namun demikian apabila dibandingkan dengan target SPM, kondisi capaian ini perlu mendapat perhatian.
Penanggulangan dan pemberantasan penyakit menular di Kabupaten Brebes belum menunjukkan perkembangan yang baik. Hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya penemuan kasus TB (CDR TB), berkurangnya Cure Rate (CR)/Angka Kesembuhan TB, tingginya angka kematian DBD dan berkurangnya penanganan kasus diare.
3. Pekerjaan Umum