• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORITIK A. KAJIAN TEORI…

B. Penelitian relevan

B. Penelitian relevan

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan oleh Umaira, dkk yang berjudul “Science Environmental Technology and Society-based Module Development on Petroleum Chemistry to Enhance Student Learning Achievement” memberikan kesimpulan bahwa pengembangan modul yang telah dilakukan dapat meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran kimia minyak bumi (Umaira & Rahmatan, 2019, hlm. 96).

Prihandono dkk., (2017, hlm. 3943) melakukan penelitian yang berjudul

“Development of Module Based on Local Potential Integrated SETS in Junior High School” menyimpulkan bahwa modul yang terintegrasi SETS tersebut dapat meningkatkan hasil belajar kognitif dan nilai-nilai kehidupan termasuk karakter kepedulian terhadap lingkungan.

Permatasari, dkk., juga melakukan penelitian pengembangan dengan judul “Pengembangan Bahan Ajar Ipa Berbasis Inkuiri Terintegrasi Sets (Science, Environment, Technology And Society) pada Materi Sistem Reproduksi Manusia” hasilnya menunjukkan bahwa bahan ajar IPA yang telah dikembangkan tersebut layak, efektif dan efisien dalam meningkatan penguasaan konsep siswa (Permatasari, Ramdani, & Syukur, 2019, hlm. 77).

Penelitian lain dilakukan oleh Syamsurizal, Haryanto dan Chairani (2015) dengan judul “Pengembangan E-Modul Berbasis Keterampilan Proses Sains

Pada Materi Kesetimbangan Kimia Untuk Tingkat SMA”. Penelitian tersebut dilakukan menggunakan metode 4-D. Peserta didik memberikan respon positif terhadap modul elektronik yang dikembangkan dan memberikan kemudahan dalam belajar tentang kesetimbangan kimia (Syamsurizal, Haryanto, & Chairani, 2015, hlm. 659).

Penelitian juga dilakukan oleh Herawati dan Muhtadi (2018, hlm. 187) dengan judul “Pengembangan Modul Elektronik (E-Modul) Interaktif Pada Mata Pelajaran Kimia Kelas XI SMA”. Penelitian tesebut merujuk pada tahap-tahap pengembangan 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan. E-modul yang dikembangkan juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber belajar, baik secara mandiri maupun dalam proses pembelajaran di kelas.

Berdasarkan hasil penelitian diatas, peneliti akan mengembangkan sebuah e-modul berbasis SETS pada materi sifat koligatif larutan dengan menggunakan model 4D. Pengembangan ini dilakukan karena e-modul mengenai sifat koligatif larutan dengan pendekatan SETS belum pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Melalui pengembangan e-modul tersebut diharapkan siswa mampu mengoptimalkan pemahaman terkait kimia serta pendayagunaan sains dalam bidang teknologi, serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.iii C. Kerangka Berpikir

Sumber atau bahan belajar merupakan salah satu unsur penting yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Namun, ketersediaan sumber atau bahan belajar di sekolah dirasa masih kurang mencukupi kebutuhan guru maupun siswa dalam melaksanakan pembelajaran tersebut. Bahan belajar seperti buku pelajaran yang tersedia di sekolah kurang menarik untuk dibaca dan kurang memenuhi pemahaman konsep bagi siswa, banyaknya penjelasan, bahasanya sulit dipahami, serta kurangnya gambar dan monoton. Maka dari itu, diperlukan suatu bahan dan sumber belajar menarik yang diharapkan dapat menumbuhkan minat peserta didik dalam belajar dan bisa mendukung proses pembelajaran.

Satu dari sekian bahan ajar yang dapat dijadikan solusi untuk memenuhi kebutuhan bahan dan sumber belajar dalam proses pembelajaran adalah modul.

Akan tetapi, pada periode digital dan pembelajaran daring seperti sekarang, diperlukan modul yang bersifat elektronik atau e-modul yang bisa dipelajari melalui gadget, bukan lagi berupa modul cetak. Dengan menggunakan e-modul diharapkan dapat memudahkan dan melatih kemandirian pelajar agar bisa belajar secara mandiri kapanpun dan dimanapun dengan mudah.

Masalah lain yang muncul ialah kenyataan bahwa kebanyakan siswa menganggap bahwa pelajaran kimia itu sulit. Peserta didik merasa jenuh dalam proses pembelajaran kimia yang disampaikan dengan gaya konvensional dan kurang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Tidak jarang pengajar yang hanya mengikuti isi buku dan kurang mengeksplor lebih jauh antara materi kimia dengan realita kehidupan yang terkait, dimana seharusnya dengan pembelajaran kimia diharapkan siswa mampu menguasai konsep, prinsip, hukum, dan teori kimia serta hubungannya dan pemanfaatannya dalam kehidupan.

SETS merupakan salah satu pendekatan yang dianggap sejalan untuk merealisasikan tujuan pembelajaran kimia. Pendekatan pembelajaran SETS ialah pembelajaran yang mengkorelasikan antara sains, teknologi, lingkungan dan masyarakat secara menyeluruh dalam kehidupan sehari-hari. Satu diantara materi pelajaran kimia yang berkaitan dengan unsur SETS adalah sifat koligatif larutan dimana materi sifat koligatif larutan tidak sekedar berisi konsep dan teori kimia saja, melainkan mencakup aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Atas dasar itu, diperlukan pengembangan e-modul pembelajaran kimia dengan pendekatan SETS dalam rangka menangani permasalahan terkait kebutuhan peserta didik dalam proses pembelajaran pada materi sifat koligatif larutan. Adanya e-modul yang akan dikembangkan ini diharapkan mampu membuat siswa semakin mudah dan semangat dalam pembelajaran kimia serta dapat mengintegrasikan konsep kimia dalam kehidupan.

Penggambaran kerangka berpikir tersebut dapat ditinjau pada bagan berikut ini:

Gambar 2.5 Kerangka berpikir.

Pembelajaran yang terjadi

- Bahan belajar di sekolah dirasa masih kurang mencukupi kebutuhan guru maupun siswa dalam melaksanakan pembelajaran.

- Buku pelajaran yang tersedia di sekolah kurang menarik untuk dibaca dan kurang memenuhi pemahaman konsep bagi siswa.

- Siswa merasa kesulitan dalam pembelajaran kimia.

- Siswa merasa jenuh dalam pembelajaran kimia jika kurang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

- Kurangnya mengeksplor lebih jauh antara materi kimia dengan realita kehidupan yang terkait.

Pembelajaran yang diharapkan

- Penggunaan bahan ajar berupa modul diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran.

- Penggunaan e-modul yang menarik diharapkan dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar.

- Penggunaan e-modul diharapkan dapat memudahkan siswa dalam belajar dan melatih kemandirian siswa.

- Siswa mampu memahami konsep, prinsip, hukum, dan teori kimia dan penerapannya dalam kehidupan.

Pengembangan e-modul pembelajaran kimia berbasis SETS.

E-modul pembelajaran kimia berbasis SETS pada materi sifat koligatif larutan.

E-modul dikemas secara sistematis, dan didesain agar siswa dapat menggunakannya

secara mandiri.

Membantu siswa menghubungkan konsep sains (sifat koligatif larutan), dengan teknologi,

lingkungan dan masyarakat

33 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN