• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Cashback dan gratis ongkir terhadap

Dalam dokumen SKRIPSI. Disusun Oleh : RIKKA PRATIWI WALGA (Halaman 128-200)

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.7 Pembahasan

4.7.1 Pengaruh Cashback dan gratis ongkir terhadap

Berdasarkan data-data yang telah diuji sebelumnya dapat diketahui bahwa seluruh pernyataan yang terdapat dalam variabel independen yaitu Cashback dan gratis ongkir (X1) adalah valid dan reliabel sehingga dapat digunakan dalam penelitian ini. Cashback merupakan diskon harga atas barang yang akan dibeli.

Andika et al., (2021) menjelaskan bahwa cashback bisa diartikan sebagai penawaran yang diberikan pada pembeli dimana pembeli akan menerima persentase pengembalian uang tunai atau virtual setelah belanja. Marketplace Shopee, Tokopedia, Bukalapak merupakan salah satu marketplace yang menyediakan cashback untuk pembelinya. Pada penelitian ini peneliti menggunakan lima indikator. Menurut fitri dan khusnul, (2020) Indikator cashback adalah ketertarikan seseorang terhadap sistem, kecenderungan seseorang untuk sering menggunakan dalam berbagai jenis transaksi, mendorong keinginan untuk menggunakan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Sari (2019) indikator dari gratis ongkos kirim, yaitu gratis ongkos kirim memiliki daya tarik, gratis

ongkos kirim mendorong melakukan pembelian. Mayoritas responden berpenghasilan atau memiliki uang saku sebesar Rp 500.000 - Rp 1.000.000 hal ini berkaitan dengan latar belakang responden yang masih mahasiswa dan mengandalkan pemberian dari orang tua. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cashback dan gratis ongkir menimbulkan minat beli ulang pada konsumen terutama mahasiswa yang menjadi responden dalam penelitian ini,

Berdasarkan hasil analisis dengan hasil thitung sebesar 3, 457 untuk variabel cashback dan gratis ongkir (X1) terhadap minat beli ulang (Y). diperoleh pada aplikasi Shopee nilai thitung 3.457 > 2.045 dengan nilai signifikan (0.002<0.05) dan koefisien regresi bernilai positif sebesar 0.729 hal ini menunjukkan bahwa variabel cashback dan gratis ongkir (X1) berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang (Y) dan Ha1.1 Diterima. Namun pada hasil analisis diperoleh pada Tokopedia nilai thitung 0.764<2.045 dengan nilai signifikan (0.451>0.05) dan koefisien regresi bernilai positif sebesar 0,165 Hal ini menunjukkan bahwa variabel Cashback dan gratis ongkir (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang (Y) dan H0 2.1 Diterima. Sedangkan hasil analisis data pada Bukalapak diperoleh nilai thitung 1.097 dengan nilai signifikan (1.097 < 0.05) dan koefisien regresi bernilai positif sebesar 0.282 hal ini menunjukkan bahwa variabel Cashback dan gratis ongkir (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang (Y) dan H0 3.1 diterima.

Berdasarkan hasil analisis pada aplikasi Shopee dinyatakan terdapat pengaruh cashback dan gratis ongkir terhadap minat beli ulang dikarenakan Shopee sering memberikan potongan ongkos kirim bahkan gratis ongkos kirim dengan minimal belanja yang telah ditetapkan. Dengan adanya potongan ongkos

kirim ini, banyak orang yang menyukai Shopee karena ongkos kirim memang sering memberatkan pengguna dalam berbelanja. Konsumen dapat menikmati gratis ongkir, konsumen harus melakukan pembelian dengan minimal belanja Rp30.000; per toko dalam 1 (satu) kali checkout, dan konsumen akan mendapatkan gratis ongkir hingga Rp40.000; gratis ongkir berlaku untuk pengiriman pengembalian barang dari pembeli ke penjual untuk pesanan yang retur.

Berdasarkan hasil analisis pada aplikasi Tokopedia dinyatakan tidak terdapat pengaruh cashback dan gratis ongkir terhadap minat beli ulang hal ini terjadi karena pesanan yang mendapatkan bebas ongkir hanya pesanan pertama yang berhasil di checkout. Fitur bebas ongkir tidak dapat digunakan oleh pengguna yang bertransaksi sebagai dropshipper, namun fitur bebas ongkir hanya dapat digunakan pada aplikasi Tokopedia versi terbaru. Fitur bebas ongkir hanya dapat digunakan untuk pengiriman instant/same day/reguler/cargo dengan menggunakan kurir mitra yang terbatas yaitu antar aja, Grab, Go Send, JNE.

Sicepat. Konsumen akan menerima Cashback apabila konsumen mengaktifkan Go pay, apabila nomor Gopay tidak sama dengan nomor Tokopedia maka konsumen tidak akan menerima cashback .

Berdasarkan hasil analisis pada aplikasi Bukalapak dinyatakan tidak terdapat pengaruh cashback dan gratis ongkir terhadap minat beli ulang hal ini terjadi karena bukalapak jarang memberikan potongan ongkos kirim atau gratis ongkos kirim. Pencairan dana cashback melalui Bukadompet Bukalapak tergolong cukup lama, biasanya konsumen membutuhkan waktu lebih dari satu hari.

Hasil penelitian pada Shopee sejalan dengan penelitian Santona, (2021) namun Hasil pada penelitian Tokopedia dan Bukalapak tidak sejalan dengan penelitian Santona, (2021) yang berjudul marketplace’s perceived ease of use, harga dan promosi terhadap minat beli ulang konsumen, dengan hasil penelitian variabel promosi cashback dan gratis ongkir berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang. Hal ini berarti promosi yang menarik dapat meningkatkan minat beli ulang konsumen di situs maupun aplikasi Tokopedia.

4.7.2 Pengaruh Kepuasan Konsumen Terhadap Minat Beli Ulang

Berdasarkan data-data yang telah diuji sebelumnya dapat diketahui bahwa seluruh pernyataan yang terdapat dalam variabel independen yaitu kepuasan konsumen (X2), adalah valid dan reliabel sehingga dapat digunakan dalam penelitian ini. Menurut Hasan (Daga 2017:77), kepuasan atau ketidakpuasan merupakan respon konsumen terhadap evaluasi ketidakpuasan yang dipersepsikan antara harapan sebelum pembelian dari kinerja produk atau jasa yang dirasakan setelah pemakaiannya. Tanggapan yang ditunjukkan oleh konsumen terhadap pelayanan atau kinerja (hasil) yang diterima, kemudian konsumen akan membandingkan kinerja (hasil) dengan harapan yang diinginkan. Pada penelitian ini peneliti menggunakan 5 indikator menurut Pratiwi, (2021) yaitu, customer expectation, perceived quality sedangkan menurut Tjiptono (2014:101) menciptakan word of mouth, re-purchase, dan perceived value.

Berdasarkan hasil analisis pada aplikasi Shopee dinyatakan terdapat pengaruh kepuasan konsumen terhadap minat beli ulang hal ini dapat dilihat dari uji T kepuasan konsumen (X2) terhadap minat beli ulang (Y) dimana nilai thitung

lebih besar dari ttabel yaitu, pada Shopee dengan hasil thitung sebesar 2,947 diperoleh pada Shopee nilai thitung 2,947>2.045 dengan nilai signifikan (0,006>0,05) dan koefisien regresi bernilai positif sebesar 0,006 hal ini menunjukkan bahwa variabel kepuasan konsumen (X2) berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang (Y). Ha2.1 diterima. Namun berdasarkan hasil analisis pada aplikasi Tokopedia dinyatakan terdapat pengaruh kepuasan konsumen (X2) terhadap minat beli ulang (Y) dimana nilai thitung lebih besar dari ttabel yaitu 2,382>2.045 dengan nilai signifikan (0,024>0,05) dan koefisien regresi bernilai positif sebesar 0,024 hal ini menunjukkan bahwa variabel kepuasan konsumen (X2) berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang (Y), maka Ha 2.2 diterima. Namun hasil analisis pada aplikasi Bukalapak dinyatakan tidak terdapat pengaruh dengan hasil thitung sebesar 1,280 untuk variabel kepuasan konsumen (X2) terhadap minat beli ulang (Y) di peroleh nilai thitung 1,280 < 2,045 dengan nilai signifikan (0,211 >

0,05) dan koefisien regresi tidak bernilai positif sebesar 0,211 hal ini menunjukkan bahwa variabel kepuasan konsumen (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang (Y), H0 2.3 diterima.

Berdasarkan hasil analisis pada aplikasi Shopee dinyatakan terdapat pengaruh kepuasan konsumen (X2) terhadap minat beli ulang (Y) di karenakan Shopee sering mengadakan promo, saat ini Shopee menjadi salah satu marketplace paling sering mengadakan promo. Ada berbagai jenis promo dan game yang disediakan mulai dari diskon hingga 99%, cashback , gratis ongkir, Shopee koin dan Shopeepay, serta Shopee game apabila di mainkan secara konsisten oleh konsumen maka konsumen akan mendapatkan koin Shopee. Selain itu, Shopee memiliki pilihan layanan pengiriman yang banyak seperti J&T, JNE,

Id Express, Pos Indonesia, Sicepat, Antaraja, Metode Pembayaran COD bahkan Shopee memiliki ekspedisi pengiriman sendiri dengan nama jasa Shopee express, dimana pada pelacakan status pakek Shopee juga menampilkan fitur Google Maps jadi konsumen dapat melihat status paket konsumen tanpa harus melakukan pelacakan nomor resi.

Berdasarkan hasil analisis pada Tokopedia dinyatakan terdapat pengaruh kepuasan konsumen (X2) terhadap minat beli ulang (Y) dikarenakan konsumen merasa aman, Salah satu alasan konsumen takut bertransaksi online adalah masalah keamanan, banyak yang takut menjadi korban penipuan. Ketika transaksi melalui Tokopedia tidak perlu takut karena seluruh transaksi melalui Tokopedia.

Dalam hal ini Tokopedia bertindak sebagai agen escrow, jadi ketika kita memesan barang, maka uang yang kamu transfer akan masuk rekening Tokopedia terlebih dahulu. Ketika barang sudah kamu terima dan kamu merasa puas, kemudian Tokopedia meneruskan uang yang kamu transfer ke penjual. Sebaliknya, jika konsumen tidak puas konsumen dapat mengirim kembali barang yang di order dan konsumen bisa refund uang yang konsumen transfer dengan cepat dan praktis, dan proses refund di Tokopedia sangat cepat apabila konsumen melakukan pembatalan transaksi, maka uang yang konsumen transfer akan langsung masuk ke saldo akun Tokopedia konsumen. Proses refund saldo tidak memakan waktu yang lama tidak sampai 2 jam dana langsung masuk ke rekening yang konsumen gunakan. Tokopedia juga menyediakan kategori khusus UMKM dan Tokopedia banyak mempromosikan produk lokal di berbagai promosinya.

Berdasarkan hasil analisis pada aplikasi Bukalapak dinyatakan tidak terdapat pengaruh kepuasan konsumen (X2) terhadap minat beli ulang (Y) karena

bukalapak memiliki tampilan website yang kurang mengesankan, dimana terdapat garis batas kontras antara konten yang di sebar dengan baground konten tersebut, penjual yang menetapkan banyak pilihan pengiriman juga sedikit, pada fitur pencarian produk biasanya tidak berfungsi ataupun terkadang loadingnya terlalu lama di website bukalapak, ketika konsumen memiliki masalah terhadap produk yang di beli dan konsumen melakukan complain terhadap customer servise Bukalapak respon dari CS dalam menanggapi permasalahan sangat lama, bahkan dalam menunggu balasan complain tersebut konsumen harus menunggu balasannya 2 sampai 3 hari.

Hasil penelitian pada Shopee dan Tokopedia sejalan dengan penelitian terdahulu Muhammad Shendy Alvian, Bulan Prabawani (2021) melakukan penelitian dalam jurnalnya yang berjudul “pengaruh sales promotion dan keragaman produk pada Shopee terhadap minat beli ulang melalui kepuasan konsumen sebagai variabel intervening” dengan hasil penelitian kepuasan konsumen berpengaruh terhadap minat beli ulang. Semakin tinggi Kepuasan Pelanggan maka semakin tinggi minat beli ulang dan sebaliknya semakin rendah Kepuasan Pelanggan maka semakin rendah minat beli ulang.

Hasil pada penelitian Bukalapak tidak sejalan dengan penelitian Albi et al., 2021 dalam jurnalnya yang berjudul pengaruh kualitas layanan dan kepuasan pelanggan terhadap minat beli ulang pada aplikasi belanja Online X, berdasarkan hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang.

4.7.3 Pengaruh Keragaman Produk Terhadap Minat Beli Ulang

Berdasarkan data-data yang telah diuji sebelumnya dapat diketahui bahwa seluruh pernyataan yang terdapat dalam variabel independen keragaman produk (X3) adalah valid dan reliabel. Menurut Kotler & Keller (2012:25) keragaman produk adalah tersedianya semua jenis produk mulai dari banyaknya jumlah, kesesuain dengan selera dan keinginan serta ketersediaan produk yang ditawarkan untuk dimiliki, dipakai atau di konsumsi, oleh konsumen yang dihasilkan oleh suatu produsen. Menurut James (Oetomo, 2012) keragaman produk adalah kelengkapan produk yang menyangkut kedalaman, luas dan kualitas produk yang ditawarkan juga ketersediaan produk tersebut pada setiap saat. Pada penelitian ini peneliti menggunakan 3 indikator menurut Kotler dan Keller (2015) yaitu Kelengkapan produk yang ditawarkan, variasi produk yang ditawarkan, dan variasi kualitas produk yang ditawarkan

Berdasarkan hasil analisis dengan nilai ttabel 2,045 untuk variabel keragaman produk (X2) terhadap minat beli ulang (Y) di peroleh pada Shopee nilai thitung 0,556<2,045 dengan nilai signifikan (0,576>0,05) dan koefisien regresi tidak bernilai positif sebesar 0,576 hal ini menunjukkan bahwa di Shopee variabel keragaman produk (x2) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang (Y). H03.1 diterima. Sedangkan pada Tokopedia dengan hasil thitung sebesar 2,780 untuk variabel keragaman produk (X2) terhadap minat beli ulang (Y) di peroleh pada Tokopedia nilai thitung 2,780>2,045 dengan nilai signifikan (0,009>0,05) dan koefisien regresi bernilai positif sebesar 0,009 hal ini menunjukkan bahwa variabel keragaman produk (X2) berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang (Y). Ha3.2 Diterima. Namun, hasil penelitian pada

Bukalapak menunjukkan hasil Thitung sebesar 0,150 untuk variabel keragaman produk (X2) terhadap minat beli ulang (Y) di peroleh pada Bukalapak nilai thitung 0,150 < 2,045 dengan nilai signifikan (0,882>0,05) dan koefisien regresi tidak bernilai positif sebesar 882 hal ini menunjukkan bahwa variabel keragaman produk (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang (Y). H03.3 diterima.

Berdasarakan hasil analisis pada Shopee dinyatakan bahwa variabel keragaman produk (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang (Y) karena di shopee terdapat banyak penjual, banyaknya produk yang tersedia di Shopee, merupakan dampak dari banyaknya penjual. Umumnya produk yang sama tidak hanya dijual oleh satu penjual saja, namun banyak penjual yang menjual barang yang sama namun harganya berbeda. Kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk membandingkan harga guna mencari harga termurah. Tetapi untuk melakukan hal ini, pembeli harus jeli dan sabar untuk mendapatkan barang yang memiliki harga paling murah. Ketika sedang ada banyak program promo seperti promosi cashback ekstra pada hari belanja nasional aplikasi Shopee terlalu berat bekerjanya, hal ini menjadikan loading aplikasi Shopee menjadi lama dan error saat diakses bahkan apabila Shopee memberikan promosi besar-besaran seperti memberikan harga sangat murah bahkan Shopee sering memberikan harga Rp 1 (satu rupiah) untuk logam mulia, headphone, baju bermerek, kulkas dan barang lainnnya, jarang sekali konsumen mendapatkan produk tersebut, karena Shopee memperbolehkan sistem boot dalam ordernya, jadi hanya konsumen tertentu yang memiliki boot yang bisa mendapatkan produk-produk promosi besar tersebut, konsumen yang tidak memiliki boot tidak akan bisa mendapatkan produk

tersebut, ketika konsumen melakukan order walaupun tepat waktu maka aplikasi nya akan menjadi lemot dan produk akan cepat habis dalam beberapa detik saja.

Berdasarkan hasil analisis pada Tokopedia dinyatakan terdapat pengaruh keragaman produk (X2) terhadap minat beli ulang (Y) dikarenakan banyak barang yang relatif murah dari biasanya, hal ini karena adanya perang harga antar pedagang dan secara tidak langsung hal ini menjadi keuntungan bagi pembeli, di tokopedia juga menyediakan fitur untuk membeli pulsa, kuota, tiket,listrik bahkan di tokopedia konsumen bisa melakukan pembelian tambah daya listrik dengan harga yang murah daripada harga yang ditawarkan pln official karena di Tokopedia memberikan potongan harga melalui cashback yang diterima konsumen.

Berdasarkan hasil analisis pada Bukalapak dinyatakan bahwa variabel keragaman produk (x2) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang (Y) karena Jumlah barang dan variasi yang ada di bukalapak sangat sedikit dibandingkan marketplace lain, tidak adanya fitur diskusi, sehingga saat ingin mengetahui informasi produk konsumen harus langsung chat penjual, jika mengunjungi bukalapak melalui website, konsumen akan menemui deskripsi yang letaknya di bawah foto dan cukup jauh. Sebaiknya, konsumen bisa melihat foto sambil membaca deskripsi.

Hasil penelitian pada Tokopedia sejalan dengan pengan penelitian terdahulu Muhammad Shendy Alvian dan Bulan Prabawani (2021) melakukan penelitian dalam jurnalnya yang berjudul “pengaruh sales promotion dan keragaman produk pada Shopee terhadap minat beli ulang melalui kepuasan konsumen sebagai variabel intervening” hasil dari penelitiannya adalah

keragaman produk berpengaruh terhadap minat beli ulang. semakin tinggi keragaman produk maka semakin tinggi minat beli ulang dan sebaliknya semakin kurang keragaman produk maka semakin rendah minat beli ulang

Hasil penelitian Shopee dan Bukalapak sejalan dengan penelitian ultami, (2020) dalam jurnalnya yang berjudul pengaruh desain produk, keragaman produk, dan harga terhadap keputusan pembelian pada online shop giyomi melalui Shopee hasil dari penelitiannya yaitu Keragaman produk tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada online shop Giyomi melalui Shopee dapat diartikan adanya keragaman produk, tidak selalu membuat terjadinya keputusan pembelian di Giyomi. Berdasar karakteristik responden untuk kategori produk yang sering dibeli, dapat dilihat bahwa tidak semua kategori mempunyai penjualan yang memuaskan.

4.7.4 Pengaruh Cashback dan gratis ongkir, kepuasan konsumen, Keragaman Produk Terhadap Minat Beli Ulang.

Berdasarkan hasil analisis sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa cashback dan gratis ongkir, kepuasan konsumen, keragaman produk berpengaruh terhadap minat beli ulang, namun untuk Bahwa dalam hal ini konsumen yang saya teliti adalah mahasiswa, mahasiswa tersebut pada umumnya cenderung melakukan pembelian pada produk skincare dan fashion sehingga menyebabkan Platform Bukalapak menjadi tidak berpengaruh secara signifikan sebab Bukalapak lebih condong kepada penyediaan produk berupa spesial goods, yang kemungkinan besar menyebabkan responden yang saya ambil bukan merupakan penguna real dari Bukalapak yang menggunakan barang seperti spesial goods, akan tetapi lebih kepada responden yang pernah melakukan pembelian tiga kali di platform

Bukalapak. Menurut Hellier (Gama, 2020:1) pembelian ulang dapat diartikan sebagai minat seseorang untuk melakukan pembelian, pada satu perusahaan tertentu yang didasarkan pada pengalaman sebelumnya. Hal tersebut menyebabkan konsumen yang berbelanja secara online akan melakukan pembelian ulang di situs online melalui pengalaman pembelian sebelumnya. Pada penelitian ini peneliti menggunakan 5 indikator yaitu Menurut Ferdinan (2014:8) kepuasan pelanggan, kualitas layanan, persepsi merek, minat eksploratif , harga.

Berdasarkan hasil pengujian Simultan pada aplikasi Shopee Diperoleh nilai fhitung lebih besar dibandingkan ftabel yaitu 19.709 > 3.09 atau berdasarkan nilai sig. yaitu 0.000 < 0.05 pada aplikasi Tokopedia diperoleh nilai fhitung lebih besar dibandingkan ftabel yaitu 16.917 > 3.09 atau berdasarkan nilai sig. yaitu 0.000 < 0.05, dan hasil pengujian simultan pada aplikasi Bukalapak diperoleh nilai fhitung lebih besar dibandingkan ftabel yaitu 4,938 > 3.09 atau berdasarkan nilai sig. yaitu 0.007 < 0.05. maka dapat disimpulkan bahwa variabel cashback dan gratis ongkir (X1) kepuasan konsumen (X2), dan keragaman produk (X3) berpengaruh secara simultan (bersama-sama) terhadap variabel minat beli ulang (Y) di aplikasi Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak pada mahasiswa pengguna aplikasi Shopee,Tokopedia, dan Bukalapak di Universitas Sumatera Utara.

Sementara itu hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R Shopee yaitu 0.819, Tokopedia 0.798 dan Bukalapak 0.581 dimana nilai koefisien ini menunjukkan hubungan antara cashback dan gratis ongkir, kepuasan konsumen, dan keragaman produk terhadap variabel minat beli ulang yang cukup erat dan nilai Adjusted R Square Shopee menunjukkan bahwa sebesar 63,7% sedangkan sisanya sebesar 36,3 dipengaruhi dipengaruhi oleh variabel lain variabel lain, pada

Tokopedia sebesar 59,9% sedangkan sisanya sebesar 40,1% dipengaruhi dipengaruhi oleh variabel lain variabel lain, dan pada bukalapak sebesar 27%

sedangkan sisanya sebesar 73% dipengaruhi dipengaruhi oleh variabel lain variabel lain. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis dapat diterima, dimana Ha3.1, Ha 3.2, Ha 3.3 diterima yaitu terdapat pengaruh cashback dan gratis ongkir, kepuasan konsumen, dan keragaman produk terhadap variabel minat beli ulang, pada mahasiswa pengguna aplikasi Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak di Universitas Sumatera Utara yang berarti jika variabel cashback dan gratis ongkir, kepuasan konsumen, dan keragaman produk meningkat, maka akan berdampak positif terhadap variabel minat beli ulang.

126 BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dalam penelitian ini adalah, sebagai berikut:

1. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang cashback dan gratis ongkir pada marketplace, hanya aplikasi Shopee yang dapat mempengaruhi minat beli ulang pada mahasiswaa USU. Hal ini dikarenakan dengan adanya promosi cashback dan gratis ongkir tersebut membuat mahasiswa lebih hemat ketika melakukan transaksi belanjan online.

2. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang kepuasan konsumen pada marketplace, hanya aplikasi Shopee dan tokopedia yang dapat mempengaruhi minat beli ulang pada mahasiswaa USU. Hal ini dikarenakan konsumen dapat melihat riview produk pada penilaian produk, walaupun konsumen melakukan pembelian secara online konsumen dapat melihat hal baik dan buruk produk yang akan di belinya ketika produk yang di beli konsumen sesuai dengan ekspetasi mereka maka rasa puas tersebut muncul di hati konsumen sehingga terjadinya pembelian kembali atas produk tersebut.

3. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang keragaman produk pada marketplace, hanya aplikasi tokopedia yang dapat mempengaruhi minat beli ulang pada mahasiswaa USU. Hal ini dikarenakan banyak barang yang relatif murah dari biasanya, hal ini karena adanya perang harga antar pedagang dan secara tidak langsung hal ini menjadi keuntungan bagi pembeli, di tokopedia

juga menyediakan fitur untuk membeli pulsa, kuota, tiket,listrik bahkan di tokopedia konsumen bisa melakukan pembelian tambah daya listrik dengan harga yang murah daripada harga yang ditawarkan PLN official karena di Tokopedia memberikan potongan harga melalui cashback yang diterima konsumen.

4. Sedangkan cashback dan gratis ongkir, kepuasan konsumen, keragaman produk pada marketplace, semua aplikasi yaitu Shopee, Tokopedia dan Bukalapak dapat mempengaruhi minat beli ulang pada mahasiswaa USU.

Karena berbelanja melalui marketplace memberikan banyak keuntunngan bagi konsumen seperti keuntungan dari potongan harga produk dan biaya pengiriman, konsumen dapat menghemat waktu dalam berbelanja, dan konsumen juga lebih mudah untuk menemukan produk yang di butuhkan.

konsumen tidak perlu lagi mendatangi lokasi toko untuk bebelanja karena setiap transaksi dapat dilakukan secara online.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:

1. Aplikasi Shopee

a) Berdasarkan jawaban dari responden dengan pernyataan, barang yang konsumen beli di Shopee tidak rusak meskipun harganya lebih murah dari toko offline, dalam rangka menjaga kepuasan konsumen pihak Shopee bisa meningkatkan mutu, keamanan, produk selama pengiriman barang kepada konsumen. sehingga pihak shopee dapat meningkatkan komunikasinya kepada penjual di Shopee untuk menjaga packaging supaya keamanan dan kualitas

produk yang sampai ke konsumen tetap terjaga tidak terjadi kecacatan dan kerusakan.

b) Dalam rangka menjaga minat beli ulang pengguna pada aplikasi Shopee. Pihak Shopee dapat memberikan voucher-voucher yang mudah untuk di klaim konsumennya, hal ini dikarenakan bahwa beberapa konsumen mendapatkan kesulitan selama proses pengklaiman voucher sehingga dapat berimbas pada minat beli konsumen, karena susahnya mengklaim voucher tersebut. Karena sistem klaim voucher gratis ongkir yang saat ini di berlakukan oleh Shopee hanya mudah di pahami oleh konsumen yang biasa belanja di marketplace, apabila konsumen yang tidak sering melakukan pembelian di marketplace

b) Dalam rangka menjaga minat beli ulang pengguna pada aplikasi Shopee. Pihak Shopee dapat memberikan voucher-voucher yang mudah untuk di klaim konsumennya, hal ini dikarenakan bahwa beberapa konsumen mendapatkan kesulitan selama proses pengklaiman voucher sehingga dapat berimbas pada minat beli konsumen, karena susahnya mengklaim voucher tersebut. Karena sistem klaim voucher gratis ongkir yang saat ini di berlakukan oleh Shopee hanya mudah di pahami oleh konsumen yang biasa belanja di marketplace, apabila konsumen yang tidak sering melakukan pembelian di marketplace

Dalam dokumen SKRIPSI. Disusun Oleh : RIKKA PRATIWI WALGA (Halaman 128-200)