• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengelolaan Perbendaharaan Negara yang Efektif dan Efisien

AKUNTABILITAS KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

4. Pengelolaan Perbendaharaan Negara yang Efektif dan Efisien

Pengelolaan perbendaharaan negara yang efektif dan efisien adalah kemampuan BUN untuk mengawal pelaksanaan kebijakan dan perbendaharaan berjalan secara efektif dan efisien dengan memastikan kegiatan pelaksanaan anggaran baik pada BA Kementerian Negara/Lembaga

32 maupun BA BUN berjalan sesuai dengan ketentuan/kebijakan Pelaksanaan Anggaran. Dalam pencapaian sasaran strategis ini, Direktorat Pelaksanaan Anggaran mengidentifikasikan 3 (tiga) Indikator Kinerja Utama (IKU) yang pencapaiannya ditabulasikan dalam Tabel 3.10.

Tabel 3.10.

Capaian IKU pada Sasaran Strategis Pengelolaan Perbendaharaan Negara yang Efektif dan Efisien Tahun 2020

Kode Indikator Kinerja Target Realisasi Nilai

4a-N Indeks penyusunan dan tindak lanjut Reviu Pelaksanaan Anggaran, Spending Review, dan Laporan Khatulistiwa (KFR gabungan)

3 3,38 112,67%

4b-N Persentase implementasi kebijakan peningkatan

efisiensi dan efektivitas pelaksanaan anggaran 100% 100% 100%

4c-N Nilai kinerja pengelolaan penyaluran DAK dan Dana

Desa 80 98,80 120%

Indeks Penyusunan dan Tindak Lanjut Reviu Pelaksanaan Anggaran, Spending Review, dan Laporan Khatulistiwa (KFR Gabungan)

Indeks penyusunan dan tindak lanjut Reviu Pelaksanaan Anggaran, Spending Review, dan Laporan Khatulistiwa (KFR Gabungan) adalah angka yang menunjukkan ketepatan waktu penyelesaian serta upaya penyampaian feedback atas Laporan RPA, SR, dan Laporan Khatulistiwa (KFR gabungan) yang disusun Direktorat Pelaksanaan Anggaran sesuai amanat PMK No. 195/PMK.05/2018 tentang Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Belanja Kementerian Negara/Lembaga. IKU ini bertujuan untuk mendorong ketepatan waktu penyelesaian dan kemanfaatan laporan RPA, Spending review, dan Laporan Khatulistiwa (KFR gabungan) bagi stakeholders dalam pengambilan keputusan untuk perumusan, penyusunan, perubahan, dan penyempurnaan kebijakan/regulasi. Rumus IKU ini adalah:

IPTL =

Rata-rata IPL + Rata-rata ITL

2 Keterangan:

IPTL = Indeks penyusunan dan tindak lanjut Reviu Pelaksanaan Anggaran, Spending Review, dan Laporan Khatulistiwa (KFR gabungan).

33 IPL = Indeks Penyusunan Laporan, merupakan indeks yang menunjukkan ketepatan waktu

penyelesaian Laporan RPA, SR, dan Laporan Khatulistiwa (KFR gabungan) sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan dalam Surat Edaran atau yang dipersamakan, terkait petunjuk teknis penyusunan RPA, SR, dan Laporan Khatulistiwa (KFR gabungan).

ITL = Indeks Tindak Lanjut Laporan, merupakan indeks yang menunjukan level upaya feedback berupa penyampaian hasil laporan kepada stakeholder terkait.

Dengan rincian sebagai berikut:

i. Laporan SR hanya disusun 1x (pada Semester I) dan sesuai SE Direktur Jenderal Perbendaharaan Laporan SR disusun paling lambat hari terakhir minggu IV bulan Februari.

ii. Laporan RPA termasuk RPA Tematik (apabila ada) bahwa batas waktu Penyusunan RPA Nasional, berdasarkan pedoman penyusunan RPA Nasional diatur dengan nota dinas Direktur Pelaksanaan Anggaran.

iii. Laporan Khatulistiwa hanya disusun 1x (pada Semester II) dan penyelesaian Laporan Khatulistiwa pada akhir bulan September.

Nilai waktu Indeks Ketepatan Waktu penyusunan RPA, Spending Review, dan Laporan Khatulistiwa (KFR gabungan):

4 = lebih awal (menyelesaikan laporan lebih awal dari waktu yang ditentukan) 3 = tepat waktu (menyelesaikan laporan sesuai dengan waktu yang ditentukan) 2 = terlambat (menyelesaikan laporan terlambat antara 2 sampai 4 hari kerja) 1 = sangat terlambat (menyelesaikan laporan terlambat lebih dari 5 hari kerja) 0 = laporan tidak selesai disusun

Nilai Indeks Tindak Lanjut Laporan RPA, Spending Review, dan Laporan Khatulistiwa (KFR gabungan):

4 = hasil laporan diseminasikan kepada stakeholder terkait

3 = hasil laporan disampaikan secara resmi dan tertulis kepada stakeholder eksternal DJPb 2 = hasil laporan disampaikan secara resmi dan tertulis kepada stakeholder internal DJPb

34 1 = hasil laporan disampaikan secara lisan kepada stakeholder

0 = tidak ada tindak lanjut

Target IKU tersebut untuk tahun 2020 adalah sebesar 3 (skala 4) atau sama dengan target tahun 2019. Indeks penyusunan dan tindak lanjut Reviu Pelaksanaan Anggaran, Spending Review, dan Laporan Khatulistiwa (KFR Gabungan) diperoleh dengan uraian sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 3.11.

Tabel 3.11

Perhitungan Realisasi IKU Indeks Penyusunan dan Tindak Lanjut Reviu Pelaksanaan Anggaran, Spending Review, dan Laporan Khatulistiwa (KFR Gabungan) Tahun

2020

Indikator Kinerja Q1 Q2 Q3 Q4 Y

Target Real Target Real Target Real Target Real Target Real Indeks Penyusunan dan

Tindak Lanjut RPA, SR,

dan Laporan Khatulistiwa (KFR

- - 3 3,25 - - 3 3,5 3 3,38

Capaian IKU tersebut didukung oleh beberapa aktivitas/kegiatan yang telah dilakukan pada Tahun 2020, yaitu sebagai berikut:

a. Telah disusun Laporan Spending Review Efektivitas: Output Strategis Sektoral Tahun 2019 pada bulan Januari 2020 (lebih awal). Laporan tersebut disampaikan ke DJA melalui Nota Dinas Direktur Pelaksanaan Anggaran Nomor ND-18/PB.2/2020 tanggal 10 Januari 2020.

b. Telah disusun RPA Nasional Semester II Tahun 2019 pada bulan Juni 2020 (tepat waktu).

Laporan tersebut disampaikan ke Kanwil DJPb melalui Nota Dinas Direktur Pelaksanaan Anggaran nomor ND-573/PB.2/2020 tanggal 1 Juli 2020.

c. Telah disusun Laporan Khatulistiwa 2019 pada bulan Agustus 2020 (lebih awal). Analisis spasial pada laporan tersebut disampaikan kepada Direktorat Jenderal Anggaran dan digunakan untuk Penyusunan Nota Keuangan RAPBN Tahun 2021.

d. Telah disusun RPA Nasional Semester I Tahun 2020 pada bulan September 2020 (lebih awal). Laporan tersebut disampaikan kepada Kanwil DJPb melalui Nota Dinas Direktur Pelaksanaan Anggaran nomor ND-787/PB.2/2020 tanggal 30 September 2020.

35 Selain itu, terdapat rekomendasi rencana aksi (action plan) untuk meningkatkan capaian mendatang IKU tersebut yang akan dilakukan selama tahun 2021, yaitu penyempurnaan petunjuk teknis penyusunan RPA Kanwil untuk mempermudah penyelesaian laporan oleh Kanwil dan proses kompilasi oleh Kantor Pusat:

1. standardisasi analisis; dan

2. fasilitasi pengumpulan dan akses data primer pendukung analisis.

Persentase Implementasi Kebijakan Peningkatan Efisiensi dan Efektivitas Pelaksanaan Anggaran

Persentase implementasi kebijakan peningkatan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan anggaran merupakan rata-rata progress penyelesaian atas tahapan-tahapan implementasi atas regulasi/proses bisnis baru yang direncanakan pada tahun 2020 ataupun optimalisasi atas proses bisnis yang telah ditetapkan pada periode sebelumnya dalam rangka efisiensi dan efektivitas pelaksanaan anggaran K/L. Pada tahun 2020 ini terdapat 4 (empat) kebijakan peningkatan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan anggaran yang meliputi Otomasi MP PNBP tahap II, Optimalisasi penggunaan KKP di dalam negeri, Piloting penggunaan KKP pada satker luar negeri, dan Percepatan dan peningkatan ketepatan penyaluran bansos. Rumus IKU ini adalah:

Σ(Otomasi MP PNBP thp II x bobot nilai) + Σ(Optimalisasi penggunaan KKP Dalam Negeri x bobot nilai) + Σ(Piloting KKP Luar Negeri x bobot nilai) + Σ(Percepatan dan Ketepatan

Penyaluran Bansos dan Banper x bobot nilai)

Target IKU Persentase implementasi kebijakan peningkatan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan anggaran adalah sebesar 100%. Capaian Persentase implementasi kebijakan peningkatan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan anggaran diperoleh dengan uraian sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 3.12.

36 Tabel 3.12

Perhitungan Realisasi IKU Persentase Implementasi Kebijakan Peningkatan Efisiensi dan Efektivitas Pelaksanaan Anggaran Tahun 2020

Indikator Kinerja Q1 Q2 Q3 Q4 Y

Targe Real Targe Real Targe Real Targe Real Targe Real Persentase Implementasi

Progress tindak lanjut implementasi kebijakan peningkatan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan anggaran diuraikan sebagai berikut:

a. Otomasi MP PNBP Tahap II

• Pembentukan tim dengan SK Direktur PA No. 2/PB.2/2020 tgl 21 Januari 2020 tentang Pembentukan Tim Otomasi MP PNBP Terpusat Fase II dan pengajuan UR dengan ND nomor ND-45/PB.22/2020 hal Penyampaian Dokumen Spesifikasi Kebutuhan Pembangunan Sistem Otomasi MP PNBP Terpusat.

• Penerbitan Perdirjen Nomor PER-21/PB/2020 tentang Mekanisme Penetapan MP PNBP Secara Elektronik.

• Penyelesaian pembangunan Sistem Otomasi MP PNBP meliputi perancangan desain analisis sistem, developing dabatase sistem program aplikasi, UAT Sistem Otomasi MP PNBP, Interkoneksi dengan SPAN/SAS, dan finalisasi sistem otomasi.

• Telah ditetapkan K/L yang mengimplementasikan Modul MP PNBP berdasarkan Kepdirjen No KEP-262/PB/2020 tanggal 17 November 2020 dan KEP-274/PB/2020 tanggal 30 November 2020.

b. Optimalisasi Penggunaan KKP di Dalam Negeri

• Berkoordinasi dan bersinergi dengan Ditjen Pajak dalam penerbitan PMK Nomor 231/PMK.3/2019 tentang Tata Cara Pendaftaran dan Penghapusan NPWP, Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan PKP, serta Pemotongan dan/atau Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Bagi Instansi, yang mengatur bahwa Bendahara Pengeluaran tidak memiliki kewajiban sebagai Wajib Pungut/Wajib Potong/Wajib Setor PPh Pasal 22 dan PPN atau PPN dan PPnBM atas belanja barang/jasa dengan menggunakan KKP.

• Pengembangan aplikasi SAS/SAKTI/OMSPAN 2020 untuk mendukung implementasi KKP.

37

• Penyusunan petunjuk teknis implementasi KKP nomor ND-271/PB/2020.

• Pelaksanaan rapat internal mengenai sosialisasi dan edukasi penggunaan KKP melalui video conference zoom pada tanggal 31 Maret 2020 yang dihadiri oleh Kepala Bidang PPAI pada 15 (lima belas) Kanwil Ditjen Perbendaharaan dengan transaksi penggunaan KKP tertinggi dan Kepala KPPN lingkup provinsi DKI Jakarta.

• Survei Penggunaan KKP Dalam Negeri kepada Satker K/L.

• Penerbitan Perdirjen Nomor PER-19/PB/2020 tentang Ujicoba Mekanisme Pembayaran dan Penggunaan KKP atas Beban BA BUN.

c. Piloting Penggunaan KKP pada Satker Luar Negeri

• Rapat pembahasan terkait pembuatan/penyempurnaan aplikasi dengan melibatkan Direktorat PKN, Direktorat SP, Direktorat SITP, dan Direktorat APK.

• Rapat pada tanggal 9 Januari 2020 melalui Undangan Direktur Pelaksanaan Anggaran nomor UND-2/PB.2/2020 tanggal 6 Januari 2020 hal Pembahasan PKS Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah di Luar Negeri untuk Satker Perwakilan RI Kemenlu. (Rapat dihadiri oleh Perwakilan Biro Keuangan Setjen Kemenlu, Biro Hukum dan Administrasi Kementerian dan Perwakilan Kemenlu, Perwakilan Direktorat SP, Perwakilan Divisi Kartu Kredit Bank Mandiri, Perwakilan Divisi Kartu Kredit BRI, Perwakilan Divisi Bisnis Kartu BNI)

• Rapat pada tanggal 3 Februari 2020 melalui Undangan Direktur Pelaksanaan Anggaran nomor UND-44/PB.2/2020 tanggal 31 Januari 2020 hal Rapat Pembahasan Draft Perdirjen Perbendaharaan tentang Uji Coba Pembayaran dan Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah di Luar Negeri. (Rapat dihadiri oleh Perwakilan Setditjen Perbendaharaan dan Direktorat SP).

• Penerbitan Perdirjen Perbendaharaan Nomor PER-3/PB/2020 tentang Uji Coba Pembayaran dan Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah pada Satuan Kerja Perwakilan RI di Luar Negeri tanggal 10 Februari 2020.

• Rapat pada tanggal 17 Februari 2020 melalui Undangan Direktur Pelaksanaan Anggaran nomor UND-72/PB.2/2020 tanggal 13 Februari 2020 hal Rapat Pembahasan Penyesuaian Aplikasi SAS dan OMSPAN terkait Pelaksanaan Uji Coba Penggunaan dan Pembayaran

38 KKP oleh Satker Perwakilan RI di Luar Negeri. (Rapat dihadiri oleh Perwakilan Setditjen Perbendaharaan dan Direktorat SP).

• Rapat pada tanggal 18 Februari 2020 melalui Undangan Undangan Direktur Pelaksanaan Anggaran nomor UND-68/PB.2/2020 tanggal 12 Februari 2020 hal Undangan Rapat Persiapan Pelaksanaan Uji Coba Penggunaan dan Pembayaran KKP oleh Satker Perwakilan RI di Luar Negeri. (Rapat dihadiri oleh Perwakilan Kepala Biro Sekjen Kemenlu, Direktorat PKN, Group Head Credit Card PT Bank Mandiri, Kepala Divisi Kartu Kredit PT BRI, General Manager Divisi Bisnis Kartu Kredit PT BNI).

• Bersurat kepada Sekjen Kemenlu terkait usulan Satker Perwakilan RI yang ditunjuk untuk melaksanakan uji coba penggunaan dan pembayaran KKP melalui surat Dirjen Perbendaharaan Nomor S-157/PB/2020 tanggal 20 Februari 2020.

• Penerbitan Kepdirjen Perbendaharaan Nomor KEP-83/PB/2020 tentang Pelaksanaan Uji Coba Pembayaran dan Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah pada Satuan Kerja Perwakilan RI di Luar Negeri.

Telah dilaksanakan rapat video conference dengan kedubes dan konjen terkait penyamaan persepsi pengisian PKS dan teknis KKP sesuai Undangan Kabiro Keuangan Kemenlu nomor 06043/KU/06/2020/25 tanggal 06 Juni 2020.

• Telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama satker pelaksana uji coba KKP Luar Negeri.

• Penerbitan dan pengiriman KKP ke 16 Kantor Perwakilan RI di Luar Negeri.

• Telah dilakukan serah terima KKP dari KPA ke Pemegang KKP pada 24 perwakilan RI di Luar Negeri.

• Telah dilakukan pembayaran dengan menggunakan KKP di Luar Negeri pada 15 Satker Perwakilan RI.

d. Percepatan dan Peningkatan Ketepatan Penyaluran Bansos

• Melakukan monev penyaluran bansos dengan mengundang Kementerian Sosial melalui Undangan Direktur Pelaksanaan Anggaran nomor UND-79/PB.2/2020 tanggal 19 Februari 2020.

• Menyusun laporan hasil monev dengan nota dinas nomor ND-30/PB.23/2020 tanggal 21 Februari 2020 tentang Laporan Hasil Rapat.

39

• Menyusun laporan hasil survei bansos dengan nota dinas nomor ND-104/PB23/2020 tanggal 30 Juni 2020 hal Laporan Survei Bantuan Sosial Tahun 2020.

• Melaksanakan rapat perbaikan regulasi penyaluran bansos tunai dengan laporan pelaksanaan nomor ND-101/PB.23/2020 hal Laporan Hasil Rapat Perbaikan Regulasi Penyaluran Bansos.

• Melakukan monev penyaluran Bansos dalam rangka PEN secara harian dan menyampaikan laporan dua kali dalam seminggu kepada Pokja Belanja PEN dan Wakil Menteri Keuangan.

• Melaksanakan FGD Evaluasi Penyaluran Bansos 2020 dengan Kemensos sesuai Undangan Direktur Pelaksanaan Anggaran nomor UND-247/PB.2/2020 tanggal 7 Desember 2020.

Adapun rekomendasi rencana aksi (action plan) pelaksanaan implementasi kebijakan peningkatan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan anggaran pada tahun 2021, meliputi:

a. mengidentifikasi program/kegiatan implementasi kebijakan peningkatan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan anggaran tahun 2021;

b. menyusun agenda kegiatan implementasi kebijakan peningkatan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan anggaran 2021; dan

c. melaksanakan agenda kegiatan implementasi kebijakan peningkatan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan anggaran 2021.

Nilai Kinerja Pengelolaan Penyaluran DAK dan Dana Desa

Perhitungan terhadap nilai kinerja pengelolaan penyaluran DAK dan Dana Desa digunakan untuk memastikan pelaksanaan anggaran penyaluran DAK fisik, DAK Non Fisik (BOS), dan Dana Desa berjalan dengan efisien dan efektif. Nilai kinerja diukur dengan menggunakan 5 (lima) variabel. Rumus IKU ini adalah:

NKP DAKDD = [0,10(SYARAT)+0,20(Proyeksi)+0,30(SPPSPM)+0,20(MONEV)+0,20(LK-UAKPA)]x100

(SYARAT) Ketepatan waktu penyampaian dokumen persyaratan oleh pemda

(SPPSPM) Ketepatan waktu penyelesaian SPP dan SPM penyaluran dana transfer DAK dan Dana Desa oleh KPPN

(MONEV) Ketepatan waktu penyampaian laporan pemantauan dan evaluasi penyaluran DAK dan Dana Desa

40 (LK-UAKPA) Ketepatan waktu penyampaian LK tingkat UAKPA BUN DAK dan Dana Desa

(PROYEKSI) Nilai deviasi antara RPD Bulanan dengan realisasi DAK dan Dana Desa Target IKU Nilai kinerja pengelolaan penyaluran DAK dan Dana Desa tahun 2020 naik dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar 80. Nilai kinerja pengelolaan penyaluran DAK dan Dana Desa pada tahun 2020 memiliki capaian sebesar 98,80 dan nilai capaian IKU 120% dengan uraian sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 3.13.

Tabel 3.13

Perhitungan Realisasi IKU Nilai Kinerja Pengelolaan Penyaluran DAK dan Dana Desa Tahun 2020

Indikator Kinerja Q1 Q2 Q3 Q4 Y

Target Real Target Real Target Real Target Real Target Real Nilai Kinerja

Pengelolaan Penyaluran DAK d D D

80 98,33 80 98,36 80 99,14 80 99,35 80 98,80

Capaian IKU tersebut didukung oleh beberapa aktivitas/kegiatan yang telah dilakukan pada tahun 2020, yaitu sebagai berikut:

1. pelaksanaan koordinasi secara terus-menerus dengan pihak DJPK dan Direktorat SITP-DJPb untuk membahas proses penyaluran DAK Fisik, BOS, dan Dana Desa melalui KPPN;

2. perubahan aturan/regulasi terkait relaksasi penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa, telah ditindaklanjuti dengan pengembangan dan penyesuaian pada aplikasi OMSPAN baik untuk DAK Fisik maupun Dana Desa;

3. pengaturan tentang Petunjuk Teknis Rekonsiliasi Sisa Dana Desa sesuai Nota Dinas Direktur Pelaksanaan Anggaran Nomor ND-606/PB.2/2020;

4. fasilitas apliksasi Monitoring dan upload Laporan DAK Fisik dan Dana Desa pada http://10.242.231.124, sehingga KPPN maupun Kanwil dapat melakukan monitoring dan penilaian mandiri atas Laporan yang telah diunggah untuk keperluan sebagai raw data penghitungan Capaian IKU;

41 5. penerbitan nota dinas Direktur Pelaksanaan Anggaran nomor ND-775/PB.2/2020 tentang

Monitoring Penyaluran Dana Desa dan BLT Desa kepada Kepala kanwil dan Kepala KPPN, mengenai progress penyaluran Dana Desa dan BLT Desa; dan

6. telah ditambahkan menu notifikasi pada halaman beranda OMSPAN, sehingga jika ada Pemda mengunggah dokumen keperluan penyaluran Dana Desa dapat dipantau oleh pegawai KPPN.

Rekomendasi rencana aksi (action plan) atas pelaksanaan penyaluran DAK fisik, DAK Non Fisik (Dana Bos), dan Dana Desa pada tahun 2021 meliputi:

a. menerbitkan surat kepada Kanwil dan KPPN untuk mengingatkan kewajiban terkait pengelolaan DAK fisik, DAK Non Fisik (Dana Bos), dan Dana Desa;

b. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi penyaluran DAK dan Dana Desa secara periodik;

c. membangun dan mengoptimalkan forum komunikasi dengan Kanwil dan KPPN berbasis grup media sosial;

d. pembinaan kepada Pemerintah Daerah sebagai stakeholder;

e. komunikasi dengan DJPK untuk penyempurnaan regulasi/kebijakan penyaluran DAK fisik, DAK Non Fisik (Dana Bos), dan Dana Desa; dan

f. komunikasi dengan Direktorat SITP-DJPb terkait pengembangan aplikasi.