• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penghukuman Allah Judul: Penghukuman Allah

Dalam dokumen publikasi e-sh (Halaman 37-40)

Hukuman adalah perlakuan Allah kepada manusia yang perbuatannya melanggar hukum Allah atau hidup dalam ketidakbenaran. Hukuman ditujukan pertama-tama untuk umat Tuhan sendiri agar menyadari bahwa hidup mereka harus selaras dengan kekudusan Tuhan. Hukuman seperti itu merupakan alat pendisiplinan menuju kepada pertobatan. Terhadap orang yang hidup di luar Tuhan dan yang menolak mengakui Dia sebagai yang berdaulat mengatur hidupnya, hukuman adalah pembalasan setimpal.

Tuhan menghukum dengan berbagai cara. Pertama, dengan menggunakan seperangkat hukuman yang sudah diaturkan dalam hukum-hukum-Nya. Bagi umat Israel, misalnya, saat mereka tidak setia kepada Tuhan dengan menyembah Baal, Tuhan menyerahkan mereka kepada malapetaka alam bahkan penjajahan bangsa lain. Kedua, Tuhan bisa juga menimpakan akibat keberdosaan mereka sebagai hukuman yang memperberat penderitaan mereka. Misalnya orang yang bermain-main kekudusan Allah dihukum dengan semakin terjebak dalam kehidupan yang

najis (Rm. 1:24-32).

Penghukuman Tuhan bersifat adil dan benar sesuai dengan karakter Allah yang sudah dinyatakan lewat Alkitab. Adil karena Allah tidak membeda-bedakan siapa yang bersalah. Baik umat Israel sendiri maupun bangsa lain, yang bersalah pasti dihukum-Nya. Benar karena kriteria benar-salah berasal dari sumber kebenaran itu sendiri. Allah tidak keliru menghukum karena Dia mampu melihat keseluruhan hidup manusia. Dia melihat bukan hanya perbuatan salah yang dilakukan, tetapi juga motivasi salah dibalik perbuatan tersebut.

Penghukuman Allah bisa bersifat masa kini dan temporer. Hukuman dijatuhkan untuk suatu jangka waktu tertentu. Bila seseorang sudah selesai dihukum, Tuhan akan memulihkan.

Penyesalan dan pertobatan menjadi respons yang tepat bagi anugerah pengampunan. Namun bila seseorang mengeraskan hati, tidak mau bertobat, Allah bisa menjatuhkan vonis yang final. Pada saat itu pengampunan telah tertutup. Penghukuman Allah seperti ini bersifat masa akan datang dan kekal.

38 Minggu, 25 Januari 2009 Bacaan : Keluaran 10:1-20

(25-1-2009)

Keluaran 10:1-20

Dihukum habis-habisan

Judul: Dihukum habis-habisan

Wabah apa yang paling mengerikan bagi para petani di wilayah Anda, yang kalau wabah itu datang bisa dipastikan panen saat itu pasti gagal? Wabah itu biasanya disusul dengan bencana kelaparan yang menyesakkan hidup. Itulah hama belalang! Serangan hama ini luar biasa mengerikan. Seluruh tanaman bisa gundul habis dalam sekejap mata olehnya. Hama seperti ini akan menghancurkan sendi-sendi perekonomian satu daerah, bahkan satu bangsa sekaligus. Dalam Alkitab, wabah belalang kadang dipakai sebagai gambaran penghukuman yang Tuhan lakukan kepada umat-Nya sebagai akibat dosa-dosa mereka. Misalnya Yoel 1:4-12. Namun tulah kedelapan yang sedang menimpa bangsa Israel merupakan wabah belalang yang nyata (ayat 14-15). Belalang dalam jumlah tak terhitung itu dikatakan menghabiskan segala tumbuh-tumbuhan hijau di tanah Mesir (ayat 15). Hukuman dahsyat dari Tuhan yang melumpuhkan perekonomian Mesir itu merupakan ganjaran adil terhadap sikap kepala batu Firaun. Bahkan para pegawai Firaun sampai memohon dengan sangat agar Firaun menyerah kalah kepada Allah Israel karena kehancuran Mesir yang diambang mata (ayat 7). Kadang hanya dengan cara membuat seseorang tidak berdaya sama sekali, barulah orang tersebut menyerah. Selama beberapa tulah, berbagai sendi kehidupan Mesir digoncang keras, kini segi perekonomian mereka benar-benar

dikacaukan. Itupun pertobatan Firaun ternyata semu. Ketika hama itu disingkirkan, ia kembali mengeraskan hati.

Bagi manusia memang mustahil mematahkan atau memaksa seseorang yang tegar tengkuk untuk menyerah. Namun tiada yang mustahil bila Tuhan yang bertindak. Tuhan tahu kapan saat dan bagaimana cara menaklukkan orang-orang yang menentang Dia. Bila kita harus berhadapan dengan masa-masa sulit dalam upaya kita mempraktikkan kebenaran, nantikan waktu dan cara Tuhan. Tugas kita adalah bertekun dalam kebenaran dan percaya akan kedaulatan Allah!

39 Senin, 26 Januari 2009 Bacaan : Keluaran 10:21-29

(26-1-2009)

Keluaran 10:21-29

Kegelapan hati

Judul: Kegelapan hati

Hal apa lagi dalam kepercayaan bangsa Mesir yang sedang digempur Allah lewat tulah

kesembilan ini? Salah satu dewa penting Mesir adalah dewa matahari Ra dan Horus serta dewi langit/angkasa Nut dan Hator. Dewa-dewi itu dipercaya sebagai yang mengendalikan siklus waktu, siang dan malam. Tulah ini menunjukkan kepalsuan dewa-dewi tersebut, yang bahkan sinarnya tidak sanggup menembus kegelapan yang berasal dari Allah. Dewa-dewi itu tidak mampu menerangi bangsa yang menyembah mereka.

Apakah ada dalih lagi bagi Firaun untuk berkeras menahan umat Israel? Ternyata ya. Firaun hanya mengizinkan umat Israel pergi tanpa membawa ternak mereka. Mungkin Firaun tidak ingin kehilangan sepenuhnya aset nasional mereka untuk membangun kembali Mesir yang sudah porak poranda. Kalau budak-budak pergi, paling sedikit ternak-ternak mereka bisa menggantikan ternak bangsa Mesir yang binasa karena sampar maupun tertimpa hujan es batu. Jelas sekali Firaun tidak sungguh-sungguh rela menyerah. Dia masih main hitung-hitungan dengan Tuhan. Bahkan dengan berani ia mengusir Musa, sang abdi Allah dari hadapannya. Musa menjawab bahwa saat itulah saat terakhir mereka berhadapan muka dengan muka (ayat 29). Jawaban ini harus dipahami sebagai tanda bahwa Firaun tidak lagi memiliki kesempatan menawar atau meremehkan tuntutan Tuhan atas dirinya. Walaupun sebenarnya Musa masih satu kali lagi bertatap muka dengan Firaun di Kel. 12:31.

Kegelapan yang melanda Mesir memang mengerikan. Tetapi jauh lebih mengerikan kegelapan yang menutupi hati dan pikiran orang berdosa seperti Firaun. Tidak ada yang bisa

menyingkapkan kegelapan seperti itu, kecuali anugerah Allah. Hanya darah Kristus yang bisa membasuh dosa sepekat itu. Tugas orang Kristen adalah membawa terang Injil, satu-satunya yang bisa mengenyahkan kegelapan dalam hati manusia. Caranya? Hidupkanlah Injil dalam diri Anda sehingga terang Allah memancar ke luar menerangi sekitar.

40 Selasa, 27 Januari 2009

Bacaan : Keluaran 11:1-10

(27-1-2009)

Keluaran 11:1-10

Hancurkan berhala Anda

Dalam dokumen publikasi e-sh (Halaman 37-40)