• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Ekspor Impor bulan Agustus 2021

Dalam dokumen LAPORAN INFORMASI INDUSTRI (Halaman 70-77)

III. INFORMASI PERKEMBANGAN DAN PELUANG PASAR

3.1. Ekspor-Impor Tahun 2021

3.1.8. Perkembangan Ekspor Impor bulan Agustus 2021

Grafik 1. Perkembangan Nilai Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Non Migas

Secara kumulatif, kinerja ekspor industri pengolahan non migas pada periode Januari-Agustus 2021 adalah sebesar US$ 111,00 miliar, naik sebesar 34,12% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sedangkan impor industri pengolahan non migas mencapai US$ 98,15 miliar, naik sebesar 29,18% (cumulative to cumulative/c-to-c). Neraca perdagangan industri pengolahan non migas pada periode Januari-Agustus 2021 adalah surplus sebesar US$ 12,85 miliar.

Kinerja ekspor industri pengolahan non migas pada bulan Agustus 2021 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (m-to-m). Hal yang sama juga terjadi pada impor industri pengolahan non migas pada bulan Agustus 2021 yang mengalami peningkatan secara month-to-month. Neraca perdagangan industri pengolahan non migas pada bulan Agustus 2021 mencatatkan surplus US$ 3,16 miliar.

Nilai ekspor industri pengolahan non migas pada bulan Agustus 2021 tercatat sebesar US$ 16,37 miliar, naik sebesar 20,67% dibanding Juli 2021 (m-to-m) yang mencapai US$ 13,57 miliar. Jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2020 (year-on-year), kinerja ekspor industri pengolahan non migas bulan Agustus 2021 naik sebesar 52,62%.

Adapun nilai impor industri pengolahan non migas mengalami peningkatan sebesar 9,19%

dibanding bulan sebelumnya (m-to-m) dari US$ 12,09 miliar pada Juli 2021 menjadi US$ 13,21

miliar pada Agustus 2021. Jika dibandingkan dengan Agustus 2020 (year-on-year), nilai impor pada bulan Agustus 2021 mengalami peningkatan sebesar 45,96%.

Dilihat dari volumenya, ekspor industri pengolahan non migas pada bulan Agustus 2021 tercatat sebesar 10,98 juta ton, naik sebesar 20,64% dibanding Juli 2021 yang mencapai 9,10 juta ton.

Adapun volume impornya mencapai 6,65 juta ton, turun sebesar 2,38% dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 6,81 juta ton.

Grafik 2. Neraca Perdagangan Industri Pengolahan Non Migas

Sektor industri yang mencatat surplus di atas US$ 350 juta pada bulan Agustus 2021 adalah (1) Makanan sebesar US$ 4,01 miliar, diikuti oleh (2) Logam Dasar sebesar US$ 1,02 miliar; (3) Pakaian Jadi sebesar US$ 805,31 juta; (4) Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki sebesar US$

486,13 juta; dan (5) Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (tidak termasuk Furnitur), dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan, dan Sejenisnya sebesar US$ 352,36 juta.

Adapun sektor industri yang mengalami defisit tertinggi pada bulan Agustus 2021 adalah Mesin dan Perlengkapan Yang Tidak Dapat Diklasifikasikan di Tempat Lain (YTDL) senilai US$ 1,65 miliar. Termasuk ke dalam sektor industri ini adalah Mesin Untuk Keperluan Umum yang impornya tercatat sebesar US$ 1,08 miliar dan Mesin Untuk Keperluan Khusus dengan impor sebesar US$ 802,36 juta.

Sektor industri lainnya yang mengalami defisit di atas US$ 200 juta adalah (1) Komputer, Barang Elektronik, dan Optik sebesar US$ 950,93 juta; (2) Farmasi, Produk Obat Kimia, dan Obat

Tradisional sebesar US$ 472,89 juta; (3) Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia sebesar US$

449,27 juta; (4) Tekstil sebesar US$ 254,74 juta; dan (5) Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya sebesar US$ 253,19 juta.

Grafik 3. Pertumbuhan Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Non Migas Bulan Agustus 2021

Kinerja ekspor dari seluruh sektor industri pengolahan non migas pada bulan Agustus 2021 mengalami pertumbuhan positif jika dibandingkan dengan Juli 2021. Sektor industri yang mengalami pertumbuhan positif secara month-to-month di atas 20% terjadi pada industri (1) Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya sebesar 60,33% dengan nilai ekspor US$

161,07 juta; (2) Makanan sebesar 50,89% dengan nilai ekspor US$ 5,09 miliar; (3) Kendaraan Bermotor, Trailer, dan Semi Trailer sebesar 25,71% dengan nilai ekspor US$ 465,64 juta; (4) Minuman sebesar 23,66% dengan nilai ekspor US$ 9,66 juta; dan (5) Farmasi, Produk Obat Kimia, dan Obat Tradisional sebesar 20,65% dengan nilai ekspor US$ 53,80 juta.

Dilihat dari sisi impor, sektor industri pengolahan non migas membukukan pertumbuhan yang positif pada bulan Agustus 2021. Sektor industri yang mengalami pertumbuhan positif secara month-to-month di atas 15% terjadi pada industri (1) Furnitur yang mengalami peningkatan impor sebesar 33,22% dengan nilai impor US$ 71,07 juta; (2) Logam Dasar yang mengalami peningkatan impor sebesar 25,33% dengan nilai impor US$ 1,78 miliar; (3) Mesin dan Perlengkapan YTDL yang mengalami peningkatan impor sebesar 20,76% dengan nilai impor

US$ 1,89 miliar; (4) Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (tidak termasuk Furnitur), dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan, dan Sejenisnya yang mengalami peningkatan impor sebesar 18,68% dengan nilai impor US$ 43,58 juta; dan (5) Pengolahan Lainnya yang mengalami peningkatan impor sebesar 17,67% dengan nilai impor US$ 346,98 juta.

Jika dilihat secara year-on-year, sektor industri yang mengalami kenaikan ekspor di atas 70%

terjadi pada (1) Pencetakan dan Reproduksi Media Rekaman sebesar 136,45 % dengan nilai ekspor US$ 5,10 juta; (2) Makanan sebesar 113,23% dengan nilai ekspor US$ 5,09 miliar; (3) Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia sebesar 72,36% dengan nilai ekspor US$ 1,66 miliar;

dan (4) Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki sebesar 71,32% dengan nilai ekspor US$ 600,26 juta.

Di sisi impor, sektor industri yang mengalami kenaikan impor (y-on-y) di atas 75% terjadi pada (1) Farmasi, Produk Obat Kimia, dan Obat Tradisional sebesar 288,13% dengan nilai impor US$

526,70 juta; (2) Kendaraan Bermotor, Trailer, dan Semi Trailer sebesar 244,68% dengan nilai impor US$ 519,24 juta; (3) Produk dari Batu Bara dan Pengilangan Minyak Bumi sebesar 86,55% dengan nilai impor US$ 20,92 juta; (4) Logam Dasar sebesar 79,73% dengan nilai impor US$ 1,78 miliar.

Grafik 4. Nilai Ekspor Berdasarkan Jenis Industri Bulan Agustus 2021

Sektor industri Makanan menjadi penyumbang devisa terbesar dari ekspor industri pengolahan non migas pada bulan Agustus 2021. Nilai ekspor industri makanan yang tercatat US$ 5,09 miliar, terbesar di antara sektor industri lainnya.

Jika dilihat dari faktor pembentuknya, nilai ekspor sektor industri Makanan pada bulan Agustus 2021 didominasi oleh komoditi Minyak Kelapa Sawit sebesar US$ 3,68 miliar, atau memberi kontribusi sebesar 72,21%, naik dibandingkan bulan Juli 2021 yang mencapai 63,87%.

Grafik 5. Nilai Impor Berdasarkan Jenis Industri Bulan Agustus 2021

Tingginya nilai impor pada sektor industri pengolahan non migas berasal dari sektor Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia dengan impor pada Agustus 2021 mencapai US$ 2,11 miliar, 54,43% secara year-on-year dibanding tahun sebelumnya sebesar US$ 1,37 miliar. Termasuk ke dalam sektor industri ini adalah Damar Buatan (Resin Sintetis) dan Bahan Baku yang impornya tercatat sebesar US$ 554,19 juta; Kimia Dasar Organik yang bersumber dari Minyak dengan impor sebesar US$ 273,07 juta; dan Barang Kimia Lainnya dengan impor sebesar US$ 235,05 juta.

Grafik 6. Negara Tujuan Ekspor Industri Pengolahan Non Migas Terbesar Bulan Agustus 2021

Pada bulan Agustus 2021 (1) RRT menjadi negara tujuan ekspor utama industri pengolahan non migas dari Indonesia, diikuti oleh (2) Amerika Serikat, (3) India, (4) Jepang, dan (5) Malaysia.

Sedangkan jika dilihat pertumbuhan secara year-on-year, kelima negara tersebut mengalami pertumbuhan sebagai berikut: Tiongkok naik sebesar 56,83%; Amerika Serikat naik sebesar 40,09%; India naik sebesar 207,45%; Jepang naik sebesar 32,24%; sedangkan ekspor ke Malaysia mengalami penurunan sebesar 77,39%.

Jika dilihat lebih luas, dari 30 negara terbesar tujuan ekspor industri pengolahan non migas, pertumbuhan tertinggi Agustus 2021 secara year-on-year terhadap Agustus 2020 adalah (1) India sebesar 207,45%; diikuti (2) Pakistan sebesar 157,66%; dan (3) Bangladesh sebesar 126,07%.

Jika dirinci, 3 (tiga) jenis industri pengolahan non migas dengan nilai ekspor terbesar ke India pada bulan Agustus 2021 adalah: (1) Industri Makanan; (2) Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia; dan (3) Industri Logam Dasar. Sementara ekspor terbesar ke Pakistan adalah: (1) Industri Makanan; (2) Industri Tekstil; dan (3) Industri Kendaraan Bermotor, Trailer, dan Semi Trailer. Sedangkan ekspor terbesar ke Bangladesh adalah: (1) Industri Makanan; (2) Industri Tekstil; dan (3) Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia.

Grafik 7. Negara Asal Impor Industri Pengolahan Non Migas Terbesar Bulan Agustus 2021

Pada Agustus 2021 ini impor industri pengolahan non migas yang masuk ke Indonesia sebagian besar masih didominasi oleh produk buatan (1) Tiongkok, diikuti oleh (2) Jepang, (3) Korea Selatan, (4) Thailand, dan (5) Singapura. Jika dilihat secara year-on-year, impor dari Tiongkok mengalami peningkatan sebesar 45,35%; Jepang naik 137,13%; Korea Selatan naik 85,78%;

Thailand naik 102,83%, dan impor dari Singapura naik 21,53%.

Adapun nilai impor yang mengalami pertumbuhan positif tertinggi pada bulan Agustus 2021 terhadap Juli 2021 (month-to-month) berasal dari (1) Rusia sebesar 79,39%; diikuti (2) Arab Saudi sebesar 55,18%; dan (3) Belgia sebesar 45,49%. Jika dirinci, 3 (tiga) jenis industri pengolahan non migas dengan nilai impor terbesar dari Rusia pada bulan Agustus 2021 adalah:

(1) Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia; (2) Industri Logam Dasar; dan (3) Industri Makanan. Sementara itu, impor terbesar dari Arab Saudi adalah: (1) Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia; (2) Industri Makanan; dan (3) Industri Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya. Sedangkan impor terbesar dari Belgia adalah: (1) Industri Makanan; (2) Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia; dan (3) Industri Farmasi, Produk Obat Kimia, dan Obat Tradisional.

Dalam dokumen LAPORAN INFORMASI INDUSTRI (Halaman 70-77)