• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Ekspor Impor bulan September 2021

Dalam dokumen LAPORAN INFORMASI INDUSTRI (Halaman 77-84)

III. INFORMASI PERKEMBANGAN DAN PELUANG PASAR

3.1. Ekspor-Impor Tahun 2021

3.1.9. Perkembangan Ekspor Impor bulan September 2021

Grafik 1. Perkembangan Nilai Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Non Migas

Secara kumulatif, kinerja ekspor industri pengolahan non migas pada periode Januari-September 2021 adalah sebesar US$ 127,69 miliar, naik sebesar 35,40% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sedangkan impor industri pengolahan non migas mencapai US$ 110,99 miliar, naik sebesar 29,83% (cumulative to cumulative/c-to-c). Neraca perdagangan industri pengolahan non migas pada periode Januari-September 2021 adalah surplus sebesar US$

16,70 miliar.

Kinerja ekspor industri pengolahan non migas pada bulan September 2021 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (m-to-m). Hal yang sama juga terjadi pada impor industri pengolahan non migas pada bulan September 2021 yang mengalami penurunan secara month-to-month. Neraca perdagangan industri pengolahan non migas pada bulan September 2021 mencatatkan surplus US$ 2,66 miliar.

Nilai ekspor industri pengolahan non migas pada bulan September 2021 tercatat sebesar US$

15,51 miliar, turun sebesar 5,29% dibanding Agustus 2021 (m-to-m) yang mencapai US$ 16,37 miliar. Jika dibandingkan dengan bulan September 2020 (year-on-year), kinerja ekspor industri pengolahan non migas bulan September 2021 naik sebesar 34,33%.

Adapun nilai impor industri pengolahan non migas mengalami penurunan sebesar 2,77%

dibanding bulan sebelumnya (m-to-m) dari US$ 13,21 miliar pada Agustus 2021 menjadi US$

12,84 miliar pada September 2021. Jika dibandingkan dengan September 2020 (year-on-year), nilai impor pada bulan September 2021 mengalami peningkatan sebesar 34,97%.

Dilihat dari volumenya, ekspor industri pengolahan non migas pada bulan September 2021 tercatat sebesar 9,86 juta ton, turun sebesar 10,18% dibanding Agustus 2021 yang mencapai 10,98 juta ton. Adapun volume impornya mencapai 6,03 juta ton, turun sebesar 9,36%

dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 6,65 juta ton.

Grafik 2. Neraca Perdagangan Industri Pengolahan Non Migas

Sektor industri yang mencatat surplus di atas US$ 350 juta pada bulan September 2021 adalah (1) Makanan sebesar US$ 2,99 miliar, diikuti oleh (2) Logam Dasar sebesar US$ 1,37 miliar; (3) Pakaian Jadi sebesar US$ 748,53 juta; (4) Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki sebesar US$

452,03 juta; (5) Kertas dan Barang dari Kertas sebesar US$ 381,30 juta; dan (6) Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (tidak termasuk Furnitur), dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan, dan Sejenisnya sebesar US$ 380,25 juta.

Adapun sektor industri yang mengalami defisit tertinggi pada bulan September 2021 adalah Mesin dan Perlengkapan Yang Tidak Dapat Diklasifikasikan di Tempat Lain (YTDL) senilai US$

1,53 miliar. Termasuk ke dalam sektor industri ini adalah Mesin Untuk Keperluan Umum yang impornya tercatat sebesar US$ 1,03 miliar dan Mesin Untuk Keperluan Khusus dengan impor sebesar US$ 766,01 juta.

Sektor industri lainnya yang mengalami defisit di atas US$ 200 juta adalah (1) Komputer, Barang Elektronik, dan Optik sebesar US$ 891,21 juta; (2) Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia sebesar US$ 568,37 juta; (3) Farmasi, Produk Obat Kimia, dan Obat Tradisional sebesar US$

474,27 juta; (4) Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya sebesar US$ 333,25 juta; dan (5) Tekstil sebesar US$ 247,61 juta.

Grafik 3. Pertumbuhan Ekspor Impor Industri Pengolahan Non Migas Bulan September 2021

Kinerja ekspor dari seluruh sektor industri pengolahan non migas pada bulan September 2021 mengalami pertumbuhan negatif jika dibandingkan dengan Agustus 2021. Sektor industri yang mengalami pertumbuhan positif secara month-to-month di atas 10% terjadi pada industri (1) Produk dari Batu Bara dan Pengilangan Minyak Bumi sebesar 95,50% dengan nilai ekspor US$

8,12 juta; (2) Komputer, Barang Elektronik, dan Optik sebesar 16,88% dengan nilai ekspor US$

738,26 juta; (3) Mesin dan Perlengkapan YTDL sebesar 13,14% dengan nilai ekspor US$ 265,69 juta; (4) Farmasi, Produk Obat Kimia, dan Obat Tradisional sebesar 11,21% dengan nilai ekspor US$ 60,19 juta; dan (5) Alat Angkutan Lainnya sebesar 10,46% dengan nilai ekspor US$ 318,01 juta.

Dilihat dari sisi impor, sektor industri pengolahan non migas membukukan pertumbuhan yang negatif pada bulan September 2021. Sektor industri yang mengalami pertumbuhan positif secara month-to-month di atas 10% terjadi pada industri (1) Produk dari Batu Bara dan Pengilangan Minyak Bumi yang mengalami peningkatan impor sebesar 143,30% dengan nilai impor US$

50,90 juta; (2) Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya yang mengalami peningkatan impor sebesar 16,38% dengan nilai impor US$ 482,11 juta; (3) Kendaraan Bermotor, Trailer, dan

Semi Trailer yang mengalami peningkatan impor sebesar 12,89% dengan nilai impor US$

586,16 juta; dan (4) Pencetakan dan Reproduksi Media Rekaman yang mengalami peningkatan impor sebesar 12,15% dengan nilai impor US$ 15,20 juta.

Jika dilihat secara year-on-year, sektor industri yang mengalami kenaikan ekspor di atas 50%

terjadi pada (1) Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya sebesar 78,23% dengan nilai ekspor US$ 148,86 juta; (2) Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki sebesar 58,27% dengan nilai ekspor US$ 575,99 juta; dan (3) Logam Dasar sebesar 53,71% dengan nilai ekspor US$ 3,07 miliar.

Di sisi impor, sektor industri yang mengalami kenaikan impor (y-on-y) di atas 100% terjadi pada (1) Produk dari Batu Bara dan Pengilangan Minyak Bumi sebesar 317,29% dengan nilai impor US$ 50,90 juta; (2) Farmasi, Produk Obat Kimia, dan Obat Tradisional sebesar 305,44% dengan nilai impor US$ 534,47 juta; dan (3) Kendaraan Bermotor, Trailer, dan Semi Trailer sebesar 181,60% dengan nilai impor US$ 586,16 juta.

Grafik 4. Nilai Ekspor Berdasarkan Jenis Industri Bulan September 2021

Sektor industri Makanan menjadi penyumbang devisa terbesar dari ekspor industri pengolahan non migas pada bulan September 2021. Nilai ekspor industri makanan yang tercatat US$ 3,89 miliar, terbesar di antara sektor industri lainnya.

Jika dilihat dari faktor pembentuknya, nilai ekspor sektor industri Makanan pada bulan September 2021 didominasi oleh komoditi Minyak Kelapa Sawit sebesar US$ 2,44 miliar, atau memberi kontribusi sebesar 62,68%, turun dibandingkan bulan Agustus 2021 yang mencapai 72,21%.

Grafik 5. Nilai Impor Berdasarkan Jenis Industri Bulan September 2021

Tingginya nilai impor pada sektor industri pengolahan non migas berasal dari sektor Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia dengan impor pada September 2021 mencapai US$ 2,12 miliar, naik 52,33% secara year-on-year dibanding tahun sebelumnya sebesar US$ 1,39 miliar.

Termasuk ke dalam sektor industri ini adalah Damar Buatan (Resin Sintetis) dan Bahan Baku yang impornya tercatat sebesar US$ 549,95 juta; Kimia Dasar Organik yang bersumber dari Minyak dengan impor sebesar US$ 257,67 juta; dan Barang Kimia Lainnya dengan impor sebesar US$ 247,18 juta.

Grafik 6. Negara Tujuan Ekspor Industri Pengolahan Non Migas Terbesar September 2021

Pada bulan September 2021 (1) RRT menjadi negara tujuan ekspor utama industri pengolahan non migas dari Indonesia, diikuti oleh (2) Amerika Serikat, (3) Jepang, (4) India, dan (5) Singapura. Sedangkan jika dilihat pertumbuhan secara year-on-year, kelima negara tersebut mengalami pertumbuhan sebagai berikut: Tiongkok naik sebesar 41,12%; Amerika Serikat naik sebesar 39,53%; Jepang naik sebesar 22,88%; India naik sebesar 38,64%; dan ekspor ke Singapura mengalami peningkatan sebesar 4,85%.

Jika dilihat lebih luas, dari 30 negara terbesar tujuan ekspor industri pengolahan non migas, pertumbuhan tertinggi September 2021 secara year-on-year terhadap September 2020 adalah (1) Italia sebesar 135,00%; diikuti (2) Uni Emirat Arab sebesar 111,63%; dan (3) Taiwan sebesar 90,38%. Jika dirinci, 3 (tiga) jenis industri pengolahan non migas dengan nilai ekspor terbesar ke Italia pada bulan September 2021 adalah: (1) Industri Logam Dasar; (2) Industri Makanan; dan (3) Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia. Sementara ekspor terbesar ke Uni Emirat Arab adalah: (1) Industri Makanan; (2) Industri Pengolahan Lainnya; dan (3) Industri Komputer, Barang Elektronik, dan Optik. Sedangkan ekspor terbesar ke Taiwan adalah: (1) Industri Logam Dasar; (2) Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia; dan (3) Industri Makanan.

Grafik 7. Negara Asal Impor Industri Pengolahan Non Migas Terbesar Bulan September 2021

Pada September 2021 ini impor industri pengolahan non migas yang masuk ke Indonesia sebagian besar masih didominasi oleh produk buatan (1) Tiongkok, diikuti oleh (2) Jepang, (3) Thailand, (4) Singapura, dan (5) Amerika Serikat. Jika dilihat secara year-on-year, impor dari Tiongkok mengalami peningkatan sebesar 25,37%; Jepang naik 82,38%; Thailand naik 100,19%;

Singapura naik 9,30%, dan impor dari Amerika Serikat naik 43,25%.

Adapun nilai impor yang mengalami pertumbuhan positif tertinggi pada bulan September 2021 terhadap Agustus 2021 (month-to-month) berasal dari (1) Swedia sebesar 117,77%; diikuti (2) Italia sebesar 54,20%; dan (3) Kanada sebesar 50,58%. Jika dirinci, 3 (tiga) jenis industri pengolahan non migas dengan nilai impor terbesar dari Swedia pada bulan September 2021 adalah: (1) Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL; (2) Industri Kertas dan Barang dari Kertas;

dan (3) Industri Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya. Sementara itu, impor terbesar dari Italia adalah: (1) Industri Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya; (2) Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL; dan (3) Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia. Sedangkan impor terbesar dari Kanada adalah: (1) Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia; (2) Industri Kertas dan Barang dari Kertas; dan (3) Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL.

Dalam dokumen LAPORAN INFORMASI INDUSTRI (Halaman 77-84)